Immortality Flower

Immortality Flower
Jendral An Ning


__ADS_3

"Apakah guru yang melakukannya? " tanya Permaisuri Wu.


Kaisar Iblis Fa Qin yang hanya berwujud gumpalan aura hitam menjawab pertanyaan dari muridnya.


"Ya, hanya permainan kecil, " jawab Fa Qin.


Permaisuri Wu mendengar di salah satu desa terpencil terdapat kekacauan akibat orang-orang yang berubah menjadi gila dalam semalam dan para pendekar yang bertarung mati-matian memperebutkan sesuatu. Putranya Kaisar Wu tengah mengutus orang lain untuk melihat kesana hanya sebatas formalitas menenangkan para mentri.


Istana terbengkalai tempat Kaisar Iblis bernaung di istana Wu, terdapat tempat yang penuh akan aura hitam yang dilindungi oleh formasi. Terdapat ratusan bahkan ribuan bayi yang ada di dalam formasi yang semuanya terlahir dari rahim permaisuri Wu. Seluruh bayi yang ada di dalam formasi tertidur dengan nyenyak seperti menunggu momentum untuk bangun.


Setiap bulan purnama, Permaisuru Wu akan melahirkan bayi dari rahimnya dan setiap awal bulan Kaisar Iblis akan membuahi rahimnya. Rahim Permaisuri Wu menjadi wadah bagi kelahiran bayi iblis. Imbalan yang diperoleh oleh Permaisuri Wu adalah keabadian.


"Laksanakan tugasmu, " perintah Kaisar Iblis.


Permaisuri Wu menaiki ranjang yang berada di tengah-tengah formasi. Rantai besi mengingkat kedua tangan Permaisuri Wu. Dengan lambaian tangan Fa Qin, seluruh pakaian yang dikenakan Permaisuri Wu terlepas dari tubuhnya. Kaisar Iblis menaiki ranjang melihat pemandangan indah menggoda tubuh Permaisuri Wu.


Kaisar Iblis menindih tubuh Permaisuri Wu dan mencengkeram dahinya. Mulut Kaisar Iblis terbuka diikuti oleh Permaisuri Wu. Sesuatu seperti asap hitam keluar dari mulut Kaisar Iblis yang kemudian ditelan oleh Permaisuri Wu. ******* mulai terdengar hingga Kaisar Iblis memiringkan kepalanya senang melihat ekspresi Permaisuri Wu.


Setiap ******* yang keluar membuat para bayi yang tertidur bergerak sedikit seakan merespon ibunya dan menantikan kelahiran kembali saudaranya. Kaisar Iblis menghentakkan secara tiba-tiba membuat erangan panjang dari Permaisuri Wu. Rantai yang mengikat kedua tangannya bercahaya mengirimkan energi nutrisi untuk bayi iblis yang tertidur. Kaisar Iblis meninggalkan Permaisuri setelah melakukan pelepasan.


Kaisar Wu tengah berpikir mengenai bagaimana secara tiba-tiba ada kasus hingga para pendekar yang berkumpul di satu tempat secara bersamaan.


"Harta apa yang mereka cari, " gumam Kaisar Wu.


Penasihat Agung yang berada di samping Kaisar Wu mengutarakan pendapatnya.


"Kemungkinan mengenai harta dari mendiang Kaisar terdahulu, " ucap Penasihat Agung.


Legenda mengatakan bahwa mendiang Kaisar terdahulu memiliki harta melimpah setinggi gunung yang tersebar di berbagai wilayah di Dinasti Wu. Dikatan bahwa harta tersebut hanya berhak dimiliki oleh keturunannya, namun bagi orang yang menemukan harta tersebut, maka ia berhak atas semua harta yang ia temukan. Namun dengan syarat membawa dekrit berstempel Kaisar yang ada disetiap tempat harta karun berada.


"Kemungkinan benar apa yang kau katakan, aku tidak peduli apa yang mereka dapatkan. Semakin banyak dari mereka yang terbunuh, semakin tenang pula kekhawatiranku, " ucap Kaisar Wu.


"Yang Mulia benar, " ucap Penasihat Agung.


Istana Wu hanya mengirimkan seorang jendral muda sendirian yang bernama An Ning. Jendral An Ning baru saja dilantik menjadi jendral beberapa bulan lalu dan sekarang diperintahkan untuk mengunjungi desa Shiluo mengecek keadaan. Kuda melaju dengan kencang dibawah perintah jendral An Ning.

__ADS_1


Hentakan kaki kuda membelah sungai air sungai. Jendral An Ning memegang tombaknya dengan gagahnya. Setiap orang akan terpesona oleh tampilannya saat ini. Air sungai bercampur dengan warna merah membuat jendral An Ning melambatkan laju kudanya. Jasad seseorang yang berada di pinggiran sungai menarik perhatiannya.


Jendral An Ning memeriksa jasad pria tersebut. Terdapat luka sayatan pedang dan cakaran membuat Jendral An Ning sedikit kebingungan. Seseorang terjatuh dari tebing membuat Jendral An Ning buru-buru menghampirinya. Orang tersebut luka parah namun ingin mengatakan sesuatu.


"Musuh dan monster, " ucapnya sebelum meninggal.


Jendral An Ning segera kembali mengendarai kuda dengan cepat untuk mempersingkat waktu sampai ke desa Shiluo. Auman hinga geraman terdengar di sepanjang jalan. Jendral An Ning melihat ke arah gunung merasakan bahaya mengintai dirinya.


Gerbang desa Shiluo telah hancur. Orang-orang mati bergelempangan di jalan berselimut aura iblis. Jendral Shiluo mencari orang yang selamat untuk dimintai keterangan.


"Iblis mulai bergerak, " gumam Jendral An Ning.


Sepanjang jalan hanya mayat tergeletak dijalanan. Tua, muda ataupun anak-anak tak luput dari bencana tersebut. Jendral An Ning telah sampai dirumah kepala desa. Rumah kepala desa tampak kosong, seluruh desa Shiluo diselimuti aura gelap. Kesunyian yang melanda memberikan rasa akan takut terhadap kematian.


Mayat penjaga Mei Niang tergelatak di tanah termasuk dirinya yang meringkuk di sudut hingga mati. Suara pintu tertutup membuat Jendral An Ning terkejut. Orang yang keluar dari dalam kamar adalah Fei Lian.


"Siapa kau? " tanya Jendral An Ning.


"Aku istri kepala desa sesungguhnya, " jawab Fei Lian.


Seluruh desa tertutup oleh formasi tak terlihat hingga aura gelap menyelimuti desa. Entah keberuntungan atau apa, Fei Lian dengan leluasa bisa masuk tanpa terpengaruh oleh energi gelap.


"Apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jendral An Ning.


Fei Lian menceritakan apa yang ia ketahui hingga dirinya yang sebenarnya telah mengungsi atas perintah orang lain.


"Sebaiknya kau keluar desa memulai hidup baru, aku akan melaporkan kepada Yang Mulia bahwa tidak ada orang yang selamat menghindari kecurigaan terhadapmu, " ucap Jendral An Ning.


Suara dentingan pedang hingga auman macan terdengar ditelinga Jendral An Ning. Segera ia mencari sumber suara tersebut. Pedang melayang menyayat kulit harimau hutan hingga ia terkapar tak berdaya. Pertarungan disisi lainnya diisi oleh pendekar yang mengeklaim dirinya menemukan harta gunung.


"Aku akan membunuhmu! " ucapnya marah.


Pedang berputar menebas kepala hingga menggelinding ke tanah. Jendral An Ning melihat kepala menggelinding dengan darah menggenang tercengang. Seseorang dengan mudah membunuh orang lain tanpa takut hukuman.


"Siapa kau! " ucapnya meninggi.

__ADS_1


"Aku An Ning, utusan Kekaisaran, " jawab Jendral An Ning.


"Pergi! Dunia persilatan bukan ladang orang sepertimu, " ucapnya pergi meninggalkan jendral An Ning.


Darah menggenang kemana-mana hingga terciprat di batang pohon. Hewan buas yang mati memiliki jejak aura gelap. Jendral An Ning mendengar teriakan suara wanita.


Macan hutan yang dipengaruhi energi gelap mendekati Fei Lian. Matanya berawarna hitam dengan kuku tajam siap menyayat siapapun. Harimau hutan meloncat siap menerkam Fei Lian. Sebuah tombak melesat menyayat kulit harimau hingga harimau tersebut mengurungkan niatnya.


Jendral An Ning datang kembali ke tempat Fei Lian melindunginya dari serangan harimau hutan.


"Kau mundurlah terlebih dahulu, " ucap Jendral An Ning.


Harimau hutan yang terkena sayatan tombak milik Jendral An Ning mengeram marah. Melompat menerkam Jendral An Ning secara langsung. Tombak milik Jendral An Ning menahan cakaran tajam dari harimau hutan.


Kekuatan harimau hutan jauh berlipat-lipat lebih kaut dari biasanya. Kaki Jendral An Ning tertekuk menahan tekanan kekuatan dari harimau hutan. Sepasang mata tajam mengawasi Fei Lian dari dalam hutan. Fei Lian merasakan bahaya namun telat untuk menyadarinya.


Seekor harimau hutan meloncat menerkam dirinya siap sebagai santapan makanan. Fei Lian meronta-ronta. Jendral An Ning yang berhasil melumpuhkan harimau hutan berniat menolong Fei Lian.


Harimau hutan yang telah dikalahkan oleh Jendral An Ning tidak mati. Dengan kekuatan terakhirnya, ia mengumpulkan aura gelap ditubuhnya sebagai senjata pamungkas. Tembakan bola hitam keluar dari mulutnya menyerang ke arah Jendral An Ning.


Tombak milik Jendral An Ning menahan serangan dari harimau hutan. Kekuatan gelap yang kuat membuat Jendral An Ning terpojok.


"Tak ada waktu, aku harua segera menyelesaikannya, " ucap Jendral An Ning.


Urat lengan jendral angin mengirim kekuatan kepada tombak yang ada di dalam genggamannya. Kekuatan tombak melonjak pesat berhasil mendominasi pertahanan energi gelap. Tombak Jendral An Ning mengumpulkan energi alam membentuk tombak transparan yang kemudian melesat membunuh harimau hutan tersebut.


Teriakan Fei Lian terdengar yang tak lama kemudian suara rintihan terdengar jelas. Kuku tajam harimau hutan berhasil menembus perut Fei Lian. Nyawanya diujung tanduk dengan sisa-sia nafas terakhir.


Jendral An Ning membunuh harimau tersebut dengan satu tebasan tombak kemudian menghampiri Fei Lian.


"Diujung sungai, anakku beserta suamiku ada disana. Aku mohon rawatlah anakku, " ucap Fei Lian sebelum meninggal.


Jendral An Ning mengeratkan genggaman tombaknya merasakan penyesalan mendalam akan kegagalannya dalam menyelamatkan nyawa Fei Lian.


Jendral An Ning melihat kalung kristal sederhana di leher Fei Lian yang kemudian ia ambil untuk ia berikan kepada Zhuo Qian anak dari Fei Lian sebagai kenang-kenangan terakhir dari ibundanya.

__ADS_1


.


__ADS_2