Immortality Flower

Immortality Flower
Mencari Reruntuhan Kuil Naga


__ADS_3

Sekembalinya Qi Dao dari puncak Ilahi Duniawi, kabar akan dirinya terluka parah terdengar hingga ke telinga Kaisar Naga. Melaporkan yang terjadi hingga Qi Dao diizinkan memulihkan diri terlebih dahulu.


Kaisar Naga memimpin rapat besar dengan berkumpulnya kesembilan Raja Naga di aula putih suci.


"Kesampingkan tentang manusia fana yang mampu membangkitkan aura naga, aku akan memberitahukan kepada kalian bahwa harta ketiga dunia akan muncul tak lama lagi. Kaisar Langit maupun Maharani Yi Fei akan bergerak begitupun perguruan manusia fana yang memiliki kekuatan untuk bersaing, mereka semua akan bergerak demi mendapatkan hari itu. Istana Naga akan mendapatkan harta itu apapun yang terjadi, "ucap Kaisar Naga.


Kesembilan Raja Naga mengangguk patuh, istana Naga telah merosot dari daftar tiga kekuatan utama alam surga. Semenjak sepeninggal Kaisar Naga terdahulu, Kaisar sekarang tidak mampu bersaing dengan dua kekuatan utama lainnya.


"Dengan harta itu, kekuatanku akan pulih. Semenjak pertarungan dengan tua bodoh itu, kekuatanku merosot jauh, "batin Kaisar Naga.


Kesembilan Raja Naga kembali ke istananya masing-masing setelah Kaisar Naga mempersilahkan kembali. Semua Raja Naga hanya menghela nafas akan tindakan pamannya yang tidak cakap dalam mengantur pemerintahan. Kaisar Naga terdahulu yang merupakan ayahanda dari sembilan Raja Naga menghilang secara misterius ketika berada di lembah kabut membuat pamannya Chun Hai naik takhta.


"Yong Shen muncul kembali, aku tak bisa bertindak lebih jauh. Kekuatanku belum pulih dan istana Naga menjadi sasaran mata semua orang, " ucap Kaisar Naga.


Yong Shen merupakan pemimpin tiga perguruan besar di alam peralihan. Perguruan puncak Ilahi Duniawi, Perguruan Gunung Baishan dan Perguruan Teratai Merah. Ketiga perguruan besar tersebut memiliki cabang hingga alam manusia membuat kekuatan fondasi masing-masing perguruan sangat kuat.


Ratusan tahun semenjak pertarungan tersebut, Kaisar Naga Chun Hai berusaha membangkitkan tubuh Dewa Naga Sejati yang merupakan teknik tertinggi dari klan Naga yang hanya dikuasai oleh para Kaisar Naga terdahulu kecuali dirinya sendiri.


Berulang kali dirinya memasuki aula sunyi hanya untuk memahami teknik tersebut, namun usahanya selalu gagal berapapun dia mencobanya.


"Aku membunuh Zhang Jun menggunakan teratai iblis hanyalah sebuah keberuntungan, " ucap Kaisar Chun Hai.


Kaisar Chun Hai tidak pernah mengetahui bahwasannya Kaisar Zhang Jun menggunakan seluruh kekuatannya dan melindungi jiwanya berubah menjadi buku yang tidak akan pernah ia sadari selama hidupnya.


"Kekuatanku akan pulih apapun yang terjadi! "ucap Kaisar Chun Hai.


Puncak Ilahi Duniawi berbenah setelah pertarungan dahsyat tersebut. Yong Shen yang telah kembali dari meditasi panjangnya sekarang duduk di kursi pemimpin.


"Young, aku tidak menyangka Pedang Cahaya Buddha berada di tangan muridmu, " ucap Yong Shen.


"Izin menjawab. Pedang Cahaya Buddha jatuh ke Perguruan Puncak Ilahi Duniawi ketika perang dahulu. Pedang Cahaya Buddha terbelah menjadi dua dan tuan ini simpan dan berikan kepada dua murid terbaik Perguruan Puncak Ilahi, " jawab Yi Young.


Yong Shen mengamati Zheng He dengan seksama yang kemudian tertawa keras seakan senang akan hal yang terjadi.


"Namamu He? " tanya Yong Shen.

__ADS_1


"Benar Pemimpin, " jawab Zheng He.


"Kekuatanmu layak sebagai pemilik Pedang Cahaya Buddha dan bersanding dengan 5 pelindung utama aliansi perguruan kuno Yuxian yang aku pimpin, " ucap Yong Shen.


"Pemimpin terlalu memuji. Namun pedang Cahaya Kebajikan harus kembali pada seseorang, " jawab Zheng He.


"Siapa? "tanya Yong Shen.


" Lin Huang, "balas Zheng He.


"Murid yang masuk ke dalam puncak Ilahi Duniawi dengan pengorbanan gurunya sendiri untuk membuka portal, dan orang yang dimaksud He adalah orang yang tengah dicari Kaisar Naga Chun Hai, " jawab Yi Young.


"Alam surga memperhatikan murid fana? " ucap Yong Shen.


"Benar, karena Kaisar Naga Zhang Jun bersemayam di tubuhnya, " jawab Yi Young.


Yong Shen terdiam begitupula dengan Zheng He. Kaisar Naga legendaris bersemayam pada tubuh seorang remaja makhluk fana.


"Jangan kau pecah kembali Pedang Cahaya Buddha, aku akan memberikannya sesuatu. Suruh dia melaksanakan misi dan jangan kembali untuk beberapa saat. Kekuatanku belum pulih sepenuhnya dan dengan di alam fana, para petinggi surga ataupun pihak lain yang memiliki latar belakang kuat tidak akan bisa dengan leluasa turun karena adanya hukum semesta, "ucap Yong Shen menjelaskan keputusannya.


Yong Shen memunculkan pedang yang memiliki kekuatan ilahi hanya dengan lambaian tangan. Terdapat ukiran kuno pada pedang tersebut yang ditulis langsung oleh Yong Shen sendiri.


Pedang Penghukum Iblis melayang-layang di udara yang tak lama kemudian melesat keluar menembus langit menuju ke tempat Lin Huang berada. Lin Huang melihat ke langit terdapat benda berkecepatan tinggi tengah menuju dirinya.


Sebuah pedang beraura suci melayang-layang disekitarnya. Ukiran kuno pada pedang memiliki arti nama pedang itu sendiri.


"Penghukum Iblis, " ucap Lin Huang.


Lin Huang mengangat pedang tersebut ke udara membalikan pedang membuat hempasan angin beraura suci keluar dari dalam pedang.


"Lin Huang... " panggil seseorang.


"Aku Pemimpin Sekte memberitahukanmu bahwa kau harus melaksanakan misi di alam fana mencari retuntuhan kuil Naga berada"


"Murid melaksanakan perintah, " jawab Lin Huang.

__ADS_1


Sebuah peta turun dari langit yang merupakan pemberian dari Yong Shen. Lin Huang segera membaca peta tersebut.


"Terletak di puncak gunung Renjian dan di apit oleh empat gunung suci alam fana, " ucap Lin Huang.


Menggulung peta tersebut dan menyimpannya. Lin Huang melanjutkan perjalanannya menuju gunung mitos Renjian mencari reruntuhan kuil Naga. Jendral An Ning membawa Zhuo Qian kembali ke rumah dan melaporkan apa yang terjadi di desa Shiluo.


"Lapor Yang Mulia, " ucap Jendral An Ning.


"Katakan, " ucap Kaisar Wu.


"Desa Shiluo diselimuti energi iblis yang menyebabkan semua binatang buas terpengaruh termasuk para pendekar. Kemunculan Pedang Tunggal sebagai tanda desa Shiluo telah disucikan kembali, " jawab Jendral An Ning.


"Kong Wei? " gumam Kaisar Wu.


"Laporanmu aku terima," ucap Kaisar Wu.


Jendral An Ning undur diri setelah melaporkan kepada Kaisar Wu. Zhuo Qian telah menunggu dirumahnya menunggu kepulangannya. Rumah pemberian Kaisar Wu dengan arsitektur megah dengan puluhan pelayan yang siap bersedia menerima perintah Jendral An Ning.


Pengangkatan Jendral An Ning bukan tanpa sebab, bakatnya mengejutkan seluruh kamp militer. Kaisar Wu mengangkatnya menjadi Jendral guna mendapat kepercayaan penuh publik ataupun pejabat istana dan menjaga martabatnya.


"Ayah pulang, " ucap Zhuo Qian.


Jendral An Ning memasuku kamar yang disambut oleh Zhuo Qian yang tengah dilayani seoranh pelayan. Pelayan undur diri ketika majikannya datang.


"Ya, ayah pulang, " jawab Jendral An Ning.


Zhuo Qian senang hatinya nyaman berada di pelukan Jendral An Ning. Merasakan kasih sayang seorang ayah kembali dan perasaan dilindungi membuat hatinya menghangat.


"Ayah sedikit sibuk, jadi maaf bila tidak bisa menemanimu bermain, " ucap Jendral An Ning.


Zhuo Qian menggelengkan kepalanya tidak masalah akan kesibukan Jendral An Ning karena dia tahu menjadi seorang Jendral sangat sibuk. Jendral An Ning memanggil pelayan untuk menjaga Zhuo Qian.


"Jaga dia untukku!" perintah Jendral An Ning.


"Budak ini menerima perintah, " jawab pelayan.

__ADS_1


Jendral An Ning meninggalkan ruangan ada yang harus ia lakukan.


"Aku bertemu dengan mereka dan aku merasakan perasaan yang sama yaitu aura naga yang samar-samar keluar. Aku harus mencari tahu, " ucap Jendral An Ning.


__ADS_2