
Hawa murni masuk ke dalam tubuh Hui Lan melambatkan penyebaran energi iblis. Jari tangan Lin Huang mengeluarkan api penyucian jiwa.
"Tahan sedikit, " ucap Lin Huang.
Jari Lin Huang menotok punggung Hui Lan menyalurkan hawa suci dari api penyucian jiwa. Aura dari api penyucian jiwa masuk ke dalam lautan kesadaran Hui Lan.
Hui Lan merasakan sakit luar biasa ketika api penyucian jiwa membakar energu iblis yang menyelimuti jiwanya. Energi iblis yang terbakar oleh hawa suci api penyucian jiwa membuat Kaisar Iblis sedikit terkejut.
"Api suci penyucian jiwa? " ucap Kaisar Iblis.
Hui Lan memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Jiwanya telah disucikan oleh api penyucian jiwa. Keadaan Hui Lan sedikit membaik dari sebelumnya.
"Pergi, pertarungan sebenarnya bukan disini" ucap Hui Lan.
Lin Huang menatap Jendral An Ning yang dibalas anggukan. Mereka meninggalkan Hui Lan menuju tempat pertarungan sebenarnya. Tak lama setelah mereka pergi, Hong Bei datang membantu Hui Lan berdiri.
"Anak muda seperti mereka harus dilindungi demi cerahnya dunia persilatan, " ucap Hui Lan.
Hong Bei bersama Hui Lan menyusul ke tempat pertarungan sebenarnya. Xing Chi melawan Ze Tian dengan sengit. Ternyata tubuh Xing Chi kebal terhadap racun Ze Tian.
"Ternyata tubuhmu kebal racun? " ucap Ze Tian.
"Tubuhku tak akan pernah mati oleh racun murahan milikmu! " balas Xing Chi.
"Lancang!! Akan aku bungkam mulut busukmu! " ucap Ze Tian.
Pedang racun milik Ze Tian mengeluarkan kekuatan penuhnya. Seluruh esensi kehidupan terserap yang kemudian diubah oleh energi iblis. Energi hitam keluar dari pedangnya yang kemudian melesat menyerang Xing Chi.
Kipas besi berputar membuat perlindungan disekitar Xing Chi. Aura iblis menguar mencemari energi langit dan bumi. Xing Chi menyiapkan senjata terhebatnya.
"Akan aku ratakan perguruan lembah racunmu sama seperti dulu! " ucap Xing Chi.
"Apa maksudmu! " balas Ze Tian.
Xing Chi membuat gerakan tangan. Energi dari kipas besi keluar memadat hingga membentuk pedang hebat.
"Pedang racun murni! " ucap Ze Tian.
Lin Huang bersama dengan Jendral An Ning datang yang kemudian disusul oleh Hui Lan. Pedang racun milik Ze Tian melesat berputar memusatkan racun pada ujung pedang. Perlindungan kipas besi telah hilang yang digantikan keluarnya pedang racun murni milik Xing Chi.
Kedua pedang racun bertabrakan saling beradu aura racun siapa yang lebih kuat. Tubuh Ze Tian diselimutih oleh aura iblis berniat membunuh Xing Chi dengan energi iblis.
Pedang besar Hong Bei menghantam tanah hingga terbelah. Api menyembur keluar dari dalam tanah berkobar. Rotan mengikat kedua tangan dan kaki Ze Tian. Xing Chi memanfaatkan kesempatan tersebut memadatkan energi penuh menyerang menghancurkan pedang racun milik Ze Tian.
"DUARRR!! "
Ze Tian yang marah memaksa tubuhnya menggunakan aura iblis. Energi hitam mengelilingu tubuhnya menyerang Xing Chi hingga Hui Lan maju menggunakan tubuhnya sebagai tameng ketika bola energi iblis hampir mengenai tubuh Xing Chi.
"Apa yang kau lakukan! " teriak Xing Chi.
__ADS_1
Hui Lan yang keadaannya tidak membaik sepenuhnya membuat serangan tersebut menghancurkan jiwanya sendiri.
"Hutangku aku balas kepada keturunanmu, " ucap Hui Lan sebelum meninggal.
Xing Chi akhirnya tahu bahwa yang membunuh ayahnya adalah orang yang mengorbankan nyawanya demi dirinya sendiri. Tongkat kayu Hui Lan mengeluarkan kekuatannya hingga tanah amblas beserta tubuhnya yang terbakar api.
"Akan aku musnahkan kalian semua! " ucap Ze Tian.
Kilat emas melesat menembus tubuh Ze Tian yang merupakan pedang milik Luo Shi. Ze Tian jatuh ke tanah dengan tubuh terbakar api penyucian Duniawi milik Luo Shi.
Gemuruh dilangit. Awan gelap berkumpul membentuk pusaran. Angin bertiup kencang hingga aura iblis terasa kuat. Kekuatan dahsyat menekan mereka semua hingga terduduk ke tanah. Xing Chi memuntahkan darah begitupun dengan Hong Bei.
Pedang putih melesat ke langit menahan tekanan kekuatan dahsyat tersebut.
"DUARRRR... "
Pedang putih kembali ke pemilik aslinya yang tak lain adalah De Yuan. Orang yang menggunakan tekanan energi untuk menyerang mulai menampakkan dirinya.
"Pedang putih pembelah langit, " ucapnya dengan suara tegas.
"Lama tak bertemu, Zhong Guo, " ucap De Yuan.
"De Yuan, tak perlu kau jauh-jauh kemari hanya untuk melindungi semut-semut ini, " ucap Zhong Guo.
"Tetua Zhong, apakah kau bertanya pada dirimu sendiri? " tanya De Yuan.
"De Yuan!! " geram Zhong Guo.
"Bab kedua, teknik bayangan pedang! " ucap De Yuan.
Bayangan pedang berputar mengahalau asap racun mendekati tubuh De Yuan yang kemudian melesat ke arah Zhong Guo secara bersamaan. Asap racun melelehkan pedang tersebut meskipun hanya berbentuk racun. Pedang berputar melesat ke langit menembus awan. Angin bertiup kencang, awan menyingkir hingga langit terbuka mengeluarkan pedang besar yang merupakan pedang putih pembelah langit sesungguhnya.
Zhong Guo melayang. Asap racun mengelilingi tubuhnya, telapak tangannya ia gores hingga tetesan darah bercampur dengan asap racun. Asap racun memadat membentuk tombak berwarna hijau yang ingin melawan langsung pedang pembelah langit milik De Yuan.
Kedua senjata bertabrakan langsung dan gemuruh menyertai pertarungan mereka. Hembusan angin kencang menyelimuti dua senjata yang bertarung. Seseorang datang membentuk formasi hingga memperkuat senjata Zhong Guo.
"BOOMMM... "
"BLARRR... "
Kedua tabrakan senjata hancur hingga hancur berkeping-keping. Zhong Guo mundur beberapa langkah ke belakang.
"Wen Qiong! " ucap De Yuan.
Pisau terbang mengelilingi wanita yang dipanggil Wen Qiong oleh De Yuan. Wanita yang sama seperti yang dilihat oleh Lou Shi.
"Pedang pembelah langit milikmu memang hebat tak diragukan lagi, namun kau bukanlah lawanku. Hanya Zhi Gao yang pantas berhadapan langsung denganku, " ucap Wen Qiong.
Pedang putih turun dari langit kembali ke tangan De Yuan. Wen Qiong mengangkat kedua tangannya ke atas mengeluarkan seluruh aura racun hingga jiwa-jiwa iblis. Energi gelap menyebar di langit menutupi cahaya dari sang pencipta.
__ADS_1
Jiwa gelap yang haus akan jiwa murni bersiap untuk menyerang. De Yuan menggunakan seluruh kekuatannya memfokuskan pada pedang putih miliknya. Cahaya putih mengelilingi De Yuan, pedang bersinar hingga kekuatan energi pedang memadat membentuk pedang raksasa.
Wen Qiong yang dibantu oleh Zhong Guo membuat De Yuan kerepotan. Jiwa iblis yang tak terkendali merepotkan De Yuan untuk mempertahankan jiwanya dari kerusakan yang disebabkan oleh jiwa gelap.
"Kita bantu! " ucap Lin Huang.
Ketiga pedang milik Lou Shi ditambah pedang kilat emas ia keluarkan. Lin Huang mengeluarkan pedang cahaya kebajikan dari sarungnya.
"Gunakan tubuhku sebagi tungku kekuatan! " ucap Jendral An Ning.
Xing Chi membentuk kembali pedang racun murni dan Hong Bei mengeluarkan kekuatan penuh pedang besarnya. Mereka memusatkan kekuatan pada Jendral An Ning yang melayang diudara.
Tubuh Jendral An Ning menerima kekuatan luar biasa hingga tubuhnya mengeluarkan aura tak biasa. Berbagai kekuatan yang bercampur di dalam tubuhnya ia gabungkan menjadi satu. Lin Huang menambahkan api penyucian jiwa dan Lou Shi melakukan hal yang sama mengeluarkan api penyucian Duniawi.
Tubuh Jendral An Ning menerima dua api suci yang membuatnya sedikit kesulitan dalam menyeimbangkan kekuatan besar tersebut.
"Buka! " teriak Jendral An Ning.
Langit terbelah. Hujan turun hingga angin bertiup kencang disertai suara gemuruh yang terdengar keras. Tombak raksasa berselimut api suci keluar dari langit menyerang Wen Qiong.
Pertahanan muncul menahan serangan tombak raksasa tersebut. Tanah retak hingga hancur. Wen Qing melihat Lin Huang dan lainnya sedikit terkejut. Wen Qiong memerintahkan jiwa gelap untuk menggagalkan formasi. Jiwa gelap mengelilingi Lin Huang dan lainnya.
"Tetap tenang, mereka tidak akan pernah bisa masuk! " ucap Lin Huang.
Lou Shi maupun Lin Huang sama-sama menyadari bahwa mereka memiliki api suci. Mencoba cara dengan mendekatkan telapak tangan mereka menggabungkan kekuatan inti dari masing-masing api suci.
Api kecil tercipta yang merupakan gabungan dari api penyucian Jiwa dan api penyucian Duniawi. Lin Huang dan Lou Shi mengarahkan api tersebut ke tubuh Jendral An Ning. Kekuatan dari tombak langit meningkat drastis hingga Wen Qiong tertekuk menahannya.
"Hancur!! " teriak mereja bersamaan.
"BOOOMMMM!! "
Debu mengepul menutupi tempat kejadian sehingga tidak tahu apa yang terjadi. Wen Qiong memuntahkan darah segar sedangkan Zhong Guo mati mengenaskan.
Wen Qiong menggunakan jiwa gelap sebagai perisai namun tetap saja aura suci yang kuat melukau jiwanya sendiri. Wen Qiong mengusap darah di sudut bibirnya kemudian mengacungkan pedang bersiap untuk bertarung kembali.
"Hentikan ulahmu atau aku bumihanguskan perguruanmu, " ucap seseorang.
Seorang pria tua berjanggut putih melayang diudara memperingatkan Wen Qiong agar tak bertindak lebih jauh lagi.
"Tuan Kong Wei, " ucap De Yuan.
Energi surga berkumpul ditangan Kong Wei yang kemudian memadat berubah menjadi pedang mengkilat.
"Pedang pembasmi angkara murka, pedang Tunggal, " gumam De Yuan.
Kong Wei yang keberadaanya tak pernah diketahui yang hanya namanya dikenal di dunia persilatan sebagai pendekar nomer satu di dunia.
"Pedang Tunggal, " batin Wen Qiong.
__ADS_1
Wen Qiong mundur yang diikuti kepergian Kong Wei, begitipun dengan De Yuan.
Lin Huang dan lainnya kelelahan akan pertempuran barusan hingga nafas mereka terdengar.