Immortality Flower

Immortality Flower
Bantuan Tiba Secara Berangsur


__ADS_3

"Guru? " panggil Wen Xi Meng.


"Suamimu menggunakan mata jiwa menyebarkan aura naga suci ke seluruh istana. Kekuatanku belum sepenuhnya pulih, aku tak bisa menunjukkan diriku berada"


"Guru telah merenggut keprawanan Ping Yin. Apakah guru puas dengannya? " tanya Wen Xi Meng.


"Salah satu bawahanku yang bermain dengannya, aku hanya menyerap esensi kehidupannya"


"Raja Mo Zui? " tanya Wen Xi Meng.


"Benar. Raja hawa nafsu, Mo Zui"


"Selagi kau memberikan keprawanan gadis kepadaku, kekuatanmu akan bertambah dan memiliki sebagian kekuatan dari Mo Zui"


"Murid akan selalu mengupayakan yang terbaik demi guru, " jawab Wen Xi Meng.


"Yang Mulia, " ucap Ping Yin.


Wen Xi Meng menoleh ketika Ping Yin memanggilnya.


"Apa yang ingin kau laporkan? " tanya Wen Xi Meng.


"Tuan besar telah mengirimkam surat, " jawab Ping Yin memberikan surat kepada Wen Xi Meng.


"Surat dari ayah? " batin Wen Xi Meng.


Wen Xi Meng membuka surat tersebut yang sudah ia cek keasliannya.


"Aku mengirimkan beberapa divisi khusus yang akan membantumu. Bawahan kakakmu akan membantumu. Kedatangan mereka akan berangsur melalui perjalanan air melewati wilayah negara Zhang. Kau tak perlu khawatir akan keberadaan mereka yang dilacak Raja Jin"


"Bawahan kakak membantu, siapa? " ucap Wen Xi Meng.


Perahu besar berlayar di tengah laut membawa berbagai penumpang dan barang angkutan. Seorang pria muda berdiri di atas kabin melihat pemandangan laut yang indah.


"Apa yang kau lihat? "


"Pemandangan laut, " jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tuan besar memerintahkan kita datang ke ibukota Wu melewati negara Zhang. Apakah ada sesuatu dengan Nona Muda? Tanyanya kepada pria muda tersebut.


" Aku tak tahu. Aku bukan berada di bawah Tuan Besar. Aku berada di bawah pasukan Tuan Muda pertama, "jawabnya acuh.


" Apakah otakmu bodoh? Tuan besar adalah ayah dari tuan muda mu. Sama saja kita berada di posisi tuan yang sama, "jawabnya kesal mendengarkan balasan dari temannya.


"Tuan muda kedua menghilang. Sungguh sangat disayangkan, " ucapnya tiba-tiba dengan nada yang sedih.

__ADS_1


Pria muda disampingnya menepuk pundak temannya sembari berkata, "Tuan muda pasti masih hidup. Bakatnya tak lebih rendah dari tuan muda pertama"


"Kau benar. Tuan muda kedua salah satu jenius dari tiga keluarga perguruan, " jawabnya dengan nada yang tenang.


"Apakah kita akan mati dalam melaksanakan misi? "


"Aku Xia Cheng tak akan mati semudah itu. Misi yang diberikan tuan muda pertama adalah menjaga nona dari kejauhan melonggarkan pengawasan ketat berbagai kekuatan di ibukota, " jawab Xia Cheng.


"Kau mendoakan aku mati? "


"Apakah sekarang Chen Lie menjadi bodoh akibat angin laut? " tanya Xia Cheng.


Chen Lie memukuk kelapa Xia Cheng dengan keras meluapkan emosinya.


"Nona muda memiliki kesulitan disana, tak seharusnya kita bercanda, " ucap Chen Lie.


"Aku tak mengerti mengapa nona muda memilih seorang Kaisar dari negara Wu untuk menjadi pendampingnya. Banyak pemuda yang tak kalah hebat dari berbagai keluarga di sembilan kekuatan yang menempati posisi teratas dalam generasinya, " ucap Xia Cheng bermonolog.


"Karena kerjasama yang terlalu dalam hingga menimbulkan cinta palsu, " jawab Chen Lie.


"Maksudmu? " tanya Xia Cheng.


"Sepertinya semenjak kau mengikuti tuan muda pertama, kau tak pernah mendengar berita, " ucap Chen Lie.


"Katakan saja atau aku ceburkan dirimu ke laut, " ucap Xia Cheng.


"Ending apa yang kau inginkan? " tanya Xia Cheng.


"Ending yang aku inginkan adalah ketika nona muda membunuh Kaisar dan menggulingkan takhtanya. Seluruh wilayah negara Wu akan menjadi milik perguruan lembah racun dan sembilan kekuatan akan segan kembali kepada perguruan kita, " jawab Chen Lie.


"Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Nona muda berusaha bertahan di sampingnya hingga segala usaha dilakukannya, " ucap Chen Lie sedikit kecewa.


"Terlalu dilema. Jika sesuai yang kau ceritakan, berarti pernikahan mereka hanyalah saling memanfaatkan. Tuan besar dulunya ketika kosongnya kursi pemimpin sekte, beliau berusaha mencari tambahan kekuatan untuk mendapatkan posisi tersebut. Adanya Kaisar yang muncul, tuan besar memiliki kesempatan dan nona muda menjadi balasan dari tuan besar untuk membantu Kaisar naik takhta pada saat itu. Konflik pemilihan pemimpin perguruan aku dengar pada saat itu sangatlah rahasia, jika aku bukan bawahan tuan muda pertama saat itu maka aku tak akan pernah tahu. Orang luar hanya tahu bahwa nona muda dari perguruan lembah racun menikah dengan Kaisar dan pada saat tak lama Kaisar naik takhta, tuan besar akhirnya mendapatkan posisi sebagai pemimpin perguruan, "ucap Xia Cheng.


"Sungguh cerita yang apik layaknya cerita theater, " ucap Chen Lie.


"Kau menghina tuanmu sendiri, sungguu berdosa, " ucap Xia Cheng.


Goncangan terjadi pada kapal hingga membuat Xia Cheng dan Chen Lie hampir kehilangan keseimbangannya.


"Apa yang terjadi!" ucap mereka bersamaan.


Monster-monster air menyerang menabrak kapal dari dalam laut. Semua orang panik hingga awak kapal memberitahu untuk tetap tenang. Formasi pelindung muncul mengelilingi kapal. Xia Cheng melihat bayangan raksasa di bawah mereka.


"Tak mungkin monster ratusan tahun bukan?" tanya Chen Lie.

__ADS_1


Semburan air keluar dari dalam laut mencoba menghantam pelindung kapal. Badan kapal berguncang hebat. Tanda yang ada di tengah-tengah kedua alis Xia Cheng muncul secaha perlahan. Menggerakkan tangan membuat perisai menghalau air jatuh tersebut. Semburan air muncul di sekeliling kapal mengepung dari berbagai arah.


Piringan perisai penghalang muncul di setiap semburan air berada menghalau air untuk datang ke kapal.


"Blamm"


"Blammm"


"Tekan! " teriak Xia Cheng.


Perisai penghalang menekan semburan air hingga ke permukaan laut. Beberapa perisai air terlihat di permukaan laut yang berwarna biru. Chen Lie membuka tangannya membuat angin berhembus kencang menukik ke dalam laut. Suara raungan terdengar ketika angin tajam menyayat tubuh monster tersebut.


"Teknik kurungan dua arah! " ucap Xia Cheng.


Perisai dipermukaan air laut membesar bergabung membentuk lingakaran raksasa. Pilar-pilar kekuatan elemen air yang tercipta dari arus yang berlawanan muncul di dalam laut mengelilingi monster air.


"Bunuh secepatnya! " perintah Xia Cheng.


Chen Lie menarik pedangnya menghunuskan ke dalam laut menusuk tubuh monster. Raungan terdengar nyaring. Air menyembur-nyembur keluar hingga air laut berwarna merah darah. Hujan tiba-tiba turun ketika pertarungan selesai.


"Selesai, " ucap Chen Lie.


Kapten kapal menghampiri mereka berdua mengucapkan terimakasih. Para penumpang lainnya memberikan makanan hingga barang berharga untuk mereka berdua karena sebagian besar penumpang adalah seorang pedagang.


"Untuk kalian berdua gratis," ucap Kapten kapal.


Chen Lie memandang Xia Cheng yang bersikap santai.


"Kau tak terkejut? " tanya Chen Lie.


"Terkejut, " jawab Xia Cheng.


"Oh, apakah ekspresi terkejutmu memang seperti itu? " tanya Chen Lie.


"Ya. Aku terkejut karena dirimu seperti seorang bawahan baru, " balas Xia Cheng bermulut kejam.


"Mulutmu terlalu busuk! Jodohmu akan lari darimu! " marah Chen Lie.


"Maaf, aku tak sama sepertimu, " jawab Xia Cheng.


Langit tiba-tiba cerah. Pelabuhan terdekat terlihat di depan. Pelabuhan tersibuk di negara Zhang.


"Kita akan berganti kapal dan berbaur dengan orang-orang dari negara Zhang. Kekuatan kita tak boleh terekspos berlebih, " ucap Xia Cheng.


"Aku mengerti, " balas Chen Lie.

__ADS_1


Mereka berdua turun dari kapal bersama dengan penumpang yang lain. Mengisi perut terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.


__ADS_2