
Mereka tak sempat bertindak dengan terpaksa melawan langsung teknik tertinggi sekte pedang surgawi. Gabungan pedang tak berwujud membentuk pedang raksasa penebas petaka. Fang Bingyu menyatukan telapak tangnnya mencoba menggancurkan pedang tersebut. Xiao Mu melakukan hal yang sama namun semuanya tetaplah sia-sia. Mereka mati di bawah pedang raksasa penebas petaka milik sekte pedang surgawi.
Aula seni bunga, keluarga Fang dan klan Xiao telah musnah. Kompetisi di menara langit telah usai dan para peserta keluar dari dalam menara. Mereka mendengar berita mengenai pemberontakan klan Xiao dan keterlibatan keluarga Fang dan aula seni bunga.
Tiga pemimpin sekte yang tak hadir dimengerti oleh mereka karena masalah yang serius. Bai Cheng melihat ke sana ke mari mencari Bai Yanglan.
"Apakah dia telah kembali terlebih dahulu? Sepertinya iya," guman Bai Cheng melesat menuju sekte pedang surgawi.
Lin Huang dan tungku ilahi menjelajahi menara langit di dalam portal dimensi. Berbagai harta bermunculan namun tidak ada satupun yang Lin Huang minati.
"Apakah ini menara langit sesungguhnya? " ucap Bai Yanglan.
Tungku ilahi mengeluarkan kekuatannya menyinari menara langit membuka formasi tersembunyi di dalamnya. Lin Huang merasakan kekuatan peningkatan dalam pencerahan agung yang kemudian ia duduk bersemedi menyerap kekuatan tersebut.
Pemadatan tubuh surgawi telah membuat perubahan besar dalam hal visual Raja Suci yang mencapai evolusi tingkat lanjutan bergabung dengan sisa jejak Kaisar Obat membuat Lin Huang memiliki kekuatan regenerasi. Lin Huang menarik sebuah lembaran harta yang mendatanginya. Lembaran kedua dari buku 1001 penyembuhan Kaisar Obat.
"Ternyata jejak dari Kaisar Obat mampu menarik lembaran resep selanjutnya. Resep perubahan tubuh suci, " ucap Bai Yanglan.
Lin Huang menyimpan lembaran tersebut untuk ia gunakan suatu saat nanti. Tungku ilahi menarik sesuatu benda berharga dari dasar formasi yang mendarat di tangan Lin Huang.
Pencerahan agung membuatnya sedikit mengerti bahwa lembaran kertas yang mendarat di tangnnya adalah salah satu isi dari bait suci saat penciptaan dunia atau dikenal sebagai zaman pra-sejarah.
"Harta sesungguhnya, " ucap Bai Yanglan melihat ke dalam lembaran tersebut.
Beberapa paragraf terkandung di dalam lembaran kertas yang menceritakan kehebatan Kaisar-Kaisar terhebat pada zaman penciptaan dunia. Informasi yang di dapat Lin Huang sangatlah penting dan tidak sembarangan orang mengetahuinya. Lin Huang membuka matanya melihat tungku ilahi ada di depannya.
"Apa yang kau inginkan sekarang? " tanya Bai Yanglan.
Tungku ilahi melesat ke atas diikuti oleh Lin Huang. Tungku ilahi berhenti ketika berada di langit-langit yang tertutup oleh batu yang memilili relief sebuah pintu yang dijaga oleh makhluk abadi.
"Apakah ini pintu rahasia? " ucap Bai Yanglan menyentuh relief pintu batu tersebut yang kemudian berubah menjadi pintu nyata terbuka menarik Lin Huang untuk masuk ke dalamnya.
Pintu tertutup dan semuanya kembali berubah seperti semula. Bai Cheng kembali ke sekte pedang surgawi menemukan banyak jasad bergelempangan.
"Paman! " panggil Bai Cheng.
Melihat leluhur klan Bai dan sekte, Bai Cheng buru-buru memberikan salam penghormatan.
__ADS_1
"Dimana Yanglan? " tanya Bai Yifeng.
"Bukankah telah kembali terlebih dahulu? " balas Bai Cheng bertanya kembali.
"Auranya menghilang, aku tidak bisa merasakannya, " ucap Bai Jingyu.
"Maksud leluhur? " tanya Bai Yifeng.
"Kau akan menemukannya nanti ketika kau naik ke lapisan kedua. Aura Yanglan menghilang, kemungkinan besar telah menemukan peluang di dalam sana. Tidak heran bila dia mampu menerobos hukum lapisan, " balas Bai Jingyu.
"Ternyata begitu, " ucap Bai Yifeng.
Penjaga bertubuh besar berotot layaknya raksasa tengah menjaga sebuah pintu dimensi.
"Kembali, tempat ini tidak semestinta kau lewati, " ucapnya dengan garang menunjukkan rahang gigi yang kuat.
"Aku kemari karena menemukan pintu, " jawab Bai Yanglan.
"Tunjukkan token identitasmu," pintanya.
"Pergilah, kau tidak boleh melewati pintu ini" ucapnya mengembalikan token tersebut.
"Bagaimana cara agar aku bisa memasuki pintu itu? " tanya Bai Yanglan.
"Pintu langit hanya khusus untuk orang suci, " jawabnya tegas tanpa memberikan solusi apapun.
Lin Huang terdiam sejenak, ia tahu bahwa sekarang berada di peralihan ruang dan waktu dimana penjaga lapisan akan menjaga pintu langit. Namun dirinya tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalamnya.
Prasasti takdir pertama mengeluarkan kekuatannya menyelimuti tubuh Lin Huang dengan aura suci yang membuat pintu langit terbuka sendirinya. Penjaga lapisan pintu langit mempersilahkan untuk masuk ketika pintu terbuka. Cahaya terang menyambut dirinya hingga matanya menyipit mengurangi intensitas cahaya tersebut.
Cahaya muncul di tengah-tengah kegiatan aktivitas mereka yang merupakan Lin Huang. Orang-orang menengok ke arah Lin Huang memerhatikan Lin Huang dari atas hingga ke bawah.
"Anak muda yang berbakat, dia bahkan telah naik ke lapisan kedua, " ucap mereka disela-sela berbincang.
"Lapisan kedua? " gumam Bai Yanglan.
Tak tahu harus kemana, Lin Huang mengikuti kerumunan orang-orang. Sebelum ia mengikuti mereka, Lin Huang menoleh ke belakang melihat menara langit yang menjulang tinggi.
__ADS_1
"Apakah akan sama seperti kompetisi itu? " ucap Bai Yanglan kemudian berjalan mengikuti orang-orang menuju ke sebuah tempat.
Orang-orang mengantre panjang, Lin Huang melihat jauh di depan orang-orang memasuki sebuah kediaman dengan tulisan Yu.
"Mereka akan kemana? " guman Bai Yanglan yang di dengar oleh orang di sampingnya.
"Mansion Yu, kau ingin mendaftar malah tidak tahu apa-apa, " jawab orang di sebelah Lin Huang.
Lin Huang menoleh melihat seorang pemuda yang lebih tua berdiri tepat di sampingnya sembari melihat sekeliling.
"Kau siapa? " tanya Bai Yanglan.
"Aku Chui Yan, salam kenal, " ucapnya memerkenalkan diri.
"Bai Yanglan"
Chui Yan setelah mendengar jawaban Lin Huang mengenai nama ia terdiam sejenak memikirkan sesuatu namun dirinya seperti lupa.
"Namamu tidak asing tapi aku lupa, terlebih margamu Bai, " ucal Chui Yan.
Balasan dari Chui Yan membuat Lin Huang berpikir bahwa kemungkinan besar klan Bai telah membentuk wilayah kekuasaan pada lapisan kedua.
"Sudahlah, apa yang kau ketahui tentang mansion Yu? " tanya Bai Yanglan.
"Mansion Yu, orang-orang mencari peluang disana. Kebetulan mansion Yu mengadakan penyeleksian ksatria yang akan menjadi pelindung mansion Yu selanjutnya, " jawab Chui Yan.
Lin Huang terdiam ketika mendengar perkataan Chui Yan mengenak mansion Yu. Dirinya memikirkan hal apa yang akan dilakukan kedepannya.
"Benar-benar sesuai dengan namanya, " ucap Bai Yanglan ketika melihat salah satu bagian dari mansion Yu.
Mengetahui jawaban dari Chui Yan, ia menyimpulkan ada sesuatu dengan mansion Yu yang menurutnya sedikit aneh.
"Sebenarnya kenapa mansion Yu mencari orang-orang berbakat untuk dijadikan pelindung keluarganya, apakah karena semata-mata ingin atau karena rencana besar? " gumam Bai Yanglan.
Seseorang menepuk pundak Lin Huang yang merupakan Chui Yan.
"Kita bertemu lagi, " ucap Chui Yan tersenyum kepada Bai Yanglan.
__ADS_1