
Tiga burung kuno kembali ke wilayahnya masing-masing. Lin Huang dan Chun Yan dibawa oleh kepala klan Yu menuju aula leluhur.
"Kalian haruslah bersumpah kepada leluhur klan Yu untuk selalu melindungi keturunan klan Yu dimanapun itu sebagai ksatria pelindung, " ucap Yu Zi Feng.
Chun Yan dan Lin Huang memberi penghormatan kepada leluhur klan Yu. Seakan memiliki kekuatan besar, batu nisan leluhur klan Yu mengeluarkan kekuatannya menerima sumpah tersebut. Kekuatan mengalir di udara menuju tubuh Lin Huang yang kemudian dihempaskan kembali.
Tubuh Lin Huang di selimuti oleh aura suci yang menolak pengikatan sumpah tersebut. Tungku ilahi menyerang balik aura yang ingin mengikat Lin Huang hingga bentrokan aura tak dapat dihindarkan. Yu Zi Feng terkejut mengenai penolakan aura yang sedang terjadi hingga aura tersebut menyerang balik. Lin Huang buru-buru mengendalikan aura miliknya sebelum terjadi sesuatu yang mengerikan.
"Chun Yan, kau pergilah terlebih dahulu, " ucap Yu Zi Feng
Mengikuti perintah kepala klan Yu, Chun Yan meninggalkan aula leluhir terlebih dahulu.
"Apa yang terjadi, aku tak mempermasalahkan penolakan mu terhadap pengikatan sumpah leluhur klan Yu, " ucap Yu Zi Feng.
"Anda tentu tahu siapa aku, namun aku sendiri tak mengetahui pasti seakan aura tersebut mengalir dan menolak pengikatan sumpah ksatria pelindung, " jawab Bai Yanglan menjelaskan kronologisnya secara menyakinkan.
"Awas! " ucap Bai Yanglan menggunakan lonceng emas sakti guna melindungi Yu Zi Feng yang diserang oleh pedang misterius.
"Siapa! " marah Yu Zi Feng.
Pedang tersebut kembali kepada pemiliknya dan seorang pria berpijak pada pedang tersebut.
"Anda siapa mengapa bisa menggunakan teknik sepuluh pedang pembunuh? " tanya Bai Yangan.
Pria tersebut turun dan Yu Zi Feng menatapnya dengan tatapan tidak senang.
"Bagus, selalu waspada dimanapun itu. Aku Bai Yingmu," ucapnya memperkenalkan dirinya sendiri.
"Kau! " ucap Yu Zi Feng menahan amarahnya ketika mendengar nama Bai Yingmu.
"Aku hanya mengecek dia, tidak mungkin kau akan mati semudah itu, " balas Bai Yingmu acuh.
"Anda klan Bai yang ada disini? " tanya Bai Yanglan.
"Ya, aku mungkin salah satunya. Kau dari klan mana utama atau cabang? "tanya Bai Yingmu.
__ADS_1
" Aku dari klan utama, seharusnya aku mewarisi posisi ketua sekte pedang surgawi ketika ayahku mangkat. Seharusnya beliau telah naik ke lapisan kedua ini, "jawab Bai Yanglan.
" Tidak udah kau pedulikan jabatan ketua ataupun yang lain, aku kemari karena merasakan teknik sepuluh pedang pembunuhmu mencapai tingkat kesempurnaan. Tak menyangka kau akan mengikuti tes ksatria pelindung klan Yu, kau belum terikat sumpah leluhur klan Yu kan?"ucap Bai Yingmu menekankan kalimat terakhirnya membuat Yu Zi Feng membuat ekspresi muka tidak sedap.
" Auranya menolak pengikatan sumpah leluhur, kau tenang saja aku akan menjaga bocah ini dengan baik,"balas Yu Zi Feng.
Hubungan Yu Zi Feng atau lebih tepatnya klan Yu dengan Bai Yingmu terjalin baik ketika klan Yu mengikuti perburuan di pengunungan Feishan.
"Berapa lama senior berada di sini? " tanya Bai Yanglan.
"Mungkin satu juta tahun, " balas Bai Yingmu.
"Apakah senior mengalami hambatan untuk naik ke lapisan ketiga? " tanya Bai Yanglan.
"Aku mencari harta bahkan mengabaikan resiko nyawaku demi mendapatkan sesuatau agar terobosan dapat terjadi. Impianku adalah bergabung dengan aula pedang dan menjadi seperti leluhur Bai Yingyu, " ucap Bai Yingmu berandai-andai.
Lin Huang menganggukkan kepalanya, tak mudah bagi seorang kultivator untuk naik ke lapisan langit selanjutnya.
"Kau tinggalah dimari, kekuatanmu belum kuat untuk menjelajahi lapisan kedua. Jika kau diperlakukan buruk, cari aku akan aku ratakan mansion ini, " ucap Bai Yingmu memberikan nasehatnya kepada Lin Huang sebelum ia pergi meninggalkan mansion.
"Ada apa kau kemari? " tanya Yu Zi Feng.
Lin Huang mengamati fitur wajah Yu Lian Lu memuji kecantikannya yang alami.
"Ksatria yang ayah rekrut bagaimana? " ucap Yu Lian Lu.
Yu Zi Feng menunjuk ke arah Lin Huang. "Dia akan menjadi ksatria pelindungmu bersama satu orang lagi namanya Chun Yan, " jawab Yu Zi Feng.
"Marga Sun, putra Sun Jianglu. Bukankah dia berselisih dengan keluarganya. Apakah mengikuti seleksi ini demi mencari perlindungan? " tanya Yu Lian Lu.
"Mungkin, " balas Yu Zi Feng.
Yu Lian Lu melihat ke arah Lin Huang yang kemudian di balas senyuman olehnya.
"Dia Bai Yanglan, dari klan Bai. Dia akan menjadi ksatria pelindungmu. Kau tak perlu khawatir dia lemah, aku saja belum tentu mampu mengimbanginya, " ucap Yu Zi Feng yang dibalas tatapan mengamati oleh Yu Lian Lu.
__ADS_1
"Apakah sebegitu hebat hingga ayah memujinya setinggi langit? " batin Yu Lian Lu.
"Kau pergilah, kepala pengurus rumah tangga akan menyiapkan kediamanmu, " perintah Yu Zi Feng.
"Baik," balas Bai Yanglan pergi meninggalkan aula leluhur.
"Apa yang ingin kau bicarakan, kita bicarakan di taman, " ucap Yu Zi Feng.
Mereka menuju taman mansion duduk di sebuah gazebo.
"Ayah tahu, aku belum resmi memasuki jalur kultivasi. Kompetisi pemilihan jalur kultivasi wanita suci yang di adakan istana awan akan segera berlangsung dan aku memiliki tubuh bulan bintang. Aku ragu bila mengeksposnya ketika kompetisi terjadi maka banyak orang yang akan menargetkanku, " ucap Yu Lian Ku berkeluh-kesah dimana ia ragu akan keputusannya.
"Aku tak memaksamu, tapi yakinlah Bai Yanglan cukup kuat melindungimu, " balas Yu Zi Feng menepuk-nepuk rambut putrinya.
Yu Lian Lu melihat langit dan berandai-andai. "Apakah istana awan akan menjadi pilihan tepat untukku melangkah menuju ke lapisan tertinggi sebagai dewi? " ucapnya bermonolog membayangkan dirinya berkumpul bersama dewi-dewi surga lainnya.
"Tubuh bulan bintang adalah salah satu tubuh langka, kau jangan khawatir, " ucap Yu Zi Feng.
Lin Huang mempercepat langkahnya mencari keberadaan Chun Yan. Di tengah jalan, ia bertemu dengan orang yang dia cari.
"Ikut aku! " ucap Bai Yanglan membawa Chun Yan pergi menjauh dari keramaian aktivitas mansion Yu.
"Ada apa? " tanya Chun Yan.
"Aku ingin kau menjelaskan asal usul mengapa kau menyegel kekuatanmu. Aura dari segel yang kau lepas samar-samar aku merasakan aura suci mulia, " jawab Bai Yangan.
"Segel lima hati yang ada di dalam tubuhku merupakan peninggalan mendiang ibuku. Ayahku dan saudaraku selalu mengincar sesuatu yang ada di dalam diriku ini. Kekuatan segel lima hati mengunci kekuatanku secara samar. Mengenai asal usul dari mendiang ibuku sendiri aku tak tahu, tapi yang dapat aku pastikan adalah bahwa beliau bukan berasal dari sini, " ucap Chun Yan menjelaskan kronologis segel yang ada di dalam tubuhnya.
"Aku akan membantumu mengetahui rahasia segel lima hati asalkan suatu saat nanti kau membantuku. Bagaimana, apakah kau setuju? " tanya Bai Yanglan.
"Aku setuju! " jawab Chun Yan.
Lin Huang merasa senang dengan keputusan Chun Yan.
"Aku akan mencarinya nanti tapi aku yakin bahwa mendiang ibu yang dia maksud kemungkinan besar berasal dari lapisan yang lebih tinggi, " batin Bai Yanglan.
__ADS_1