
Ikan tanduk tulang besi mengelilingi kapal bersiap untuk menenggelamkannya. Xia Cheng merasakan tekanan pembalik pada dinding air hingga mempengaruhi jiwanya.
"Kalian fokuslah, aku akan melindungi jiwa kalian," ucap Lu Jia.
Petikan guqin bernada cepat dimainkan oleh Lu Jia membuat perlindungan jiwa musik. Ikan tanduk tulang besi mengaum hingga kapal berguncang. Semua orang panik. Pedang muncul dari dasar air yang kemudian ditangkap oleh Xia Cheng.
Gerakan melingkar dengan tendangan kaki ke depan mengayunkan pedang menebas angin dilakukan oleh Xia Cheng. Air laut naik mengikuti gerakan ayunan pedang Xia Cheng. Ikan tanduk tulang besi melompat ke udara melompati kapal berniat menelan gadis dibelakang Lu Jia.
"Trang.... "
Senar guqin mengeluarkan anak panah jiwa menyerang ke dalam mulut ikan. Ikan tanduk tulang besi terjun kembali ke dalam laut. Rantai emas keluar dari dalam laut yang membuat Xia Cheng dan Chen Lie keheranan.
"Rantai apa ini! " ucap Chen Lie.
Lu Jia membalikkan papan guqin mengusapnya hingga berubah menjadi guqin yang terbuat dari giok biru langka. Lu Jia menepuk guqin hingga gelombang kekuatan jiwa keluar meluap-luap. Air laut berkumpul meliuk-liuk ketika pedang Xia Cheng menari di udara.
Pedang melesat menabrak dinding air memusatkan pada satu titik tertentu. Air laut yang dikendalikan oleh pedang Xia Cheng ikut membantu menyerang dirinya sendiri. Chen Lie memanipulasi energi langit dan bumi menggerakkan angin hingga membentuk angin ****** beliung di dalam dan luar dinding pembatas.
Ikan tanduk tulang besi kembali melompat yang bersamaan dengan Lu Jia memetik senar guqin menyayat tubuh batu ikan tanduk tulang besi. Kecepatan Lu Jia dalam memainkan guqin mempengaruhi ritme sayatan energi jiwa yang ia keluarkan. Rantai emas yang menjulang layaknya rantai hidup mulai mengaktifkan kekuatannya.
Guqin giok biru langka milik Lu Jia memainkan nada misterius yang dapat mempengaruhi ikan tanduk tulang besi yang meraung kesakitan.
"Rantai emas ini mengandung energi bulan yang dapat aku manfaatkan untuk keluar, " batin Lu Jia.
Buku yang ada pada lautan jiwanya terbuka pada halaman selanjutnya dengan bait-bait keluar mengelilingi jiwa Lu Jia.
Lu Jia memetik senar guqin membuat rantai emas bergerak perlahan mendekati kapal. Ikan tanduk tulang besi melompat ke udara yang disambut dengan rantai emas yang mengikatnya sesuai dengan perintah Lu Jia. Rantai emas mencengkeram erat tubuh ikan tanduk tulang besi. Raungan kemarahan ia keluarkan ketika rantai emas semakin erat mengikat dirinya.
"Teknik Raja jiwa abadi! " ucap seseorang.
Visual jiwa raksasa memegang pedang menebas ikan tanduk tulang besi hingga hancur berkeping-keping. Putaran pedang Xia Cheng yang dilapisi oleh kekuatan angin Chen Lie akhirnya dapat membuka celah pada dinding air.
"Buka! " teriak Xia Cheng.
"Blarrr!! "
Dinding air runtuh. Bangkai ikan tanduk tulang besi terjatuh ke dalam laut yang kemudian di makan oleh ikan-ikan pemakan daging. Sosok pria layaknya tuan muda yang menebas ikan tanduk tulang besi yang memegang kipas berdiri di atas kapal dibelakang Lu Jia.
Mata memandang sosok tersebut, Xia Cheng maupun Lu Jia sepertinya mengenali identitas pria tersebut.
"Kipas besi Gulao? Tuan Xing Jiao Lao! " ucap Xia Cheng bersamaan dengan Chen Lie.
__ADS_1
Orang yang dipanggil Tuan Xing Jiao Lao turun berhadapan dengan Xia Cheng. Lu Jia memandang Xing Jiao Lao sesaat sebelum mengalihkan pandangannya.
"Anak muda, kekuatanmu identik dengan Wu Xing. Apakah kau bagian dari paviliun lima elemen? " tanya Xing Jiao Lao.
"Menjawab, bukan, " ucap Chen Lie.
"Oh... " balas Xing Jiao Lao.
Tuan Xing Jiao Lao selalu dikait-kaitkan dengan keluarga Xing. Namun dia sendiri tak mempermasalahkannya. Semua orang menganggap bahwa tuan Xing Jiao Lao merupakan leluhir keluarga Xing.
Xing Jiao Lao menoleh ke arah Lu Jia yang tengah mengubah guqin giok biru langka miliknya menjadi kayu biasa yang kemudian menghilang.
"Praktisi musik ranah penyempurnaan jiwa musik," ucap Xing Jiao Lao yang membuat Chen Lie dan Xia Cheng terkejut.
"Apa! " teriaknya
Kapten kapal yang sebelumnya pingsan terbangun merasakan pusing dikepalanya.
"Apa yang terjadi? " ucapnya kebingungan.
Mata memandang ke arah kapten kapal yang tengah dilandan kebingungan.
"Cepatlah jalankan kembali kapalnya, apakah tidurmu terlalu nyenyak? " ucap Chen Lie.
"Tuan Xing, anda bilang dia berada pada ranah penyempurnaan jiwa musik. Apakah yang anda katakan adalah benar, " tanya Chen Lie.
"Penglihatanku tak pernah salah, " balas Xing Jiao Lao.
"Jalan kultivasi musik ranah penyempurnaan jiwa musik merupakan ranah yang dapat disandingkan dengan ranah yang mendekati manusia abadi. Seseorang kultivator musik yang mencapai ranah ini, aku terkejut karena baru mendengarnya langsung, " ucap Xia Cheng.
"Bukankah anda orang paviliun Changge? " tanya Xing Jiao Lao.
"Benar. Aku orang paviliun Changge, " jawab Lu Jia.
"Kultivasimu tak buruk. Jarang aku melihat orang yang dapat mencapai ranah ini diusia sepertimu. Bila mengingat ranah yang kau injak sekarang, umurmu kemungkinan bertambah hingga 100 tahun kedepan, " ucap Xing Jiao Lao.
"Tuan, anda terlalu memuji, " balas Lu Jia.
"Kalian akan kemana? " tanya Xing Jiao Lao.
"Wilayah Wu, " jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
"Tuan, kabut semakin menebal. Aku khawatir kita akan menabarak karang," ucap Kapten kapal tiba-tiba.
"Tak perlu khawatir, " ucap Xing Jiao Lao memutarkan kipas Gulao dan menghempaskannya membuta kabut menghilang seketika.
Kapten kapal melajukan kapalnya perlahan ketika kabut putih menghilang.
"Kabut hantu memang membuat kacau. Beruntung kalian ada wanita paviliun Changge yang melindungi jiwa kalian, " ucap Xing Jiao Lao.
"Terimakasih, " ucap Chen Lie mewakili Xia Cheng mengucapkan kepada Lu Jia.
Xing Jiao Lao meninggalkan mereka kembali ke dalam kapal. Chen Lie mendekati Lu Jia dengan pandangan kagum.
"Apakah wanita paviliun Changge semuanya hebat sama sepertimu? "tanya Chen Lie.
"Tuan bercanda. Paviliun Changge tak sehebat yang dikatakan tuan, " balas Lu Jia.
"Aku tak percaya, kau pasti salah satu orang penting di sana, " ucap Xia Cheng.
"Coba kau ceritakan seperti apa rupa paviliun Changge, " ucap Chen Lie.
"Paviliun Changge sama halnya dengan paviliun lima elemen ataupun yang lainnya. Berbeda dari sembilan kekuatan yang saling terhubung, paviliun Changge berdiri tak terlibat dengan urusan apapun. Paviliun Changge semuanya merupakan praktisi jalan kultivasi musik baik pria ataupun wanita. Salah satu kekuatan berpengaruh di ibukota Wu, "ucap Lu Jia menjelaskan seperti apa paviliun Changge.
" Yah, dunia memang rumit. Selain sembilan kekuatan dan empat perguruan suci, terdapat berbagai kekuatan diluar mereka, "ucap Xia Cheng.
"Kekuatan pavilun Changge tak sebanding dengan Yang Mulia Raja Jin akan tetapi dapat disandingkan dengan keluarga besar ibukota, " ucap Lu Jia.
Chen Lie memandang Xia Cheng kemudian bertanya kepada Lu Jia.
"Seberapa berpengaruh Raja Jin diwilayah Wu? " tanya Chen Lie.
"Ibukota mungkin titik lemah Raja Jin, namun putrinya menikah dengan putra kediaman Lou. Meskipun kediaman Lou sempat merosot, akan tetapi putra Lou mampu menjadi mentri dan menikahi putri Raja Jin yang memperkuat dirinya di pemerintahan. Beberapa tahun terakhir, kediaman Lou meningkat pesat, " balas Lu Jia.
"Wilayah kekuasan Raja Jin? " tanya Xia Cheng.
"Hampir setengah wilayah Wu. Orang-orang menjulukinya sebagai Raja beda marga dari keluarga kerajaan yang berkuasa hampir menyamai Kaisar. Konstribusi Raja Jin pada saat berdirinya dinasti tak dapat disangkal oleh apapun. Hingga saat ini, Raja Jin tak pernah menua hingga semua orang menganggap bahwa Raja Jin telah mencapai ranah manusia abadi, " ucap Lu Jia.
"Begitu hebat bila mendengar ceritamu, akan tetapi bila disebut sebagai manusia abadi sepertinya terlalu berlebihan dan tidak masuk akal, " ucap Xia Cheng.
"Betul. Bila Raja Jin telah mencapai ranah manusia abadi, seharusnya ia naik ke alam selanjutnya. Alam peralihan sebelum naik menjadi Dewa di alam atas, " tambah Chen Lie.
"Aku tak tahu pasti, namun fakta yang tak dapat disangkal adalah Raja Jin tak pernah menua. Dari ketika Kaisar pertama mendirikan dinasti yang dibantu Raja Jin yang dulunya seorang pendekar hebat tanpa nama yang memperluas wilayah Wu hingga diberi gelar marga oleh Yang Mulia Kaisar pertama yang diambil dari nama tengahnya, " ucap Lu Jia.
__ADS_1
"Aku tak yakin bahwa Raja Jin se-hebat yang dikatakan olehnya, " bisik Chen Lie kepada Xia Cheng.