Immortality Flower

Immortality Flower
Raja Jin Dan Yi


__ADS_3

"Kekuatanmu aku akui memang kuat, akan tetapi kau bahkan tidak bisa melukaiku, " ucap Permaisuri disertai kepulan asap yang menghilang.


Ling Mei merasa energi ditubuhnya terkuras habis setelah menggunakan teknik dewa. Mentri Lou menghampiri Jin Yu Mei yang tengah berjuang sendiri menahan rasa sakit yang menggrogoti tubuhnya. Mutiara cahaya dalam atas perintah Mentri Lou menyembuhkan Jin Yu Mei.


Xing Jiao Lao melemparkan kipasnya hingga terbelah menjadi lima yang kemudian berputar layaknya cakram yang dapat memenganggal kepala manusia. Satu persatu kipas Gulao menyerang tubuh Permaisuri namun kulitnya layaknya terbuat dari kura-kura hitam yang sangat keras.


"Tubuh apa yang dia miliki hingga teknik cakram kipasku tak mampu menggoresnya, " ucap Xing Jiao Lao.


Permaisuri telah diambil alih oleh kaisar iblis yang dapat dengan mudah mematahkan teknik milik Xing Jiao Lao. Kaisar hanya ikut menonton tanpa adanya tindakan apapun yang memancing amarah dari Mentri Lou.


"Yang Mulia! Anda harus memutuskan! " teriak Mentri Lou.


Bayangan melesat layaknya bintang berjatuhan dari langit berbaris rapi di belakang Mentri Lou. She Han muncul dengan amarah yang meluap-luap.


"Yang Mulia, keputusanmu aku tunggu hari ini juga!" ucap She Han.


"HAHAHAHAHA. Kaisar bodoh yang kalian agungkan hanyalah boneka yang tak memiliki keberanian memilih, "ucap Permaisuri yang telah dirasuki.


Xing Jiao Lao dan Ling Mei mundur berada di pihak She Han.


" Kau bukan dari negaraku, kenapa kau ikut campur?"ucap Kaisar.


"Apakah anda lupa perjanjian Dayue? Siapapun orang yang menjadi kultivator iblis maka akan diburu oleh semua orang. Seluruh dinasti akan bergabung membunuh orang tersebut, " jawab Xing Jiao Lao tegas.


Ling Mei memanggil tungku pemurnian roh menetralkan hawa negatif yang dapat sewaktu-waktu menyebar kemana-mana.


"Aku mendirikan paviliun Changge demi memburu iblis-iblis di dunia dan anda malah melindunginya, moral anda sungguh buruk, " ucap Ling Mei.


"Lancang!" marah Kaisar mengeluarkan tekanan aura spiritualnya.


Ling Mei berdiri tegap menerima hembusan tekanan dari Kaisar. Kitab lagu bulan yang ada pada tubuhnya merupakan pecahan dari buku lagu keabadian yang merupakan pusaka dewa.


"Aku She Han sang bintang jatuh dari utara meminta Kaisar untuk bertindak sendiri atau junjungan kami yang bertindak. Yang Mulia Raja Jin tengah bertapa, putrinya terluka oleh istri anda dengan keadaan sangat mengenaskan. Hidup matinya saat ini dipertaruhkan, " ucap She Han.


Permaisuri memanfaatkan keadaan melemahnya mereka menyerang ke arah Jin Yu Mei. Tangan hitamnya meraih tubuh Jin Yu Mei kemudian menusuk perutnya. Jin Yu Mei terkejut hingga tak kuasa menahan rasa sakitnya. Mentri Lou terhempas jauh ke samping termasuk She Han sendiri.

__ADS_1


Wajah mengerikan Permaisuri menatap Jin Yu Mei yang akan meninggalkan dunia.


"Mati,, " ucap Permaisuri.


Jin Yu Mei meninggal dengan menggenggam erat mutiara cahaya dalam di tangannya. Pada saat-saat terakhir di dalam hatinya memanggil nama ayahnya. Permaisuri tertawa lepas melayang diudara. Tubuhnya bertransformasi menjadi tubuh semi iblis yang dimana rambutnya berubah menjadi duri-duri tajam, tangannya berwarna hitam legam dengan kuku panjangnua serta taring yang memanjang runcing.


"HAHAHAHAHA!!! "


"Yang Mulia, kau memilih berperang dengan istana Raja Jin!!! "teriak She Han.


" Teknik ramalan bintang malam: Teknik hujan bintang utara!!"teriak She Han dengan amarah.


Bintang berjatuhan dari langit menancap di tanah membentuk sudut-sudut formasi penghalang yang akan menekan Permaisuri.


"Yang Mulia, kau akan menerima amarah dari Raja Jin! " marah Mentri Lou.


Permaisuri mengeluarkan rauangannya mencoba menghancurkan penghalang yang dibuat oleh She Han.


"Kau cukup pintar menggunakan teknik ramalan bintang. Sepertinya kau berasal dari tempat itu, " ucap Permaisuri.


"Dia,,, bukan istriku lagi, " batin Kaisar.


Aura emas mengeuar dari tubuh Kaisar membentuk naga raksasa yang kemudian menghantam tubuh Permaisuri hingga terjatuh. Mulutnya mengeluarkan darah segar akibat serangan sebelumnya.


"Apakah kau berani membunuhku? Aku nona pertama keluarga Wen. Pemimpin sekarang adalah ayahku sendiri. Kau akan hancur oleh sembilan kekuatan, "ucap Permaisuri mengancam Kaisar.


Kaisar terdiam, pusaka pedang kerajaan yang ingin ia luncurkan kepada Permaisuri terhenti di udara. Kaisar bimbang dan ragu akan keputusannya apakah benar atau tidak.


" Aku bertanya kepada anda sekali lagi dan untuk terakhir kalinya. Apakah anda mengabaikan kematian Yang Mulia Putri Yu Mei? "tanya She Han.


" Dalam hitungan lima nafas, penghalang akan hancur. Aku menunggu keputusan anda, "ucap She Han.


Permaisuri berdiam menatap Kaisar yang tengah dilanda kegelisahan hati.


" Lebih baik Yang Mulia membunuh Permaisuri sekarang. Beliau bukan Permaisuri lagi melainkan iblis. Jika Raja Jin murka maka keseimbangan negara akan runtuh, "ucap kepala keluarga Shu.

__ADS_1


Penghalang yang dibuat oleh She Han tak mampu lagi menahan kekuatan iblis yang meluap-luap dari dalam tubuh Permaisuri.


" Pyarrrr!!! "pengahalang pecah.


Permaisuri mengamuk memanggil seluruh setan yang ada di sekitarnya. Ping Yin muncul dalam kendali Permaisuri. Seluruh tubuhnya mengeluarkan aura negatif layaknya jelmaan iblis. Ping Yin mengendalikan pasukan setan yang selama ini ia kumpulkan dari hawa kematian.


" Anda terlambat, "ucap She Han.


" Apa maksudmu? "tanya Kaisar.


Petir mengglegar hebat di langit. Istana kerajaan mengalami fluktuasi energi akibat kemunculan sesuatu yang besar. Arah dimana istana Raja Jin yang tertutup oleh hutan-hutan rimbun segera runtuh hingga terlihat tanah kosong yang sangat amat luas. Formasi raksasa terlihat di atas tanah tersebut disertai hewan-hewan kuno muncul secara visualisasi kekuatan yang hebat. Istana Raja Jin muncul selayaknya istana megah yang ia bangin sendiri. Istana tempat persinggahan para dewa di alam manusia. Pusaka tombak bulan meluncur dari langit menusuk perut Permaisuri hingga membuat Kaisar marah.


"Siapa kau! Tunjukkan wujudmu!! " marah Kaisar.


"Apakah kau lupa, leluhurmu sendiri yang memberikan marga ini"


Kaisar terkejut akan jawaban dari sosok tersebut dan akhirnya tersadar bahwasannya istana misterius yang muncul bukanlah istana tempat para dewa singgah di alam manusia, melainkan istana milik Raja Jin.


"Dimana putriku? " tanya Raja Jin.


Raja Jin muncul mengambil tombaknya kembali bersama dengan kemunculan sembilan prajurit elit lainnya. Raja Jin merasakan aura kehidupan putrinya yang telah menghilang merasakan sedih di dalam hatinya namun ia tahu bahwa takdir tidak dapat diubah oleh siapapun itu.


Permaisuri tertatih-tatih berusaha bangun setelah terkena tusukan tombak bulan milik Raja Jin.


"Sialan, senjata dewa ini benar-benar melukai jiwaku"


"Aku menuntut penjelasan terkait kematian putriku! " ucap Raja Jin.


"Kau berani memerintahku? " tanya Kaisar.


"Jika kau tidak membunuhnya karena alasan cinta? Maka kau sungguh buta! Dia membunuh putriku dan menjadi kultivator iblis yang akan menjadi buronan semua orang. Kau memandangnya karena berasal dari perguruan lembah racun, berarti kau tidak memandangku selama ini. Aku menunggu tindakanmu esok hari terhadapnya. Tenang, dia tidak akan pernah bisa menyerangmu karena aku telah melukai jiwanya, " ucap Raja Jin.


"Apa maksudmu? " ucap Kaisar.


"Maksudku adalah.... "

__ADS_1


Menara istana Raja Jin meluncurkan kekuatan dahsyat membangunkan formasi kuno yang ada di ibukota. Seluruh tempat bergetar tanpa terkecuali. Raja Jin menghentakkan tombak bulan miliknya membuat hempasan udara spiritual kuat menyapu seluruh daratan Wu.


"Seharusnya kau tahu formasi ini apa kegunaanya, " ucap Raja Jin pergi memabawa jasad putrinya kembali ke istana menunggangi seekor bangau putih.


__ADS_2