Immortality Flower

Immortality Flower
Titah Kaisar


__ADS_3

Xia Cheng membawa kelompok mereka menuju wilayah terluar Raja Jin. Dengan bantuan Chen Lie, mereka dapat sampai hanya dalam waktu sekejab. Xia Cheng mengalirkan sedikit kekuatannya hingga formasi terbuka. Mereka masuk ke dalam wilayah istana Raja Jin. Xia Cheng sedikit was-was mengingat dirinya bersama dengan Chen Lie hampir meregang nyawa.


Xia Cheng memimpin di depan. Mereka berada di wilayah barat dari istana Raja Jin. Tidak ada bahaya atau apapun yang dirasakan. Tiba-tiba Ping Yin datang sendirian menghampiri Xia Cheng.


"Kalian cepat ikuti aku kembali, " ucap Ping Yin.


Ping Yin memerintahkan semua orang bergandengan tangan. Membacakan mantra hingga setan-setan muncul memeluk tubuh mereka yang tak lama kemudian semua orang menghilang. Raja Jin merasakan hawa jahat di wilayahnya segera membuka mata.


"Aku merasakan sesuatu, " ucapnya.


Mereka muncul di halama Permaisuri. Permaisuri yang berdiri di atas tangga berdehem hingga membuat semua orang sadar.


"Salam Yang Mulia Permaisuri, " ucap mereka.


"Apakah kau ketahuan? " tanya Permaisuri.


"Hamba yakin tidak, namun hamba tidak yakin Raja Jin tidak mengetahui keberadaan hawa hamba, " jawab Ping Yin.


"Dia pasti tahu, " balas Permaisuri.


"Apa yang kau temukan di perjalanan? " tanya Permaisuri.


"Hamba menemukan orang-orang asing berjaga berbaur dengan warga sekitar di dekat paviliun Changge. Sepertinya mereka dari sekte teratai putih melihat lambang teratai yang tergantung pada pakaiannya, " jawab Xia Cheng.


"Hamba menemukan dua sekte tengah bekerjasama menelusuri jejak dengan membawa sebuah benda pusaka cermin masa lalu, " ucap Ping Yin.


"Sekte yang kau maksud adalah puncak bunga persik dan istana Dong Xue. Tak heran bila mereka bekerjasama. Hanya sekumpulan orang-orang bodoh yanh handal dalam menggoda layaknya seekor rubah! " ucap Permaisuri.


Kasim Lei He berjalan ke arah Permaisuri seakan ingin melaporkan hal tertentu.


"Salam Yang Mulia, hamba ingin melapor, " ucap Lei He.


"Katakan, " ucap Permaisuri.


"Yang Mulia Kaisar baru saja mengeluarkan titah untuk memburu seluruh musuh yang masuk ke dalam wilayah Wu. Sekte Mulia diperintahkan membangunkan formasi lonceng agung untuk mengurung siapapun yang masuk tak akan bisa keluar. Sekarang Yang Mulia mengirimkan gulungan berstempel giok naga kekaisaran ke istana Raja Jin meminta beliau untuk bertindak, " ucap Lei He.


"Dia mengeluarkan titahnya adalah hal yang bagus, kita bisa memanfaatkan keadaan ini. Namun bila Raja Jin bertindak tak akan semudah membalikkan telapak tangan, " ucap Permaisuri.


"Kapan gulungan itu diantar? " tanya Permaisuri.


"Hari ini dan kemungkinan telah sampai di istana Raja Jin," jawab Lei He.

__ADS_1


Raja Jin membuka gulungan tersebut melihat stempel dibawahnya segers mengerti keadaan di luar.


"Dia berencana memburu hal yang masuk. Apakah dia tidak memikirkan putranya di masa depan akan kesulitan mempertahankan takhtanya, " ucap Raja Jin.


Raja Jin menebak bahwa sembilan kekuatan tengah mencari pusaka yang baru saja ia buat. Beruntungnya ia mengaktifkan formasi tepat pada waktunya hingga sekuat apapun orang itu yang ada di alam manusia tak akan dapat menemukannya.


"Perintahkan She Han untuk memimpin perburuan dengan seribu pasukan dibawah komandonya, " perintah Raja Jin.


"Laksanakan"


She Han yang mendengar perintah Raja Jin untuk memimpin perburuan dengan seribu pasukan segera memberitahu pasukannya untuk bersiap. Ia berangkat sendirian melesat menuju istana kerajaan. She Han layaknya bintang jatuh di siang hari dengan kecepatannya terbang melintasi istana Permaisuri.


"Siapa dia? " tanya salah satu orang dikelompok Xia Cheng.


"She Han, salah satu dari sepuluh prajurit elite Raja Jin. Julukannya adalah bintang jatuh siang hari, " ucap Lei He.


"Kau mengetahuinya? " tanya Permaisuri sedikit terkejut.


Lei He memberikan sebuah buku kepada Permaisuri.


"Hamba menemukannya ketika berada di perpustakaan, lebih tepatnya mencuri dari penjaga perpustakaan, " ucap Lei He canggung.


"Kau memang orang yang bisa diandalkan, " puji Permaisuri.


"Terlalu dilebih-lebihkan. Akan tetapi aku yakin kekuatan mereka sekuat yang dikatakan, " ucap Permaisuri.


"Kita harus ikit serta dalam perburuan ini, gunakan kesempatan ini agar Yang Mulia mempercayaiku sepenuhnya, " perintah Permaisuri.


"Bawahan mengerti, " ucap mereka.


She Han telah sampai di aula kerajaan tempat dimana Kaisar duduk di atas singgasananya. Kedatangan She Han adalah hal yang ditunggu-tunggu Kaisar.


"Sesuai legenda, Raja Jin tidak pernah mengingkari janjinya terhadap stempel giok naga kekaisaran, " batin Kaisar.


"She Han menghadap Yang Mulia"


"Katakan, apa yang ingin disampaikan oleh Raja Jin, "ucap Kaisar.


" Yang Mulia Raja menginstruksikan bahwa hamba akan memimpin seribu pasukan untuk ikut serta dalam perintah Yang Mulia, "jawab Kaisar.


" Bagus, kalian aku berikan hak untuk memutuskan apa yang terjadi nanti sesuai dengan Raja Jin ketika di lapangan, "ucap Kaisar.

__ADS_1


" Mengerti, "balas She Han.


Permaisuri memasuki aula bersama dengan Lei He yang berdiri di depan pintu aula. Permaisuri memberi salam hormat kepadat Kaisar.


" Ada gerangan apa kau kemari? "tanya Kaisar.


" Aku menggunakan hakku sebagai ibu negara untuk ikut serta dalam perburuan ini. Aku telah mengumpulkan pasukanku sendiri yang kemudian nanti dipimpin oleh Lei He, "ucap Permaisuri.


" Jangan bercanda disaat situasi genting, "balas Kaisar.


" Lei He! Panggil mereka semua, "perintah Permaisuri.


Kelompok yang dibawa oleh Xia Cheng sebelumnya berkumpul di dalam aula bersama dengan Xia Cheng dan Chen Lie. Ping Yin datang masuk ke dalam aula bersama dengan Lei He.


" Menghadap Permaisuri dan Kaisar, "ucap mereka.


" Bukankah dia pelayan dan kasimmu? "tanya Kaisar


" Ya, dia aku latih. Jangan lupa bahwa aku nona pertama dari keluarga Wen, "ucap Permaisuri.


Kaisar mengiyakan permintaan Permaisuri dengan syarat bahwa Permaisuri tidak boleh terjun langsung. Kedatangan Permaisuri ke aula bukan tanpa alasan. Ia mencoba memberitahu She Han yang merupakan bawahan Raja Jin bahwa dia telah sepenuhnya melepas gelarnya sebagai nona dari keluarga Wen sekaligus menegaskan kepada Kaisar bahwa dirinya selalu ada di sampingnya.


She Han undur diri pergi dari aula setelah Kaisar memberitahu bahwa esok hari seluruh pasukan yang dibawa oleh She Han untuk berkumpul di halaman istana. Para keluarga besar telah diberitahu untuk mengumpulkan pasukannya di halaman istana esok hari. Xia Cheng dan yang lainnya kembali ke istana Permaisuri sesuai arahan yang diberikan.


"Siapa dia? " tanya Permaisuri.


"Salah satu dari kesepuluh prajurit elite Raja Jin. Jika salah satu dari mereka keluar istana dan menyampaikan pesan maka sama saja dengan Raja Jin yang berbicara. Dan kebetulan yang kemari adalah She Han sang bintang jatuh siang hari, " jawab Kaisar.


"Dia terlalu muda disayangkan bila hanya menjadi bawahan, " balas Permaisuri.


"Jangan meremehkannya, kesepuluh prajurit elite Raja Jin pernah memimpin puluhan ribu pasukan menaklukkan daerah-daerah lain dengan pasukan milik leluhur. Umurnya ratusan tahun meskipun tampilanya terlihat sangat muda, " ucap Kaisar.


Permaisuri lantas bertanya mengenai keluarga besar lainnya yang menyumbangkan pasukan rahasia turun-temurun mereka ketika stempel giok naga kekaisaran keluar.


"Apakah keluarga Lou sama? " tanya Permaisuri.


"Ya, namun bukan pasukan sepertinya, " jawab Kaisar.


"Lantas apa bila bukan pasukan? " tanya Permaisuri.


"Mutiara cahaya dalam, " jawab Kaisar.

__ADS_1


__ADS_2