
Kereta kuda Lu Jia telah sampai di depan gerbang ibukota. Dinding batu dengan tulisan ibukota Wu yang terbuat dari papan emas.
"Berhenti! kami akan melakukan pemeriksaan, " ucap penjaga gerbang.
Pengawal Lu Jia menunjukkan plakat paviliun Changge yang kemudian dipersilahkan masuk tanpa adanya masalah. Gerbang ibukota terbuka sendiri setelah penjaga mengizinkan mereka masuk. Jalan lurus yang jauh diujung terdapat gerbang masuk istana kerajaan. Bila seseorang memiliki mata yang tajam, maka ia akan tahu bahwa istana megah berads di ujung jalan ini. Aktivitas ramai. Wilayah ibukota sangat luas yang merupakan tempat tinggal orang-orang penting di pemerintahan.
Mereka telah sampai di paviliun Changge. Paviliun bertingkat sembilan seperti pagoda sembilan tingkat dalam legenda kuno. Lu Jia turun dari kereta kudanya disambut pengurus paviliun.
"Ketua ketiga, silahkan masuk, " ucap pengurus paviliun
Lu Jia memasuki paviliun. Chen Lie dan Xia Cheng dihentikan oleh pengurus paviliun sebelum Lu Jia bertindak.
"Mereka orangku, " ucap Lu Jia.
"Baik, " jawab pengurus paviliun.
Xia Cheng dan Chen Lie masuk ke dalam paviliun mengikuti Lu Jia. Para anggota paviliun di dominasi oleh wanita. Lantai pertama tempat dimana paviliun Changge berbisnis yaitu aula seni musik.
"Demi mempersingkat waktu, kita akan berteleportasi, " ucap Lu Jia.
Lu Jia memegang pundak Xia Cheng dan Chen Lie yang kemudian menghilang. Mereka sampai di lantai 5 paviliun Changge.
"Duduklah, " ucap Lu Jia mempersilahlan duduk.
Chen Lie dan Xia Cheng duduk ketika Lu Jia mempersilahkannya. Pelayan datang membawa satu teko teh beserta kue sebagai camilan.
"Apa yang ingin Tuan-Tuan katakan, katakanlah. Aku akan menjawab sebisa mungkin, "ucap Lu Jia.
"Aku ingin tahu mengenai Raja Jin, " ucap Xia Cheng.
"Aku sudah menjelaskannya sebelumnya mengenai Raja Jin, bahkan kita sendiri melewati gerbang samping istananya, "jawab Lu Jia.
"Bukan itu yang aku maksud, namun mengenai ibukota, "ucap Xia Cheng.
" Bila Tuan bertanya mengenai masalah ini. Silahkan Tuan memperkenalkan diri terlebih dahulu, "balas Lu Jia.
" Aku Xia Cheng dan dia Chen Lie, "ucap Xia Cheng.
" Hanya itu? "tanya Lu Jia.
__ADS_1
" Maksud nona Lu? "ucap Xia Cheng.
"Saya kira Tuan cukup pintar, harusnya mengerti pertanyaan saya, "balas Lu Jia.
" Kami hanya pendekar pengembara, tidak ada hubungannya dengan musuh negara, "jawab Xia Cheng.
"Kalian memiliki kekuatan dari Wu Xing. Kekuatan elemen angin dan air kalian kuat, tak mungkin hanya pendekar pengembara. Apa hubungannya dengan paviliun lima elemen! " ucap Lu Jia menggebrak meja hingga hancur berkeping-keping.
Ledakan aura spiritual kuat terasa keluar dari paviliun Changge. Orang yang sebelumnya menguping pembicaraan terpental keluar terjatuh hingga mati dengan kepala berdarah. Lu Jia kembali duduk setelah melepaskan kekuatan energinya.
"Tak perlu kaget, aku hanya mengusir lalat penguping, " ucap Lu Jia menjelaskan situasinya.
"Jika kalian tanya mengenai situasi negara Wu, maka kalian harus ingat perkataan Tuan Xing, " ucap Lu Jia.
"Mengapa kami harus berhati-hati? " tanya Xia Cheng.
"Keadaan internal sepertinya bermasalah. Aku mendengar rumor dari kalangan orang atas bahwa Raja Jin pernah berkonfrontasi langsung menentang Kaisar, " jawab Lu Jia.
"Masalah apa? " tanya Chen Lie.
"Raja Jin menginginkan Permaisuri Wen Xi Meng turun dari takhtanya, keluarga besar pun sama. Beberapa pejabat kerajaan yang awalnya diam ketika Kaisar menentang usulan tersebut seketika berani berucap ketika Raja Jin menginginkan hal yang sama, "jawab Lu Jia.
Xia Cheng mengepalkan tangan dibalik hanfunya merasakan amarah yang tertahan sama seperti Chen Lie.
"Apa alasannya? " tanya Xia Cheng.
"Aku tidak mengetahuinya karena batasanku sendiri. Kalian cukup tahu akan hal ini, " balas Lu Jia.
"Terimakasih. Nona Lu telah membantu kami mengenal negara Wu, " ucap Xia Cheng.
"Tidak masalah, " balas Lu Jia.
"Kami izin pamit terlebih dahulu, " ucap Chen Lie berbalik arah.
"Tunggu! " ucap Xia Cheng menahan mereka pergi.
"Lantai empat bisa kalian gunakan sebagai tempat bermalam, " ucap Lu Jia.
Xia Cheng dan Chen Lie berada di lantai empat bersama dengan pelayan.
__ADS_1
"Tuan-Tuan dapat memilih kamar sendiri, " ucap Pelayan.
Mereka memilih kamar bersebelahan agar memudahkan dalam berdiskusi ataupun bertindak ketika ada hal mendesak.
Lu Jia berada pada lantai ke sembilan paviliun Changge. Melaporkan kepada ketua paviliun atas misi yang dikerjakan.
"Melapor. Bawahan menyelesaikan misi, " ucap Lu Jia.
"Bagus" ucap ketua paviliun.
Lu Jia mengeluarkan token emas yang berisi roh jahat yang telah dimurnikan. Ketua paviliun mengambil token emas milik Lu Jia mengeluarkan seluruh roh-roh jahat yang telah dimurnikan. Tungkus emas permurnian roh asli muncul menyerap hasil dari roh jahat yang telah dimurnikan.
"Tujuan kita berdirinya paviliun Changge adalah memberantas seluruh roh-roh jahat di alam manusia dan memurnikannya. Tungku emas pemurnian roh adalah tungku suci yang dapat memurnikan hal-hal jahat. Membuka segel larangan dengan jiwa suci dan memperoleh teknik dewa kultivasi musik adalah tujuan kita, " ucap ketua paviliun.
"Ketua paviliun adalah orang bijak, bawahan akan setia kepada ketua, " ucap Lu Jia.
"Aku dengar-dengar kau membawa dua pria asing kemari. Tak biasanya kau seperti ini," ucap ketua paviliun.
"Bawahan pernah bertarung dengan monster air bersama dengan mereka. Kekuatan mereka identik dengan paviliun lima elemen namun mereka bukan berasal dari sana dan sudah di verifikasi oleh Tuan Xing Jiao Lao sendiri, " jawab Lu Jia.
"Xing Jiao Lao kemari? " tanya ketua paviliun.
"Benar ketua," jawab Lu Jia.
"Kau bisa pergi, " perintah ketua paviliun.
"Mengerti" balas Lu Jia pergi meninggalkan ruangan.
Ketua paviliun membuka tirainya hingga kaki jenjang putih turun dari dipan berdiri secara perlahan-lahan. Ratusan tahun ia memurnikan roh-roh jahat guna membuka segel larangan demi mendapatkan teknik dewa kultivasi musik namun tak membuahkan hasil signifikan.
"Xing Jiao Lao? Sungguh nama yang terkenal. Apakah sama seperti dahulu? " ucap ketua paviliun.
Pikirannya melayang jauh kebelakang mengingat masa dulu. Sejak berdirinya paviliun Changge di negara Wu, ia memiliki lima bawahan langsung atau dapat disandingkan sebagai tetua paviliun Changge. Memiliki reputasi baik dalam bidang seni musik di negara Wu yang bahkan mendapat pujian langsung dari sang Kaisar.
Menampung orang-orang yang memilih jalur kultivasi jalan musik melatihnya hingga sampai ke tahap tertinggi batasan masing-masing orang. Salah satu kekuatan yang dapat disandingkan dengan keluarga besar dan tidak boleh diremehkan popularitasnya.
Setiap tiga tahun akan diadakan kompetisi bakat antar paviliun berpengaruh di berbagai negara dengan tempat bergilir. Paviliun Changge, paviliun Jingshen, paviliun Wu Xing dan paviliun Sixing selalu menjadi empat paviliun terbaik yang mendapatkan juara dalam kompetisi tersebut. Kompetisi besar yang akan menentukan hadiah dari gabungan keluarga kerajaan.
"Teknik kultivasi dewa musik tersegel dalam giok es wilayah utara. Membutuhkan kunci giok jiwa murni untuk membuka goa tersebut"ucap ketua paviliun.
__ADS_1
" Raja Jin, apakah sungguh dia manusia abadi yang tak terikat hukum semesta? Aku sungguh tak mempercayainya"