
Kereta kuda mewah berlambangkan istana Jin melintasi jalanan ibukota. Prajurit mengiringi kedatangan Raja Jin. Alun-alun telah penuh oleh para bangsawan dan rakyat yang ingin menikmati pesta. Kedatangan Raja Jin bertepatan dengan putrinya Jin Yu Mei yang baru saja tiba.
Jin Yu Mei menundukkan kepalanya menyapa ayahnya secara formal. Mentri Lou melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jin Yu Mei. Raja Jin dengan gagahnya berjalan menuju tempat para tamu undangan.
Senda gurau terdengar pada masing-masing meja pesta. Saudara dari Kaisar Wu tampak datang bahkan lengkap berada di sana.
"Raja Jin. Anda sudah datang"
Raja Jin membalas sapaan dengan gurauan sederhana menyambut keramahan dari salah satu bangsawan tersebut. Iringi-iringan kerata kuda Kaisar telah tiba menandakan acara akan dimulai.
Seluruh bangsawan yang hadir berdiri menyambut kedatangan pemimpin negara tersebut. Kaisar keluar dengan pakaian kebesarannya yang mewah terbuat dari sutra terbaik dibalut dengan aura spiritual. Mengulurkan tangan guna menyambut Permaisuri negara Wu, Permaisuri Wen Xi Meng.
Berjalan dengan keagungan menuju kursi kebesaran. Melewati seluruh bangsawan yang hadir termasuk keluarga Lou. Pakaian Permaisuri nampak mewah dengan balutan warna maroon bercorak emas. Pakaian serupa dikenakan oleh Jin Yu Mei namun dengan corak hitam.
Kaisar dan Permaisuri duduk di kursi kebesarannya. Sambutan diucapkan oleh Kaisar sebagai pembuka acara. Seluruh orang yang hadir mendengarkan dengan seksama.
"Perjamuan malam ini dimulai! " ucap Kaisar.
Suara tepukan terdengar menggema ke seluruh ruangan. Tari-tarian disajikan dengan apik pertanda dimulainya perjamuan. Penari melenggokkan tubuhnya memamerkan bentuk tubuh yang sempurna. Penampilan selanjutnya di tampilkan oleh pemain musik terkenal yang bernama Lu Jia. Pipa di petik dengan merdunya sesuai nada yang dimainkan.
"Lihatlah. Penampilan Lu Jia kali ini luar biasa"
Bisik-bisik bangsawan mengiringi penampilan Lu Jia. Jin Yu Mei merasakan instrumen yang tak asing seperti pernah ia dengan di suatu tempat. Petikan pipa milik Lu Jia mengandung unsur spiritual kuat disetiap nada yang dimainkan.
"Nada ini mirip dengan instrumen lagu bulan merindu hati. Salah satu dari lima lagu terkenal pada kitab lagu bulan, " batin Jin Yu Mei.
Raja Jin menikmati alunan musik Lu Jia hingga matanya tertutup merasakan aura spiritual mengalir bebas di udara.
"Wanita ini tidak sesederhana yang dilihat. Alunan musik yang dia mainkan mengandung unsur spiritual kuat serta bakat kultivasi musik yang mumpuni. Kalau dugaanku tak salah, lagu ini merupakan salah satu dari lima lagu terkenal kitab lagu bulan paviliun Changge, "ucap Raja Jin.
Paviliun Changge terkenal akan tempat pelatihan bagi kultivasi musik yang berkeinginan untuk menjadi musisi terkenal. Dipimpin oleh seorang wanita misterius serta 4 bawahannya. Publik hanya mengetahui Lu Jia sebagai salah satu orang penting dan dihormati di paviliun Changge.
__ADS_1
Lu Jia memainkan pipa dengan merdu serta menghipnotis siapapun yang mendengarkannya. Wen Xi Meng curiga akan penampilan dari Lu Jia yang ingin menggoda Kaisar. Suara tepukan meriah menggema setelah Lu Jia menyelesaikan penampilannya.
"Penampilanmu sangat bagus. Paviliun Changge memang hebat dapat melatihmu dengan sempurna, " puji Kaisar.
"Hamba tersanjung atas pujian Yang Mulia, " balas Lu Jia sopan menundukkan kepalanya.
Pelayan memasuki area perjamuan membawa puluhan makanan mewah kerajaan yang telah disiapkan oleh master koki. Meja-meja tamu undangan penuh akan makanan mewah serta arak berkualitas yang diimpor dari negara tetangga.
"Perjamuan malam ini akan menjadi puncak acara pesta, aku harap kalian semua menikmatinya, " ucap Kaisar.
Semua orang mengangkat gelas arak mereka bersulang. Acara jamuan puncak pesta dilaksanakan dengan meriah. Para warga melaksanakan pesta di jalan dengan berkumpul dan tertawa bersama keluarga. Anak-anak berlarian membawa lampiok di tangannya.
"Dimana He Lei. Beberapa hari ini tidak ada kabar apapun darinya hingga saat ini. Aku sudah menyuruhnya untuk datang ketika acara puncak sebagai perwakilan dari perguruan lembah racun," batin Wen Xi Meng.
Wen Xi Meng mulai khawatir dengan keadaan adiknya. Berpikir bahwa sesuatu telah terjadi. Ia menoleh ke arah dimana Raja Jin berada. Raja Jin tengah bercengkrama dengan salah satu bangsawan di sampingnya.
"Tak mungkin semua ini ulah dia, " ucap Wen Xi Meng merujuk kepada Raja Jin.
"Bukan sekarang untuk tahu keberadaan adikmu," gumam Raja Jin.
Raja Jin membuka komunikasi antar jiwa dengan bawahannya di istana.
"Permaisuri Wen Xi Meng ingin mencari tahu keberadaan adiknya. Gunakan formasi penghalang ke seluruh wilayah istana hingga tiga kota, " perintah Raja Jin.
"Bawahan melaksanakan perintah"
Raja Jin melihat Wen Xi Meng tengah berbincang dengan para wanita bangsawan. Putrinya Jin Yu Mei menikmati makanan sajian master koki istana. Gaya anggun nan berkelas menarik perhatian Kaisar.
"Aku ingin keluar sebentar, " ucap Jin Yu Mei.
Mentri Lou menganggukkan kepalanya mengizinkan Jin Yu Mei untuk pergi. Kepergian Jin Yu Mei dilihat oleh Wen Xi Meng hingga ia mengikuti Jin Yu Mei pergi tanpa sepengetahuan Kaisar.
__ADS_1
Jin Yu Mei melangkahkan kakinya menuju belakang pendopo alun-alun yang tampak lebih sepi. Wen Xi Meng mengikuti dari belakang menghindari kecurigaan Jin Yu Mei.
"Apakah anda ingin mengikuti saya terus menerus? " tanya Jin Yu Mei menghentikan langkahnya dan berbalik.
Kalimat yang dilontarkan Jin Yu Mei membuat Wen Xi Meng tersentak. Memposisikan diri sebagai yang agung dalam jabatan berbicara anggun kepada Jin Yu Mei.
"Saudari Yu Mei telah salah paham kepada saya, " balas Wen Xi Meng.
"Benar, aku telah bersalah, " ucap Jin Yu Mei.
"Menggapai matahari sedangkan kau adalah bumi, " ucap Wen Xi Meng bersilat lidah.
"Tapi aku bukan bumi, melainkan bulan yang akan ada diantara matahari dan bumi, " jawab Jin Yu Mei.
Berjalan pelan ke arah Wen Xi Meng hingga berhenti tepat disampingnya.
"Anda adalah semut di kandang singa. Pemerintahan bukanlah wilayah sembilan kekuatan. Anda bukanlah lawanku, " ucap Jin Yu Mei dingin berjalan meninggalkan Wen Xi Meng.
Wen Xi Meng merasa harga dirinya ditindas oleh Jin Yu Mei merasa kesal melemparkan belati dengan kecepatan tinggi ke arah Jin Yu Mei.
"Mati! " ucap Wen Xi Meng.
"Clapp! "
Jin Yu Mei berubah menjadi kupu-kupu transparan terbang ke segala arah. Belati milik Wen Xi Meng menancap pada dinding kayu.
"Anda adalah batu pijakan yang digunakan untuk memperkuat Pangeran Jing Ren atau sekarang bisa disebut sebagai Kaisar Wu Jing Ren. Anda lemah dimata pemerintahan, " ucap Jin Yu Mei yang kembali ke bentuk manusianya.
"Bajingan gila! Apakah kau mampu menanggung konsekuensi menyinggung sembilan kekuatan dunia persilatan! " teriak Wen Xi Meng.
"Anda terlalu implusif. Jika anda mengancam menggunakan sembilan kekuatan sebagai dukungan anda, maka anda bersiap menjadi musuh seluruh dinasti. Ingat! Kekaisaran berkuasa di ibukota, namun diluarnya adalah ayahku Raja Jin lah yang berkuasa. Sebelum bala bantuanmu tiba, maka mereka haruslah melewati penjagaan wilayah istana Jin!, "ucap Jin Yu Mei mengancam dan merendahkan Wen Xi Meng hingga membuat orang yang bersangkutan naik pitam.
__ADS_1
" Kau tidak akan pernah lepas dari sumpah matiku! "teriak Wen Xi Meng mengglegar.