
"Terima kasih guru, murid akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, " ucap Jendral An Ning.
Jendral An Ning melihat Guru Liu Ni yang selalu mengulang kembali permainan caturnya ketika seorang Raja telah di kepung berbagai musuh.
"Apakah guru tidak bosan mengulang lagi dan lagi? " tanya Jendral An Ning.
"Tidan akan pernah sebelum hal nyata terjadi, " jawab Guru Liu Ni.
Jendral An Ning tidak mengerti maksud dari Guru Liu Ni yang membuatnya diam menonton permainan catur gurunya.
"Kapan rapat besar terjadi? " tanya Guru Liu Ni.
"Tidak dalam waktu dekat, " jawab Jendral An Ning.
"Kau bisa kembali, " ucap Guru Liu Ni.
"Murid ingin memberitahu guru sesuatu, " ucap Jendral An Ning.
"Apa? " tanya Guru Liu Ni.
"Murid mengadopsi anak terlantar korban dari kekacauan Desa Shiluo, hanya dia yang selamat, "jawab Jendral An Ning.
" Kapan kau umumkan bahwa kau mengadopsi anak? "tanya Guru Liu Ni.
"Menunggu waktu yang tepat, " jawab Jendral An Ning.
Jendral An Ning berpamitan dengan Guru Liu Ni untuk kembali ke kediamannya. Perjalanan Lou Shi menuju wilayah terkutuk menemui berbagai hal yang mengejutkan. Berperan sebagai pendekar penolong hingga mendapat julukan sebagai pendekar utusan dewa.
Lou Shi telah sampai di wilayah yang cukup dekat dengan wilayah terkutuk yang merupakan wilayah dari pengikut Raja Jin. Lou Shi diberhentikan oleh penjaga gerbang untuk diperiksa hingga ia diperbolehkan untuk masuk. Kota Chengyue salah satu dari tiga kota yang masih di pegang oleh pengikut Raja Jin.
"Apakah terjadi gejolak sesuatu di istana? " guman Lou Shi melihat benteng yang dijaga ketat serta para warga yang memiliki bakat kultivasi berkeliaran ataupun bersikap waspada terhadap orang baru.
Lou Shi menepi ketika melihat warung warga yang tengah ramai. Memesan makanan sembari mendengar percakapan.
__ADS_1
"Kaisar Wu ingin menaklukkan tiga kota yang tersisa, para kultivator kita tak banyak di kota Chengyue aku takut Kaisar Wu mengirimkan pasukan lebih, " ucap salah satu warga.
"Kaisar memobilisasi hati masyarakat untuk mendukungnya dalam menundukkan kita, " ucap warga menimpali.
Lou Shi mendegar percakapan tersebut menduga bahwa pemerintahan tengah menargetkan pengikut Raja Jin. Kaisar Wu tak akan berani bertindak sembrono sebab janjinya kepada Raja Jin bahwa tidak boleh menyentuh ataupun menyakiti pengikutnya.
"Apa yang dikatakan mereka benar adanya, memobilisasi hati masyarakat akan menghapuskan ingatan mereka tentang janji yang Kaisar Wu berikan kepada Raja Jin, " batin Lou Shi.
Lou Shi melanjutkan perjalanan mencari sebuah penginapan untuk beristirahat nyenyak di malam hari. Seorang pendekar menempelkan poster di papan pengumuman kota, para warga berkumpul hingga menarik perhatian Lou Shi.
"Lihatlah, kesempatan langka buat anakku"
"Aku juga ingin melihatnya, menyingkirlah"
Lou Shi menerobos kumpulan warga melihat poster yang ditempelkan di papan pengumuman. Pemberitahuan mengenai perekrutan pendekar berbakat untuk menjadi bagian dari pasukan pelindung kota Chengyue dengan hadiah satu peti emas, lima buah butir pil Yuhe dan menerima hadiah rahasia bagi yang terpilih oleh pemimpin.
"Menarik, sepertinya tak salah aku kemari, " ucap Lou Shi.
Lou Shi berada di penginapan mengistirahatkan tubuhnya. Cahaya bulan masuk ke dalam ruangan melalui jendela hingga menerangi seluruh ruangan. Suara gendang di pukul beserta gemerincing lonceng membangunkan Lou Shi. Tengah malam di bawah sinar rembulan suara-suara tersebut terdengar jelas.
Seluruh warga kota berkumpul di alun-alun sembari memukul gendang disertai gemerincing lonceng sang penari. Delapan gadis perawan berpakaian putih bersih menari di bawah sinar rembulan. Lou Shi melihat kejadian tersebut dari atap mengira bahwa tradisi dari kota Chengyue.
Seorang gadis turun dari langit, wajahnya putih bersih denhan rambut tergerai indah. Lou Shi terpesona akan keindahan tersebut. Gadis yang baru saja turun dari langit merupakan gadis terakhir yang menggenapi sembilan gadis perawan.
Lou Shi terjun dari atap berbaur dengan warga sekitar. Lou Shi bertanya kepada salah satu warga mengenai tradisi tersebut.
"Tuan dari luar? " tanyanya kepada Lou Shi.
"Ya, aku berasal dari luar, " jawab Lou Shi.
"Tradisi berkah Dewi Bulan merupakan tradisi rutin ketika pertengahan tahun. Tradisi yang diikuti oleh tiga kota terdekat dengan syarat sembilan gadis perawan yang dapat berpartisipasi dalam tarian Dewi Bulan"
"Apakah ada latar belakang mengenai tradisi ini? " tanya Lou Shi.
__ADS_1
"Kami menganggap Putri Yang Mulia Raja Jin adalah perwujudan Dewi Bulan. Ketika kelahirannya, Bulan bersinar terang dan rusa malam berdiri di atas puncak gunung menghilangkan mimpi buruk bagi semua orang"
"Jadi tradisi ini diwujudkan untuk ibuku? " batin Lou Shi.
"Dewi Yueli akan memberkahi kami dalam menjaga dan mengabdi kepada Yang Mulia Raja Jin"
Taria-tarian yang dimaksudkan kepada Dewi Bulan terus berlangsung. Tarian indah yang diusung dengan tema sempurna membuat siapapun terpesona. Sinar rembulan menyinari ke sembilan gadis perawan yang menandakan Dewi Bulan memberkahi mereka.
Sorak-sorak gembira terdengar hingga lantunan puisi yang meyanjung Dewi Bulan terdengar dimana-mana.
"Besok adalah hari perekrutan pendekar pelindung, semoga Dewi Bulan merestui"
Lou Shi semakin terheran akan budaya dari kota Chengyue. Dewi Bulan dijunjung tinggi di tiga kota pengikut Raja Jin.
"Aku semakin penasaran dibalik jatuhnya kerajaan Raja Jin, " gumam Lou Shi.
Semua orang riang gembira dengan bersenda gurau di bawah sinar rembulan. Lou Shi yang merasa tubuhnya lelah kembali ke penginapan meninggalkan alun-alun kota.
"Ayo! Ayo! Ayo! "
Lou Shi segera ke alun-alun kota ketika pagi hari melaksanakan pendaftaran gratis. Kursi berjejer rapi di isi oleh peserta yang mencoba peruntungan.
"Kali ini kuota hanya berjumlah kurang lebih 100 orang, tentu persaingan akan semakin ketat, " ucap salah satu peserta di samping Lou Shi.
Acara diawali dengan pidato dari berbagai pihak terkait termasuk penguasa kota Chun Gi. Pemandu acara memberitahukan bahwa tes masuk sebagai pasukan pelindung diawali dengan tes kelayakan menggunakan cermin misterius.
Cermin misterius akan membuat visual bayangan sesuai dengan tingkat kekuatan yang sudah di tetapkan. Para peserta mulai dipanggil satu per satu. Visual bayangan yang dibuat oleh cermin misterius beragam hingga waktunya Lou Shi tiba.
Cermin misterius menciptakan visual dari Lou Shi yang berbeda dengan lainnya. Visual tubuh yang diselimuti api emas beserta tanda di keningnya. Pengumuman telah dilakukan setelah dewan juri melaksanakan rapat keputusan. Lou Shi termasuk dari peserta yang lolos menuju babak selanjutnya.
Babak kedua berjumlah 200 orang dengan penilaian selanjutnya adalah pemahaman akan delapan jalan kultivasi. Masing-masing peserta akan di beri soal oleh bola pengetahuan tentang jalan kultivasi yang ditempuh masing-masing peserta.
"Gong Wei!" panggil pemandu acara.
__ADS_1
Gong Wei naik ke atas panggung kemudian bola pengetahuan menghampirinya. Tangannya menyentuh bola pengetahuan yang tak lama kemudian di dalam pikirannya muncul beberapa pertanyaan mengenai kultivasi hati.