Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 61 : Tujuan Sebenarnya


__ADS_3

Meta gusar, dia menggigiti kuku jarinya setelah mendapat info dari orang suruhannya. Wanita itu masih tak percaya tentang informasi yang cukup mencengangkan ini, bahwa Ariel adalah anak dari pasangan suami istri yang meninggal karena peristiwa kecelakaan yang melibatkannya.


“Apa mungkin dia sengaja mendekati Mas Gagah karena ini? dia tahu aku yang menyebabkan orangtuanya meninggal? Tapi tunggu, aku sudah memberikan banyak kompensasi, apa uang tidak berharga baginya? Lalu apa? kenapa bisa begini?”


Meta frustrasi, dia bahkan hanya mondar-mandir sejak tadi setelah mendapat informasi seperti itu dari orang kepercayaannya.


“Jika memang seperti ini, Mas Gagah harus tahu, dia harus tahu kalau Ariel hanya memanfaatkannya dan tidak benar-benar tulus mencintainya. Aku harus memberitahu dia.” Meta meraih ponsel yang dia letakkan di atas ranjang, dia mencoba mendial nomor Gagah. Sayang, pria itu tidak mengangkatnya karena sibuk berbicara dengan Ariel.


“Apa itu mba Meta?” tanya Ariel melihat gelagat aneh dari Gagah. “Angkat saja Mas!” kata Ariel.


Gagah menggeleng, dia lebih memilih menggenggam erat tangan istri sirinya itu dan mengusap pipinya lembut. Mika yang tanpa sengaja melihat pun menoleh ke Roni, hingga duda tanpa anak itu menghardiknya.


“Apa? Ha?”

__ADS_1


“Jangan gala-galak kenapa sih, bukannya kita ini pacar?” goda Mika.


“Pacar apa? sekarang hubungan Pak Gagah dan Ariel sudah diketahui publik, jadi mau kamu sebarkan ke seluruh dunia pun tak masalah lagi,” kata Roni.


“Astaga, apa Om sedang mentalak aku?” tanya Mika dengan dua alis menukik.


“Talak … talak, menikahimu saja tidak. Putus! kita putus.”


Mika memegangi dada, membuat Roni sampai tercengang melihat tingkah gadis yang pernah jahat ke keponakannya itu. Roni tak mau ambil pusing, mencari kekasih, menjalin hubungan tidak ada di dalam kamus hidupnya saat ini. Ia malah khawatir jika sampai tujuan Ariel terbongkar dan Gagah menjadi benci dengan keponakannya itu. Bagaimanapun juga tujuan Ariel mendekati Gagah memang licik.


_


_

__ADS_1


Mereka duduk berhadapan, tatapan Meta tertuju pada wajah Ariel begitu pula sebaliknya. Keduanya sama-sama menunjukkan ekspresi dingin sampai Meta buka suara dan seketika Ariel pun tercengang.


“Aku tahu kamu adalah anak dari pasangan suami istri yang meninggal karena aku tabrak.”


Ariel meremas baju di paha, mendengar Meta mengucapkan kata itu dengan santai amarahnya kembali berkobar. Wanita ini memang tidak punya hati, dia bahkan tidak menunjukkan rasa simpatinya sebagai manusia.


“Apa kamu mendekati Mas Gagah dengan tujuan tertentu? Apa kamu ingin membuat keluargaku hancur untuk balas dendam?” Meta mencecar Ariel, dia menatap semakin lekat gadis yang umurnya jauh di bawahnya itu. Gadis yang dengan sadar menjadi perusak rumah tangga dan merebut suaminya.


“Kenapa kamu diam? aku benar ‘kan? Gagah harus tahu apa tujuanmu sebenarnya, dia harus tahu kalau gadis yang dicintainya berhati busuk.”


“Lebih busuk mana dibanding kamu yang membuat dua orang anak menjadi yatim piatu?” sergah Ariel, matanya bahkan melotot menunjukkan kebencian. “Kamu bahkan tidak mengucapkan bela sungkawa atau sekadar meminta maaf. Kamu membuat hidupku hancur dalam sekejab, kamu tidak bertanggungjawab. Jadi siapa yang lebih busuk?”


Dada Ariel serasa seperti terbakar, dia cukup kuat bertahan untuk tidak meneteskan air mata di depan Meta Pradana.

__ADS_1


“Bagaimana bisa kamu bilang aku tidak bertanggungjawab? Aku memberi uang sebesar lima ratus juta ke paman dan bibimu setelah kejadian itu, dan setiap bulan aku mentransfer sepuluh juta untuk biaya hidupmu dan adikmu? Apa aku harus ikut mati agar kamu puas? Apa itu bentuk tanggungjawab yang kamu inginkan,” cerocos Meta yang nampak sangat emosi.


“A-a-apa?”


__ADS_2