
Lin Huang memulai perjalanannya dengan bantuan Yang Shan, ia mampu sampai di gunung Baiyun. Pemimpin Klan Xingchang Bu Xiang memberikan teknik sajak abadi Baiyun yang lengkap. Perjalanan rahasia Lin Huang berjalan dengan aman. Empat perguruan suci tidak mencurigai empat klan tersembunyi tersebut.
"Larangan seribu tahun gunung Renjian akan melemah, kita harus menyatukan kekuatan demi mendapatkan keuntungan bersama, " ucap salah satu pemimpin perguruan.
Perguruan Yuanfang mengiyakan maksud pemimpin perguruan Baiyun.
"Benar, besok adalah kesempatan membuka larangan, " balas pemimpin perguruan Baiji.
Rapat para pimpinan perguruan telah usai. Mereka sepakat menyatukan kekuatan demi menghancurkan larangan yang melemah.
Perguruan Shishu, puncak tertinggi.
"Kau yang akan memimpin murid-murid nanti, " ucap Fang Xiao sebagai pemimpin perguruan.
"Ying Hua mengerti"
"Bagus, dimana De Yuan? " tanya Fang Xiao.
"Sedang berlatih guru, " jawab Ying Hua.
"Aku dengar namanya terkenal hingga menempati posisi kedua diluar daratan suci," ucap Fang Xiao.
"Benar guru, buku pedang langit telah dia pelajari hingga bab kelima. Penguasa di pulau Muqian di barat daya, " jawab Ying Hua.
"Hubungi dia dan kalian berdua akan menjadi perwakilan perguruan Shishu. Nasib empat perguruan bergantung esok hari, " ucap Fang Xiao.
Ying Hua mengangguk. "Guru, apakah empat perguruan lainnya tidak khawatir dengan tiga klan? "
"Mereka akan dimusnahkan setelah perburuan harta kuil naga," jawab Fang Xiao.
De Yuan sang pendekar nomer dua dunia silat menerima surat dari kakak seperguruannya yang meminta dirinya untuk datang ke perguruan Shishu. Mengendarai elang terbang, ia melesat ke arah daratan suci.
Lin Huang menuju klan Xingshou namun perjalanannya terhalang oleh murid-murid perguruan yang tengah turun gunung. Mereka membicarakan sesuatu yang membuat Lin Huang penasaran hingga bersembunyi.
"Empat perguruan telah bergerak. Penghalang gunung suci Renjian melemah. Nasib empat perguruan akan ditentukan esok. Kemungkinan kekacauan akan terjadi setelah mereka mendapatkan harta kuil"
"Benar katamu, persahabatan ratusan tahun empat perguruan suci akan terlihat besok"
Lin Huang yang mendengar berita tersebut semakin jijik dengan empat perguruan suci. Suara deru nafas ia dengar membuatnya menoleh ke belakang. Serigala putih berada tepat dibelakangnya mengendus-endus Lin Huang.
Menaiki srigala putih menuju tempat klan Xingshou berada. Kecepatan serigala putih yang luar biasa dengan bergerak leluasa di atas salju memudahkan Lin Huang. Persembunyian klan Xingshou berada di goa dekat dengan danau beku. Pemimpin klan Xingshou langsung menyambut Lin Huang. Lin Huang di jamu dengan baik kemudian pembahasan mereka menjadi lebih serius.
"Aku akan menurunkan teknik tubuh surgawi kepadamu, kau bisa mempelajari ketiga teknik klan secara berurutan, " ucap Pemimpin klan Xingshou.
Lin Huang duduk bersila menerima pengajaran yang diberikan oleh pemimpin klan Xingshou. Waktu berlalu dan transfer ilmu teknik tubuh surgawi telah usai.
"Pergilah ke dasar danau es, disana kau dapat melatih ketiga teknik klan secara aman tanpa diketahui. Ingat, waktumu tidak lebih dari satu hari, " ucap pemimpin klan Xingshou.
Lin Huang menuruti perkataan pemimpin klan Xingshou dengan berlatih di dasar danau es yang tak jauh dari tempat persembunyian klan Xingshou. Rasa dingin yang menusuk kulit hingga sistem peredaran darah yang terganggu tak menyurutkan Lin Huang untuk berenang ke dasar danau. Tubuh surgawi mengandalkan energit langit dan bumi menyerapnya kemudian mengubahnya menjadi pertahanan yang tak tertembus. Tekanan dirasakan kuat oleh Lin Huang ketika ia berada di dasar danau.
__ADS_1
Batu yang terbungkus oleh es serta pemandangan gelap sejauh mata memandang. Lin Huang berlatih menggunakan teknik tubuh surgawi mengandalkan hawa dingin disekitarnya.
"Jika klan Xingzu memiliki teknik ramalan bintang pembuka dunia, klan Xingshou memiliki teknik melegenda yaitu teknik tubuh tungku surgawi. Namun kitab dari teknik ini telah menghilang dan syarat penggunanya adalah mustahil yaitu memiliki tubuh surgawi semenjak lahir, " ucap pemimpin klan Xingshou.
"Tuan, apakah Lin Huang akan berhasil?"
"Jika Yang Shan mewariskan teknik tertingginya, kenapa aku tidak yakin. 10.000 ribu tahun yang lalu tiga klan suci membuka gerbang langit. Tubuh tungku surgawi sebagai wadah, sajak abadi ilahi sebagai mantra dan bintang pembuka dunia sebagai kunci membuka gerbang langit. Bertepatan dengan turunnya Kaisar Naga Agung di gunung Renjian, tiga klan mendapatkan tugas menjaga kuil. Jika kuil mulai runtuh dan kehilangan keagungannya maka terjadi sesuatu dengan beliau. Kaisar-Kaisar umat manusia mulai melenceng dari tugasnya yang membuat percepatan runtuhnya kuil, "jawab pemimpin klan Xingshou.
" Apakah akan terjadi era baru ketika Lin Huang berhasil mendapatkan warisannya? "
"Akan terjadi era baru dan menyangkut perubahan tatanan kekuasan di alam manusia"
Tulang dan kulit Lin Huang di tempat oleh energi langit dan bumi serta diperkuat oleh hawa dingin danau es. Pelatihan selanjutnya adalah sajak abadi. Ratusan aksara kuno muncul di sekeliling Lin Huang. Satu per satu ia resapi makna yang terkandung. Akibat mempelajari salah abadi, jiwanya telah diperkuat kembali dengan kemampuan menekan jiwa yang lebih rendah di bawahnya.
Benda besar bergerak dari jauh berputar mengelilingi Lin Huang. Suara riak air terdengar di telinganya. Seekor penyu rakasa yang hidup di bawah danau es menghampiri Lin Huang.
Penyu tersebut berada di belakang Lin Huang tanpa bergerak. Ia seperti tertarik pada tubuh Lin Huang yang bercahaya akibat mempelajari sajak abadi ilahi.
"Teknik terakhir bintang pembuka dunia, " batin Lin Huang.
Lautan rohnya berubah menjadi galaksi dengan jiwanya sebagai pusat dari tatanan planet-planet. Jiwa Lin Huang seakan berada di dalam matahari.
"Teknik bintang pembuka dunia mengandalkan energi alam semesta guna membuka sebuah portal dimensi tanpa terikat hukum aturan semesta. Rasi bintang tersusun sesuai dengan aturan dan selaras membuat dimensi terbuka tanpa melanggar hukum alam, " ucap Lin Huang melihat dirinya berada di alam semesta dengan ribuan bintang disekitarnya bercahaya satu sama lain.
Orang-orang telah berkumpul di luar penghalang gunung Renjia. Pemimpin dari masing-masing perguruan telah datang beserta murid terbaiknya. Ying Hua dan De Yuan datang bersama dengan Fang Xiao.
"Dengan kekuatan langit dan bumi, empat perguruan suci menghancurkan larangan! " ucap bersamaan pemimpin perguruan.
"Mu Jian Kai! " panggil mereka.
Pemimpin klan Xingshou Mu Jian Kai keluar ketika dua pemimpin klan memanggilnya.
"Bedebah! Mereka telah memanfaatkan keadaan! " marah Gao Er Yu.
"Lin Huang baru semalam berlatih, apakah cukup baginya menguasai tiga teknik tertinggi klan suci? " tanya Mu Jian Kai.
"Apakah leluhur dari empat perguruan tidak muncul? Generasinya membunuh tiga klan suci menyingkirkan bahkan berniat mencuri harta kuil naga, " tanya Gao Er Yu.
"Beliau tidak akan muncul, perjanjian telah musnah apapun yang terjadi. Lin Huang harus berhasil, bila kemenangan berpihak pada mereka. Akan aku balikknya takdir rasi bintang! " marah Yang Shan.
Kejadian ratusan tahun lalu menghantui hidupnya. Hilangnya putranya ketika peperangan terjadi membuatnya memupuk dendam kepada empat perguruan suci. Perjanjian yang diberikan oleh leluhur empat perguruan telah dilanggar oleh generasinya sendiri.
"Mereka adalah cabang dari tiga partai besar alam peralihan, pusaka tingkat tinggi bahkan suci mereka miliki. Sepertinya ini adalah takdir kita, " ucap Mu Jian Kai.
"Tiga klan suci adalah pewaris Dewa dari alam manusia, ketika tiga klan suci hancur maka manusia Dewa dari daratan suci akan musnah. Apapun yang terjadi, aku tak akan membiarkan mereka menerobos kuil Naga. Sumpahku adalah membanjiri tanah putih gunung suci dengan darah mereka. Bila Dewa turun menghukumku, aku bersedia menyeret mereka semua dan bertanya, 'Apakah keadilan masih berdiri?' Bila pengadilan Surgawi hanya menghukumku maka seumur hidupku aku akan mati! "balas Yang Shan.
Kedua pemimpin lainnya merasakan amarah yang meluap dari tubuh Yang Shan. Istrinya dibunuh, anaknya di buang. Hatinya telah mati hingga hari ini.
" Bangunlah!! "teriak Yang Shan.
__ADS_1
Tanah bergetar, salju tiba-tiba longsor. Klan Xingzu merupakan pemimpin dari klan suci memiliki kekuatan besar tengah memanggil hewan kuno yang tengah tertidur.
Air danau es bergetar, penyu yang ada di belakang Lin Huang membuat pelindung untuknya. Jauh dari sisi Lin Huang, terdapat hewan kuno yang datang memenuhi panggilan.
Yang Shan melayang di atas danau beku berdiri di atas piton salju yang besarnya mampu mengelilingu empat gunung.
"Kita pergi ke gunung Renjian sekarang, " ucap Yang Shan.
Gao Er Yu dan Mu Jian Kai melayang menyusul Yang Shan yang telah bergerak menaiki piton es. Hutan salju ramai akan bintang buas yang mengikuti perintah ular salju kuno untuk berperang. Makhluk yang mirip seperti gorila dengan tubuh besarnya serta bulu putih berlari dengan kawanannya mengikuti pemimpin mereka. Dari balik salju yang tebal, bangunlah sosok-sosok rubah salju yang berlari dengan kecepatan tinggi menyusul yang lain.
Getaran besar yang terjadi dirasakan oleh pemimpin perguruan lainnya. Mereka yang telah tahu hari penentuan akan tiba mengabaikan tiga klan yang mereka anggap lemah.
"Hiraukan klan bodoh itu, klan yang menganggap mereka Dewa manusia. Kita adalah empat cabang dari tiga partai besar alam peralihan dan penguasa daratan suci. Kuil Naga pertama alam manusia akan menjadi milik empat perguruan!! " ucap Fang Xiao.
Pemimpin lainnya setuju. Penghalang yang melemah dengan gabungan kekuatan pemimpin perguruan, penghalang tersebut hancur. Hempasan energi kuat serta kabut salju yang menutupi keagungan gunung Renjian terlihat di depan mata mereka.
Pada saat mereka ingin memasuki kawasan gunung Renjian. Tiga pemimpin klan suci datang dengan Yang Shan yang berdiri di kepala piton salju kuno.
"Berhenti!! " ucap Yang Shan.
Piton salju mengeluarkan suaranya hingga membuat gelombang suara yang dapat memecahkan gendang telinga.
"Leluhur kalian yang turun mendirikan perguruan di empat gunung suci atas izin kami, dan kalian ingin menghancurkan tempat yang kami jaga. Apakah kalian menginjak wajah kami!! " ucap Gao Er Yu.
"Empat perguruan suci berhak atas empat gunung dan kuil Naga, kalian menyingkir atau kami musnahkan!" balas Hong Lin.
"Lancang!! " marah Yang Shan.
Hembusan energi besar melewati orang-orang perguruan suci.
"Akan aku buat tempat putih bersih ini menjadi darah merah, " ucap Yang Shan.
Ular piton salju membesarkan diri hingga perlahan sisik es runcing mekar serta mahkota berwarna biru transparan bertengger di kepalanya. Tubuhnya memanjang melingkari empat gunung yang bahkan daratan suci dapat ia lingkari. Laut di bawah gunung bergejolak dengan ombak-ombak yang mengganas.
"Raja hewan suci alam manusia, penjaga daratan suci. Ular piton salju kuno, Raja Bai Lan sang penguasa gunung suci, " ucap Fang Xiao.
Ular piton salju berada dalam mode menyerang. Orang perguruan suci telah bersiap. Pedang pembelah langit milik De Yuan datang. Kedua bola Yang Shan berubah menjadi kebiruan, pakaiannya berubah menjadi putih biru gelap bercorak bintang. Rambutnya berubah menjadi putih ketika ia melepaskan tusuk rambutnya.
Langit berubah menjadi malam, rasi bintang langit berubah ketika Yang Shan berada dalam wujud sesungguhnya. Wujud manusia Dewa, sang pemimpin dari tiga klan suci.
"Yang Shan siap memenggal kepalamu! "
Gelembung air dingin muncul di sekitar Lin Huang yang tak lama kemudian ia membuka matanya kembali.
"Saatnya pergi, " ucap Lin Huang berbalik.
Ia terkejut ketika mendapati seekor penyu raksasa dibelakangmya. Tidak merasakan bahaya dari penyu tersebut, Lin Huang berniat pergi namun dicegah.
"Apa yang kau inginkan dariku? " tanya Lin Huang.
__ADS_1
"Naiklah ke punggungku, akan aku bawa kau ke gunung Renjian, " ucap penyu tersebut.
Lin Huang menuruti perkataannya dengan menaiki seekor penyu yang kemudian penyu tersebut menyelam jauh berenang menuju ke gunung Renjian.