
Lin Huang keluar dari dalam portal melihat sebuah menara raksasa dimana orang-orang misterius berjalan ke arahnya. Lin Huang merasakan seluruh panca indranya tidak berfungsi disertai kepalanya pusing.
"Apakah ini hal tabu yang dimaksud.... " ucap Bai Yanglan menahan rasa sakit di dadanya.
Segala hal rahasia dasar menara langit terungkap. Orang-orang tersebut melayang sembari membawa sebuah kranjang yang berisi giok-giok murni yang digunakan untuk membangun menara tersebut. Sosok mulia muncul melepaskan kekuatannya pada dasar formasi guna memperkuatnya. Sosok tersebut melihat ke arah Lin Huang.
Tungku ilahi keluar mengeluarkan kekuatannya menghilangkan hawa penindasan tersebut mengamankan Lin Huang. Sosok tersebut tak lama kemudian menghilang beserta dengan orang-orang misterius. Lin Huang terlepas dan rasa sakit di tubuhnya menghilang.
Tungku ilahi melesat ke arah menara dengan cepat diikuti oleh Lin Huang. Mereka sampai di sebuah pintu besar kokoh yang perlahan terbuka. Lin Huang dan tungku ilahi memasuki menara langit yang ada di dalam dimensi tanah langit terlarang.
Tiga pemimpin sekte tengah bercengkaram satu sama lain namun tidak bagi Bai Yifeng yang sepertinya tahu terjadi sesuatu.
"Tak biasanya kau diam, " ucap Hu Lishang.
Mengabaikam pertanyaan Hu Lishang, Bai Yifeng memejamkan matanya melihat keadaan sekte pedang surgawi yang dilanda bencana. Tangannya mengepal tanp sadar sesaat kemudian ia membuka matanya dan berdiri.
"Maaf, aku kembali terlebih dahulu, " ucap Bai Yifeng berpamitan.
"Tunggu! " sela Yu Chan.
"Aku tahu pasti terjadi sesuatu, aku ikut, " ucap Yu Chan.
Tiga pemimpin sekte undur diri dan kompetisi berlangsung seperti biasa di bawah komando utusan masing-masing. Leluhur Fang Bingyu tak berada di tempatnya bersama dengan Fang Ge. Mereka sampai di sekte pedang surgawi dimana formasi pedang pelindung aktif.
Pemberontakan klan Xiao dimulai. Murid-murid sekte bertarung dengan mereka. Orang-orang asing menyerbu masuk menggunakan teknik pedang lain. Pedang raksasa muncul menghantam tanah menghempaskan musuh.
"Xiao Qian!! " teriak Bai Yifeng.
Xiao Qian terbang berhadapan dengan Bai Yifeng kemudian disusul oleh tiga leluhur klan Xiao. Aula seni bunga dipimpin oleh Jia Li beserta anak buahnya berdiri sejajar dengan Xiao Qian. Fang Bingyu dan Fang Ge ikut hadir dalam barisan mereka.
"Heh sudah kuduga kau akan melakukannya, " ucap Bai Yanglan.
"Sekte pedang surgawi haruslah menjadi milik klan Xiao! Kalian klan Bai duduk di kursi ketua ratusan tahun dan memperbudak klan Xiao, " ucap Xiao Qian.
"Memperbudak? Kalian tinggal diwilayah tersubur sekte memiliki kuota generasi kalian untuk langsung menjadi murid? Bukankah kalian tak tahu terima kasih? " tanya Bai Yifeng.
"Bajingan sepertimu tak akan pernah tahu! " maki Xiao Qian.
Bilah pedang menyerang dari samping disusul oleh beberapa orang di pihak Bai Yifeng. Pria tua berjalan seakan turun dari langit.
__ADS_1
"Leluhur Bai Jingyu, " ucap Bai Yifeng.
Tongkat kayu ia lemparkan memukul mundur pasukan Xiao Qian.
"Aku diam bukan karena telah mati, aku melihat klan Xiao sudah tak sabar lagi. Seharusnya generasiku memusnahkan kalian, " ucap Bai Jingyu.
Beberapa leluhur klan Bai muncul dan tetua sekte pedang surgawi menangani beberapa musuh luar memimpin murid-murid. Sepuluh pedang pembunuh muncul di belakang Bai Jingyu disusul oleh Bai Yifeng dan leluhur yang pernah menjabat sebagai ketua sekte. Mereka mengabdikan diri menjadi pelindung sekte surgawi dan menolak untuk naik ke lapisan selanjutnya.
"Tebas! " ucap Bai Jingyu.
Sepuluh pedang dibelakangnya melesat bersama dengan lainnya. Menyadari bahaya tiba, mereka bersiap.
"Teknik pertahanan api! " ucap Fang Bingyu dan Fang Ge bersama. Kobaran api muncul membuat benteng penghalau untuk pedang yang berdatangan.
"Teknik perlindungan ribuan bunga! " ucap Jia Li disertai ribuan bunga yang muncul membentuk perlindungan melingkari mereka.
Pedang turun dari atas dengan kecepatan tinggi. Klan Xiao mulai bertindak dengan leluhur tertinggi mereka yakni Xiao Mu membuat gerakan tangan dan tujuh lapisan formasi pelindung menahan laju pedang tersebut.
"Mantapkan hatiku, bulatkan tekadku hancurkan musuhku bangkitkan semangatku!!" ucap Bai Jingyu memimpin.
Sepuluh pedang pembunuh bergabung menyesuaikan diri yang kemudian meningkatkan kekuatannya berubah menjadi pedang raja pembunuh. Kecepatan pedang raja pembunuh dalam menyerang dan mencoba menerobos pertahanan mereka meningkat pesat. Orang-orang di dalamnya terlihat kesulitan.
"Klan Bai harus diruntuhkan! Maka sekte lainnya tak akan sekuat dulu! " ucap Xiao Qian.
Hu Lishang dan Yu Chan yang mendengar mereka diremehkan hanya geleng-geleng kepala.
"Kau ingin melihat sepuluh pedang pembunuh menari kan? Sekarang kau melihat bukan lagi sepuluh pedang pembunuh namun sepuluh pedang raja pembunuh, " ucap Yu Chan ketika pedang-pedang terbang dengan kecepatan tinggi melesat ke sana ke mari menghantam pertahanan musuh.
Bai Jingyu membuat gerakan tangan yang kemudian langit berubah.
"Sembilan jiwa pedang, padatkan! " ucap Bai Jingyu.
Sembilan jiwa pedang Bai Jingyu bergabung melesat ke langit yang kemudian membelahnya dan pedang raksasa turun dari langit. Kecepatan mereka tinggi.
"Kerahkan kekuatan kalian! " ucap Xiao Mu.
Leluhur klan Xiao dan Fang Bingyu menggabungkan kekuatan mereka melapisi tujuh formasi pelindung.
"Teknik rahasia klam Xiao:Lapisan pelindung api guntur! " ucap mereka mengerahkan kekuatan memperkuat disetiap lapisan formasi pelindung.
__ADS_1
Fang Bingyu melemparkan pedangnya ke dalam formasi pelindung yang kemudian membentuk serangan pedang kloningan dengan ujung pedang yang menjadi titik utama kekuatan.
Bak meteor yang jatuh dari langit, sembilan jiwa pedang Bai Jingyu yang bergabung membentuk pedang raksasa menghantam lapisan pelindung berbentrokan dengan pedang Fang Bingyu.
Hempasan angin kuat terasa beratus kilometer. Yu Chan merasakan kekuatan hebat dari Bai Jingyu.
"Leluhur sekte pedang surgawi memang luar biasa, " ucap Yu Chan.
"Memang, namun bila beliau mangkat maka kemungkinan dapat bergabung di aula pedang lapisan ke delapan, " balas Hu Lishang.
Satu per satu lapisan pelindung hancur, beberapa leluhur klan Xiao terluka. Fang Jingyu mengangkat tangannya ke langit memerintahkan pedangnya untuk segera menghancurkan musuhnya.
"BOOMMMM!!! "
Mereka semua terpental menyebar berniat untuk kabur mundur. Kabut putih tiba-tiba muncul mengelilingi masing-masing mereka memperpendek penglihatan. Angin berhembus pelan membawa aura mematikan meniup kulit mereka.
Bai Yifeng memegang pedangnya melesat ke dalam kabut putih mengayunkan pedangnya menyerang beberapa kali Xiao Qian.
Pandangannya menjadi waspada, Bai Yifeng melemparkan pedangnya ke arah Xiao Qian dan diapun menyadarinya.
"Hahahaha, kau tetap kalah. Pedangmu aku tahan! " ucap Xiao Qian.
"Pedang tak harus berwujud, " ucap Bai Yifeng melesat ke arah Xiao Qian yang kemudian pedang tak kasat mata muncul ditangannya menusuk perut Xiao Qian.
"Bagaimana bisa, " ucap Xiao Qian terbata-bata.
"Karena kau bodoh, " balas Bai Yifeng.
Tubuh Xiao Qian terjatuh ke tanah. Bai Yifeng mendengar panggilan leluhur Bai Jingyu untuk berkumpul kembali.
"Gunakan teknik itu, " perintah Bai Jingyu.
Mereka mengangkat telapak tangannya ke langit, beberapa pedang kecil transparan muncul di masing-masing tangan leluhur yang merupakan pedang tak berwujud yang berhasil mereka latih. Bai Jingyu mengangkat telapak tangannya ke langit mengeluarkan empat pedang tak wujud yang merupakan hasil latihannya.
Tangan kiri mengayunkan dua jarinya memanggil beberapa pedang dari sembilan puncak sekte pedang surgawi yang merupakan jiwa sembilan pedang sekte. Pedang tak berwujud melayang di udara bersatu beresonansi dengan sembilan jiwa pedang yang kemudian dengan peringah Bai Jingyu untuk melebur menjadi satu.
Langit membentuk pusaran yang kemudian pedang raksasa turun dengan penekanan jiwa yang kuat. Pedang para murid maupun tetua dan musuh melesat ke langit berjumlah ribuan mengelilingi pedang raksasa tersebut hingga membentuk cincin.
"Akan aku musnahkan kalian! " ucap Bai Jingyu dengan tangan menunjuk ke langit disertai hempasan angin kuat menghilangkan kabut putih tersebut.
__ADS_1