
"Hei, aku ingin lihat! "
Orang-orang berdesakan melihat papan pengumuman terdapat poster pengumuman yang baru saja di pasang oleh pihak istana.
"Istana membuka perekrutan pelayan dan kasim, apakah kau berniat? "
"Tergantung, aku pikir-pikir dulu"
Papan pengumuman ibukota tampak ramai orang melihat poster terbaru. Hal yang sama terjadi di tiga kota wilayah istana Raja Jin.
"Lapor! "
"Katakan"
"Istana mengadakan perekrutan pelayan dan kasim untuk Permaisuri"
"Siapkan orang untuk mengikuti acara tersebut, " perintah Raja Jin.
"Baik"
"Mencari celah? Aku ingin bermain sedikit denganmu " ucap Raja Jin.
Halaman istana ramai kumpulan pemuda maupun pemudi yang ingin mengabdi kepada Permaisuri. Kepala Pelayan istana turun langsung menyeleksi ketat pelayan yang akan melayani Permaisuri. Kasim Cang datang secara pribadi melihat calon kasim yang ingin mengabdi kepada Permaisuri.
Wen Xi Meng menerbangkan merpati pengirim surat yang kemudian di tangkap oleh salah satu pelanggan penginapan.
"Surat dari Nona Muda telah sampai. Waktunya kita bergerak"
"Baik"
Delapan tamu hotel yang merupakan suruhan keluarga Wen atas perintah Wen Xi Meng untuk mengikuti pemilihan kasim dan pelayan segera berangkat menuju istana. Gerbang istana hendak di tutup oleh penjaga namun dicegah oleh mereka yang meminta diperbolehkan untuk masuk.
"Kalian akan melayani Permaisuri. Tes akan berlangsung secara ketat. Harap patuhi sesuai aturan, " ucap Kasim Cang.
Para wanita dibawa menyingkir oleh Kepala Pelayan untuk melakukan tes kesopanan, ketelitian maupun kedisiplinan sebagai pelayan pribadi. Kasim Cang memberitahu aturan-aturan sebagai kasim maupun konsekuensi umum yang diketahui. Salah satu calon kasim terlihat menonjol dibandingkan yang lain termasuk orang-orang Wen Xi Meng.
"Test akan dimulai dibawah pengawasanku langsung, " ucap Kasim Cang.
Peserta mengikuti tes sesuai dengan peraturan. Beberapa peserta di diskualifikasi ketika tidak memenuhi aturan standar sebagai seorang kasim serta tak memenuhi kriteria yang diinginkan oleh Permaisuri.
Orang-orang Wen Xi Meng cukup percaya diri dalam mengikuti tes kasim namun beberapa dari mereka gugur ke babak selanjutnya. Wen Xi Meng tak dapat berbuat lebih saat pemilihan karena ia tahu bahwa perekrutan dibawah pengawasa langsung Kaisar.
Kepala Pelayan istana telah memilih pelayan sesuai dengan kriteria Wen Xi Meng dengan satu orang yang merupakan orangnya sendiri. Pemilihan kasim menyisakan dua kandidat dengan salah satu orang Wen Xi Meng.
"Kalian adalah kandidat terbaik dari yang baik. Salah satu diantara kalian harus gugur, " ucap Kasim Cang.
Serangkaian tes rumit dilakukan dibawah pengawasan Kasim Cang hingga satu kasim yang terpilih bukan dari orang Wen Xi Meng.
__ADS_1
"Siapa namamu? " tanya Kasim Cang.
"Lei He"
"Kau akan melayani Permaisuri, sebelumnya kau harus melalukan serangkain proses, " ucap Kasim Cang.
"Mengerti, " jawab Lei He.
Lei He dibawa oleh orang suruhan Kasim Cang untuk melakukan proses selanjutnya. Kepala Pelayan membawa pelayan yang baru saja terpilih untuk melakukan proses pengenalan serta tata cara pelayan kepada majikannya.
Wen Xi Meng telah mendengar kabar hasil perekrutan tampak sedikit tak senang karena hanya satu yang berhasil.
"Tak apa dengan satu yang berhasil. Dia sebagai perantaraku membangun kekuatan di ibukota," ucap Wen Xi Meng.
Hari berikutnya, kasim dan pelayan baru menghadap Permaisuri.
"Menghadap Yang Mulia Permaisuri"
Wen Xi Meng menatap kasim yang akan melayaninya di masa depan dengan seksama. Fitur wajah yang menawan serta berkepribadian halus membuatnya heran.
"Namamu? " tanya Wen Xi Meng.
"Menjawab. Lei He"
"Lei He? " balas Wen Xi Meng.
Wen Xi Meng mengingat adiknya yang memiliki nama yang mirip.
"Bawahan akan selalu mematuhi perintah Yang Mulia Permaisuri" jawab Lei He.
"Kau bisa pergi, " ucap Wen Xi Meng.
Lei He mengundurkan diri setelah Wen Xi Meng memerintahkannya untuk pergi.
"Apakah kau dicegat dan dicurigai? " tanya Wen Xi Meng.
"Menjawab tidak, " balas pelayan
"Baguslah" ucap Wen Xi Meng.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi Wen Xi Meng membuka jalur rahasia terbaru. Membutuhkan jaringan orang biasa yang cukup banyak serta orang-orang yang terampil dan lihai dalam hal persembunyian. Dirinya menyadari bahwa pergerakannya diawasi oleh Raja Jin dari segala penjuru di luar ataupun di dalam istana.
"Menghapuskan latar belakangmu tanpa bantuan ayah tak akan semudah yang dibayangkan, " ucap Wen Xi Meng.
"Nona Muda benar. Penjagaan sebelum memasuki ibukota lebih ketat. Hamba seperti tengah diawasi oleh persepsi jiwa, " ucap pelayan.
"Raja Jin mengawasi pergerakan semua orang keluar dan masuk. Kau tenang, istana memiliki penghalang yang tak akan pernah bisa ditembus oleh persepsi jiwa Raja Jin, " ucap Wen Xi Meng.
__ADS_1
"Apakah penghalang istana bisa ditembus oleh sesuatu atau syarat tertentu? " tanya pelayan.
"Dari yang aku dengar, penghalang istana turun temurun dari Kaisar terdahulu dan terbuat dari aura naga. Hanya seseorang yang memiliki aura naga yang dapat menembus penghalang istana, " jawab Wen Xi Meng.
"Ping Yin mengerti"
"Mulai sekarang kau adalah mata dan telingaku di istana maupun di luarnya. Berusahalah membangun kekuatan untukku dengan orang-orang perguruan lembah racun tanpa diketahui oleh orang Raja Jin, " ucap Wen Xi Meng.
"Bawahan mematuhi perintah, " jawab Ping Yin.
Lei He berada di ruangan khusus tempat ia tinggal yang tak jauh dari ruangan Permaisuri. Duduk bersila memejamkan matanya setelah memastikan semua aman. Visual jiwa Lei He muncul di depan Raja Jin.
"Informasi apa yang kau dapat? " tanya Raja Jin.
"Satu orang pelayan suruhan perguruan lembah racun berhasil berada di sisi Permaisuri, hamba berhasil menjadi kasim pribadinya, " ucap Lei He.
Raja Jin menyunggingkan senyuman ketika mendengar laporan dari Lei He. Tujuannya adalah menyisakan satu tempat untuk orang dari perguruan lembah racun mengendurkan kecurigaan Permaisuri kepadanya. Adapun beberapa orang yang ia utus mengikuti perekrutan adalah meminimalisir banyaknya orang-orang dari perguruan lembah racun yang lolos terlalu banyak.
"Lakukan seperti kau melayaninya. Orang-orangku yang ada di istana cukup banyak. Dapat kau perintah sesuai rencanamu, " ucap Raja Jin.
"Bawahan mengerti, " jawab Lei He.
Visual jiwa Lei He menghilang. Raja Jin tertawa keras.
"Aku menunggu reaksi melihat adikmu yang dibanggakan keluarga Wen menjadi seorang kasim yang melayanimu sendiri tanpa kau ketahui, " ucap Raja Jin.
Bertahun-tahun Raja Jin mempelajari teknik kuno mengubah penampilan seseorang mendetail hingga ke jiwanya.
"Jiwa adikmu telah aku segel dengan esensi kehidupannya sendiri. Aura racun di dalam tubuhnya telah dibersihkan sepenuhnya, siapapun tak akan dapat mengenalinya, " ucap Raja Jin.
Kediaman Lou, Jin Yu Mei tengah menenun kain sutra putih dipinggiran kolam. Pelayan berdiri di sekitarnya siap membantu ketika dibutuhkan. Mentri Lou datang menyuruh para pelayan pergi.
"Berapa banyak kain sutra yang kau tenun?"Mentri Lou.
"Tidak banyak, " jawab Jin Yu Mei.
Mentri Lou menyenderkan kepalanya di bahu Jin Yu Mei sembari menghela nafas panjang.
"Ada apa? " tanya Jin Yu Mei.
"Patriak mendesak agar secepatnya kau hamil," jawab Mentri Lou.
"Kalau kau ingin mengambil selir, tak masalah bagiku. Aku akan menerimanya, " ucap Jin Yu Mei.
Mentri Lou terbangun kemudian menatap wajah Jin Yu Mei dengab serius.
"Aku tak ingin melakukannya. Aku bisa menekan mereka menggunakan status Mentri ku. Mereka berhutang budi kepadaku dan padamu, sebab kita keluarga Lou bangkit kembali, " ucap Mentri Lou.
__ADS_1
"Aku tak memaksakan kehendakmu, " balas Jin Yu Mei.
"Karena aku adalah wanita terpilih, bukan manusia yang dapat melahirkan keturunanmu," batin Jin Yu Mei.