Immortality Flower

Immortality Flower
Wujud Putri Iblis Neraka


__ADS_3

"Nona, " panggil Chen Lie.


Pelayan muda tersebut terkejut ketika tangan menyentuh bahunya.


"Ada yang bisa saya bantu? " tanya pelayan.


"Aku membutuhkan bantuanmu, " ucap Xia Cheng.


Mereka membawa pelayan muda tersebut ke tempat sepi hingga hati sang pelayan merasa was-was.


"Apa yang ingin kalian berdua lakukan! " marahnya.


"Jangan takut, kami tak akan melakukan apapun hanya ingin nona melakukam sesuatu, " ucap Chen Lie.


"Apa yang ingin kalian lakukan dengan bantuanku? " tanya sang pelayan.


"Ingin kau mengantarkan surat untuk Yang Mulia Permaisuri, " jawab Chen Lie.


"Apa! Kalian siapa? Aku pelayan pribadi Yang Mulia Permaisuri, " balas sang pelayan.


"Kau Ping Yin! " ucal Chen Lie.


"Kalian utusan Tuan Besar? " tanya Ping Yin.


"Benar, " balas Chen Lie.


Mereka berbincang tentang misi pertama dengan memberitahukan Permaisuri bahwa Chen Lie dan Xia Cheng sudah datang di ibukota.


"Kalian tinggal dimana? " tanya Ping Yin.


"Tak usah kau pikirkan. Lakukan tugasmu secepatnya, " balas Xia Cheng.


"Baik, " jawab Ping Yin.


Ping Yin kembali ke istana dengan membawa kebutuhan dapur istana Permaisuri. Gerbang belakang istana khusus pelayan terbuka ketika Ping Yin kembali. Penjaga gerbang sangat hafal akan wajah Ping Yin yang merupakan pelayan pribadi Permaisuri.


Ping Yin memberikan belanjaannya kepada koki istana Permaisuri mengambil sesuatu yang kemudian ia taruh di dalam lengan bajunya. Berjalan ke arah kediaman Permaisuri menaiki tangga namun dicegah oleh penjaga kediaman.


"Apa salahku? " tanya Ping Yin.

__ADS_1


"Permaisuri menginstruksikan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh memasuki kediamannya beberapa saat ini, " ucap penjaga.


"Yasudah, aku kembali terlebih dahulu, " balas Ping Yin berbalik arah.


"Tunggu! " ucap penjaga.


"Ada apa? " tanya Ping Yin.


"Mungkin kau bisa menemui kasim Lei bila ada yang ingin kau sampaikan kepada Yang Mulia Permaisuri. Sebab Yang Mulia Permaisuri menginstruksikan kegiatan di lingkup istana di tangani sementara oleh kasim Lei, " jawab penjaga.


"Aku mengerti, " balas Ping Yin.


Ping Yin meninggalkan istana Permaisuri menuju kediaman kasim Lei. Saat ia akan membuka pintu, kasim Lei membukanya.


"Pelayan Yin, ada yang bisa aku bantu? " tanya kasim Lei.


Pakaian kasim yang dikenakan Lei He sangat cocok dengan tubuhnya hingga Ping Yin memuji di dalam hatinya. Sejenak Ping Yin merasa ragu di dalam hatinya mengenai surat penting yang ditujukan kepada Permaisuri.


"Aku mendengar penjaga kediaman Yang Mulia Permaisuri melarang siapapun untuk bertemu dengan Yang Mulia Permaisuri. Kegiatan istana Permaisuri dipindahkan kepadamu sementara, aku ingin membantu meringankan bebanmu, " ucap Ping Yin.


"Tak perlu begitu, tugasku adalah melayani Yang Mulia Permaisuri, " ucap Lei He.


"Aneh, " balas Lei He yang kemudian pergi menuju istana utama.


Ruangan dalam kediaman Permaisuri tampak sunyi dengan pemiliknya yang tengah bermeditasi. Hawa iblis dari jarak puluhan meter tersedot ke dalam tubuhnya. Kultivasi iblis yang menyerap energi negatif dari alam semesta akan berdampak buruk bagi yang menjalankannya.


Formasi aneh tercipta di bawah Permaisuri yang berguna menghisap energi langit dan bumi yang kemudian merubahnya menjadi energi neraka. Tubuh Permaisuri perlahan berubah dengan tanduk hitam di kepalanya serta otot-ototnya yang mulai berwarna hitam. Kelopak mata tertutup muncul di antara kedua matanya. Permaisuri berada dalam mode putri iblis tahap awal.


Energi hitam keluar dari dalam tubuhnya memblokir segala akses penglihatan serta mencegah keluarnya energi hitam tersebut. Kumpulan asap yang muncul membentuk tangan berkuku panjang mencengkeram kepala Permaisuri.


"Wadahku adalah keturunanku, surga aku tentang dan bumi aku guncang. Restuku ada di setiap iblis yang lahir"


Permaisuri seakan dirasuki oleh iblis dengan kepala terangkat ke atas meraung-raung. Gumpalan energi hitam yang ada pada jiwanya menstimulasi tubuh Permaisuri untuk menyerap lebih banyak energi negatif alam semesta.


Asap hitam yang ada di luar perlahan membentuk jiwa seseorang. Permaisuri memiliki kesadarannya sendiri.


"Murid memberi hormat kepada guru, " ucap Permaisuri bersujud.


"Bagunlah muridku"

__ADS_1


"Kekuatan iblismu telah meningkat pesat. Semenjak Raja Mo Zui memberikan benih kekuatannya kepadamu, jalan seribu kematian kultivasi iblis neraka telah terbuka. Kau memilikiku sebagai fondasi dalam berkultivasi dan wujud jiwaku telah kembali walaupun belum sempurna"


"Ajaran guru, selalu murid ingat dihati, " balas Permaisuri.


"Apakah murid boleh bertanya sesuatu? " tanya Permaisuri.


"Hmmm"


"Tubuhku seperti berbeda dari sebelumnya, seperti telah terisi oleh sesuatu, " ucap Permaisuri.


"Kau memiliki benih Raja Mo Zui yang berarti kau sama saja memiliki darah Raja Neraka dan aku yang ada di dalam jiwamu menbangkitkan kekuatan baru. Formasi pembalik energi langit dan bumi yang aku ciptakan menstimulasi benih dan jiwaku secara bersamaan dengan jiwamu yang terisi oleh kekuatan yang berasal dari Neraka menjadikanmu sebagai putri iblis neraka"


"Murid beryusukur memiliki guru seperti anda, " ucap Permaisuri.


"Bila membangkitkan jiwaku secara utuh aku takutkan tak akan cukup waktu bila menunggu kau membunuhnya. Aku memiliki cara lain dan memerlukan bantuanmu"


"Muris bersalah. Murid akan melaksanakan tugas dari guru, " jawab Permaisuri.


"Kumpulkan jiwa-jiwa dendam dan padatkan jiwa mereka. Gunakan tulangnya untuk membentuk sebuah tungku. Jiwa yang telah kau padatkan akan menjadi api dari tungku tersebut dan kau laksanakan ritual tersebut tepat saat bulan purnama secepat kau bisa. Gunakan darah gadis muda kau letakkan di dalam tungku biarkan ia mendidih oleh api dendam"


"Murid akan melaksakan sesuai dengan perintah guru. Apakah guru ingin memanggil sesuatu? " tanya Permaisuri.


"Ya. Ketika Raja Mo Zui muncul, maka seharusnya Raja Neraka berikutnya muncul. Raja Mo Fuchou sang pemilik api dendam. Api hawa nafsu telah kau miliki, berikutnya adalah api dendam. Hanya Raja Mo Fuchou yang memilikinya"


"Baik. Murid akan melaksanakan tugas dari guru secepatnya, " jawab Permaisuri.


Asap hitam tersebut menghilang kembali ke dalam tubuh Permaisuri. Wujud Permaisuri kembali seperti sebelumnya.


"Aku harus mencapai kekuatan mutlak secepatnya. Hal yang aku inginkan adalah hancurnya Raja Jin!" ucap Permaisuri mengepalkan tangannya.


Pintu kediaman terbuka dengan Permaisuri berada di ambang pintu. Penjaga menundukkan kepalanya memberi salam hormat. Berita mengenai kediaman Permaisuri telah terbuka kembali terdengar di seluruh istana Permaisuri. Ping Yin segera datang melapor.


"Yang Mulia, utusan dari Tuan Besar telah berada di ibukota. Mereka memberikan surat ini, " ucap Ping Yin memberikan surat tersebut kepada Permaisuri.


Permaisuri membuka surat tersebut. "Yang Mulia, hamba Xia Cheng dan Chen Lie telah sampai di ibukota sesuai dengan tugas Tuan Besar. Mohon Yang Mulia memberi kami waktu membuka jalan bagi yang lain untuk segera datang kemari"


"Kau boleh pergi, " ucap Permaisuri.


Ping Yin pergi meninggalkan Permaisuri sesuai perintah. Surat yang ada kemudian dibakar sendiri oleh Permaisuri.

__ADS_1


"Aku menunggu waktu dimana semua orang menjilat dibawah kakiku sendiri, " ucap Permaisuri.


__ADS_2