Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 70 : Ditinggalkan


__ADS_3

Ariel melihat kekecewaan di wajah Gagah, apalagi pria itu sampai menghela napas kasar seolah tak percaya dengan yang didengar. Ariel benar-benar merasa bersalah, serta takut jika pria itu benar-benar marah kepadanya.


“Maaf, Mas. Maaf sudah membuatmu kecewa,” ucap Ariel sambil menundukkan kepala. Air mata hendak menetes tapi Ariel tak ingin Gagah melihatnya. Digenggamnya erat telapak tangan Gagah, seolah takut jika tiba-tiba pria itu menariknya.


“Aku benar-benar menyesal memanfaatkanmu,” lirih Ariel penuh penyesalan.


Tatapan Gagah begitu menusuk bagi Ariel, mungkin karena dia sedang terbelenggu rasa bersalah hingga membuatnya takut akan setiap reaksi pria itu saat ini.


Gagah memejamkan mata sekilas, bahkan terdengar suara helaan napas kasar berulang kali. Hingga dia ingin membalas ucapan Ariel, tapi ponselnya tiba-tiba berdering dan nama orang penting terpampang di sana. Gagah melepas tangan Ariel, kemudian berdiri untuk menjawab panggilan itu.

__ADS_1


“Aku akan menjawab panggilan ini dulu,” kata Gagah kemudian berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar. Bahkan terdengar suara pintu depan tertutup, menandakan jika Gagah keluar dari apartemen.


Ariel terkejut karena Gagah pergi hanya untuk menerima telepon, biasanya pria itu akan menerima panggilan di hadapannya. Ditatapnya telapak tangan yang masih terasa hangat karena genggaman Gagah, hingga beralih memandang pintu di mana sang suami sudah tak terlihat.


“Apa Mas Gagah benar-benar marah padaku?” Ariel semakin berburuk sangka karena sikap Gagah yang pergi begitu saja.


Perasaannya kacau balau, rasa bersalah merayap karena telah menyakiti hati pria yang begitu baik. Ariel sampai mengusap wajah kasar, sebelum kemudian duduk termenung seorang diri memikirkan nasib yang terjadi.


Namun, semua itu hanya kata andai, nyatanya dia tak bisa mengulang waktu dan hanya bisa menjalani apa yang terjadi sekarang. Konsekuensi harus diterima, sebuah kesalahan harus ditebus dengan sebuah hukuman.

__ADS_1


Lama Gagah tidak kembali, Ariel yakin jika pria itu benar-benar pergi, membuat hatinya semakin kalut dan semakin bersedih. Saat Ariel sedang termenung, tiba-tiba ada sebuah pesan chat masuk. Di sana terpampang nama Meta, membuat Ariel sampai mengerutkan dahi karena tak percaya jika wanita itu menghubunginya.


Ternyata Meta masih memata-matai Gagah. Dia mendapat informasi dari orang suruhannya jika Gagah keluar dari apartemen dengan tergesa-gesa. Saat itulah Meta memanfaatkan kesempatan untuk mengirimkan pesan kepada Ariel.


“Kenapa dia mengirimiku pesan?” Ariel bertanya-tanya tapi belum membuka pesan yang dikirimkan Meta.


“Dia tidak ingin mengancamku lagi, ‘kan?”


Ariel berpikir untuk membaca pesan Meta. Dia penasaran dengan isi pesan yang dikirimkan wanita itu, hingga kemudian Ariel memilih membuka untuk mengetahui isinya.

__ADS_1


[Gagah pasti sangat membencimu setelah tahu jika kamu hanya memanfaatkanny. Dia pasti meninggalkanmu setelah tahu semua kenyataan yang terjadi, wanita licik yang hanya memanfaatkan orang lain demi keuntungan diri sendiri.]


Ariel menggenggam erat ponsel setelah membaca pesan Meta, kenapa hatinya begitu sakit mengetahui semua itu, bukankah dia sudah menyiapkan diri sebelumnya dari segala kemungkinan yang akan terjadi?


__ADS_2