Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 67 : Menceritakan ke Claudia


__ADS_3

Mika menyusul Ariel karena tak kunjung berhenti muntah, bahkan tanpa rasa jijik langsung membantu memijat tengkuk gadis itu agar lebih enakkan.


“Kamu sakit?” tanya Mika masih terus menekan tengkuk Ariel.


Ariel tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala pelan sebelum kembali merasa perutnya seperti diaduk-aduk.


Mika awalnya mengira Ariel hanya sedang menghinanya karena menyebut diri sendiri sebagai calon bibi Ariel, tapi siapa sangka jika ternyata Ariel benar-benar sakit.


Claudia sendiri menata meja, menyajikan makanan yang tadi dibawa sambil menunggu Ariel dan Mika bergabung di meja makan.


Mika menunggu Ariel sampai selesai, bahkan membantu gadis itu mengambil handuk untuk mengeringkan permukaan bibir.


“Sudah baikan?” tanya Mika. Dia tidak berpikir jika Ariel hamil, hanya menduga jika Ariel masuk angin karena kelelahan sebab masalah skandal yang tersebar.


“Lebih baik,” jawab Ariel sambil menerima handuk kecil dari Mika, kemudian mengelap mulutnya perlahan.


Mereka pun ke meja makan untuk menemui Claudia yang sudah menunggu di sana.


“Kamu makan yang banyak, bukankah tadi yang kamu makan keluar semua,” kata Mika sambil mendorong piring berisi makanan ke arah Ariel.

__ADS_1


“Terima kasih,” ucap Ariel dengan lesu, apalagi wajahnya tampak pucat setelah mual yang mendera.


Claudia dan Mika memperhatikan Ariel secara bersamaan, mereka masih menduga jika temannya itu sakit tapi tak dirasa.


“Oh ya, apa kamu ada catatan materi kuliah kemarin?” tanya Ariel ke Claudia. Menatap temannya itu yang sedang menikmati satu potong pizza.


“Ada, kamu mau pinjam?” tanya Claudia balik.


“Ya, ada beberapa hal yang tidak aku catat,” jawab Ariel.


“Nanti atau besok akan aku antar ke sini,” ucap Claudia.


Ketiganya melanjutkan makan bersama, sesekali membahas materi kuliah. Ariel memaksa untuk menelan sesuatu, meski sebenarnya ingin sekali mengeluarkan semuanya.


Mika terkejut mendengar Claudia bertanya demikian, kemudian menoleh Ariel dan melihat temannya itu menunduk sambil memasukkan suapan kecil ke mulut.


Claudia pun merasa aneh, terlebih Mika juga tampak tenang seolah tak penasaran dengan berita yang sedang tersebar.


“Apa kamu tahu sesuatu?” tanya Claudia ke Mika.

__ADS_1


Mika mengedikkan kedua pundak, kemudian melirik Ariel yang belum bicara.


“Yang berhak menjawab dan menjelaskan hanyalah Ariel,” jawab Mika sambil memandang keponakan Roni itu.


Claudia kini memandang sang sahabat, dia sangat berharap mendapatkan penjelasan tentang kebenaran berita yang sedang beredar.


Ariel membuang napas kasar menggunakan mulut, kemudian meletakkan alat makan dan memandang Claudia.


“Jika aku jelaskan, janji jangan terkejut atau berburuk sangka!” pinta Ariel karena tak ingin kehilangan temannya jika salah paham dan menganggapnya sebagai gadis berperangai buruk.


Claudia pun mengangguk mengiakan, dia tahu betul bagaimana sifat Ariel, dan percaya bahwa setiap yang terjadi pasti ada penjelasan yang masuk akal.


Ariel pun menceritakan semuanya hingga Claudia paham, temannya itu awalnya syok mendengar kebenaran soal Gagah dari mulut Ariel, tapi dia kembali berpikir positif dan yakin jika Ariel pasti memiliki alasan yang kuat.


Mika pun mengangguk-angguk seolah paham dengan cerita Ariel, hingga teringat dengan Ariel yang muntah tadi.


“Riel, kalian sudah menikah siri lama?” tanya Mika memastikan.


Ariel mengangguk lemah menjawab pertanyaan Mika.

__ADS_1


“Apakah jangan-jangan kamu sedang hamil, makanya tadi mual-mual?” tanya Mika menebak sambil memandang Ariel.


Claudia pun ikut memandang temannya itu, dia juga ingin mendengar apakah tebakan Mika benar.


__ADS_2