Immortality Flower

Immortality Flower
Ketulusan atau Rayuan


__ADS_3

Para bangsawan kembali ke kediaman masing-masing. Pesta pernikahan Kaisar Wu Jing yang diadakan tujuh hari tujuh malam menjadi hari libur nasional. Para bangsawan yang menghadiri malam pesta pernikahan hari pertama akan memanfaatkan hari-hari berikutnya untuk berkumpul bersama dengan keluarga sebelum hari ke tujuh. Raja Jin kembali ke istananya setelah berpamitan dengan putrinya Jin Yu Mei. Kediaman Lou tampak tenang di tengah ramainya suasana ibukota


"Kaisar menganugerahkan jabatan Mentri kepadaku. Kedudukanku di pemerintahan belum sepenuhnya aman. Aku harap kau membantuku disaat aku kesulitan, " ucap Mentri Lou.


Mentri Lou bersama dengan Jin Yu Mei tengah duduk di gazebo tepi kolam. Kaki cerah Jin Yu Mei sesekali menyapu air kolam.


"Bagaimana mungkin aku melihat suamiku kesusahan. Tenang saja, ayah pasti akan membantu pengokohan kedudukanmu di pemerintahan, " balas Jin Yu Mei.


"Kediaman Lou menurun beberapa dekade sebelumnya. Langkah ini akan menjadi perubahan besar di masa yang mendatang, "ucap Mentri Lou.


Kupu-kupu terbang melintasi Jin Yu Mei yang disambut senyuman ketika salah satu dari mereka menempel di tangannya. Mentri Lou seakan mabuk akan senyuman Jin Yu Mei hingga hatinya penuh akan bunga.


" Apakah kau ingin mendengarkan alunan musikku? "tanya Mentri Lou.


" Ya. Aku ingin mendengarkan bagaimana suamiku memainkan alat musiknya, "balas Jin Yu Mei.


Petikan senar terdengar merdu. Alunan musik guqin menentramkan jiwa. Burung-burung berkicau bernyanyi bersama dengan iringan lagu. Jin Yu Mei melantunkan lagu indah yang hanya di dengar oleh Mentri Lou sendiri. Mereka berdua larut dalam lagu dan instrumen musik.


"Lagu apa yang kau nyanyikan? "tanya Mentri Lou.


"Bulan kesepian, "jawab Jin Yu Mei.


Mentri Lou tahu bahwa istrinya menyukai bulan dan malam. Seorang pelayan menghampiri mereka.


" Melapor Tuan. Kasim istana datang kemari,"ucap pelayan.


Mentri Lou buru-buru menghampiri kasim istana tersebut. Kereta kuda berjejer rapi di halaman kediaman Lou. Bawahan dari Kasim Cang datang membawa pesan.


"Kaisar memberikan hadiah kepada Lou Yun Yi atas keberhasilannya menjadi seorang Mentri termuda di kalangannya. Sutra terbaik, emas perhiasan hingga koin emas akan diberikan kepada kediaman Lou, " ucap bawahan Kasim Cang


"Kediaman Lou menerima berkah dari Yang Mulia Kaisar, " ucap Mentri Lou.


Bawahan Kasim Cang kembali ke istana setelah melaksanakan tugasnya. Mentri Lou segera menyuruh pelayan memberitahukan kepada istrinya untuk segera datang ke mari.


"Nyonya, anda diminta untuk datang ke halaman oleh Tuan, " ucap pelayan.


Jin Yu Mei mengikuti pelayan tersebut untuk datang ke halaman. Mentri Lou sangat senang melihat kedatangan istrinya hingga buru-buru menghampirinya.


"Mengapa kau begitu senang? " tanya Jin Yu Mei.


"Kaisar memberikan hadiah yang mewah. Lihatlah, " jawab Mentri Lou.


Jin Yu Mei melihat beberapa peti terbuka yang berisi puluhan sutra terbaik serta beberapa set perhiasan mewah.

__ADS_1


"Kaisar pasti memandang keluarga Lou, " ucap Mentri Lou.


Mentri Lou memerintahkan pelayan mencari penjahit terbaik untuk membuat pakaian mewah untuk istrinya. Jin Yu Mei kembali ke kediamannya menunggu penjahit tersebut datang.


Pelayan memberitahu bahwa penjahit terbaik telah datang. Hari libur seluruh orang namun tidak bagi penjahit tersebut.


"Hamba ini akan memastikan bahwa sebelum acara puncak, pakaian anda sudah jadi, " ucap penjahit.


"Aku memilih sutra emas merah yang akan aku gunakan saat malam puncak perjamuan, " ucap Jin Yu Mei.


"Hamba ini mengerti"


Penjahit buru-buru meninggalkan kediaman Lou melaksanakan tugasnya menjahit pakaian untuk Nyonya Lou.


"Lapor! "


"Katakan! "


"Kediaman Lou menerima hadiah dari Kaisar yang diatur oleh Kasim Cang dan diantarkan oleh bawahannya"


"Sepertinya, Kaisar telah lupa daratan, " ucap Raja Jin.


"Hamba siap menerima perintah selanjutnya"


"Awasi Permaisuri Wen Xi Meng, " perintah Raja Jin.


Raja Jin duduk di atas kursi kebesarannya sembari termenung. Putrinya berada di dalam keadaan bimbang tanpa arah.


"Ni Hong! " panggil Raja Jin.


"Menghadap"


"Periksa! Apakah perguruan lembah racun masih berhubungan dengan Wen Xi Meng? "ucap Raja Jin.


" Laksanakan perintah"


Wen Xi Meng tengah berkultivasi di kamarnya ketika Kaisar tidak ada. Aura spiritual hijau hitam menguar menyelimuti tubuhnya. Wen Xi Meng berada di lautan kesadarannya.


"Beri aku kekuatan! " ucap Wen Xi Meng kepada kristal hijau hitam yang ada di hadapannya.


"Aku akan memberimu kekuatan abadi ketika kau berhasil mendapatkan sari pati kehidupan manusia setengah Dewa"


"Kau gila! Apakah aku harus menapaki langit melawan sembilan guntur kemurkaan surga untuk membawa persyaratan yang kau inginkan!" ucap Wen Xi Meng.

__ADS_1


Asap hitam keluar dari kristal hijau tersebut melayang-layang disekitar Wen Xi Meng.


"Aku merasakan manusia setengah Dewa ada di dekatmu. Seorang wanita yang disukai oleh suamimu sendiri"


Wen Xi Meng mengepalkan tangannya ketika tahu bahwa wanita yang dimaksud adalah Jin Yu Mei.


"Wanita perebut suami orang! " marah Wen Xi Meng.


Jiwa Wen Xi Meng mengeluarkan aura dendam besar hingga asap hitam tersebut kian membesar.


"Bangkitkan amarahmu. Bunuh musuhmu!"ucapnya dengan suara menglegar.


Kultivasi Wen Xi Meng perlahan-lahan berubah ketika jiwanya terkontaminasi oleh aura dendam miliknya sendiri. Aura spiritual merah menyelimuti jiwanya mengubah jalan kultivasi menjadi kultivasi iblis merah.


Wen Xi Meng menyeimbangkan aura spiritual baru tersebut yang datang dari segala penjuru terhisap ke dalam tubuhnya. Praktisi iblis yang telah musnah terlahir kembali. Iblis merah berwujud api membara dengan wajah menakutkan terlihat menyatu dengan Wen Xi Meng.


"Yang Mulia Permaisuri! " panggil seseorang.


Wen Xi Meng seketika menghentikan kultivasinya melihat siapa orang yang memanggilnya.


"Penasihat Agung? Ada apa kemari? " tanya Wen Xi Meng.


Penasihat Agung secara tak sengaja melihat api merah keluar dari tubuh Wen Xi Meng sekilas. Menanggap bahwa ia tengah kelelahan, tidak menayakan lebih lanjut.


"Yang Mulia Kaisar meminta anda untuk datang ke ruangannya, "ucap Penasihat Agung.


"Tunjukkan jalannya, "ucap Wen Xi Meng.


Wen Xi Meng berjalan terlebih dahulu. Penasihat Agung merasakan tatapan mata mengarah kepada dirinya.


"Aneh, " batin Penasihat Agung.


Mengikuti Wen Xi Meng sembari menunjukkan ruangan Kaisar. Pintu terbuka dengan kedatangan Permaisuri Wen Xi Meng. Melakukan salam hormat sebelum bertanya kepada Kaisar.


"Apakah anda memanggil saya? " tanya Wen Xi Meng.


"Ya. Aku memanggilmu. Duduklah, " ucap Kaisar.


Wen Xi Meng duduk sesuai dengan perintah Kaisar. Suasana hening. Penasihat Agung tak lagi disamping Kaisar. Sunyi beberapa saat sebelum Kaisar berbicara.


"Apakah kau sudah memikirkan bagaimana membangun kekuatanmu dalam politik? " tanya Kaisar.


Wen Xi Meng terdiam ketika membahas masalah kekuatannya dalam pemerintahan yang lemah. Dirinya teringat akan Jin Yu Mei yang memiliki latar belakang kuat di ibukota ataupun di luarnya. Tangannya mengepal menunjukkan ketidaksukaannya.

__ADS_1


"Aku sudah memikirkannya. Perlu waktu bagiku untuk memperkokoh posisiku, " ucap Wen Xi Meng.


"Jangan sampai mengecewakanku, " balas Kaisar.


__ADS_2