Immortality Flower

Immortality Flower
Jangan Bodoh!


__ADS_3

"Semoga kita dapat berjumpa kembali, " ucap Bai Yanglan kepada Biksu Yuan Ying.


Lin Huang berjalan pergi meninggalkan kuil. Biksu Yuan Ying terdiam di depan pintu ketika mendengar cerita Lin Huang yang mengatakan bahwa biksu Tang Duan yang menyuruhnya kemari.


"Apa tujuan beliau menyuruhnya kemari, " gumam Biksu Yuan Ying.


Aula seni bunga dan keluarga Fang menerima kabar bahwa orang yang mereka suruh membunuh Lin Huang dalam perjalananya gagal dan mati semua.


"Bagaimana bisa mereka gagal! Bai Yanglan tak mungkin sekuat itu!! " ucap Fang Xiu.


"Seseorang pasti melindunginya, " timpal Mei Fei.


"Aku harus membunuhnya!! " marah Fang Xiu.


Seseorang memasuki ruangan yang merupakan orang keluarga Xiao.


"Bai Yifeng pasti menyuruh orang untuk menjaganya, Bai Yanglan hanyalah praktisi yang tak mungkin sekuat itu,"ucap Xiao Fenghu.


" Tuan Fenghu, kau telah mendengar kabar? "tanya Fang Xiu.


" Tentu, orang-orang klan ku mengawasi kalian dari jauh,"balas Xiao Fenghu.


"Apa rencana selanjutnya, aku tak mungkin meminta ketua yang melakukannya, " ucap Mei Fei.


"Mengepungnya, orang-orangku telah tahu dimana letaknya, " ucap Xiao Fenghu.


"Rencana bagus, " puji Fang Xiu.


"Meminjam tangan mereka adalah hal bagus, mereka tak tahu kehebatan Bai Yanglan di wilayah selatan, " batin Xiao Fenghu.


Xiao Fenghu menghilang disusul oleh Mei Fei yang kembali ke aula seni bunga. Fang Xiu duduk memikirkan skenario terbaik dengan kematian Lin Huang. Amarah tiba-tiba menyelimuti dirinya ketika mengingat Xie Lunyi.


"Aku pasti mendapatkanmu, " ucap Fang Xiu mengepalkan tangannya.


Seorang pria dengan aura wibawanya muncul yang disambut senyuman oleh Fang Xiu.


"Ayah! " ucap Fang Xiu menghampiri kepala keluarga Fang.


"PLAKKK!! "


Tamparan dilayangkan kepala keluarga Fang kepada Fang Xiu.


"Apa maksud ayah! " ucap Fang Xiu.


"Kau tanya aku? Tanya pada dirimu sendiri!! Kau bahkan berani memikirkan rencana burukmu kepada Tuan Muda Bai? Apakah otakmu bodoh? " marah Fang Ge.

__ADS_1


"Dia merebut Xie Lunyi dariku, mana mungkin aku membiarkannya, " balas Fang Xiu.


"Kau memang perlu didikan keras. Bai Yanglan putra Bai Yifeng dari sekte pedang surgawi. Aku tak akan sanggup menahan amarahnya meskipun ratusan praktisi keluarga Fang dikerahkan. Bai Yifeng memiliki tiga pedang tanpa wujud yang serangannya mampu membunuh ratusan praktisi dalam sekali serangan. Perlu kau tahu, tanpa Bai Yifeng, Bai Yanglan tetaplah kuat. Pedang Lanjie dan namanya terkenal diseluruh wilayah selatan. Kau belum pernah bertarung dengannya maka kau tak akan tahu, " ucap Fang Ge.


"Jika aku mengerahkan pusaka ku dia tetaplah terluka meskipun aku mati sekalipun, " balas Fang Xiu.


"Bodoh!! Jika kau tetap bersikeras menyinggungnya maka kau akan menanggung resiko yang tak akan pernah bisa kau bayangkan. Kau menyukai Xie Lunyi? Suka boleh-boleh saja namun sadar diri itu perlu. Xie Lunyi memiliki latar belakang luar biasa bahkan aku sendiri tak tahu darimana asalnya, " ucap Fang Ge.


Fang Xiu tak membalas perkataan ayahnya melainkan terdiam sembaei batinnya bergejolak menahan amarah yang menggebu-nggebu. Fang Ge menghilang meninggalkan Fang Xiu yang menahan sekuat tenaga amarahnya.


"Arkhhhh!!! "


"Bai Yanglan!!! " marah Fang Xiu.


"Kau harus mati! " ucap Fang Xiu tersenyum senang ketika mengingat sesuatu.


Kertas jimat ia keluarkan menyalurkan sedikit qi nya membuat beberapa puluh boneka manusia muncul. Boneka yang memiliki aura jejak kegelapan.


"Aku menemukannya secara tak sengaja, seharusnya cukup membuat Bai Yanglan pulang tinggal nama, " ucap Fang Xiu.


Lin Huang berjalan tak tentu arah di berbagai hutan belantara. Ia tidak merasakan fluktuasi dari kompas Xunbao ketika pada saat ia menemukan sebuah harta.


"Aku terlalu malas untuk kembali, " ucap Bai Yanglan.


Lin Huang terus berjalan sembari memikirkan cahaya emas yang dia temui dan lembaran-lembaran itu.


Lin Huang teringat akan area netral lapisan pertama yang ada di tengah-tengah wilayah di setiap kekuatan. Lin Huang ingin terbang menggunakan pedang Lanjie miliknya namun serangan tiba-tiba ia dapatkan.


"Siapa! " ucap Bai Yanglan.


Puluhan boneka manusia mengepung dirinya sendiri. Fang Xiu dan Mei Fei bersembunyi mengawasi keadaan.


"Sepertinya peringatakanku tak dianggap, " gumam Bai Yanglan.


Boneka-boneka manusia yang memiliki sedikit jejak aura iblis menarik perhatian Lin Huang. Pedang Lanjie ia keluarkan melesat menyerang boneka-boneka yang terbuat dari manusia tersebut.


Gerakan mereka seperti diatur oleh seseorang bahkan Fang Xiu menyadarinya. Seakan memiliki kecerdasannya sendiri, para boneka menyerang secara berkelompok dan membentuk pertahanan secata bersama-sama.


"Teknik tebasan penghancur bumi! " ucap Bai Yanglan menghunuskan pedangnya ke tanah membuat retakan menjalur dan membubarkan formasi pertahanan mereka.


"Teknik 10.000 hujan pedang! " ucap Bai Yanglan.


Pedang Lanjie melesat ke langit membelah dirinya yang bersiap turun secara bersama-sama. Fang Xiu melihat ribuan pedang di langit tanpa sadar berdecak kagum.


"Apa aku salah? " batinnya ragu.

__ADS_1


Ribuan pedang melesat turun ke bawah menghujami boneka-boneka manusia. Mereka secara naluri membentuk formasi pertahanan membuat perlindungan diri. Penggabungan kekuatan mereka menghasilkan lima lapisan pelindung.


"Trang!! "


"Trang!! "


"Trangg!! "


Hujan pedang mampu mereka tangkis dengan sempurna.


"Memang tidak sederhana, " ucap Bai Yanglan melompat ke langit menyatukan kedua tangannya kemudian aura emas menyelimuti kedua telapak tangannya.


"Lima tapak penghancur!! " ucap Bai Yanglan.


Lima lapisan tapak penghancur muncul menghancurkan setiap lapisan pelindung manusia boneka.


"Apa!"


"Dia bisa menggunakan teknik aliran Buddhis! " ucap Fang Xiu dan Mei Fei terkejut.


"BOOMMMM!!! "


Suara ledakan terjadi begitu pelindung hancur. Bentuk formasi pertahanan manusia boneka hancur. Shenglu keluar dari dimensi menghisap hawa iblis menggunakan kekuatan dari bulunya.


Teriakannya nyaring seakan menantang para jiwa iblis yang tersisa dalam manusia boneka untuk tak memberontak. Mekarnya bulu merak Shenglu membuat perubahan pada kekuatannya. Mei Fei dan Fang Xiu terkejut ketika melihat merak tersebut.


"Keluar atau aku yang memaksamu, " ucap Bai Yanglan.


Fang Xiu dilanda amarah keluar dari tempat persembunyiannya disusul oleh Mei Fei. Suara tepukan terdengar yang berasal dari Fang Xiu.


"Tuan Muda Bai memang hebat seperti yang dirumorkan," ucap Fang Xiu.


"Jika tujuanmu tetap sama maka jangan salahkan aku bila bertindak, " balas Bai Yanglan.


"Heh! Jangan semena-mena meskipun kau Tuan Muda, " ucap Mei Fei.


"Siapa kau, aku tak pernah mengajakmu berbicara, " ucap Bai Yanglan.


Mei Fei yang marah mengeluarkan pedangnya menyerang Lin Huang. Serangan brutal Mei Fei di tangkis dengan mudah oleh Lin Huang.


"Sungguh bodoh. Kalian tahu darimana aku berasal tapi tetap menggunakan pedang untuk menyerang, " ucap Bai Yanglan memerintahkan pedang Lanjie menghujam Mei Fei dari atas.


Terlambat satu detik saja maka tubuh Mei Fei akan terbelah menjadi dua.


"Bila kalian tetap melawanku menggunakan pedang, maka kalian tak akan pernah bisa menang. Aku berasal dari sekte pedang surgawi yang tentu ahli dalam seni pedang," ucap Bai Yanglan.

__ADS_1


"Jangan sombong!! " marah Fang Xiu menyatukan kedua telapak tangannya memadatkan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya memanggil pusaka yang dia miliki.


__ADS_2