Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 25 : Gadis Jujur


__ADS_3

Berpelukan erat di bawah selimut nan hangat, Ariel masih enggan melepaskan pelukannya dari Gagah, gadis itu mungkin sudah gila. Ia benar-benar galau dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi niatannya hanya untuk membalas dendam dan menghancurkan Meta, tapi di sisi lain nyatanya Gagah benar-benar sudah mengisi relung hatinya. Mungkin, Ariel salah. Namun, dia hanya manusia biasa, diperhatikan sedemikian rupa, disayang dan bahkan dihadiahi dengan banyak cinta membuat Ariel akhirnya tak bisa mengelak. Dia sudah jatuh cinta ke Gagah.


Ariel memejamkan mata dan semakin mendekat ke dalam pelukan pria yang dia gunakan sebagai alat balas dendam itu. Seperti takut kehilangan, Ariel memeluk Gagah dengan sangat posesif bahkan pria itu sampai menunduk menatap wajah sang istri siri untuk memastikan.


“Apa kamu tidak kedinginan? Mau aku pakaikan baju?” tawar Gagah melihat tubuh istrinya yang telanjaang di bawah selimut.


“Tidak usah, nanti kalau Mas Gagah mau lagi,” jawab Ariel. Perlahan gadis itu menjauhkan kelopak mata, dia tersenyum karena Gagah yang terlihat gemas langsung menyambar bibirnya - yang tadi sempat terasa kebas karena terlalu lama saling beradu.


“Dasar gadis nakal! Kamu bisa membuatku merasa menjadi pria paling beruntung sekaligus paling brengsek di dunia ini.”


Ariel mencebik seolah ingin berkata bahwa apa yang dikatakan Gagah tidak benar, dirinya lah yang seharusnya berkata paling beruntung, dan juga yang paling brengsek.

__ADS_1


“Kalau saja aku tidak mendekati Mas Gagah lebih dulu,” lirih Ariel. “Aku perebut laki orang ‘kan Mas? Semua orang pasti akan membenciku jika tahu aku ini pelakor.”


Gagah menggeleng lantas mengusap pipi Ariel. “Kalau kamu tidak mendekatiku maka aku yang akan mendekatimu, jika kamu disebut pelakor maka aku akan berkata ke semua orang aku yang salah karena tidak bisa setia.”


Ariel merasa ucapan Gagah sangat tulus, selama berhubungan dengan pria itu dia jelas tahu bagaimana selama ini Gagah bekerja keras untuk menuruti keinginan orang lain. Gagah pernah berkata bahwa dirinya adalah seorang pengecut yang tidak berani melawan. Namun, bagi Ariel apa yang dilakukan Gagah hanyalah bentuk balas budi dan kasih sayang seorang anak ke orangtua. Ariel semakin berani mendekat dan merayu Gagah karena pernikahan pria itu dengan Meta ternyata karena perjodohan, meski tak bisa dipungkiri pada akhirnya Gagah menaruh hati ke istrinya.


“Mas Gagah, boleh aku bertanya, tapi jangan marah,” bisik Ariel, suaranya terdengar sangat serak, dia sejatinya sudah lelah tapi entah kenapa masih ingin terus mengobrol. Ariel tiba-tiba saja takut kalau Gagah semakin jarang menemuinya, karena statusnya hanya istri simpanan.


“Hem … tanya apa?”


Pertanyaan yang sebenarnya sangat mudah untuk dijawab itu tetap saja mengagetkan Gagah. Bukankah ini artinya Ariel meragukan perasaannya? padahal semenjak berhubungan serius dalam konteks berselingkuh, Gagah sudah menghindari Meta apa lagi bercinta dengan wanita itu, tapi tetap saja tidak bisa dipungkiri, selama tiga bulan menjalin asmara dengan Ariel, sekitar dua kali dia mencumbu dan memberi nafkah batin ke istri pertamanya itu.

__ADS_1


“Itu …. “


“Aku tidak apa-apa, aku tahu tidak boleh serakah. Mas Gagah masih suaminya jadi aku bisa apa.” Ariel membuang napas kasar sampai Gagah merasa tak enak hati dan menjauhkan badannya.


“Riel, apa aku harus mundur dari pemilihan walikota? Jika kamu berkata iya, aku akan benar-benar mundur, aku rela membuang semuanya demi kamu,” ucap Gagah yang terdengar sedikit gombal.


“Jangan Mas, aku masih berpikir realistis, aku tidak bisa hidup hanya bermodalkan cinta. Aku masih ingin kuliah S2, memasukkan Abil ke sekolah yang bagus. Itu semua bisa terwujud karena sokongan dari Mas Gagah. Aku pelakor Mas, aku mata duitan.”


Gagah malah tertawa mendengar ucapan Ariel, dia peluk erat sang istri dan bahkan menekan pucuk kepala gadis itu dengan dagunya. “Sepertinya, tidak ada gadis yang sejujur dirimu di dunia ini, atau jangan-jangan Meta mengataimu seperti itu?”


“Tante Puti mengataiku lontee.”

__ADS_1


“Apa?” Gagah menjauhkan badan, matanya membelalak karena ucapan sang istri siri.


“Tenang saja Mas, aku sudah kebal! Di kampus bahkan semua mahasiswa diam-diam bergunjing dan mengataiku sugar baby, aku tak masalah karena sugar daddy-ku seorang calon walikota, mau apa mereka?”


__ADS_2