Immortality Flower

Immortality Flower
Guaiwu


__ADS_3

Xia Cheng merebahkan tubuhnya di ataa kasur. Saat akan memejamkan matanya, ia mendengae suara guqin merdu.


"Aku terlalu lelah hingga banyak berhalusinasi," ucap Xia Cheng memejamkan matanya.


Wanita misterius memainkan guqin yang memiliki aura spiritual jiwa. Beberapa orang muncul di sampingnya memegang berbagai alat musik. Memainkan secara bersamaan hingga menciptakan kelesarasan nada yang indah. Lagu bulan menyinari kegelapan di mainkan secara benar hingga aura spiritual menguar kuat di udara.


Bulan bersinar terang. Formasi muncul kembali di permukaan air laut. Kelima wanita tersebut terbang menuju laut hingga berdiri di atasnya. Formasi bersinar di kedalaman laut menyinari setiap jengkal kehidupan di dalamnya. Roh-roh jahat bersembunyi se dalam mungkin menghindari cahaya bulan yang akan membakar mereka.


Formasi mengeluarkan rantai-rantai emas yang melesat mencari roh-roh yang bersembunyi untuk segera di murnikan. Gumpalan hitam melesat berlari menghindari jeratan rantai emas.


"Cahaya memurnikan segala hal gelap. Sang Dewi memberkahi semua makhluk hidup dengan cahayanya. Roh jahat harus musnah, dan kedamaian akan datang, " ucap mereka secara bersamaan.


Telapak kaki yang menyentuh air memperkuat formasi cahaya bulan. Rantai emas mengikat semua roh-roh jahat membawanya kembali ke permukaan. Roh-roh jahat meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari jeratan rantai emas. Salah satu dari mereka menunjuk ke arah roh jahat membuat pusaran kekuatan spiritual menghisap roh jahat ke dalamnya.


"Apakah cukup kali ini? " tanya salah satu dari mereka.


"Tugas kita adalah memburu roh-roh jahat mencegah iblis bangkit. Lakukan pemurnian secepatnya, " ucap pemimpin mereka.


Membuat gerakan tangan yang sama menunjuk ke udara hingga tungku raksasa muncul berlapis emas. Cahaya bulan menyinari tungku tersebut hingga tungku merubahnya menjadi api. Roh-roh jahat tersedot ke dalam tungku terbakar oleh api. Mereka berusaha keluar dari dalam tungku namun penghalang tak kasat mata menghalangi mereka.


Sesosok besar jauh di dalam lautan melihat kejadian pemurnian roh jahat mengeram menahan amarah.


"Bahkan manusia mempunya tungku pemurnian roh, " ucapnya kesal.

__ADS_1


Tubuhnya adalah persilangan antara manusia dengan hewan. Berbadan gurita, berkepala manusia dan tangan kepiting membuat tampilannya tampak mengerikan.


"Hari ini adalah hari dimana bulan menunjukkan kuasa ilahinya. Sekelompok manusia rendahan yang mampu memahami bulan sepenuhnya dan memiliki tungku pemurnian roh, apakah mereka berasal dari alam peralihan?" ucapnya mengamati wanita-wanita yang tengah memurnikan roh jahat.


Ekor gurita miliknya bergerak ke kanan ke kiri menembakkan beberapa tinta hitam. Tinta hitam melesat ke arah permukaan namun hancur oleh penghalan formasi bulan. Kelima wanita yang tengah memurnikan roh jahat merasakan kekuatan besar di bawah mereka mengalihkan perhatiannya.


"Aku merasakan kekuatan besar tengah mengawasi kita"


Pemimpin mereka merenung berpikir hal yang sama.


"Apakah perasaanku salah? " batinnya bingung.


Monster aneh tersebut bersembunyi di balik terumbu karang ketika targetnya merasakan keberadaanya.


"Aku Guaiwu akan menghancurkan manusia-manusia rendahan ketika kekacauan besar telah tiba. Kebangkitan kaum iblis akan menjadi pertanda suku ku akan kembali berjaya"ucapnya tertawa keras.


"Saudara-saudaraku semua... Kalian akan bebas di daratan suatu saat nanti bergabung dengan kaum iblis. Kekangan yang kalian terima akan hilang sepenuhnya, " ucap Guaiwu.


Mata merah muncul di berbagai tempat termasuk terumbu karang yang bergerak. Ikan-ikan aneh hasil persilangan berenang kesana kemari bersemangat ketika mendengar seruan Guaiwu.


"Akan aku porak-porandakan alam atas dengan kekuatan baruku. Kekalahanku di masa lalu akan aku balas! " ucap Guaiwu marah dengan mata merahnya.


Guaiwu yang merupakan monster kuno yang pernah memporak-porandakan alam atas hingga sang Kaisar memerintahkan Dewi Laut mengusir Guaiwu pergi dari alam atas. Pertarungan dahsyat terjadi tiga hari tiga malam hingga sang Dewi mengeluarkan trisula emas menusuk kepala Guaiwu hingga terlepas dari tubuhnya.

__ADS_1


Guaiwu yang kehilangan kepalanya terjatuh dari alam atas hingga ke dasar laut. Dewi Laut menyegel Guaiwu menggunakan air laut yang merupakan kekuasaanya. Ratusan tahun kemudian, Guaiwu berhasil menumbuhkan kepalanya dari ratusan kepala manusia yang dia bunuh ketika mereka melintasi laut. Badai petir dengan awan hitam adalah pertanda kemunculannya.


Dewi Laut yang mendengarnya merasa kebingungan mengatasi hal yang terjadi. Dewi Bulan yang tengah berkunjung mengusulkan dirinya untuk turun dalam bentuk wanita cantik. Dewi Laut pun setuju. Malam hari tepat pada bulan ke enam, Cahaya bulan bersinar terang benderang. Cahaya bulan menyinari permukaan air laut. Sosok wanita cantik berpakaian sutra emas muncul di atas air. Guaiwu yang pada saat itu tak sengaja melihatnya terpesona hingga mendekati wanita cantik tersebut.


Guaiwu tak tahu bahwa wanita cantik tersebut hanyalah seperkian persen kecantikan Dewi Bulan. Dewi Laut mengusulkan ide bahwasannya Dewi Bulan tak perlu turun ke alam tengah karena ia takut akan menimbulkan karma karena tak memiliki izin dari sang Kaisar untuk turun ke alam tengah.


Dewi Bulan setuju yang akhirnya merobek baju yang dia kenakan melemparkan potongan kain tersebut yang berubah menjadi wanita cantik. Dewi Bulan memerintahkan wanita tersebut yang merupakan bagian dirinya yang lain untuk turun ke alam tengah.


Wanita tersebut berdiam diri ketika Guaiwu mendekatinya. Lidah tajam Guaiwu keluar sesekali sembari meneteskan air liurnya ketika melihat kain yang menutupi paha wanita tersebut sesekali berkibar terkena angin laut.


Guaiwu berada di bawah wanita tersebut melihat keindahan dunia yang mampu mengalihkan apapun disekitarnya. Guaiwu menunjukkan seluruh bentuh tubuhnya yang aneh namun wanita tersebut tak merasa jijik atau apapun itu. Senyuman masih menghiasi wajahnya.


Saat Guaiwu ingin menciumnya, tangan wanita tersebut mencengkeram kepala Guaiwu dengan erat. Cahaya keluar dari telapak tangannya menyebar ke seluruh tubuh Guaiwu hingga membuat sang empu kesakitan. Laut bergejolak. Cahaya bulan bersinar terang.


"Biadab! "


"Aku mengutukmu atas nama surga! Kau tak akan pernah bisa menginjakkan kakimu di surga bahkan daratan sekalipun. Kekuatanmu akan hilang atas izinku. Kutukanmu akan hilang ketika manusia mulai mempercayai keberadaanmu! " ucapnya marah yang berubah menjadi cahaya emas masuk ke dalam mulut Guaiwu.


Teriakan nyaring yang terdengar seperti raungan raksasa bergema. Mata Guaiwu seakan ingin keluar tak kuasa menahan sakit ditubuhnya. Rantai emas muncul dari dasar laut. Awan berbentuk seorang Dewi yang merupakan Dewi Laut yang tengah memegang trisula emasnya menatap ke arah Guaiwu. Rantai emas mengikat tubuh Guaiwu menariknya ke dasar laut.


Raungan yang menglegar membangunkan seluruh warga pesisir. Semua orang melihat cahaya emas dan awan yang berbentuk seorang Dewi semua orang segera berlutut. Mereka menganggap bahwa sang Dewi telah menghukum monster penyebab bencana yang sedang mereka landa.


Beberapa bulan kemudian, orang-orang kaya di daerah pesisir mengumpulkan dana membangun kuil megah dipersembahkam untuk Dewi Laut. Para nelayan membuat patung sang Dewi laut yang diletakkan di kapal. Pada saat melaut, mereka percaya bahwa sang Dewi laut akan melindungi mereka.

__ADS_1


Setiap bulan ke enam, para penduduk akan melaksanakan ritual pemujaan besar di kuil dan membersihkan patung Dewi di kapal-kapal mereka.


__ADS_2