Immortality Flower

Immortality Flower
Letak Rahasia Teknik Kaisar Ketiga


__ADS_3

Lei He yang berada di istana utama melaporkan kegiatan istana Permaisuri kepada Kaisar. Pengadilan pagi telah dilaksanakan dengan baik dengan masalah-masalah wilayah kecil telah teratasi.


"Melapor kepada Yang Mulia Kaisar, " ucap Lei He.


"Katakan, " ucap Kaisar Jing Ren.


"Kegiatan istana Permaisuri berjalan dengan baik. Akomodasi dana dari mentri keuangan yang dikelola pengurus rumah di salurkan dengan baik dalam kegiatan istana Permaisuri, " ucap Lei He memberikan dua buku laporan kepada Kaisar Jing Ren.


"Dua? " tanya Kaisar Jing Ren.


"Maaf atas kelancangan hamba, hanya saja hamba takut pengurus rumah tangga memanipulasi data, " jawab Lei He.


"Bagus! Tak sia-sia dia memilihmu, " balas Kaisar.


Kaisar membuka laporan yang diberikan Lei He dan mencocokkan keduanya. Tidak ada satupun selisih diantara mereka.


"Tidak ada masalah, kau dapat diandalkan, " ucap Kaisar.


"Yang Mulia terlalu memuji," balas Lei He.


Kaisar menginstruksikan Lei He untuk diam-diam mengelola dan menulis laporan yang tidak diketahui oleh pengurus rumah tangga. Kaisar menberikan hak kepada Lei He untuk membunuh pelayan ataupun prajurit yang menjadi mata-mata di istana Permaisuri dan menjaminnya bila ada masalah mengenai pembunuhan tersebut.


"Yang Mulia Raja Jin benar, Kaisar akan tertarik dengan loyalitas. Dengan hak istimewa ini, aku dapat berkeliaran di istana utama mencari informasi lebih dalam mengenai kerajaan, " batin Lei He.


"Aku mendengar Istriku menutup kediamannya? " tanya Kaisar.


"Benar, Yang Mulia, " jawab Lei He.


"Kapan ia membuka kembali kediamannya? " tanya Kaisar.


"Itu... " ucap Lei He menggantung.


Kaisar merasakan aura dari Permaisuri yang telah keluar dari formasi kedap aura.


"Kau bisa kembali, " ucap Kaisar.


Lei He keluar dari ruangan Kaisar seteleh menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


"Aku telah mendapatkan apa yang ingin aku dapatkan. Selanjutnya adalah memberikan yang terbaik untuk Yang Mulia Raja Jin, " batin Lei He.


Perpustakaan istana yang megah dengan ribuan buku pengetahuan dari berbagai dunia berkumpul menjadi satu. Lei He masuk ke dalam perpustakaan disambut oleh penjaganya.


"Berhenti! " ucap penjaga perpustakaan.


Lei He menghentikan langkahnya di depan pintu.


"Ada apa kau kemari? " tanyanya kepada Lei He.


"Membaca buku, bukankah tidak ada larangan? " tanya Lei He.


Penjaga perpustakaan mengiyakan di dalam hatinya namun saat ia ingin melarang Lei He untuk masuk. Suara seseorang terdengar di kepalanya.


"Jangan larang dia masuk, biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan. Dia adalah orangku di istana Permaisuri, " ucap Kaisar.


"Mengerti, " balas penjaga perpustakaan.


"Kau boleh masuk, " ucap penjaga perpustakaan.


Lei He berterimakasih yang kemudian menjelajahi rak-rak buku tebal berjejer rapi di lemari kayu. Buku-buku dikelompokkan dengan baik sesuai dengan klasifikasinya. Lei He memuji ketrampilan arsip dari penjaga perpustakaan.


"Mata jiwa, buka! " ucap Lei He.


Lei He dapat melihat ke seluruh sudut ruangan perpustakaan mengandalkan mata jiwa miliknya yang merupakan pemberian Raja Jin. Berbagai aura dari buku yang telah di klasifikasikan memiliki warna aura tersendiri. Rak-rak buku yang berjumlah ratusan tidak ada buku yang dicari oleh Lei He.


Lei He mengerahkan mata jiwa miliknya dengan kekuatan penuh hingga menemukan rak dengan buku yang memiliki aura warna emas tersembunyi tertutupi oleh sesuatu.


"Sepertinya tak akak mudah, " ucap Lei He berjalan hingga berdiri di depan tembok perpustakaan.


"Yang Mulia Raja Jin adalah Tuanku dan aku adalah bawahannya. Kesetiaanku kepadanya adalah selamanya"ucap Lei He.


Lei He mengamati tembok dimana ketika ia menggunakan mata jiwa, rak buku aura warna emas terletak di depannya. Mengamati langit-langit perpustakaan yang memiliki lubang kecil di tengah-tengahnya hingga cahaya matahari masuk membentuk lingkaran kecil.


"Hanya lubang di tengah-tengah itu yang dapat membuat sinar matahari masuk. Tuan memberkahi tubuhku dengan jiwa alam. Kemungkinan aku dapat memecahkan misteri ini. Sebelum itu, aku harus membereskan sesuatu, " ucap Lei He.


Lei He melemparkan energi jiwanya ke arah penjaga perpustakaan. Kecepatannya tinggi hingga membuat penjaga perpustakaan terkejut. Energi jiwa masuk ke dalam tubuh penjaga perpustakaan hingga membuatnya tak sadarkan diri. Lei He mendatangi tempat dimana cahaya yang masuk melalui lubang langit-langit perpustakaan.

__ADS_1


"Memerlukan sedikit usaha, " ucap Lei He.


Tubuhnya terbang ke langit. Terdapat cermin di berbagi sudut tersembunyi di ruangan. Lei He mengumpulkan energi jiwanya membentuk sebuah bola energi jiwa dan melemparkannya ke arah dimana cahaya dari lubang langit-langit berada.


"Boomm... "


Cahaya kecil berubah menjadi ukiran-ukiran formasi hingga berbentuk lingkaran sempurna. Menembakkan cahaya ke langit-langit yang kemudian terpantul kembali pada cermin-cermin tersembunyi di sudut ruangan. Sinar cahaya dari cermin mengenai bagian-bagian rak lemari kayu di perpustakaan membungkusnya dengan energi spiritual. Rak-rak bergerak sendiri menempatkan posisinya masing-masing. Di timur hingga barat ataupun utara dan selatan terdapat rak lemari kayu yang tersusun rapi mengikuti formasi arahan dari sinar matahari.


Rak bergetar dengan lingkaran formasi yang ada di bawah Lei He memunculkan sebuah cermin raksasa menyerap energi matahari dari setiap rak di perpustakaan yang kemudian menembakkan ke arah tembok tersebut.


Energi matahari yang kuat merobohkan penghalang tak kasat mata yang melindungi rak rahasia.


"Boomm.... "


Ledakan terjadi. Lei He turun untuk mengecek keadaan. Satu rak buku dengan aura kuno kuat menarik perhatian Lei He.


"Buku-buku yang khusus untuk keluarga kerajaan, tidak cocok untukku karena aku bukan keluarga kerajaan dan tak mempunyai darah kerajaan sehingga aku tak dapat mempelajari teknik dari buku tersebut, " ucap Lei He.


Berjalan melihat-lihat judul setiap buku hingga menemukan buku yang dia cari.


"Sejarah Wu dan kekuatan, " ucap Lei He.


Lei Hu duduk di tengah-tengah perpustakaan yang merupakan tempat dimana cermin raksasa berada. Bab pertama menjelaskan awal benua dan bab kedua adalah sejarah berdirinya dinasti Wu. Dan bab terakhir adalah masa emas dinasti Wu yang dipimpin oleh Kaisar ketiga.


"Buku ini cukup lengkap menjelaskan asal usul hingga menyinggung mengenai sembilan kekuatan. Mengenai Yang Mulia Raja Jin disebutkan bahwa beliau adalah pendekar tanpa nama yang terkenal di dunia hingga mendominasi benua. Kaisar ketiga membuat teknik khusus mengandalkan darah keturunan kerajaan untuk membuat berbagai teknik rahasia dan buku-buku disampingnya adalah buatan teknik dari Kaisar ketiga, " ucap Lei He.


Lei He hendak menutup buku tersebut akan tetapi kertas yang terselip di dalamya membuatnya mengurungkan niatnya.


"Apa ini? " ucap Lei He.


Membuka kertas membaca isi di dalamnya membuatnya terkejut.


"Istana Kekaisaran memang tak sesederhana seperti yang dilihat. Ada naga yang ada di bawah istana ini, tapi seperti dari penjelasan di sini bahwa kemungkinan besar naga tersebut tertidur. Tapi aku sedikit ragu mengenai informasi yang baru saja aku dapatkan. Bukankah klan naga tingga di alam atas? " ucap Lei He.


Lei He menyerap seluruh isi informasi dari buku-buku ciptaan Kaisar ketiga dan buku yang baru saja ia baca. Berbalik melihat cermin raksasa di depannya.


"Setidaknya senjata ini adalah kelas terbaik, kemungkinan beliau akan senang bila aku memberikannya. Namun nama apa yang cocok untuk cermin ini. Cahaya matahari dan memantul, mungkin cermin matahari pemusnah adalah nama yang cocok untuknya, " ucap Lei He mengerahkan kekuatan jiwa membungkus cermin raksasa tersebut hingga mengecil.

__ADS_1


Rak kayu yang ada di perpustakaan kembali ke tempat semula. Lei He menoleh ke belakang menemukan rak dimana buku teknik milik Kaisar ketiga menghilang dan berubah kembali menjadi tembok biasa.


"Rahasia ini kemungkinan Kaisar telah tahu, tapi aku tak bisa memastikannya. Rahasia letak dari rak buku teknik Kaisar ketiga telah aku bawa, tidak ada seorangpun setelahku yang akan menemukan tempatnya, " batin Lei He.


__ADS_2