
Xiu Jing melesat ke arah Chun Yan mengayunkan pedangnya. Perkelahian sengit terjadi, Chun Yan menangkis serangan Xiu Jing mengandalkan kecepatannya.
"Teknik putaran pedang dua sisi! " ucap Xiu Jing bayangan pedangnya berputar melesat ke arah Chun Yan.
Melompat dan berlari menghindari hujan pedang dua sisi Xiu Jing membuat Chun Yan terlihat terdesak hanya bisa bertahan. Tubuh Chun Yan diselimuti aura surga yang mengendap kemudian meledak seperti bom. Asap mengepul menutupi Chun Yan.
"Hahaha, anak haram sepertimu harus mati! " ucap Xiu Jing.
Lin Huang menggelengkan kepalanya setelah tahu asal usul permusuhannya. Tetua klan Yu tidak berekspresi apapun.
"Takutnya kau kecewa," ucap Chun Yan berjalan mengenakan zirah berwarna biru gelap.
"Apa! Kau bisa bertahan dari teknikku! " marah Xiu Jing.
Perubahan terjadi pada Chun Yan dimana rambutnya memanjang mengenakan zirah beserta pedang tajam mengkilat di tangannya.
"Akhirnya dia membuka segel hatinya, " ucap Bai Yanglan.
Chun Yan berlari mengayunkan pedangnya membuat gerakan menebas lurus ataupun menyilang. Serangan bertubi-tubi ia layangkan. Kecepatannya meningkat pesat.
"Lima hati segel, buka!! " ucap Chun Yan.
Tubuhnya menyerap aura surga sebanyak-banyaknya, pedang di tangannya membuka rantai ghaib.
"Tebasan keputusasaan!! " ucap Chun Yan mengayunkan pedangnya ke arah Xiu Jing.
Tebasan Chun Yan menghantam tubuh Xiu Jing menyebabkan jiwanya tidak tenang. Perasaan keputusasaan menderanya secara ekstrem.
"Lima pedang hati suci! " ucap Chun Yan mengangkat pedangnya ke atas yang kemudian membelah diri menjadi beberapa bagian. Chun Yan mengayunkan pedangnya memerintahkan pedang-pedang tersebut untuk turun menyerang Xiu Jing.
Chun Yan melesat mengikuti pedangnya berniat menyerang Xiu Jing dari dekat. Saat akan mengayunkan pedang, seseorang melesat menghadang berniat menyerang balik Chun Yan. Lin Huang melesat menghalau serangan yang diarahkan kepada Chun Yan.
"Hancur! " ucap Bai Yanglan menghancurkan serangan mendadak tersebut. Chun Yan terpental berguling-guling ke belakang. Lin Huang berdiri menunggu kepulan asap tersebut hilang mengekspos siapa yang berani ikut campur urusan kompetisi.
"Bocah sepertimu cukup berbakat bisa menahan seranganku, " ucap seorang pria yang terlihat berwibawa membantu menghilangkan efek serangan Chun Yan yang ada pada tubuh Xiu Jing.
"Sun Jianglu, beraninya kau datang kemari mengacau acara kompetisi, " ucap Yu Zi Feng dari kursinya memandang orang yang ia sebut sebagai Sun Jianglu.
"Maaf bila mengacau acaramu, tapi dia menyerang putra kebangganku bagaimana aku tidak bertindak, " balas Sun Jianglu.
"Putramu yang terlalu lemah, " ucap Bai Yanglan.
__ADS_1
"Apa katamu! " marah Sun Jianglu melesat memukul Lin Huang menggunakan kepalan tangannya.
"Sampah tetaplah sampah! " ucap Bai Yanglan memukul kepalan tangan Sun Jianglu menggunakan telapak tangannya.
"Bomm!! "
Sun Jianglu terpental kebelakang ketika Lin Huang menodorong kekuatannya untuk memukul mundur Sun Jianglu. Chun Yan berjalan tertatih-tatih mendekati Lin Huang memegang pundaknya meminta kesempatan untuk berbicara.
"Pergi atau aku bunuh dia! " ucap Chun Yan.
"Lancang!! " marah Sun Jianglu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Chun Yan. Yu Zi Feng menghilang dari kursinya menahan tinjuang Sun Jianglu menggunakan telapak tangannya.
"Jangan kira kau bisa bertindak seenaknya di wilayahku! " ucap Yu Zi Feng menghempaskan Sun Jianglu ke belakang.
Sun Jianglu menggendong Xiu Jing pergi meninggalkan panggung kompetisi. Yu Zi Feng berjalan melewati Chun Yan menatapnya kemudian berbicara dengannya.
"Jika kau berhasil lolos, ayahmu tidak akan pernah bisa menyentuhmu karena kau merupakan bagian dari mansion Yu, " ucap Yu Zi Feng menghilang kembali ke tempat duduknya.
Lin Huang menghilang dari panggung kompetisi membawa Chun Yan untuk beristirahat memulihkan kondisi. Beberapa orang saling menantang satu sama lain hingga seseorang mampu mengalahkan lawannya lima kali berturut-turut kemudian menantang Lin Huang.
Lin Huang muncul ke panggung kompetisi ketika namanya terpanggil. Melihat lawan di depannya yang cukup kompeten dalam berkultivasi membuatnya senang.
"Aku Li Fuyao putra penguasa gunung Wushan menantangmu bertarung! " ucapnya mengacungkan pedang.
"Aku terima tantanganmu, " balas Bai Yanglan.
Tanpa tahu siapa orang yang dilawannya, Li Fuyao menantang dengan penuh keberanian. Orang-orang berbisik mengenai kehebatan Li Fuyao dibandingkan dengan Xiu Jing yang dibesarkan dalam lingkup kemewahan.
Pedang Lanjie muncul. Lin Huang melesat ke arah Li Fuyao dengan langkah cepatnya. Mereka bertarung secara instan dan cepat. Kekuatan pedang Li Fuyao nampak berbeda disetiap kali bentrokan dengan pedang Lanjie.
"Pedang aneh, menambah beban beratnya ketika bersentuhan dengan senjata lain, " batin Bai Yanglan.
Transformasi sayap pedang membuat pertahanan Lin Huang meningkat. Teknik lima langkah pedang ia kembangkan hingga berhasil dikuasai secara penuh.
"Orang ini benar-benar hebat, " batin Bai Yanglan.
Pedang Li Fuyao menyerang tubuh Lin Huang namun berhasil di tahan. Kekuatan tubuh surgawi aktif dan visual roh raja suci muncul menyatukan kedua tangannya. Li Fuyao mundur kebelakang menyeret pedangnya.
"Akhirnya kau menjadi serius, " ucap Li Fuyao membuka kekuatan dari pedangnya. Pedang yang terbuat dari batu-batu pusaka gunung Wushan yang ditempa dengan api murni gunung membuat kekuatan besar keluar dari pedang tersebut.
Kekuatan meningkat dari pedang yang konon merupakan benda pusaka gunung Wushan. Pedang batu raja dikenal sebagai salah satu pedang berat yang luar biasa. Satu tetes darah Li Fuyao menetes pada pedang batu raja membuat aura dari pedang meningkat menyalur melalui tangan Li Fuyao dan visual golem raksasa muncul.
__ADS_1
"Lihatlah! Pedang batu raja gunung Wushan dibuka segelnya dan visual dari penjaga gunung muncul dibelakang Li Fuyao! "
"Benar-benar seorang putra penguasa gunung"
"Tuan, bagaimana pendapat anda? " tanya tetua Yu Qin Ji.
"Li Fuyao, putra Li Junbei penguasa gunung Wushan melawan dia? Aku rasa orang yang berambut putihlah yang menang, " jawab Yu Zi Feng.
"Meskipun dia memiliki tubuh surgawi dan memdatkan jiwanya menjadi visual roh raja suci, tapi Li Fuyao membawa pedang batu raja dan menguasai ketrampilan jiwa golem penjaga gunung Wushan, " ucap tetua Yu Zhang Qing.
"Dia tak akan kalah, kita belum tahu siapa namanya, " balas Yu Zi Feng.
"Aku yakin kau putra Bai Yifeng, " batin Yu Zi Feng.
Lin Huang menyatukan kedua telapak tangannya mengeluarkan teknik sepuluh pedang pembunuh miliknya.
"Aku harus bisa memahami teknik sepuluh pedang pembunuh, aku merasa ada rahasia dari teknik ini, " gumam Bai Yanglan.
Jiwa Lin Huang menyerap aura surga yang kemudian samar-samar aura suci tungku ilahi membantunya dan secara alami Lin Huang mengetahui rahasia dari teknik sepuluh pedang pembunuh.
"Buka!! " teriak Bai Yanglan.
Visual roh raja suci memegang masing-masing sepuluh pedang pembunuh menggunakan tangannya. Pedang Lanjie di tangan Lin Huang memiliki aura dari sepuluh pedang pembunuh. Sepuluh pedang pembunuh memiliki aura kuat dengan tingkatan senjata mencapai tingkat Kaisar.
Visual roh raja suci layaknya dewa perang dalam wujudnya di medan perang. Memegang sepuluh pedang pembunuh tingkat Kaisar yang legendaris.
"Apa! " ucap tetua klan Yu bersamaan.
Yu Zi Feng menyunggingkan senyumnya ketika melihat pemandangan tersebut.
"Sepuluh pedang pembunuh tingkat Kaisar legendaris mampu diakuasi olehnya bahkan dengan jiwa pedangnya. Aku tak yakin bila Bai Yifeng mampu menggunakan teknik ini sampai pada titik menjadi sepuluh pedang Kaisar, " batin Yu Zi Feng.
"Menarik! Kau sungguh menarik!!! " ucap Li Fuyao tertawa keras.
"Apa anda sudah menduganya? " tanya tetua Yu Qin Ji.
"Tentu, bila dia telah memahami rahasia jiwa bagaimana mungkin tidak memahami rahasia suatau teknik pedang," balas Yu Zi Feng.
"Aku akan meladeni kesenanganmu, " ucap Bai Yanglan melesat mengayunkan pedangnya. Bentrokan kedua pedang membuat hempasan angin kencang. Gemretak gigi Li Fuyao terdengar di telinga Lin Huang.
"Membuatmu terluka hingga mati barulah aku bisa menjadi pemenang, " ucap Li Fuyao.
__ADS_1