
"Bubar! " perintah De Yuan.
Tidak ada satupun dari mereka yang bergerak meakipun dibawah tekanan kekuatan De Yuan.
"Apakah kau De Yuan yang diagung-agungkan oleh mereka? " tanya Zhong Ru Ahn.
"Cih! Sungguh sesuai ekspektasiku, " ucap Zhong Ru Ahn.
Angin tajam melesat melewati Zhong Ru Ahn seperkian detik hingga membuatnya tersentak.
"Bagaimana? Apakah sesuai ekspektasimu nona? " ucap De Yuan.
Sembilan kekuatan besar digadang-gadang dapat mengendalikan dunia persilatan dan membalikkannya sesuka hati. Kong Wei menggunakan pedang tunggal meredam kekacaun berpuluh-puluh tahun yang lalu hingga namanya dikenal luas sebagai pendekar nomer satu di dunia.
De Yuan memenangkan pertadingan perdamaian yang diadakan oleh Kekasairan sehingga namanya dikenal. Sembilan kekuatan tidak tertarik oleh pertandingan tersebut sehingga mengirimkan beberapa murid yang cukup berguna untuk berpatisipasi dalam pertandingan.
Semenjak kemenangan dan bakat yang mengejutkan dimiliki oleh De Yuan, Sembilan kekuatan besar mulai mendengarkan rumor tersebut hingga para murid mengangungkan De Yuan yang memiliki bakat luar biada meskipun tanpa latar belakang sempurna.
"Pemenang pertandingan ingin ikut bersaing dengan kami? Apa kualifikasi yang kau miliki, " ucap Bao Lu.
"Kau mempertanyakan kualifikasiku? Kau akan mengetahuinya nanti, " jawab De Yuan.
Pedang putih melayang diudara kemudian kembali ke tangan De Yuan.
"Akan aku gunakan kaliam sebagai buktu kepada dunia kualifikasi macam apa yang aku miliki, " ucap De Yuan.
"Lancang!! " marah Xiang Zhi.
"Menentang sembilan kekuatan sama saja kau menentang dunia, jangan harap kau bisa hidup!" ucap Xiang Zhi mulai menyerang De Yuan.
Pedang putih menahan serangan Xiang Zhi. Seseorang menyelinap dari belakanh menyerang De Yuan yang tak lain adalah Zhong Ru Ahn. Pinggang De Yuan menyamping hingga pedang Zhong Ru Ahn meleset dari tubuhnya yang hampir menusuk perut Xiang Zhi.
"Bajingan kau! " teriak Xiang Zhi.
__ADS_1
Xiang Zhi marah mengalihkan serangannya kepada Zhong Ru Ahn sehingga De Yuan memiliki celah untuk menyerang. Kakinya melebar pedang ditangan dengan bibir mengucapkan sesuatu.
Formasi besar tercipta dengan pedang yang menghujani semua orang. Masing-masing ketua melindungi pasukannya.
"Bajingan Yuan! " ucap Xiang Zhi.
"Buat formasi, kita bunuh bajingan ini! " perintah Xiang Zhi.
Meskipun dari mereka enggan mendengarkan perintah Xiang Zhi, namun mereka menyadari bahwa saat ini kerjasama sangat dibutuhkan. Masing-masing ketua berdiri di tempatnya membuat formasi.
Formasi raksasa yang bahkan memecahkan formasi hujan pedang milik De Yuan hingga menutupi seluruh gunung membuat De Yuan terlihat seperti semut kecil.
"Kau akan mati dibawah formasi sembilan kekuatan murni! " ucap Xiang Zhi.
Tekanan hebat menekan tubuh De Yuan hingga berlutut ke tanah. Jantung yang berdebar kencang seakan-akan ingin meledak. Aliran qi yang kacau memperburuk keadaan De Yuan.
"Aku harus bisa menahan tekanan ini sebentar lagi, " ucap De Yuan.
Tubuh De Yuan jatuh berlutut ke tanah menahan tekanan yang hampir menghancurkan tubuhnya. Buku kuno yang ada di lautan kesadaran De Yuan terbuka pada bab ketiga yaitu pedang penghancur bumi.
"Berhasil! Buku Pedang Langit terbuka bab ke tiga dengan tekanan kekuatan formasi sembilan kekuatan murni, " ucap De Yuan.
Perlahan-lahan ia bangkit membuat semua orang terkejut. Liang Wei yang merupakan ketua murid dalam perguruan lembah racun memadatkan aura beracun miliknya menjadi pedang untuk menyerang De Yuan. Pedang putih bergetar melayang melingkari tubuh De Yuan yang tak lama kemudian memblokir serangan langsung Liang Wei.
Bentrokan yang terjadi hingga pedang putih menghancurkan pedang milik Liang Wei. Darah keluar dari mulut Liang Wei akibat serangan yang gagal ia lancarkan.
"Melukai Perguruan Lembah Racun adalah dosa besar!! " ucap Zhong Ru Ahn.
Sudut mulut Liang Wei terangkat. Tujuannya menyerang terlebih dahulu di dalam formasi adalah mendapatkan simpati dari pihak lain sehingga ia dapat mudah menemukan harta yang dimaksud tanpa banyak lawan yang harus dihadapi.
Formasi sembilan kekuatan murni mengeluarkan kekuatan penuhnya menekan De Yuan. Pedang putih bergetar hebat dengan formasi di bawah kaki De Yuan.
"Bab ketiga, pedang penghancur bumi, gunakan jiwaku sebagai altar pemanggilanmu! " ucap De Yuan.
__ADS_1
Tanah bergetar hebat dengan pedang raksasa keluar dari dalam tanah menabrak formasi yang mereka buat hingga bergetar. Susunan formasi yang terganggu membuat berbagai celah bisa dimanfaatkan. Masing-masing mengeluarkan senjatanya menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan pedang milik De Yuan.
"Akan aku buktikan kualifikasiku sepertu apa, " ucap De Yuan.
"Aura surga berkumpul, bentuklah menjadi pedang dan hancurkan keangkara murkaan, " ucap De Yuan.
Langit terbelah. Aura surga berkumpul memadat membentuk pedang raksasa yang turun dari langit langsung menghantam formasi. Teknik yang digunakan De Yuan menggunakan aura surga yang puluhan kali lipat lebih murni dari aura langit.
Formasi sembilan kekuatan telah retak sepenuhnya hingga hancur berkeping-keping. Darah keluar dari mulut mereka yang disebabkan oleh kerusakan internal tubuh. Angin berhembus kencang menerbangkan debu yang menghalau pemandangan mata. Seseorang bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang murid-murid dari sembilan kekuatan besar satu per satu.
Akar rotan melayang-layang menyerang De Yuan mengikat tubuhnya. Akar rotan yang dapat menyerap qi seseorang hingga mati. Debu menghilang, beberapa murid telah mati hanya tersisa ketuanya masing-masing yang terluka parah.
Bayangan hitam muncul yang merupakan Guan Ping. Puluhan rotan berkumpul hingga membentuk nenek tua pemegang tongkat kayu hingga angin sejuk melintasi mereka dengan seorang wanita turun dari langit.
"Huang Ruqi, Guan Ping dan Hui Lan? " ucap De Yuan.
"Tenang kita berada di pihakmu untuk sekarang, " ucap Guan Ping.
Pendekar yang berada di luar sembilan kekuatan sama-sama memiliki kualifikasi tinggi hingga para murid berdiam tak ada yang berani untuk bertindak lebih jauh. Pasukan Kaisar telah datang mengepung puncak Gunung Yaojia.
Jiang Qing berlari membelah hutan hingga menemukan pintu batu raksasa yang letaknya tersembunyi. Membukanya dengan akses plakat yang diberikan oleh suaminya dulu kepadanya. Pintu batu terbuka lebar buru-buru Jiang Qing masuk ke dalamnya. Nyala obor sebagai penerangannya memasuki bagian terdalam gunung Yaojia.
Altar pemujaan dengan lukisan seorang pria yang tak lain adalah Kaisar Iblis sebagai orang yang di sembah. Jiang Qing melemparkan gulungan bambu ke udara hingga terbuka sendiri. Tulisan aksara kuno pada bambu menunjukkan bahwa gulungan tersebut ada lebih dari 100 tahun.
"Gunukan tubuku sebagai pemuasmu, jiwaku sebagai kekuatanmu. Aku ingin kekuatan untuk balas dendam, menghancurkan mereka yang aku mau, "ucap Jiang Qing.
Darah dari berbagai murid yang ada di puncak Gunung Yaojia terserap ke dalam tanah menetes ke kepala Jiang Qing. Rambut hitamnya ternodai oleh darah segar orang lain. Asap hitam datang hingga Jiang Qing bersujud di depannya.
" Yang Mulia Kaisar Iblis, "ucap Jiang Qing.
Asap hitam tersebut membentuk sebuah tangan yang kemudian menyentuh kepala Jiang Qing. Kekuatan hitam terserap ke dalam otaknya hingga kesakitan ia rasakan. Dinding tiba-tiba terbuka yang merupakan pintu kematian. Jiang Qing memasuki pintu tersebut hingga peti batu indah terlihat di depannya.
Jiang Qing memasuki peti batu tersebut hingga tubuhnya perlahan-lahan mencair berubah menjadi darah. Dekrit Kaisar yang ada di dalam tubuhnya keluar dari dalam peti melayang dan pergi. Peti perlahan-lahan tertutup dengan aura hitam menyelimutinya. Batu dibawahnya berputar menyebabkan peti tersebut turun perlahan-lahan ke dalam tanah.
__ADS_1