Immortality Flower

Immortality Flower
Tes Kualifikasi


__ADS_3

Perekrutan ksatria pelindung mansion Yu digelar megah dengan berbagai kultivator tingkat dewa manusia tahap kedua memenuhi halaman mansion. Kursi kepala keluarga Yu dengan empat kursi lainnya telah disediakan dengan mewah. Masing-masing orang muncul menduduki kursi-kursi tersebut. Kepala keluarga Yu yang baru saja naik menjadi pusat perhatian.


"Tuan Yu Zi Feng, kepala keluarga Yu yang baru, " ucap Chui Yan.


Lin Huang melihat dari kejauhan dimana Yu Zi Feng tengah duduk bersama dengan tetua lainnya.


"Ada apa, apakah kau terkejut melihatnya? " tanya Chui Yan.


Lin Huang tak menjawab pertanyaan Chui Yan. Pembawa acara mengumumkan beberapa babak kualifikasi untuk di terima sebagai ksatria pelindung keluarga Yu.


"Babak pertama kalian akan mendapat tekanan dari batu pusaka klan Yu. Siapa yang bertahan paling lama akan lolos ke babak selanjutnya diambil 100 dari keseluruhan peserta! "


Orang-orang berbisik bagaimana ketatnya penyeleksian kali ini. Batu pusaka klan Yu muncul ketika kepala keluarga menggunakan kekuatannya membuka portal rahasia. Batu berukuran cukup besar keluar dari dalam portal tersebut. Lambaian tangan Zi Feng membuat batu pusaka tersebut mengeluarkan tekanan yang menekan para peserta.


Beberapa orang berusaha bangkit. Mereka mencoba melawan tekanan tersebut. Beberapa orang tumbang secara bertahap. Urat-urat Chun Yan terlihat jelas mencoba bertahan selama mungkin.


Kepala keluarga Yu memejamkan matanya merasakan berbagai kekuatan peserta dan bakat yang mereka miliki.


"Aura ini! " ucap Yu Zi Feng.


"Ada apa kepala keluarga? " tanya tetua Yu Qin Ji


"Tidak ada, " balas Yu Zi Feng.


"Bukankah dia putra Bai Yifeng? Aura pedang dan darah klan Bai melekat di tubuhnya, " batin Yu Zi Feng.


Lin Huang merasakan sesuatu terhadap batu pusaka klan Yu. Tekanan yang dia rasakan bukanlah intimidasi melainkan pesan rahasia.


"Karena kau baik kepadaku, aku mengangapmu teman,"gumam Bai Yanglan mengurangi tekanan Chun Yan.


Peserta yang mengikuti penyeleksian tersisa 100 orang yang bertahan.


"Selanjutnya adalah pengetesan pengetahuan! Siapapun yang bisa menjawab dengan benar serta mengumpulkan point tertinggi maka akan lolos ke babak terakhir. 50 orang dari kalian yang akan lolos! "


Pembawa acara mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kultivasi ataupun hal umum. Beberapa orang menjawab dengan cepat termasuk Chun Yan.


"Apa kau berniat untuk kalah? " tanya Chun Yan.


"Tidak, " balas Bai Yanglan.

__ADS_1


Lin Huang mengangkat tangannya bertanya. "Bagaimana cara mendapatkan poin terbanyak secara instan? "


Pembawa acara melihat Lin Huang terdiam memikirkan sesuatu yang kemudian menoleh ke arah kepala keluarga Yu.


"Lakukan, " ucap Yu Zi Feng kepada tetua Yu Qin Ji.


"Kalian bisa mendapatkan poin sekaligus bila mampu menjawan lima pertanyaan dariku, " ucap tetua Yu Qin Ji.


"Mohon bimbingan tetua, " ucap Bai Yanglan.


"Bagaimana pedang itu ada? " tanya tetua Yu Qin Ji.


Seseorang menjawab namun tetua Yu Qin Ji kurang puas akan jawabannya. Seluruh peserta terdiam hingga Lin Huang angkat bicara.


"Pedang ada untuk melindungi. Layaknya hati manusia, pedang memiliki ujung yang tajam namun tak selalu menyakiti tergantung bagaimana orang yang memegangnya. Pedang tak selalu berwujud, seseorang yang telah mencapai tahap kesempurnaan tiga inti pedang tak membutuhkan pedang nyata untuk melindungi dirinya, "jawab Bai Yanglan.


" Bagaimana kau tahu bila seseorang yang telah mencapai tahap kesempurnaan tiga inti pedang tak perlu menggunakan pedang nyata untuk melindungi diri?"tanya tetua Yu Qin Ji.


"Apakah anda tahu tahap tiga inti pedang itu seperti apa?" tanya Bai Yanglan kepada tetua Yu Qin Ji.


Perkataan Lin Huang membuat keributan. Chun Yan disampingnya mencoba membuat Lin Huang untuk meminta maaf.


"Tubuh sebagai ganggang, jiwa sebagai tubuh dan hati sebagai mata. Tiga inti pedang, tahap ini adalah tahap dimana seorang pendekar pedang akan menemukan jalan pedang sesungguhnya, " jawab tetua Yu Qin Ji.


Tetua Yu Qin Ji merasa puas lantas tetua selanjutnya memberikan pertanyaan.


"Tubuh apa yang terkuat?" tanya salah satu tetua.


"Tubuh surgawi! " jawab Chun Yan.


Tetua yang memberi pertanyaan menggelengkan kepalanya. Lin Huang berjalan menuju ke arah panggung membuat semua orang heran.


"Berkenankah anda menyerang saya? " tanya Bai Yanglan.


"Kenapa kau memintaku menyerangmu? " balas tetua Yu Zhang Qing.


"Memberikan anda jawaban mengenai tubuh apa tang terkuat, " jawab Bai Yanglan.


"Baik kalau itu keputusanmu, " balas tetua Yu Zhang Qing mengumpulkan kekuatannya kemudian melemparkannya ke arah Lin Huang.

__ADS_1


Kekuatan besar menghantam tubuh Lin Huang dan kepulan asap menutupinya. Semua orang menunggu hasilnya termasuk Chun Yan. Kepulan asap menghilang dengan hasil Lin Huang tak terluka sama sekali. Zirah spiritual menutupi tubuhnya mengalir layaknya air.


"Tubuh terkuat adalah ketika mampu menciptakan keseimbangan luar dan dalam. Jiwa memperkuat tubuh, aura surga memperkuat dari luar, " ucap Bai Yanglan.


"Bagus," balas tetua Yu Zhang Qing.


Kepala keluarga Yu berdiri sedetik kemudian menghilang dan muncul di depan Lin Huang meninju tubuhnya secara cepat. Lin Huang tak terancam sama sekali membuat Yu Zi Feng berkeinginan menambah kekuatan pukulannya. Aura kekuatan Lin Huang merembes keluar dari dalam tubuhnya kemudian visual roh raja suci muncul dibelakangnya menghempaskan Yu Zi Feng.


"Itu visual roh raja suci! Dia memahami rahasia dari jiwa! "


Tetua klan Yu berdiri dari kursinya ketika melihat visual roh raja suci muncul di belakang Lin Huang. Yu Zi Feng mengibas-ngibaskan tangannya akibat kebas yang dia rasakan.


"Akhirnya bisa memaksamu untuk mengeluarkannya, " ucap Yu Zi Feng.


Tetua klan Yu muncul di panggung kompetisi melihat dengan jelas visual roh raja suci milik Lin Huang.


"Aku sudah menduga anda akan turun tangan sendiri, " ucap Bai Yanglan.


"Ternyata memahami misteri jiwa dan membuat perlindungan dari energi jiwa hingga berhasil membentuk visual roh raja suci, " ucap tetua Yu Qin Ji.


Visual roh raja suci diselimuti aura spiritual yang kemudian membentuk zirah yang membuat semua orang terkejut.


"Tubuh surgawi!!" ucap mereka.


Chun Yan merasa bahwa ia beruntung berteman dengan Lin Huang. Beberapa pertanyaan diajukan kembali dan sebagian peserta gugur dalam babak kedua.


"Babak terakhir adalah kualifikasi bakat kalian dalam bertarung. Kalian bisa menantang satu sama lain"


Seseorang naik ke atas panggung kompetisi. Perawakan tinggi dan terlihat sombong sangat jelas di wajahnya.


"Chun Yan, aku menantangnya, " ucapnya menunjukkan ekspresi angkuh.


"Kau kenal dia? " tanya Bai Yanglan.


"Dia si jenius putra pemimpin prefektur utara, Xiu Jing. Aku telah lama bersinggungan dengan dirinya, " jawab Chun Yan.


Lin Huang mengamati Xiu Jing yang dimaksud oleh Chun Yan.


"Dia memiliki kartu tersembunyi, aku harap kau mampu bertahan. Ingat, jika tubuhmu terluka bukan berarti jiwamu sama-sama terluka. Lindungi jiwamu layaknya kau sayang nyawamu. Jangan fokus pada tubuhmu saja,"ucap Bai Yanglan memberikan nasihat kepada Chun Yan sebelum naik ke atas panggung kompetisi.

__ADS_1


" Baik, aku mengerti, "balas Chun Yan kemudian berjalan menaiki tangga berdiri berhadapan dengan Xiu Jing.


" Akan aku perlihatkan perbedaan kita! "ucap Xiu Jing menaikkan nada bicaranya.


__ADS_2