
Banyak peserta yang keluar dari dunia kecil membuat Dewan Juri sedikit khawatir akan berapa orang yang bisa bertahan. .
"Apakah kualifikasi mereka terlalu buruk? " tanya Dewan Juri.
"Tidak ada yang terlalu buruk," jawab Dewan Juri yang lain.
Lou Shi yang masih berada di dunia kecil lantas berjalan sembari melihat bintang-bintang yang indah di langit. Susunan formasi besar mengelilingi dunia kecil bila seseorang memiliki pemahaman tingkat tinggi.
"Yah, aku kagum dengan Raja Jin yang mampu menciptakan dunia kecil dengan sempurna yang memiliki keterhubungan dengan alam ghaib dimana istananya berada, " puji Lou Shi.
Lou Shi akhirnya menemukan sesorang di dunia kecil yang tak lain adalah Gong Wei.
"Kau masih berada di sini? " tanya Lou Shi.
"Aku masih berada di sini, aku bingung mencari jalan keluarnya, " jawab Gong Wei.
"Menurut jawaban Gong Wei, berarti dia telah bertemu Raja Jin. Apakah dia menunjukkan wujud yang asli kepada lainnya? " batin Lou Shi.
"Sama sepertimu, aku tengah mencari jalan keluar, " ucap Lou Shi.
Bintang-bintang bersatu melalui garis hingga membentuk portal. Gong Wei bersama dengan Lou Shi masuk ke dalam portal. Mereka muncul di panggung bersama dengan peserta yang lolos lainnya. Peserta yang lain lolos berdasarkan waktu mereka bertahan yang cukup lama dari waktu yang ditentukan.
Gong Wei dan Lou Shi adalah peserta terbaik yang memenangkan tes. Gong Wei dihadiahi satu peti emas dan 5 butir pil Yuhe yang secara resmi telah menjadi bagian dari pasukan pelindung kota Chengyue.
Lou Shi dihadiahi sama seperti Gong Wei, namun satu hadiah rahasia seperti yang dimaksudkan belum diumumkan oleh Dewan Juri.
"Shi Luo, peserta terbaik akan mendapatkan hadiah rahasia. Mohon Dewan Juri memberitahukannya, " ucap pemandu acara.
Dewan Juri memberikan Lou Shi sebuah kotak kayu dan memberikan wejangan untuk tidak membukanya ketika ada orang lain.
"Kalian telah resmu menjadi pasukan pelindung kota Chengyue, maka kalian akan tinggal di mansion Mo, " ucap pemandu acara.
Para peserta yang tidak lolos bubar ke rumah masing-masing. Lou Shi dan yang lainnya dituntun untuk ke mansion Mo milik penguasa kota.
Mansion mewah dengan arsitektur gaya antik terlihat di sepanjang mansion Mo. Kepala pelayan mansion membawa pasukan resmi yang baru saja datang untuk ke tempat tinggal yang telah ditentukan bersama yang lainnya.
Tempat tinggal Lou Shi dan lain seperti rumah biasa dengan area halaman luas sebagai tempat latihan. Pasukan pelindung sebelumnya tengah berlatih di bawah pimpinan mereka.
"Satu! "
"Dua! "
"Tiga! "
__ADS_1
"Lebih keras! " ucap pemimpin pasukan.
Latihan fisik yang dilakukan pasukan pelindung hanyalah sebagai dasar pemanasan sebelum berlatih pedang.
"Komandan Fang Xin, pasukan pelindung baru telah tiba, " ucap Kepala Pelayan.
Fang Xin yang menjabat sebagai komandan pasukan pelindung kota melayani kota Chengyue dengan sepenuh hati serta memimpin pasukan menggagalkan berbagai serangan menyelinap beberapa tahun terakhir. Komandan Fang Xin melihat pasukan pelindung baru yang paling menonjol ialah Gong Wei dan Lou Shi.
Komandan Fang Xin menghampiri para pasukan yang baru saja tiba. Memperkenalkan diri dan memberitahu apa saja peraturan yang harus di taati.
"Tempat tinggal kalian berada di sana dan menjadi satu hanya dipisahkan sekat kayu tipis. Apakah ada yang ingin ditanyakan? " ucap Komandan Fang Xin.
"Tidak komandan, " jawab mereka serempak.
"Baik. Hari ini kalian istirahat terlebih dahulu, besok sebelum fajar terbit harus ada di sini tidak boleh terlambat atau kalian akan menerima hukuman, " ucap Komandan Fang Xin.
"Mengerti Komandan, " jawab mereka serempak.
Barak yang telah disiapkan yang jaraknya tak jauh dari halaman latihan. Ruangan bersih serta makanan dengan kualitas baik telah disiapkan. Pasukan pelindung baru makan sesuai dengan urutan masing-masing.
"Apa alasanmu menjadi pasukan pelindung? " tanya Lou Shi.
"Membela tanah airku, " jawab Gong Wei.
"Benar, namun aku pengikut Yang Mulia Raja Jin. Kami merasa Kaisar Wu menyingkirkan Yang Mulia Raja Jin demi kelangsungan takhta abadinya, " jawab Gong Wei.
"Apa yang diberikan Raja Jin hingga tiga kota tetap teguh dan tidak takut terhadap Kaisar Wu? " tanya Lou Shi.
"Hati. Yang Mulia Raja Jin memberikan rasa aman dan nyaman sebagai pengikutnya. Welas asih yang diberikan tak akan tergantikan oleh siapapun termasuk Kaisar Wu Jiang Zhi, " jawab Gong Wei.
Lou Shi kagum akan pengikut dari Raja Jin. Jika Raja Qiu Di Raja dari garis keturunan Kekaisaran yang paling berkuasa diluar ibukota saat ini, maka Raja Jin Dan Yi yang berbeda marga dari keluarga Kekaisaran merupakan Raja yang berkuasa dihati para pengikutnya.
Matahari belum menunjukkan dirinya kepada dunia, namun pasukan pelindung kota telah berbaris rapi di halaman melakukan pemanasan.
"Lakukan yang terbaik demi melindungi kota! " ucap komandan Fang Xin.
Pemanasan dilakukan sungguh-sungguh demi melatih fisik yang kuat serta tubuh yang sehat. Matahari mulai terbit. Keringat bercucuran di badan mereka. Tubuh atletis terlihat jelas, wanita pun akan terpesona oleh mereka.
Para pelayan telah bersiap di dapur menyiapkan hidangan untuk sarapan. Makanan yang bergizi serta seimbang disajikan. Komandan Fang Xin memerintahkan untuk istirahat terlebih dahulu karena ia akan menyambut Tuan kota.
Gerbang mansion Mo terbuka menyambut Tuan kota yang baru saja kembali dari kota Chengshi. Komandan Fang Xin menyambut Tuan kota di depan gerbang bersama dengan yang lain termasuk Kepala Pelayan.
"Selamat datang, Tuan, " ucap mereka bersama.
__ADS_1
Mo Shuan Yi turun dari kereta kuda melangkahkan kakinya memasuki mansion Mo. Kedatangannya kembali membawa kabar hasil rapat mengenai situasi politik di istana Wu. Orang kepercayaan Shuan Yi menyambutnya kembali.
Shuan Yi berjalan di dampingi Yu Liong yang merupakan orang kepercayaannya sekaligus ahli strategi kota Chengyue. Shuan Yi duduk di kursi kebesarannya sebagai penguasa kota meminta orang-orang penting di mansion Mo untuk hadir.
Yu Liong dan Komandan Fang Xin turut hadir di aula pertemuan. Shuan Yi memberitahukan hasil rapat bahwasannya gejolak politik mengenai banyaknya dukungan pejabat untuk menaklukkan tiga kota yang menjadi tempat tinggal pengikut Raja Jin.
"Tuan, hal ini tidak bosa dibiarkan begitu saja. Kita harus bersiap untuk perang, " ucap Yu Liong.
"Bagaimana pasukan yang baru saja direkrut? " tanya Shuan Yi.
"Lapor. Pasukan yang baru saja direkrut memiliki bakat luar biasa terutama Gong Wei dan Shi Lou," jawab Komandan Fang Xin.
"Aku ingin melihat keduanya, " ucap Shuan Yi.
Barak tengah ramai dengan para pasukan beristirahat sembari sarapan pagi. Seseorang datang memberitahu bahwa Gong Wei dan Lou Shi dipanggil Tuan untuk menghadap.
"Prajurit menghadap, " ucap mereka serempak.
"Gong Wei, " panggil Shuan Yi.
"Menjawab Tuan, "balas Gong Wei.
Pelayan membawa dua peti emas beserta dengan nampan yang berisi pil Yuhe.
" Kau menerima hadiah sesuai yang dijanjikan,"ucap Shuan Yi.
"Terimakasih Tuan," balas Gong Wei.
Lou Shi menerima hadiah yang sama seperti Gong Wei.
"Shi Lou, " panggil Shuan Yi.
"Menjawab Tuan, " balas Lou Shi.
"Hadiah rahasia seperti yang dijanjikan, kau bisa memilihnya sendiri, " ucap Shuan Yi.
Shuan Yi memerintahkan Yi Liong untuk mengantarkan Lou Shi menuju tempat yang dimaksud. Berjalan di koridor mansion yang besar dengan sesekali pelayan lewat. Yi Liong berhenti di depan pintu ruangan kemudian membukanya diikuti Lou Shi yabg masuk ke dalamnya.
Yi Liong mengaktifkan formasi hingga ruangan bercahaya beserta barang-barang berharga muncul berjejer rapi. Botol pil hingga emas melimpah ruah. Buku-buku kuno terjejer rapi tak berdebu sedikitpun.
"Kau bisa memilihnya. Untuk buku, kau harus menggunakan persepsi jiwa. Buku yang ada disini tak bisa kau pilih sembarangan, mereka akan datang di hadapanmu sesuai dengan keberuntungan serta seberapa kuat jiwamu, " ucap Yi Liong.
"Mengerti, " balas Lou Shi.
__ADS_1