
Beberapa kepala daerah melapor pada istana saat pengadilan pagi. Mereka melaporkan hal yang sama bahwa gadis-gadis yang ada di desa menghilang secara bersamaan semalaman.
"Apakah ini bentuk teror Yang Mulia? "
"Sepertinya benar, teror ini mungkin disengaja oleh beberapa pihak supaya Yang Mulia merasa tertekan dengan keadaan internal wilayah"
Kaisar terdiam mendengar berbagai laporan mengenai hilangnya gadis-gadis desa. Pikirannya mengiyakan salah satu pejabat yang mengatakan bahwa ini adalah terror.
"Melapor! "
"Katakan, " ucap Kaisar.
"Ada berbagai saksi yang melihat bangunan terbengkalai di jalan sepi dipenuhi oleh darah dan menemukan satu mayat yang masih utuh, " ucap prajurit.
"Apa katamu! "
Orang-orang yang ada di dalam pengadilan keluar termasuk Kaisar sendiri melihat bagaimana rupa mayat yang saksi bawa. Mayat yang ditutupi oleh kain tergelatak di halaman. Lima saksi yang ada di dekat mayat tersebut melaporkan kronologi bagaimana ia menemukan mayat tersebut dan tempat bangunan terbengkalai yang berdarah-darah.
"Yang Mulia, pada saat kami melewati bangunan tersebut. Kami tak sengaja melihat darah yang mengalir keluar, kami mengeceknya menemukan darah menggenang dan mayat tersebut tertelungkup"
Prajurit membuka kain tersebut hingga wajah pucat beserta bekas cekikan dilehernya yang terlihat jelas.
"Bahkan hanya dengan cekikan dapat membunuhnya. Orang ini terlihat seperti seorang kultivator Yang Mulia. Sepertinya benar bahwa ada seseorang yang mencoba mengadu domba"
Prajurit mengecek tubuh mayat Chong Gu mencari sesuatu hingga plakat ditemukan di tubuhnya. Prajurit tersebut menunjukkan plakat yang dia temukan kepada Kaisar. Semua orang terkejut melihat plakat berlumuran darah yang di pegang oleh Kaisar.
"Aliansi Jianling. Sepertinya benar dugaan kalian semua, " ucap Kaisar.
"Yang Mulia, hamba sepertinya mengenali siapa dia, " ucap ketua sekte mulia.
"Siapa? " tanya Kaisar.
"Tetua Chong Gu, aliansi Jianling. Salah satu dari empat tetua, " ucap ketua sekte mulia.
"Apa! "
"Aliansi Jianling telah berada di sini, sepertinya dia bertarung dengan seseorang hingga mati, " batin Kaisar.
"Kau urus jasadnya, " perintah Kaisar.
__ADS_1
"Mengerti, " jawab Prajurit.
Saksi-saksi yang hadir kembali melaksanakan aktivitasnya setelah melaporkan kejadian yang mereka temukan. Semua orang kembali masuk ke dalam aula membahas hal yang baru saja terjadi.
"Perang sepertinya akan terjadi meskipun tidak secara terbuka, aku harap kalian bersedia mempertahankan negara. Rapat dibubarkan hari ini, " ucap Kaisar.
"Mengerti Yang Mulia"
Semua orang keluar dari dalam aula menuju ke kediamannya masing-masing mempersiapkan hal yang perlu dipersiapkan termasuk keluarga Lou. Jin Yu Mei yang tengah bersemedi beberapa tahun terakhir di kediamannya tak pernah ia keluar menunjukkan diri. Jin Yu Mei berpesan kepada Mentri Lou bahwa ia akan bersemedi meminta petunjuk pada para Dewa agar memberinya jawaban atas permintaannya.
Mentri Lou mengiyakan permintaan Jin Yu Mei. Pertapaan Jin Yu Mei tidak diketahui oleh siapapun itu kecuali Mentri Lou sendiri. Dengan keluarnya stempel giok naga kekaisaran maka mau tak mau Mentri Lou mengeluarkan mutiara cahaya dalam pusaka turun temurun keluarga Lou.
Permaisuri menstabilkan kekuatannya setelah mendapatkan api dendam. Kekuatannya bahkan menyamai Raja Jin atau melampauinya.
"Yang Mulia, izinkan hamba melapor, " ucap Ping Yin.
Permaisuri menyelesaikan meditasinya menyuruh Ping Yin mengatakan laporannya.
"Kejadian semalam membuat Yang Mulia Kaisar dan lainnya berpikir bahwa sembilan kekuatan telah bergerak serta tetua aliansi Jianling yang terbunuh semalam membuat mereka berpikir bahwa dia terbunuh oleh yang lainnya, " ucap Ping Yin.
"Jika sekte mulia mengetatkan formasinya aku bisa saja menerobos, akan tetapi bila Kaisar telah melapisi formasi besar tersebut dengan auranya maka aku tak yakin dapag menemukan celah. Pasukan yang dikirim ayah haruslah datang sebelum hal itu terjadi, " batin Permaisuri.
" Perbatasan, "jawab Ping Yin.
Kedua orang terbang dengan sesekali berpijak pada dahan-dahan pohon besar di hutan. Mereka, Xia Cheng dan Chen Lie melaju secepatnya menuju perbatasan luar wilayah Wu. Tiba di perbatasan wilayah Wu, formasi tak terlihat menghalangi mereka untuk keluar.
" Sialan, Kaisar telah bertindak sejauh ini. Memblokir segala akses keluar dan masuk bagi kultivator! "maki Chen Lie.
Xia Cheng tampak berpikir dan menemukan satu cara bila ingin keluar dari formasi tersebut.
" Bila dihancurkan secara paksa maksa mereka akan tahu, namun aku harus melakukan satu kali lagi yaitu melepas segel yang ada di dalam tubuhku, "ucap Xia Cheng.
" Jika kau ingin mati secepatnya aku bisa membantumu, namun jika kau mati dihadapanku lebih baik bawa aku bersamamu, "ucap Chen Lie marah.
Xia Cheng menganalisi formasi yang ada di hadapan mereka. Aliran qi rumit serta terhubung satu sama lain membuatnya tahu asal usul formasi tersebut.
" Sekte Mulia dengan para murid-muridnya yang membuat formasi ini, "ucap Xia Cheng.
" Cihh.. Persetan dengan Sekte Mulia yang hanya sekte kecil, "ucap Chen Lie.
__ADS_1
" Kau jangan meremehkan mereka, formasi penghalang ini setidaknya menggunakan teknik kuno, "ucap Xia Cheng.
" Apakah kau yakin dengan ucapanmu? "tanya Chen Lie.
" Aku yakin, "balas Xia Cheng.
Telapak tangan Xia Cheng menempel pada dinding formasi penghalang. Segel yang ada di dalam tubuh Xia Cheng mengeluarkan kekuatannya beradu langsung dengan formasi penghalang. Kekuatan dari segel menyebar mengikis setiap formasi penghalang hingga kemudian celah tercipta yang membuat Xia Cheng dapat dengan mudah keluar.
"Berhasil!" ucap Xia Cheng.
"Kau memang bisa diandalkan, " balas Chen Lie.
"Segel yang ditanam Tuan besar memang bisa diandalkan. Aku yakin segel ini adalah segel kuno dan mungkin ketika bertemu dengan teknik kuno lainnya sama-sama akan beradu dan menunjukkan siapa pemenangnya, " ucap Xia Cheng.
Mereka melanjutnya perjalanannya melewati hutan hingga terjun ke bawah tebing. Aliran sungai dangkal yang berada di antara tebing membuat suara derasnya air terdengar keras.
"Dimana mereka, seharusnya mereka ada di sekitar sini, " ucap Chen Lie.
Belokan jalan arus sungai hingga akhirnya menemukan pasukan lainnya yang dikirim oleh keluarga Wen.
"Akhirnya menemukan kalian, " ucap Chen Lie.
Seluruh orang yang tengah beristirahat makan dikejutkan dengan kehadiran Chen Lie dan Xia Cheng.
"Tuan, bagaimana anda bisa datang kemari? Bukankah anda seharusnya di ibukota? " tanya pemimpin kelompok mereka.
"Aku kemari karena keadaan di sana berubah total semenjak kejadian besar itu, apakah Tuan Besar memberikan informasi tertentu? " tanya Xia Cheng.
"Tuan Besar menginfokan bahwa sembilan kekuatan telah bergerak menuju wilayah Wu secepatnya dan dalam kurun waktu tiga hari mereka sampai. Saat kejadian besar itu kami merasakannya hingga hampir mati dibuatnya. Arus sungai yang tiba-tiba meluap serta dinding tebing yang roboh sebagian, " ucap mereka melaporkan.
"Istirahatlah, aku akan menunjukkan keadaan di atas seperti apa, " balas Xia Cheng.
Beberapa saat kemudian, Xia Cheng menunjukkan mereka keadaan di atas tebing dengan bantuan Chen Lie yang menggunakan elemen anginnya. Formasi raksasa setengah lingkaran menyelimuti keseluruhan wilayah Wu dengan terkuatnya adalah ibukotanya.
"Lihatlah, bagaimana keseriusaanya menghadapi masalah ini, " ucap Xia Cheng.
Para pasukan terkejut melihat pemandangan di depan mereka. Formasi berlapis-lapis yang tak akan mudah ditembus oleh orang biasa.
"Hanya wilayah istana Raja Jin yang memiliki titik lemahnya. Aku takut bila membawa kalian masuk ke dalam formasi tempat dimana aku sebelumya, kalian semua akan terluka. Namun wilayah Raja Jin tak setenang yang kalian bayangkan, julukannya adalah Raja beda marga dari keluarga kerajaan yang berkuasa, " ucap Xia Cheng.
__ADS_1
"Kami akan mengikuti anda, " ucap pemimpin kelompok.