Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 109 : Sisa Waktu


__ADS_3

Setelah semua yang terjadi. Ariel tinggal bersama Abil di rumah yang dulu dibelikan oleh Gagah. Mereka bisa hidup tenang sekarang karena gosip tentang dirinya yang menjadi orang ketiga sudah redam dan tak ada lagi yang membahasnya.


Malam itu Ariel memasak dibantu Abil. Mereka menyiapkan banyak makanan karena Gagah berkata akan datang bersama Azka.


Saat mereka sedang fokus memasak, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.


“Itu pasti Pak Gagah dan Azka,” kata Abil yang langsung meletakkan piring ke meja.


Abil berlari keluar dari dapur, lantas membuka pintu dan melihat Azka yang baru saja turun dari mobil. Dia menyambut Gagah dan Azka, bahkan Abil mencium punggung tangan suami kakaknya itu.


Ariel baru saja selesai menyajikan makanan di meja, lantas keluar dan melihat Gagah juga Azka.


“Kalian sudah datang.” Ariel menyambut dengan senyum hangat di wajah.


Tatapan Ariel tertuju ke Azka, menyapa bocah itu dengan seulas senyum hangat. Azka sendiri sudah terbiasa dengan Ariel, itu karena mereka sering bertemu dan Azka merasa Ariel begitu baik.


“Ayo Kak ikut aku! aku punya buku yang asik dibaca.” Abil mengajak Azka menuju ruang belajar.


Azka sendiri langsung ikut Abil, mereka kini dekat dan sudah biasa bermain bersama.

__ADS_1


“Bagaimana harimu?” tanya Gagah, kemudian mendaratkan sebuah kecupan di kening Ariel.


“Sangat baik,” jawab Ariel sambil memejamkan mata saat bibir Gagah mendarat dengan manis di sana.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Ternyata Roni dan Mika juga datang ke rumah Ariel. Mika menggandeng tangan Roni, menempel seperti perangko yang tidak bisa dipisahkan.


Mereka pun makan malam bersama, ruang makan itu terasa hangat dengan perbincangan mereka.


“Arumi mengabariku, katanya dia dan Rehan sebentar lagi akan menikah,” ujar Ariel di sela makan malam.


“Aku ikut senang mendengar kabar itu, semoga mereka berbahagia, meski waktu yang mereka miliki untuk bersama tidak banyak,” balas Gagah.


“Nanti aku akan menemanimu ke resepsi pernikahan mereka,” timpal Gagah dan langsung mendapat sebuah anggukan dari Ariel.


***


Hari pernikahan Rehan dan Arumi pun tiba. Gagah benar-benar menemani Ariel dan mereka pun menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


Ariel mencoba mengabaikan saat banyak pasang mata menatap ke arahnya. Dia hanya berpikir jika kedatangannya hanya untuk mengucapkan selamat ke Rehan dan Arumi, bukan untuk meladeni pandangan orang-orang terhadapnya.

__ADS_1


“Tante,” sapa Ariel saat bertemu Rika.


Rika menatap Ariel dengan seulas senyum.


“Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Rika yang tahu jika beberapa waktu lalu Ariel mengalami keguguran.


“Sangat baik,” jawab Ariel dengan senyum merekah.


“Tante, aku ingin minta maaf karena telah berbohong kepada Tante,” ucap Ariel kemudian.


Rika tersenyum getir mendengar ucapan Ariel, hingga tiba-tiba memeluk gadis itu.


“Tidak apa, kamu melakukan itu karena ingin membantu Rehan. Meski aku sedih sebab umur Rehan tak lama lagi, tapi aku juga bahagia saat melihat putraku bisa tersenyum seperti sekarang.”


Ariel mengangguk-angguk di dalam pelukan Rika. Kurang lebih bisa merasakan bagaimana perasaan wanita itu sekarang.


Setelah berbincang dengan Rika. Ariel pun menemui Rehan dan Arumi, ditatapnya pasangan yang baru saja mengikat janji suci itu.


“Selamat ya. Semoga kalian selalu bahagia, pergunakan setiap waktu yang ada untuk saling menyayangi,” ucap Ariel mengutarakan pengharapannya.

__ADS_1


Arumi mengangguk kemudian memeluk Ariel. “Terima kasih karena sudah memberitahuku semua kebenarannya. Aku akan menggunakan sisa waktu yang ada untuk selalu bersama dan menyayanginya.”


__ADS_2