Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 84 : Roni Ingkar Janji


__ADS_3

Rehan masih termenung setelah mengetahui siapa Ariel, dia hanya tak menyangka jika gadis yang masih sangat muda itu menjadi perebut suami orang. Hingga lamunan Rehan buyar saat ponselnya berdering, sebuah pesan masuk di mana nama sang ibunda terpampang di sana.


[Re, kapan kamu pulang? Bagaimana dengan rencana pernikahanmu?]


Rehan hanya membaca pesan itu, sang mama menanyakan tentang rencana pernikahannya dengan sang pujaan hati. Namun, Rehan tidak membalas pesan itu dan memilih mengabaikan.


Rehan malah mengirimkan pesan ke sekretarisnya, berkata jika akan mematikan ponselnya karena tak ingin diganggu. Setelah pesannya terkirim, Rehan benar-benar mematikan ponsel sebelum kemudian memilih beristirahat.


***


Gagah merenung di rumah dinasnya, pria itu memikirkan keberadaan Ariel yang sampai sekarang belum ada kabar juga. Dia bingung harus ke mana lagi mencari keberadaan pujaan hatinya itu, sedangkan ini sudah berhari-hari semenjak Ariel pergi.


Gagah tahu jika Roni sudah kembali dari luar kota, tapi sayangnya sopirnya itu tak memberikan informasi apa pun. Hal itu karena Roni telah berjanji tidak akan memberitahu keberadaan keponakannya kepada Gagah.


Gagah merasa curiga dengan sikap Roni yang terlihat menyembunyikan sesuatu, hingga akhirnya menghubungi pria itu dan memintanya datang.


“Halo, Ron. Apa kamu bisa datang ke rumah dinas sekarang?”

__ADS_1


“Bisa, Pak. Saya akan segera ke sana,” jawab Roni dari seberang panggilan.


Gagah mengakhiri panggilan itu, kemudian menunggu Roni datang sambil terus merenung dan diam.


Selang setengah jam, yang Gagah tunggu pun menampakkan diri, Roni kini duduk bersamanya di sofa ruang kerja.


“Ron, bagaimana perkembangan pencarian Ariel?” tanya Gagah to the point.


Roni sudah mempersiapkan diri sejak dari rumah, jika Gagah menanyakan hal itu.


“Saya belum menemukannya,” jawab Roni dengan sedikit menunduk karena takut ketahuan berbohong.


“Mungkin kamu beranggapan jika aku pasti dendam kepadanya karena dia mendekatiku hanya karena ingin memanfaatkan untuk balas dendam ke Meta, tapi percayalah kepadaku, Ron! Aku mencintainya dengan sangat tulus, meski semua tindakannya salah, tapi aku benar-benar jatuh cinta kepadanya,” ungkap Gagah penuh kejujuran akan perasaannya terhadap Ariel. Ya, tidak pernah sekalipun dia membenci gadis itu.


Roni merasa bersalah ke Gagah saat mendengar kejujuran dari mulut atasannya itu. Hingga akhirnya memberanikan diri mengangkat wajah, dan menatap Gagah yang tampak sedih dan bingung.


“Maaf jika saya sudah berbohong kepada Anda, Pak,” ucap Roni penuh penyesalan.

__ADS_1


Gagah terkejut mendengar ucapan maaf dari Roni, kemudian memandang sopirnya itu.


“Sebenarnya saya ke Jogja, dan di sana saya bertemu Ariel, dia tinggal di sebuah yayasan,” imbuh Roni lagi yang terpaksa mengingkari janjinya.


Senyum terbit di wajah Gagah, dia begitu senang karena mengetahui keberadaan sang istri tercinta.


"Bagaimana kondisinya? apa dia baik-baik saja?" tanya Gagah antusias.


“Itu ..., dia baik tapi keberadaan Ariel sepertinya juga diketahui orang yang saya yakini adalah suruhan Bu Meta, bahkan mereka hampir mencelakai Ariel,” ujar Roni.


Gagah pun sangat terkejut mendengar cerita Roni, hingga mengepalkan telapak tangan karena tak menyangka jika Meta masih saja membuat masalah.


“Lalu bagaimana keadaan Ariel dan kandungannya?” tanya Gagah begitu cemas.


“Syukurlah dia selamat dan baik-baik saja, sekarang dia tinggal di homestay milik kepala yayasan,” jawab Roni.


Gagah bernapas lega mengetahui Ariel baik-baik saja, sekarang dia hanya perlu memikirkan cara agar bisa menemui sang istri siri.

__ADS_1


“Aku ingin bertemu dengannya. Aku akan pergi diam-diam ke Jogja agar tidak ada yang tahu. Aku tidak bisa menunggunya lebih lama lagi,” ucap Gagah yang tak bisa membiarkan orang suruhan Meta kembali mencelakai Ariel.


__ADS_2