Immortality Flower

Immortality Flower
Kedok Permaisuri Wen Rou


__ADS_3

Lou Shi membuka matanya mendengar orang-orang berbicara mengenai kedatangan utusan dari Raja Qiu Di.


"Apakah yang dikatakan mereka benar adanya? " tanya Lou Shi.


"Ya benar. Chun Ji sendiri yang datang kemari yang menandakan pesan rahasia yang tidak sembarang orang boleh mengetahuinya, " jawab Gong Wei.


"Dugaannya tepat bahwa Raja Qiu Di akan ikut campur, " batin Lou Shi.


Jendral An Ning membuka matanya kembali. Seorang bawahan melapor kepadanya.


"Tuan. Kediaman Liu diserang, " ucapnya.


"Apa! " ucap Jendral An Ning terkejut.


Jendral An Ning mengendarai kudanya menuju kediaman Liu. Gerbang terbuka ketika melihat kedatangan Jendral An Ning. Pelayan hingga prajurit mati mengenaskan bergelempangan di halaman. Nyonya Liu datang menghampiri Jendral An Ning.


"Apa yang terjadi bibi? " tanya Jendral An Ning.


"Gurumu menghilang, " jawab nyonya Liu.


Siang hari kediaman Liu, Guru Liu Ni atau Tuan Liu tengah bermain catur seperti biasa di taman pribadinya. Pelayan mengantarkan teh sesuai yang diperintahkan. Saat pelayan pergi, kejadian yang tak terduga terjadi. Pelayan di sekitar taman mati secara tiba-tiba hingga membuatnya ketakutan.


Sekelebat bayangan hitam mengelilingi taman hingga Guru Liu Ni berdiri membentak pelayan tersebut untuk pergi mencari bantuan. Seseorang mencekik Guru Liu Ni hingga membuatnya kesulitan bernafas. Pelayan pergi namun dihadang hingga di bunuh. Seorang pelayan baru bersembunyi mencari celah untuk melapor.


Pedang melayang menyerang seorang pembunuh tersebut. Guru Liu Ni menggunakan jurus telapak angin miliknya namun tak berefek apapun kepada pembunuh tersebut. Asap hitam mengelilingi Guru Liu Ni hingga membungkus seluruh tubuhnya yang tak lama kemudian Guru Liu Ni menghilang. Pelayan baru yang sebelumnya bersembunyi keluar meminta bantuan kepada nyonya Liu.


"Nyonya! Tuan tengah diserang! " ucapnya panik.


"Apa! " balas nyonya Liu.


Mereka bersama dengan kultivator keluarga Liu menuju taman yang biasanya menjadi tempat waktu santai Guru Liu Ni. Darah dimana-mana. Mayat pelayan bergelempangan namun tak menemukan Tuan Liu di sana.


"Dimana suamiku! " teriak nyonya Liu.


Tidak ada jejak apapun mengenai pembunuh tersebut hingga suara teriakan terdengar dari halaman kediaman. Buru-buru mereka mengecek keadaan halaman depan. Mayat penjaga dan pelayan bergelempangan. Asap hitam melesat ke langit yang dilihat oleh nyonya Liu.


"Iblis? " guman Lou Shi.

__ADS_1


"Nyonya harus tenang. Sekarang kediaman Liu tanpa adanya guru akan menjadi sasaran empuk. Nyonya harus tetap memegang kendali penuh seluruh orang di kediaman Liu, " ucap Jendral An Ning.


Jendral An Ning menuju taman dimana guru Liu Ni sebelumnya berada. Jejak aura samar saling bercampur satu sama lain. Tungku kuno yang ada di dalam tubuhnya memilah-milah aura tersebut mencari aura iblis yang sebenarnya.


Jendral An Ning merasakan aura iblis yang bergerak cepat seperti bayangan berputar di sekitarnya. Bayangan kejadian mengenai apa yang terjadi dengan Guru Liu Ni ada di benaknya.


"Aura iblis yang kuat, " ucap Jendral An Ning.


Jendral An Ning berpamitan dengan nyonya Liu kembali ke rumahnya melakukan verifikasi mengenai petunjuk yang dia dapatkan.


Ruangan gelap penuh aura kejahatan hingga cahaya dari obor yang menerangi ruangan yang samar. Seorang laki-laki paruh baya diikat di kursi dengan mulut tertutup. Suara langkah kaki terdengar menuju ke arahnya. Perempuan bergaun mewah datang menghampirinya.


"Bagaimana kabarmu, Guru Liu Ni, " ucapnya anggun.


Asap hitam yang membentuk manusia berdiri di samping perempuan tersebut menunggu perintah selanjutnya. Suara ketukan besi terdengar. Jeritan suara tahanan membuat suasana mencekam.


"Apakah kau lupa dengan wajahku? " tanyanya kepada Guru Liu Ni.


Guru Liu Ni mengamati wajah perempuan tersebut secara teliti sebelum menyadari sesuatu.


"Ya ini aku. Permaisuri dari Kaisar Wu Jing Ren. Permaisuri Wen Xi Meng"


"Bagaimana kau bisa hidup kembali? " ucap Guru Liu Ni.


"Apakah aku mendeklarasikan diriku mati?" tanya Wen Xi Meng.


Wujud asli dari Permaisuri Wen Rou adalah Permaisuri Wen Xi Meng yang dikabarkan mati dan jatuh ke dalam lembah kematian.


"Apa yang akan kau lakukan? Iblis! " ucap Guru Liu Ni.


"Ctarrr!! " suara cambukan mengenai tubuh Guru Liu Ni.


"Beritahu aku dimana Jing Ren menyembunyikan aura naganya! " bentak Wen Xi Meng.


"Tak akan pernah kuberitahu seumur hidupku! " jawab Guru Liu Ni.


"A Bing. Ayo beri dia pelajaran, "ucap Wen Xi Meng.

__ADS_1


Asap hitam yang bernama A Bing mendengarkan perintah Wen Xi Meng dengan mencekik leher Guru Liu Ni.


" Katakan atau tidak! "ucap Wen Xi Meng.


" Kau tak akan pernah mendapatkannya, "ucap Guru Liu Ni di sela-sela suaranya yang serak.


Cengkraman semakin kuat tatkala Guru Liu Ni menolak perintah Wen Xi Meng. Tubuhnya yang tak lagi muda membuatnya hampir mati oleh A Bing. Zirah emas muncul di dada Guru Liu Ni hingga menghalau aura jahat milik A Bing.


" Apa ini! "ucap Wen Xi Meng.


Zirah emas berkilau menghilangkan aura jahat disekitar Guru Liu Ni serta menyembuhkan lukanya.


"Zirah emas pemberian Kaisar Wu Jing Ren! " batin Guru Liu Ni.


Guru Lih Ni mengingat bagaimana dia mendapatkan zirah emas tersebut.


"Menghadap Yang Mulia Kaisar, " ucap Penasihat Agung Liu Ni.


"Kau adalah orang kepercayaanku sekaligus tangan kananku sendiri. Keselamatanmu sama pentingnya denganku. Aku anugerahkan zirah emas untukmu, " ucap Kaisar Wu Jing Ren.


Zirah emas melayang melekat di tubuh Penasihat Agung Liu Ni yang menyesuaikan bentuk tubuhnya. Zirah emas berkilau berwarna emas hingga menimbulkan aura magis yang kuat.


"Zirah emas aku buatkan khusus untukmu. Dibuat oleh penempa senjata ternama dengan bahan-bahan berkualitas tinggi yang melalui verifikasi dari ahlinya. Di berkahi oleh biksu agung Shao menggunakan air suci yang dapat menghalau segala macam aura jahat dunia, " ucap Kaisar Wu Jing Ren.


"Terimakasih Yang Mulia, " ucap Penasihat Agung Liu Ni.


"Bajingan gila! " teriak Wen Xi Meng.


Wen Xi Meng terpengaruhi oleh zirah emas milik Guru Liu Ni hingga membuat kepalanya pusing.


"Aku akan membalas perbuatanmu hari ini!"ucapnya pergi bersama dengan A Bing meninggalkan Guru Liu Ni sendirian.


"Dia menggunakan teknik iblis. Tak heran Kaisar Wu Jing Ren memecah aura naganya agar seseorang yang benar-benar mampu memimpin negara akan mempunyai aura naga, " ucap Guru Liu Ni.


Guru Liu Ni yang mengabdi kepada Kaisar Wu Jing Ren bertahun-tahun hingga akhir hayatnya. Tahu seluk beluk istana hingga persoalan pribadi.


"Permaisuri Wen Xi Meng yang diagungkan karena budi luhurnya meskipun terlahir dari perguruan lembah racun. Masyarakat mulai menghapuskan rumor buruk mengenai keluarga Wen dan perguruan lembah racun semenjak Wen Xi Meng menjabat sebagai Permaisuri negara Wu, " ucap Guru Liu Ni mengingat masa-masa kejayaan Negara Wu.

__ADS_1


__ADS_2