Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia
Bab 96 : Siapa Dia?


__ADS_3

Setelah bicara dengan Ariel melalui sambungan telepon, Rehan mengirimkan pesan ke Ariel untuk meminta nomor Gagah. Dia pun kemudian menghubungi Gagah dan meminta bertemu dengan pria itu secara langsung, karena mereka berada di satu kota.


Setelah beberapa kali berbalas pesan, Gagah dan Rehan akhirnya bertemu di restoran dan memesan ruangan khusus agar tidak ada yang melihat pertemuan mereka.


“Kamu pasti sudah bisa menebak maksudku mengajakmu bertemu,” kata Rehan membuka percakapan.


“Tentu saja, bukankah masalah tawaranmu kepada Ariel,” balas Gagah santai.


“Aku hanya ingin memastikan apakah kamu benar-benar mengizinkan, jangan sampai tiba-tiba berubah pikiran di saat aku sudah menjalankan apa yang aku rencanakan,” ujar Rehan memastikan.


“Aku sudah yakin untuk mengizinkan,” balas Gagah. “Lagi pula semua ini didasari kepentingan masing-masing, jadi Ariel tidak akan merasa berhutang budi kepadamu. Bukankah begitu?”


Rehan tersenyum miring mendengar ucapan Gagah, memang benar jika keduanya sama-sama butuh dan akan saling menguntungkan.


“Karena kamu sudah setuju, maka aku akan mengajak Ariel ke rumah untuk bertemu orangtuaku. Aku akan mengaku jika sudah menikah dengan Ariel di Jogja,” ujar Rehan kemudian karena sudah mencapai kesepakatan setelah meyakinkan.


“Baik, lakukan apa yang sudah kamu rencanakan,” balas Gagah santai.


“Kamu sendiri sakit apa? Hingga ingin Ariel menjadi istri pura-puramu?” tanya Gagah yang masih tidak tahu penyakit yang diderita pria di hadapannya ini.

__ADS_1


“Kamu tidak perlu tahu tentangku. Kamu hanya perlu fokus ke pekerjaanmu sebagai wali kota, Ariel, juga sandiwara ini agar tidak sampai diketahui orang lain.” Rehan masih tidak mau membicarakan penyakitnya ke Gagah.


***


Setelah perbincangan itu, kini Gagah berada di mobil bersama Roni, dia masih memikirkan penyakit apa yang sebenarnya diderita Rehan, dan kenapa pria itu tak mau jujur kepadanya.


“Ron, aku ingin kamu mencari tahu tentang Rehan. Seperti apa kehidupannya serta catatan medisnya. Aku sangat penasaran dengan yang terjadi, hingga dia meminta Ariel menjadi istri pura-puranya,” ujar Gagah memberi perintah.


“Baik, Pak.”


Roni mengangguk, sebenarnya dia sedikit merasa lega dengan keputusan Gagah, setidaknya Ariel untuk beberapa waktu akan aman dari ancaman Meta.


**"


“Riel, masuklah.”


Anisa mempersilakan Ariel yang mengetuk pintu kamarnya. Gadis itu pun masuk dengan sopan, kemudian duduk berhadapan dengan Anisa.


“Ada apa?” tanya Anisa.

__ADS_1


“Bu, saya ingin pamit pulang ke kota,” jawab Ariel meminta izin.


Anisa menatap Ariel, kemudian mengangguk dengan seulas senyum. Anisa sudah tahu tentang rencana Ariel yang akan berpura-pura menjadi istri Rehan, hingga langsung mengizinkan dan mendoakan yang terbaik.


“Hati-hati di jalan, jika ada apa-apa lagi, aku akan selalu menyambutmu di sini,” kata Anisa saat Ariel pamit.


***


Ariel dan Abil pergi dari Jogja di hari berikutnya naik kereta api. Sesampainya di stasiun tujuan, Rehan sudah menantinya karena Ariel memang memberitahu jadwal keberangkatannya sejak awal.


Abil sendiri hanya ikut dan diam, Ariel sudah menjelaskan semuanya kepada Abil dan berharap adiknya itu bisa mengerti agar rencana mereka tak terbongkar nantinya.


“Aku akan mengajakmu ke rumah bertemu Mama. Nanti kita berpura-pura sudah menikah di Jogja, jadi kita harus menyesuaikan jawaban dari kemungkinan apa yang akan ditanyakan oleh Mama,” kata Rehan saat mereka berada di mobil menuju rumah Rehan.


Ariel mengangguk paham, kemudian keduanya membahas kesukaan, tanggal lahir, kebiasaan, serta hal pribadi masing-masing agar sama-sama tahu, berharap nantinya tidak akan gugup ketika ibunya Rehan tiba-tiba menanyakan tentang hal pribadi.


Ariel sebenarnya begitu takut, tapi semua itu demi menghindar dari Meta.


Saat sampai di rumah Rehan, Ariel semakin takut hingga gemetar. Dia sampai menggenggam telapak tangan Abil untuk menutupi kegugupan.

__ADS_1


Rika sangat terkejut saat melihat Rehan pulang membawa wanita, hingga memandangi Ariel dari atas sampai bawah. Dia begitu terkejut saat melihat perut Ariel yang menonjol.


"Re, si-si-siapa dia?" tanya Rika tergagap.


__ADS_2