
Guaiwu mengaum memecah pusaran air tersebut. Matanya menatap tajam ke arah Lingxiao. Bola energi gelap ia kumpulkan. Lingxiao merespon dengan membuat segel tangan menciptakan formasi. Guaiwu menembakkan bola tersebut dengan ganasnya. Formasi buatan Lingxiao telah usai menciptakan portal tak terbatas. Ia mengambil kelopak bunga menciptakan sebuah pedang menghunuskan ke arah Guaiwu. Erangan kesakitan Guaiwu merupakan hasil serangan pedang dari Lingxiao. Ledakan terjadi dan tubuh Guaiwu hancur berkeping-keping. Sebuah benda bersinar muncul ketika Guaiwu hancur. Lingxiao mendekatinya mengambil benda tersebut.
Lin Huang tengah bermeditasi melatih teknik warisan Kaisar Xing Lun. Di dalam jejak jiwa tersebut terdapat sebuah teknik yanh disebut sebagai teknik lautan jiwa roh suci. Lautan kesadaran Lin Huang bergejolak. Ia melatih teknik tersebut. Pedang ia ayunkan layaknya menari yang diikuti oleh aliran roh yang mengalir.
"Teknik ini bisa aku kombinasikan dengan pedang, " ucap Bai Yanglan.
Dimana Lin Huang berpijak maka aliran roh yang disebut sebagai energi jiwa akan mengalir mengisi dan menutrisi jiwanya sendiri. Lin Huang secara bertahap membuka catatan teknik Buddha pemberian Lingxiao.
"Pertahanan lonceng emas tahap pertama sangat kuat. Tahap kedua memadatkan energi menjadi pertahanan mutlak dan tahap terakhir menggunakan suara lonceng untuk menyerang, " ucap Bai Yanglan menggerakkan tangannya menggunakan tahap pertama teknik lonceng emas.
Lonceng mengelilingi tubuhnya. Dengan gerakan yang sesuai, ia mulai menyerap energi jiwanya sendiri memadatkan struktur lonceng hingga tak ada celah untuk menembusnya.
"Tahap kedua berfokus pada pertahanan mutlak pemanfaatan aura, " ucap Bai Yanglan mulai membuat segel tangan hingga tahap kedua berhasil ia lakukan.
Pada saat akan mempelajari tahap ketiga, Lin Huang gagal.
"Kenapa? " ucapnya bingung.
"Karena kau bukan berasal dari kuil besar. Pelatihan murid kuil besar tak menggunakan senjata karena sejatinya mereka bukan ksatria. Mereka hanya melindungi diri mereka sendiri, " ucap Lingxiao.
Lin Huang membuka matanya ketika mendengar ucapan Lingxiao.
"Bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk berlatih teknik kuil besar? " balas Bai Yanglan.
"Kau memiliki niat pedang yang berlawanan namun tidak menutup kemungkinan bahwa kau bisa mempelajari teknik kuil besar, " ucap Lingxiao
Lingxiao mengeluarkan giok tersebut yang memancarkan aura kuno. Kekuatan dari giok tersebut merasuk ke dalam tubuh Lin Huang menenangkan niat pedangnya.
__ADS_1
"Jika kau memilih lebih baik bergabung dengan kuil besar atau aula pedang? " tanya Lingxiao.
"Aula pedang, " jawab Bai Yanglan.
Lingxiao memberikan lembaran kertas kuno kepada Lin Huang.
"Teknik sembilan tapak naga. Kau bisa mempelajarinya. Jiwamu menyerap sisa aura naga Zhang Jun, " ucap Lingxiao.
Lin Huang menerima lembaran tersebut membaca isinya. Teknik sembilan tapak naga legendaris yang kekuatannya mampu memecah pertahanan seorang naga.
"Aku berkelana di alam primordial mencari harta karun yang tersembunyi. Termasuk teknik sembilan tapak naga yang ditulis sendiri oleh Kaisar Siluman ketika ia bertarung melawan Kaisar Yindan. Sembilan tapaknya mampu membuat Kaisar Yindan mengerahkan kekuatannya, " ucap Lingxiao.
"Baik. Aku tak akan mengecewakanmu, " balas Bai Yanglan.
Berhari-hari Lin Huang berlatih sembilan tapak naga dari mulai berlatih fisik memperkuat fondasinya sendiri. Lin Huang melompat dari air membuka kedua telapak tangannya.
"Benar-benar kuat, " ucap Bai Yanglan kagum.
Lingxiao muncul disamping Lin Huang ketika ia berhasil melatih teknik tersebut.
"Sekarang pedang. Niat dan hati pedang harus selaras guna menciptakan pedang yang tajam. Meskipun kau memiliki senjata Kaisar, namun kau bukan seorang Kaisar. Orang lain tak akan menyadari senjata yang kau miliki. Kau kurang cocok dengan teknik pedang klanmu. Lebih baik kau pelajari teknik dari Han Yang. Meskipun ia hanya bisa menggunakan enam pedang jiwa surga, tapi Chun Yan mampu menggunakan kesembilan pedang tersebut. Teknik ini sangat cocok untukmu. Jiwamu telah dimurnikan menjadi jiwa abadi palsu. Kekuatanmu setara dengan dewa palsu lainnya, " ucap Lingxiao.
Lingxiao menyentuh dahi Lin Huang menggunakan jari telunjuknya. Seketika aliran ilmu pedang mengalir di dalam benaknya. Berbagai gerakan mengayun pedang hingga transformasi pedang terlihat jelas dan detail. Sembilan bayangan jiwa pedang muncul disekitar Lin Huang.
"Ini adalah jiwa pedang surga. Ketika seorang pendekar pedang menapaki jalan pedang maka ia bisa menggunakan jiwanya sebagai pedang. Ketika jiwanya telah keluar dari jiwa fana, maka bisa disebut sebagai jiwa surga. Meskipun jiwa ku hanyalah abadi palsu tapi teknik ini bisa berkembang mengikuti diriku sendiri, "ucap Bai Yanglan menyentuh pedang tersebut yang kemudian menghilang. Ia membuka matanya melihat dan melihat Lingxiao.
" Aku akan mencobanya, "ucap Bai Yanglan.
__ADS_1
Kedua tangan ia satukan mengumpulkan niat pedangnya memadatkan jiwanya sendiri membentuk pedang. Satu persatu pedang muncul. Lin Huang mengalami kewalahan namun energi jiwanya seakan mengalir penuh tak akan pernah habis. Tujuh jiwa pedang surga berhasil diwujudkan.
" Mungkin aku bisa memodifikasinya, "batin Bai Yanglan mencoba mengeluarkan energi pedang pembunuh yang merupakan teknik klannya mencoba memadatkannya menjadi jiwa pedang pembunuh.
Aura pedang pembunuh perlahan terbentuk dengan ganggang serta ujung pedang yang tajam. Aura elemen kayu keluar dari tubuh Lin Huang yang merupakan aura yang ia dapatkan ketika menyerap kekuatan pedang kayu Xun Fuang.
" Jiwa pedang pembunuh dan jiwa pedang kayu Hun Jian. Dia mengubah teknik sebenarnya. Inovasi yang sangat bagus, "batin Lingxiao.
Sembilan jiwa pedang surga telah selesai dipadatkan. Mereka melayang di udara mengelilingi Lin Huang. Kekuatan sembilan pedang Lin Huang lebih kuat dan sempurna dibandingkan dengan Chun Hai yang tidak memiliki fondasi yang kokoh.
Lin Huang mengkombinasikan gerakan pedang membiasakan mengendalikan sembilan pedang jiwa surga. Berbagai gerakan ia lakukan dengan sangat apik.
"Aku berhasil menguasai semuanya. Pertahananku, seranganku dan jiwaku telah diperkuat. Apalagi yang harus aku persiapkan? " tanya Bai Yanglan.
"Spirit beast, " jawab Lingxiao.
Shenglu keluar atas panggilan Lingxiao.
"Tidak mungkin baginya menggunakanmu sebagai spirit beast. Apa kau tahu dimana letak spirit beast terkuat di alam ini? " tanya Lingxiao.
"Suku phoenix penguasa ras burung namun di alam sembilan langit ini seharusnya makhluk itu masih ada. Makhluk yang tak pernah di akui oleh golongan ras beast lainnya, " jawab Shenglu membawa mereka ke sebuah tempay melalui portal.
Mereka muncul di udara dimana tepat berada di atas pengunungan yang memanjang.
"Daerah ini berada di paling ujung lapisan kesembilan dan terletak dibawah gerbang surga. Karena Kaisar Naga tak menganggap dia, dibuanglah ia dari lapisan kesembilan, " ucap Shenglu.
"Makhluk apa yang kau maksud? " tanya Lingxiao.
__ADS_1
"Ular berkepala ganda, " jawab Shenglu.