
"Bajingan gila!! " marah Kaisar Wu.
Aura mencekam, sang naga mengeluarkan segala macam kutukan kepada klan Lan.
"Lan Fu Bao!!! Aku kutuk 9 generasimu akan mengalami nasib buruk! " ucap Kaisar dengan murka.
Permaisuri Wu memasuki ruangan merasakan aura mencekam dari anaknya sendiri.
"Hentikan amarah bodohmu! " ucap Permaisuri Wu.
Kaisar Wu melihat ibundanya datang lantas meredam amarahnya sebisa mungkin.
"Bagaimana putra ini bisa tenang, klan Lan mendukung Sekte Mulia. Dekrit ayahanda adalah mutlak. Apabila aku mencabutnya, harga diriku taruhannya, " ucap Kaisar Wu.
"Apa kau lupa ibundamu pernah membunuh orang yang memiliki berkah Dewa? " tanya Permaisuri Wu.
"Itu..... " ucap Kaisar ragu.
"Pikirkan bagaimana caranya kau rebut kembali kekuasan bisnis meraka bukannya bertindak bodoh seperti ini, " ucap Permaisuri.
Putri Hua Lin memasuki ruangan setelah mendengar keributan dari pelayan istana. Satu tamparan dilayangkan kepada Putri Hua Lin.
"Kemana saja kau pergi! Suamimu tengah mengalami nasib buruk, kau malah tidak berada di sampingnya! " marah Permaisuri Wu.
"Istri ini tidak becus, mohon ampun kepada Ibunda Permaisuri" ucap Putri Hua Lin dengan nada serendah dan sesopan mungkin.
Permaisuri Wu memalingkan wajahnya, Kaisar Wu segera menghampiri Putri Hua Lin. Tangannya meraba wajah halus Putri Hua Lin.
"Kau tidak apa-apa? " tanya Kaisar Wu.
"Istri ini baik-baik saja, "jawab Putri Hua Lin.
Permaisuri Wu meninggalkan putranya bermesraan dengan istrinya.
"Kaisar tidak perlu khawatir, Permaisuri ini akan melayani Kaisar dengan sepenuh hati, " ucap Putri Hua Lin menaiki ranjang Kaisar Wu.
"Permaisuri selalu memuaskan Kaisar ini dengan baik, " jawab Kaisar Wu.
Adegan intim terjadi hingga menuju klimaksnya. Suara erangan hingga ******* erotis terdengar di ruangan Kaisar. Kasim hingga pelayan pergi sedikit menjauh dari kamar Kaisar namun prajurit menutul telinga berpura-pura tidak terjadi apa-apa di dalam sana.
Permaisuri Wu mempercepat langkahnya menuju istana terbengkalai. Membuka gerbang berkarat kemudian pintu kayu besar terbuka lebar menyambut kedatangan Permaisuri Wu.
__ADS_1
"Guru... " panggil Permaisuri Wu.
Sepasang mata merah besar menyala menatap Permasuri Wu layaknya semut kecil.
"Ada apa kau kemari? " tanya sosok tersebut dengan suara yang berat.
"Murid memerlukan nasihat guru, " ucap Permaisuri Wu.
Seorang pria memiliki tanduk berkalung tengkorak keluar dari kegelapan. Jarinya yang panjang membelai wajah hingga menggerayangi tubuh Permaisuri Wu. Lidahnya panjang menjilati setiap jengkal wajah cantik dari sosok yang dikagumi oleh semua orang.
"Guru.... " Lirih Permaisuri Wu.
"HAHAHAHA...."
"Kau akan mendapatkan apa yang kau mau," ucapnya mencekik leher Permaisuri Wu dan membantingnya merobek seluruh pakaian yang dikenakannya.
Rintihan, erangan hingga suara-suara parau dari Permaisuri terdengar jelas. Sosok pria iblis terus memaju mundurkan barang miliknya sembara menyeringai lebar. Senyumnya lebar hingga mencapai telinga membuat tampilannya mengerikan.
"Kau akan menjadi pengikutku"
Kumpulan aura kegelapan penuh kebencian menyelimuti persetubuhan mereka. Kulit dari Permaisuri Wu di regenerasi kembali oleh aura kegelapan menjadi lebih muda dengan kekuatan bertambah.
Lin Huang berada di perpustakaan puncak Dunia Tertinggi mencari referensi buku-buku beladiri ataupun sejarah dari dinasti. Matanya tertuju pada buku mengenai iblis. Tangannya meraih buku tersebut membawanya untuk dibaca.
"Wadah kelahiran kaum iblis? " ucap Lin Huang.
Wadah kelahiran kaum iblis merupakan seorang wanita yang memiliki takdir kehidupan buruk tujuh kehidupan dengan rahim nestapa miliknya sebagai tempat kelahiran iblis.
"Apa yang kau baca? " tanya Tetua ke 7.
"Guru! Murid memberi hormat, " ucap Lin Huang.
Tetua ke 7 melirik buku yang dibaca Lin Huang. Kepalanya menggeleng pelan melihat kegugupan Lin Huang.
"Kau ingin menjadi iblis? " tanya Tetua ke 7.
"Murid tidak berani, " jawab tegas Lin Huang.
"Guru, murid izin bertanya, " ucap Lin Huang.
"Katakan"
__ADS_1
"Murid ingin menambah wawasan, namun murid menemui kebuntuan. Halaman akhir dibuku ini seperti dirobek, apakah guru tahu isi dari halaman tersebut? " tanya Lin Huang.
"Wadah kaum iblis. Wanita terkutuk yang lahir pada tanggal, bulan, tahun, jam dan hari yang sama dengan lahir tepat pada saat gerhana matahari, " jawab Tetua ke 7.
"Apakah ada orang di dunia ini yang sesuai dengan ciri yang guru sebutkan? "tanya Lin Huang.
"Ada, " jawab Tetua ke 7
"Siapa guru? "
"Permaisuri Wu istri dari Kaisar terdahulu. Ketika dia lahir, gerhana matahari terjadi. Seluruh makhluk jahat merangkak keluar dari neraka, auara kebencian hingga dendam menyeruak keluar menebar teror ke seluruh dunia terutama wilayah Dinasti Wu. Raja Jin menggunakan perisai suci mengusir segala hal jahat yang meliputi Diasti Wu, "ucap Tetua ke 7 menjelaskan sedikit kejadian masa lalu.
"Apakah perisai suci milik raja Jin masih ada hingga sekarang? " tanya Lin Huang penasaran dimana letak perisai suci Raja Jin yang melegenda.
"Perisai suci diberikan kepada Permaisuri terdahulu untuk melindunginya dari hal-hal jahat. Setelah kematiannya, konon perisai suci berada di tubuh Kaisar Wu. Orang-orang mengagungkan kalimat, 'selagi Kaisar Wu Jiang Zhi berdiri memegang pedangnya, maka Dinasti akan tetap ada sepanjang masa'"
"Murid mengerti, murid akan melampaui seluruh leluhur dan berdiri di atas langit mengangkat pedang mengguncang langit! " ucap Lin Huang.
Tetua ke 7 merasa hidup. Semangat juang Lin Huang mengingatkannya pada dirinya saat masih mengabdikan diri sebagai jendral.
"Ucapanmu terlalu tinggi, kekuatanmu masih seujung kuku, " ucap Tetua ke 7 serius.
"Murid mengerti, murid akan meningkatkan kekuatan secepat mungkin" jawab Lin Huang.
"7 hari lagi pembukaan gerbang suci akan dilaksanakan. Selagi kau mendapatkan cermin ilahi, akan aku bawa kau mendaki langit dan kuberitahukan rahasia besar, " ucap Tetua ke 7.
"Murid mengerti! " jawab Lin Huang.
Lin Huang teringat buku yang berada di lautan kesadarannya. Segel belum terbuka namun aura kebesaran dan keagungan mengalir di dalam tubuhnya.
"Bagaimana caranya membuka segel tersebut.. " ucap Lin Huang frustasi.
Kekuatan jiwa dan pengendaliannya telah memasuki ranah tertinggi sesuai yang diajarkan oleh Tetua ke 7. Lin Huang teringat akan aura asing di dalam tubuhnya berwarna emas yang selalu membantunya dalam berkultivasi.
"Aura itu! "
Lin Huang berlari ke puncak tertinggi melakukan apa yang ada di dalam pikirannya. Tubuhnya membelah diri menjadi empat berdiri diujung-ujung puncak.
"Formasi penciptaan dunia!! " teriak Lin Huang.
Tubuh pertama menembakkan laser berwarna merah ke langit dengan bayangan phoenix. Tubuh kedua menembakkan laser berwarna biru dengan bayangan naga biru. Tubuh ketiga menenembakkan laser berwarna hitam dengan bayangan kura-kura. Tubuh keempat menembakkan laser berwarna putih dengan bayangan harimau. Formasi lingkaran emas berads di bawah kaki Lin Huang mengeluarkan aura berwujud dari naga emas melesat ke langit membuka formasi naga Yin Yang.
__ADS_1
Formasi legenda telah selesai dibuat dengan sempurna tanpa ada satupun celah. Penyerapan energi langit dan bumi lebih cepat 100 kali lipat dari sebelumnya. Momentum kekuatan formasi besar yang dilakukan oleh Lin Huang memicu semacam fluktuasi energi asing pada seluruh puncak Dunia Tertinggi.
"Energi ini.... " gumam Tetua ke 7.