
"Saudara Shi! " panggil An Ning.
Lou Shi yang mendengar seseorang memanggil namanya menoleh mendapati An Ning yang ternyata memanggilnya.
"Bagaimana kau bisa kemari? " tanya Lou Shi.
"Menyamar menjadi bagian pasukan Raja Qiu Di. Aku bukan lagi seorang Jendral, jadi aku bisa bergabung denganmu, " jawab An Ning.
Beberapa hari kemudian komandan dan pemimpin pasukan Raja Qiu Di berkumpul di aula utama mansion Mo. Terdapat pula dua penguasa kota lainnya dan pemimpin pasukan mereka.
"Perang akan dilaksanakan dalam waktu dekat sesuai dengan rencana sebelumnya, kita akan berperang demi junjungan kita, " ucap Mo Shuan Yi.
Semua orang di aula mulai membahas taktik memenangkan pertempuran ini. Berita mengenai perang yang dipercepat sampai ke telinga Lou Shi. Berita tersebut bertepatan dengan datangnya merpati surat dari kediaman Lou bahwa perjanjian sebelumnya dengan Kaisar akan dipercepat tanpa menunggu upacara kedewasanya mengingat keadaan setelahnya akan sangat sibuk.
"Sialan, ketua sekte busuk itu pastu telah mendengar berita ini juga, " ucap Lou Shi.
"Guru, murid sudah menyapu bersih halaman kuil. Apakah murid bisa pergi? " tanya Lin Huang.
"Boleh. Aku ingin bertanya, apakah kau tidak ingin melihat kejadian yang akan menimpa dinasti Wu? " tanya biksu yang merupakan guru Lin Huang.
"Murid memiliki tugas lain yang harus dikerjakan secepatnya, " jawab Lin Huang.
"Kalau itu pilihanmu, aku memberikan sesuatu padamu"
Biksu memberikan kendi yang berisi air kepada Lin Huang dan berpesan untuk tidak membukanya selama perjalanan sebelum ia mencapai tempat tujuan sebenarnya.
"Murid berterima kasih kepada guru, " ucap Lin Huang.
Lin Huang melanjutkan perjalanannya menuju reruntuhan kuil naga. Melewati lembah, gunung hingga menyebrang lautan luas telah dilewati Lin Huang. Kota demi kota kecil ia singgahi, merasakan kelaparan hingga hampir mati oleh monster laut. Berada di sebuah daratan yang hanya terdapat gunung-gunung menjulang di depannya. Semuanya tertutup oleh salju serta kabut tebal.
"Apakah ini daratan suci tersembunyi? Biksu kuil memberikan peta jalan teraman menuju daratan suci tersembunyi, " ucap Lin Huang mengagumi gunung-gunung mitos yang ada di alam manusia.
__ADS_1
Lin Huanh mulai mendaki, udara dingin yang menusuk membuat siapapun tak akan bisa menahannya lama-lama. Hutan-hutan yang tertutup oleh salju tebal membuat tumbuhan tidak ada satupun yang berbuah. Lin Huang telah membunuh banyak monster srigala salju yang mengancam jiwanya. Badai salju tiba-tiba datang membuat Lin Huang terkejut dan tak bisa lari. Melapisi tubuhnya menggunakan aura spiritual guna melindungi dari serangan badai salju.
Seakan dikendalikan, badai salju tersebut menekan kekuatan Lin Huang yang membuatnya terduduk menahan rasa sakit di dadanya. Longsoran gletser datang menggulung tubuhnya. Pandangannya menggelap hingga perlahan-lahan matanya terpejam.
Lin Huang terbangun sembari nafasnya tersengal-sengal berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya. Suara seseorang yang menanyakan kondisinya membuatnya terkejut.
"Kau belum mati, aku menyelamatkanmu ketika sekarat" ucap laki-laki tersebut.
"Sebelumnya terima kasih, kalau boleh tahu siapa namamu? " tanya Lin Huang.
"Kai Hu"
Seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan dan Kai Hu memperkenalkan orang tersebut.
"Beliau adalah pemimpin kami, Tuan Yang Shan, " ucap Kai Hu.
Seseorang lagi-lagi memasuki ruangan dan wajahnya persis dengan Kai Hu.
"Dia saudaraku, " ucap Kai Hu.
Lin Huang berniat memberi hormat namun dicegah oleh Yang Shan.
"Tidak perlu, kau adalah salah satu orang yang ditakdirkan, " ucap Yang Shan.
"Maksud ayah! " ucap Kai Hu bersamaan dengan Fang Jiu.
Yang Shan menunjukkan ramalan bintangnya dan menjelaskan kepada Lin Huang bahwa dirinya datang kemari bukan tanpa sebab.
"Gunung Yuanfang adalah tempatmu sekarang, dan kau berada di klan Xingzu, " ucap Yang Shan.
"Dan anda adalah pemimpinnya, " balas Lin Huang.
__ADS_1
"Jika kau mencari retuntuhan kuil naga, maka kau harus membangunkan garis suci terlebih dahulu, " ucap Yang Shan.
"Maksudnya? " tanya Lin Huang.
"Kau harus membangkitkan energi suci di setiap gunung yaitu gunung Yuanfeng, gunung Baiji, gunung Shishan dan gunung Baiyun. Aura suci keempat gunung tersebut akan keluar dan membentuk garis yang merupakan tempat dimana reruntuhan kuil naga berada. Syaratnya adalah kau harus mempelajari teknik rahasia dari setiap klan dan kunci membangkitkan aura tersebut adalah teknik ramalan bintang kuno, teknik bintang pembuka dunia yang merupakan teknik rahasia klan ku. Akibat dari kau membuka larangan adalah bergeraknya empat perguruan suci masing-masing puncak gunung karena reruntuhan kuil naga adalah harta karun luar biasa idaman mereka, "ucap Yang Shan.
" Apakah klan Xingzu tidak menginginkannya? "tanya Lin Huang.
" Tidak. Kami klan Xingzu, klan Xingshou dan klan Xingchang merupakan penjaga dari empat gunung suci dan juga menjaga reruntuhan kuil naga tersebut. Kamilah sejatinya dewa manusia yang orang-orang luar maksud bukan empat perguruan suci, "jawab Yang Shan.
" Mereka hanyalah manusia serakah yang membunuh dengan melontarkan ucapan keadilan. Kami terdesak hingga hidup di dalam persembunyian. Kejadian saat itu membuat tuan muda menghilang! "ucap Kai Hu dengan nada menahan amarah yang meluap-luap.
" Kejadian apa yang dimaksud? "tanya Lin Huang.
" Dahulu empat perguruan suci menyerang empat klan hingga kami terdesak dan harus hidup di dalam persembunyian, anakku jatuh ke laut dibawah gunung dan menghilang sampai sekarang, "jawab Yang Shan.
Lin Huang mencerna setiap cerita informasi yang dia dapat dan tersadar bahwa dirinya tertipu oleh penampilan dari empat perguruan suci.
" Beristirahatlah dengan tenang, kau tidak akan di ganggu siapapun bahkan alam atas sekalipun, "ucap Yang Shan.
Lin Huang menganggukkan kepalanya dan mulai beristirahat. Yang Shan dan yang lain pergi meninggalkan ruangan.
" Kaisar Naga Zhang Jun berada di dalam tubuhnya, kemungkinan Lin Huang telah dituntun seseorang untuk menjalankan misi ini karena telah mengetahui Kaisar Naga Zhang Jun, "ucap Yang Shan.
" Kenapa ayah begitu yakin bahwa Kaisar Zhang Jun berada di dalam tubuhnya? "tanya Kai Hu.
" Karena bintang-bintang di langit kacau, apalagi takdir alam manusia tidak dapat diprediksi begitupun dengan alam atas. Kebangkitan Kaisar Zhang Jun adalah sebagai penyeimbang tatanan alam atas. Aku merasakan suatu hal yang tidak pernah terjadi akan terjadi nanti di masa depan yang melibatkan tiga alam sekaligus, aku sendiri melihatnya bergetar hebat meskipun tidak semuanya, "jawab Yang Shan.
" Kejadian apa hingga ayah begitu takut? "tanya Fang Jiu.
" Aku tak bisa menjelaskannya sekarang karena menentang takdir. Namun aku dapat memberitahu bahwa kejadian tiga kekuatan alam atas akan ikut campur dan.... Dia akan ikut serta bersama dengan teman seperjuangannya dalam arus takdir besar ini, "jawab Yang Shan.
__ADS_1
" Bukankah Dia yang ayah maksud adalah Lin Huang? Bukankah dia akan mati setelah Kaisar Naga Zhang Jun bangkit? "tanya Kai Hu.
" Aku tidak melihat dia memasiki alam reinkarnasi, tapi aku pun tidak yakin dengan penglihatanku karena semuanya buram dan tidak jelas, "jawab Yang Shan.