Immortality Flower

Immortality Flower
1 Bulan Lagi Aku Datang


__ADS_3

Mereka muncul pada lapisan ke delapan. Shuang Er menunjuk dimana menara langit berada.


"Itu adalah menara langit dimana kau bisa menantang Gu Jiang. Dia pasti akan datang memenuhi panggilanmu. Tenang saja. Meskipun lonceng surgawi berdentang seantero lapisan kesembilan, Kaisar Langit tak akan berbuat macam-macam. Meskipun dia hadir sekalipun, "ucap Shuang Er.


Lin Huang mengangguk mengerti. Shuang Er menghilang kembali ke istananya. Lingxiao muncul di samping Lin Huang.


"Lapisan kedelapan adalah lapisan dibawah kepemimpinan Zhu Changyi. Meskipun tidak semuanya. Aula pedang, taman bunga persik, kuil besar, akademi Tiankong dan paviliun Zhenxi. Lima kekuatan besar dari lapisan ini. Akademi langit adalah tempat dimana jenius surgawi berada dan dibimbing oleh orang-orang Zhu Changyi. Mereka layaknya bawahan yang siap mematuhi perintah dengan imbalan nama mereka yang terkenal seantero langit, " ucap Lingxiao.


"Senior Gu Jiang berasal dari aula pedang. Apa keistimewaannya? " tanya Bai Yanglan.


"Kau melihat pedang dengan bara emas ketika kau melawan Zhu Changyi? " tanya Lingxiao.


"Aku melihatnya, " jawab Bai Yanglan.


"Itu adalah pedang api emas milik aula pedang. Mereka mempunyai makam pedang dimana ribuan pedang para ksatria langit disimpan di dalamnya. Salah satu pedang yang berhasil keluar dari sana adalah pedang api emas. Karena kekuatanmu tak mencukupi, maka seluruh pedang yang ada di dalam makam pedang tak bisa keluar sepenuhnya. Mereka memiliki formasi 10.000 pedang penyatuan dunia. Beberapa jenius pedang yang mengambil jalan pedang ada pada aula pedang. Kadang mereka ingin lebih dengan membuat terobosan tantangan langit agar menjadi bagian dari akademi Tiankong. Ibarat kata aula pedang adalah penyaringan dari akademi Tiankong, "ucap Lingxiao.


" Darimana kau tahu? "tanya Bai Yanglan.


" Merakmu yang memberitahuku. Aula pedang menentang hegemoni Zhu Changyi. Mungkin ketika kau menjadi bagian dari aula pedang maka kau akan dilatih dan berkesempatan memporak-porandakan akademi Tiankong, "jawab Lingxiao.


" Dimana teman-temanku? "ucap Bai Yanglan.


Lingxiao melambaikan tangannya menampilkan visual jiwa teman-teman Lin Huang.


" Aku paling tertarik dengan Chun Yan. Dia memiliki jiwa murni dan sedikit ada aura kuno. Mungkin ada sesuatu dibaliknya, "ucap Lingxiao.


" Menurutmu apakah aku mampu mengalahkannya untuk sekarang? "tanya Bai Yanglan.


" Mungkin, "jawab Lingxiao.


" Baik. Aku akan menantangnya, "balas Lin Huang mengeluarkan token nama Gu Jiang.


" Aku akan membantumu meletakkan disana. Kau ingin menantangnya kapan? "tanya Lingxiao.


" 1 bulan lagi, "jawab Bai Yanglan.

__ADS_1


Token nama Gu Jiang berselimut kekuatan Lingxiao. Ia melemparkan token tersebut yang melesat dengan kecepatan tinggi menancap di papan tantangan menara langit. Suara lonceng berdentang di lapisan kesembilan hingga terdengar seantero langit. Kaisar Langit melambaikan tangannya melihat papan menara langit tertancap batu giok nama Gu Jiang dengan penantang Bai Yanglan.


" Benar-benar menentangku. Aku ingin melihat bagaimana dia menghadapiku nanti, "ucap Kaisar Langit.


Maharani Yi Fei melihat batu giok tersebut dan mengingat Shenglu.


"Bukankah dia orang yang Kongque ikuti. Dia berada di lapisan ke delapan dalam waktu sesingkat ini? " ucap Maharani Yi Fei terkejut.


Istana naga, Kaisar Zhang Jun melihat hal yang sama dengan perasaan curiga.


"Marga Bai? ucap Kaisar Zhang Jun.


Gu Jiang merasakan panggilan ke menara langit hingga ia datang mengendarai pedangnya dan melihat token namanya sendiri.


" Satu bulan? Secepat ini dia sampai kemari, "ucap Gu Jiang.


Seseorang berani menantang master pedang dari aula ternama membuat yang lainnya terkejut dan berita tersebar luas.


" Akan sangat seru. Aku harap semua orang dapat menyaksikannya, "ucap Gu Jiang meninggalkan menara langit.


" Aku akan berlatih teknik warisan ini. Apakah kau tidak punya teknik yang cocok denganku? "tanya Bai Yanglan.


" Aku punya ketrampilan jiwa karena itu keahlianku. Tapi mengapa kau tidak menggunakan ketrampilan pedang dan teknik kuil Buddha? Aula pedang dan kuil besar pasti akan tertarik denganmu, "jawab Lingxiao.


" Ada gunung di wilayah selatan. Disana ada danau, kau bisa kesana berlatih. Aku bisa memanfaatkan formasi sungai dan gunung alami membantumu menutupi keberadaanmu saat ini, "ucap Lingxiao diangguki oleh Lin Huang.


Lin Huang melesat ke arah selatan mencari danau yang dimaksud oleh Lingxiao. Gu Jiang kembali ke aula pedang setelah perjalanan panjangnya. Ia disambut oleh lima tetua.


" Ada orang yang ingin menantangmu. Kau bertaruh apa dengannya? "tanya tetua Shen Shunyuan.


" Belum bertaruh. Aku ingin melihat perkembangannya. Dia berasal dari klan Bai. Seharusnya keturunan anda, "jawan Gu Jiang merujuk pada salah satu tetua diantara mereka.


" Bai? Klanku sendiri. Tak pernah ku sangka seseorang dari klanku menantangmu. Aku harap kau tak berbelas kasih melawannya, "ucap tetua Bai Weishang.


" Dia anak muda yang hebat. Aku menemuinya di hutan dekat sekte pedang surgawi lapisan pertama. Mampu mengimplementasikan lima langkah pedang. Aku ingin melihat bagaimana dia mampu menggunakannya. Apakah seperti Bai Yingyu? Atau anda sendiri"ucap Gu Jiang.

__ADS_1


"Haisshhh. Bai Yingyu ya. Dia berdiam diri di makam pedang ratusan tahun semenjak ia kalah bertarung denganmu. Bahkan ketua aula memintanya menjadi tetua tak ia indahkan, " balas Bai Weishang.


Bai Yingyu tengah bersemedi di atas batu yang ada di makam pedang. Ia membuka matanya menghembuskan nafas pelan.


"Pedang api emas berhasil keluar memenuhi panggilan. Aku kecolongan, " ucapnya beranjak berdiri kemudian berjalan.


Beberapa pedang tertancap di tanah maupun batu menjadi pemandangan biasa. Para ksatria aula pedang yang gugur pedangnya akan diletakkan di makam pedang. Ataupun para penantang yang telah mati. Bai Yingyu menggerakkan dua jarinya disusul dengan angin lembut menerbangkan daun bambu mengikuti arah angin. Daun-daun tersebut melayang di udara yang kemudian menancap pada batu-batu di sekitar makam.


"Pedang angin sesungguhnya adalah yang tak terlihat, " ucap Bai Yingyu.


Lin Huang melesat di udara menembus angin menuju selatan mencari tempat yang dimaksud Lingxiao. Dibalik awan tebal terdapat sebuah gunung indah dengan danau di tengah-tengahnya.


"Danau ini yang kau maksud? " tanya Bai Yanglan.


Lingxiao keluar dan menganggukkan kepalanya. Ia menyentuh air tersebut menyebabkan gunung bergetar hingga muncul kekuatan formasi mengelilingi gunung. Lingkaran formasi mengalir kekuatan alami layaknya sungai yang tak pernah kering.


"Formasi alami ini berguna untuk perkembanganmu, " ucap Lingxiao.


Lin Huang menganggukkan kepalanya mulai bermeditasi. Lingxiao melesat ke dalam air hingga ke dasarnya.


"Seharusnya benda itu jatuh pada saat banjir besar, " ucap Lingxiao yang telah mencapai dasar danau.


Lingxiao mengalirkan kekuatannya mencari sesuatu hingga ia mendeteksi makhluk hidup. Sosok bayangan gelap ada di depannya yang kemudian muncul monster air.


"Kembalikan apa yang kau telan! " ucap Lingxiao.


"Tak akan. Benda ini membantu memulihkan kekuatanku, " ucapnya.


"Benar-benar makhluk menjijikkan. Guaiwu, apakah jiwamu belum benar dimusnahkan. Bagian dirimu hingga melahirkan makhluk sepertimu lagi, " ucap Lingxiao.


"Hahahaha. Apakah kau akan membunuhku. Ingat, kau tak seperti dulu lagi. Yang Mulia Kaisar memberiku anugerah abadi, " balas Guaiwu.


"Hanya tubuhmu ini tak akan merepotkanku, " ucap Lingxiao membuka telapak tangannya.


Lingxiao membuka telapak tangannya menyebabkan buih-buih air dengan pusaran kecil muncul. Lingxiao melemparkannya ke arah Guaiwu hingga pusaran air tersebut membesar menelan tubuh monster Guaiwu.

__ADS_1


__ADS_2