
Pedang Lanjie perlahan berubah menjadi pedang penghukum iblis. Kedua pedang berbenturan saling mendorong. Xiao Fenghu menggunakan kekuatan jiwanya berniat menyerang jiwa Lin Huang.
"Jiwamu cukup kuat, tapi sayangnya kau bertemu denganku, " ucap Lin Huang.
Lin Huang menghempaskan kekuatan jiwanya menyerang jiwa Xiao Fenghu secara vital. Gerakan pedang Xiao Fenghu tak seapik di awal-awal. Lin Huang menggunakan berbagai ketrampilan pedang sekte pedang surgawi melawan Xiao Fenghu.
Ketrampilan pedang yang mumpuni serta ketenangan dalam bertarung membuat siapapun akan iri dengan prestasinya. Bai Yanglan. Sosok dikagumi dari sekte pedang surgawi yang memiliki julukan pendekar pedang putih dari selatan. Lin Huang menebas yang kemudian diikuti ribuan pedang yang melakukan gerakan sama.
"Teknik perlindungan pedang! " ucap Xiao Fenghu.
Pedang Xiao Fenghu berputar membuat perlindungan dari tebasan pedang Lin Huang. Ribuan pedang yang terus menghantam membuat perlindungan tak bisa bertahan lama. Xiao Fenghu terjatuh ke tanah ketika jiwa dan fisiknya terluka parah.
"Xiao Qian, aku peringatkan sekali lagi bahwa kau jangan bertindak sembarangan untuk menjebakku, " ucap Bai Yanglan melesat pergi dari kediaman Xiao.
Keluarga Xiao menderita kerugian yang cukup banyak. Patriak Xiao Fenghu dibawa oleh pelayan ke ruang perawatan. Xiao Qian marah hingga menggebrak lengan kursi dan memaki semua orang.
"Bodoh!!! " marah Xiao Qian.
Lin Huang terbang di udara tanpa arah tujuan yang jelas. Ia melihat-lihat pemandangan dibawahnya yang indah.
"Apakah aku bisa mengumpulkan kembali lembaran-lembaran dari resep pil Kaisar Obat? " ucap Bai Yanglan bermonolog.
Lin Huang mengarah ke perpustakaan besar sekte. Penjaga perpustakaan menyambut kedatangan Lin Huang. Perpustakaan besar menyimpan segala buku jurus, ilmu pengetahuan pedang hingga ilmu pengobatan.
"Apa aku memiliki batas waktu? " tanya Bai Yanglan.
"Tuan Muda adalah pewaris sekte, tidak perlu batas waktu untuk anda, " jawab penjaga perpustakaan.
Lin Huang menganggukkan kepalanya. Ia berjalan melihat berbagai buku yang berjejer rapi di rak. Teknik pedang kuat ataupun ilmu pengobatan yang sulit dipelajari tersedia di sana. Lin Huang berjalan-jalan mencoba mencari bacaan yang menarik.
"Buku pedang lima langkah? " tanya Bai Yanglan.
__ADS_1
Lin Huang membuka buku tersebut membaca isi dari keseluruhan buku.
"Membunuh dengan gerakan lima langkah. Berpusat pada kecepatan dan ketajaman pedang? Menarik!" ucap Bai Yanglan.
Lin Huang menyalin teknik tersebut dan menyimpannya. Ia kemudian berjalan-jalan lagi mencari sesuatu yang menarik baginya.
"Buku resep pil angit, " ucap Bai Yanglan membaca judul dari buku tersebut.
Lin Huang membuka lembaran demi lembaran namun menurutnya buku yang baru saja ia dapatkan hanyalah sebagian kecil dari resep pil sesungguhnya.
"Bagaimana cara agar aku bisa mengumpulkan kembali lembaran resep pil Kaisar Obat? " tanya Bai Yanglan.
Lin Huang hendak mengembalikan buku tersebut namun cincin berkilau mengenai matanya. Lin Huang melihat ke dalam cincin tersebut menemukan bahan-bahan berkualitas tinggi beserta sebauh tungku.
"Aku menemukan harta, " ucap Bai Yanglan senang.
Sebuah cahaya melesat ke dalam kepala Lin Huang hingga bayangan kejadian terlihat di dalam benaknya. Bayangan sebuah perguruan besar dengan kebun obat melimpah ruah terlihat di dalam gambaran tersebut. Beberapa pria muda berpakaian putih bersih dengan lambang sesuatu berdiri sejajar. Beberapa pria paruh baya mengenakan hal yang sama dengan pria muda lainnya hingga seseorang yang berdiri di tengah-tengah mereka memiliki wajah buram dengan memegang sebuah lambang dari batu giok.
"Dimana aku bisa mendapatkan buku sejarah kuno masa lalu? " tanya Bai Yanglan.
"Tuan Muda bisa ikuti saya, " balas penjaga perpustakaan.
Penjaga perpustakaan membawa Lin Huang menuju ke sebuah rak. Salah satu buku ia tarik yang kemudian lorong tangga bawah tanah terbuka. Mereka memasuki lorong tangga tersebut hingga sebuah ruangan yang penuh akan rak buku kuno berjejer rapi.
"Buku yang diinginkan Tuan Muda berada di sini, " ucap penjaga perpustakaan meninggalkan Bai Yanglan.
Lin Huang mengamati tempat tersebut yang rapi dan terawat bersih. Buku-buku kuno berjejer yang berisi sejarah surga. Lin Huang mengambil sebuah buku dari rak tersebut.
"Perguruan ilahi lembah obat, " ucap Bai Yanglan membaca judul buku.
Lin Huang membaca buku tersebut dibawah lentera api yang menyala meneranginya. Halaman demi halaman ia buka dan baca. Perguruan ilahi lembah obat diceritakan secara lengkap dalam buku tersebut. Perguruan kuno yang hancur secara misterius. Reruntuhannya tak diketahui hanya tercatat berada di dalam air. Pemimpin dari perguran ilahi lembah obat bermarga Yao yang konon mampu menciptakan pil berkualitas suci yang terkenal diseluruh penjuru surga.
__ADS_1
Kaisar Langit terkesan dengan bakat pemimpin perguruan tersebut yang bernama Yao Ping hingga memberinya gelar Kaisar Obat. Namanya terkenal diseluruh penjuru dan menjadi idola bagi para alkemia muda maupun tua. Perguruan ilahi lembah obat menjadi nomer satu setelah Yao Ping mangkat menjadi Dewa.
Sebelum ia mangkat menjadi Dewa, seluruh ilmu yang dia pelajari dibukukan yang dikenal sebagai buku 1001 penyembuhan Kaisar Obat. Perguruan ilahi lembah obat kehilangan pemimpinnya. Suatu ketika bencana yang tidak disebutkan muncul hingga perguruan hancur. Orang-orang melihat lembaran cahaya melesat ke berbagai arah penjuru langit yang mereka percayai sebagai lembaran dari bagian buku milik Kaisar Obat.
Yao Ping. Salah satu jajaran dari orang-orang jenius surga yang diakui secara resmi oleh pemerintahan surga yang dipimpin oleh Kaisar Langit sendiri. Daftar dari jenius surga akan tercatat abadi dalam buku jenius surgawi.
Lin Huang menutup buku tersebut merenung kemudian memikirkan sesuatu.
"Aku bisa mencoba peruntunganku, " ucap Bai Yanglan.
Kultivasi tertutup Bai Yifeng membuat gejolak dalam keluarga Xiao. Mereka ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memberontak. Xiao Ling berhadapan dengan ayahnya di ruang keluarga.
"Kau harus membunuh Bai Yanglan, " ucap Xiao Qian.
"Tapi ayah! " ucap Xiao Ling menolak.
"Tidak ada tapi-tapian, kau harus melaksanakannya. Bai Yanglan adalah batu penghalang terbesar keluarga Xiao,"ucap Xiao Qian mengibaskan jubahnya pergi meninggalkan Xiao Ling.
Perasaan Xiao Ling tak karuan. Ia bimbang dan ragu. Xiao Ling menghembuskan nafas panjangnya sebelum berjalan keluar dari ruang keluarga.
Lin Huang berjalan ke ruang kultivasti tertutup ayahnya Bai Yifeng. Terdapat dinding-dinding batu yang memiliki aksara kuno yang tak mudah dipahami oleh seseorang. Bai Yifeng tengah fokus berkultivasi memahami jalan keabadian yang panjang.
Satu tahun sudah Bai Yifeng berkultivasi tertutup dan satu tahun pula Xiao Ling mencoba membunuh Bai Yanglan. Berbagai kejadian percobaan pembunuhan Bai Yanglan diketahui oleh para tetua dan anggota penting klan Bai. Mereka mengambil tindakan melakukan penyelidikan dan diam-diam mengawasi segala tindakan keluarga Xiao.
Lin Huang berjalan melihat dinding-dinding batu tersebut yang mencatat ajaran kuno. Jalan kultivasi pedang yang merupakan peninggalan leluhur sekte. Pemahaman pedang yang telah mencapai tingkat tertinggi mereka tuangkan agar para generasi selanjutnya dapat mempelajarinya.
"Apakah teknik ini merupakan asal muasal dari teknik pedang lima langkah? " tanya Bai Yanglan.
Langit tiba-tina bergemuruh. Aura surga berkumpul memadat. Lin Huang menoleh ke arah Bai Yifeng.
"Dia akan menerobos! " ucap Bai Yanglan
__ADS_1