
Penyu raksasa mengantarkan Lin Huang berada di bawah tangga dekat dengan danau dalam. Ribuan anak tangga yang tertutupi oleh kabut serta cahaya matahari yang samar terlihat membuat gunung Renjian seperti gunung surga. Sebuah tempurung kecil berwarna hitam melayang kemudian mendarat di telapak tangan Lin Huang.
"Sebagai hadiah dariku, " ucap penyu raksasa tersebut sebelum pergi menyelam kembali ke danau.
Lin Huang menaiki satu per satu anak tangga sembari menahan tekanan energi yang kuat. Berada di tengah-tengah, Lin Huang menghirup udara segar yang amat menutrisi jiwa.
Lin Huang berada di depan pintu kuil yang menjulang tinggi terbuat dari giok langka. Terdapat sebuah lubang yang diyakini sebagai tempat membuka kunci.
"Aku tidak memiliki kunci.. Bagaimana aku bisa membukanya... " ucap Lin Huang yang merasa kecewa dan putus asa.
Keindahan kuil naga yang telah runtuh sebagian berdiri megah di puncak gunung Renjian yang disekelilingnya terdapat awan yang bergerak. Kekuatan emas keluar dari dalam tubuh Lin Huanh membuka mekanisme pintu tersebut. Pintu terbuka secara perlahan. Cahaya masuk ke dalam kuil ketika pintu terbuka.
Kubah emas dengan ukiran sembilan kursi naga beserta dengan sang pemiliknya terlihat mewah. Ruangan luas, bagian samping bangunan kuil telah runtuh sebagian. Bangunan utama kuil ditopang oleh empat tiang giok langit. Terdapat selambu berwarna merah dimana patung Kaisar Naga berada. Lin Huang berjalan menuju ke arah tempat persembahan tersebut dan kemudian membuka tirainya.
Patung Naga yang terbuat dari emas murni dengan mangkuk persembahan di bawahnya yang sama terbuat dari emas. Lin Huang mengingat bahwa biksu yang dia temui sebelumnya dan teringat akan air yang ada di dalam kendi. Lin Huang mengeluarkan air tersebut menuangkannya pada mangkuk emas.
Lin Huang menundukkan kepalanya yang kemudian jiwa Kaisar Zhang Jun keluar dari tubuhnya masuk ke dalam patung tersebut. Cahaya emas keluar dari dalam patung membuat Lin Huang menyingkir. Bayangan naga keluar dari dalam patung meliuk-liuk di hadapan Lin Huang.
"Kau akan menerima pewarisanku"
Bayangan naga tersebut melesat masuk ke dalam tubuh Lin Huang. Sinar emas melesat ke langit membuka formasi besar. Empat gunung suci mengeluarkan aura suci yang perlahan membentuk garis di langit yang kemudian berkumpul pada satu titik. Kumpulan dari garis suci tersebut membentuk sebuah cermin bening yang mengeluarkan cahaya emas menyinari kuil.
Kaisar Zhan Jun hanya mempermudah Lin Huang dengan membangunkan sisa jiwanya yang tertinggal di dalam kuil. Bangunan sisi kuil yang runtuh perlahan terbentuk kembali akibat dari cahaya tersebut. Kuil bergetar hebat yang membuat mangkuk berisi air pemberian pendeta tumpah mengenai tubuh Lin Huang saat ia terjatuh.
Tempat dimana meja patung Kaisar Naga terbelah yang kemudian muncul sebuah mutiara. Sebuah mutiara yang merupakan harta berharga kuil yang menjadi idaman empat perguruan telah muncul. Lin Huang menelan mutiara tersebut. Aura suci mengalir di dalam tubuhnya mengisi lautan spiritual dan menutrisi jiwanya. Kaisar Zhang Jun menyerap aura dari mutiara tersebut yang kemudian belenggu dari rantai yang mengikat jiwanya perlahan hancur.
Kekuatan besat yang mengalir di dalam tubuh Lin Huang memicu tekanan pada jiwanya sendiri yang di paksa menyerap energi suci yang tak seharusnya ia lakukan sekarang. Cermin pengumpul garis suci menyebarkan formasi ke seluruh gunung. Pemimpin perguruan menyadari ada sesuatu yang salah berniat pergi tanpa memerdulikan klan suci.
"Ingin pergi? Jangan harap!! " ucap Yang Shan.
Ular piton es melilit empat gunung yang kemudian sisik-sisiknya menembakkan es runcing menyerang ke arah mereka.
"Tebasan penghancur langit!! "
Kilatan pedang menghancurkan es tersebut. De Yuan dari perguruan Shishu mengambil alih pertarungan.
"Bab kelima:Teknik Qian Jianyu!! " ucap De Yuan.
__ADS_1
Teknik hujan seribu pedang milik De Yuan mampu menutupi langit. Fang Xiao menyerang Mu Jian Kai menggunakan tombaknya. Ying Hua yang merupakan murid terbaik perguruan Shishu ikut serta dengan De Yuan menyerang Yang Shan.
"Bocah lugu," ucap Yang Shan.
Rasi bintang semesta bergerak yang kemudian menutup akses energi langit dan bumi. Yang Shan mengubah rasi bintang menjadi mode menyerang. Bintang-bintang di semesta jatuh menuju alam manusia yang kemudian memenuhi langit dengan bola api raksasa.
Fang Xiao membuat formasi besar menghalau bintang jatuh tersebut.
"Mundur! Kalian bukan lawannya!" ucap Fang Xiao memerintahkan De Yuan dan Ying Hua.
Mereka berdua menuruti perkataan pemimpin perguruan mereka yang menyuruhnya untuk mundur.
Fang Xiao mengeluarkan kekuatannya guna membalikkan serangan dari Yang Shan. Laut Lenghai bergejolak hebat. Ombak tinggi menghantam gunung dengan kemunculan kaki bintang raksasa disertai oleh gelombang besar. Penyu raksasa naik ke daratan berjalan menuju suatu tempat.
"Yao Ren!" panggil Fang Xiao.
Yao Ren dan Fang Xiao menyatukan kekuatan guna menyerang Yang Shan yang menjadi target utama mereka. Pedang raksasa tercipta melesat ke arah Yang Shan. Mu Jian Kai berdiri di hadapan Yang Shan mengahalangi serangan gabungan dari kedua pemimpin tersebut.
Pedang raksasa tak mampu menghancurkan pertahanan Mu Jian Kai.
"Apakah kalian lupa julukan klan Xingshou? Pertahanan tak tertembus! " ucap Mu Jian Kai menyerap energi jiwa yanh kemudian ia ubah menjadi energi jiwanya sendiri.
"Monster kuno! " ucap Ying Hua.
"Kita serang bersama-sama, " balas De Yuan.
"Teknik penjara suci! " ucap Ying Hua mengeluarkan rantai yanh mengurung penyu hitam tersebut.
De Yuan bersiap dengan serangan penuhnya guna menghalau laju penyu raksasa. Raungan keras menggema menghancurkan pohon dan menimbulkan longsoran salju. Serangan De Yuan dipatahkan oleh suara raungan tersebut. Penjara yang mengurung penyu tersebut pecah.
"Pergi atau aku bunuh!" ucap penyu raksasa marah.
"Monster yang bisa berbicara! " ucap Ying Hua terkejut.
De Yuan berniat mengajak Ying Hua pergi namun ia menolaknya dengan tegas.
"Dia adalah monster. Kita pergi pun akan tetap sama hasilnya. Aku akan menahannya untukmu, " ucap Ying Hua.
__ADS_1
Ying Hua mendorong De Yuan sembari melemparkan kertas jimat teleportasi. De Yuan masuk ke dalam portal menuju pulau tempat tinggalnya.
"Teknik 10.000 pedang penghancur gunung!!" ucap Ying Hua.
Puluhan ribu pedang menghujam penyu raksasa tanpa adanya efek apapun yang diterima. Asap mengepul yang tak lama menghilang kemudian Ying Hua disambut oleh tembakan kekuatan air bercampur dengan tekanan energi jiwa kuat. Ying Hua terpental hingga terluka oleh serangan tersebut.
"Monster sialan. Tak akan ku biarkan kau mengacau! " marah Ying Hua.
Pedang ditangannya bergetae hebat beserta tubuhnya bercahaya biru. Gelembung air naik ke udara melesat bagaikan pisau tajam. Gelembung air yang telah dilapisi energi jiwa Ying Hua membuat ketajamannya jauh lebih tajam. Teknik pembunuh andalan Ying Hua, teknik jarum air jiwa.
Penyu raksasa mengaum menyebabkan gelombang suara keras yang mampu menghentikan serangan dari Ying Hua dan menghancurkannya. Gelombang suara yang tiada henti-hentinya menyebabkan telinga Ying Hua keluar darah beserta sudut bibirnya. Jiwanya tergoncang oleh gelombang suara keras tersebut.
Suara yang dihasilkan dengan frekuensi tinggi merupakan teknik pembunuh yang dapat menghancurkan jiwa seseorang. Ying Hua tak tahan lagi ketika jiwanya mulai menguap dan hancur. Tubuhnya terjatuh ke tanah dan mati.
Penyu raksasa melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat pertarungan. Empat pemimpin perguruan berada di posisi masing-masing memegang senjata suci pusaka sekte masing-masing.
Mu Jian Kai berada di posisi terdepan dengan Yang Shan melayang di udara. Gao Er Yu berada di belakang. Ketika pemimpin klan suci telah memasuki mode Dewa manusia mereka. Mereka akan menggunakan formasi yang memiliki kemiripan dengan formasi ketika membuka gerbang langit.
Longsoran salju dimana-mana dengan tanah bergetar membuat semua orang keheranan. Seekor penyu raksasa muncul membuat empat pemimpin perguruan terkejut.
"Mo Gushen. Penyu hitam penjaga air daratan suci ! "
Penyu raksasa tersebut menembakkan kekuatannya membunuh murid-murid perguruan yang tersisa. Ular piton salju berbicara dengan penyu tersebut.
"Ternyata kau tertarik dengan pertempuran ini"
"Tentu, aku telah membantu seseorang dan aku ingin menonton bagaiman ia beraksi"
"Sebagai penjaga daratan suci, kita berdua berada di pihak klan suci"
Mereka berbicara melalui pikiran masing-masing. Kedatangan penyu raksasa yang membunuh murid-muris berbakat perguruan membuat Fang Xiao marah hingga amarahnya tak dapat ia bendung.
"Kalian semua akan mati!! Daratan suci akan menjadi milik empat perguruan!!! " marah Fang Xiao.
"Siapa yang berani menentang otoritas klan suci, " ucap seseorang yang merupakan Lin Huang.
Lin Huang melayang di udara menatap tajam ke arah Fang Xiao dan pemimpin lainnya.
__ADS_1
"Klan suci adalah penjaga gunung suci. Tidak ada seorang pun yang bisa meragukan otoritasnya, " ucap Lin Huang tenang.