Immortality Flower

Immortality Flower
Pengunduran Diri Jendral An Ning


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, pengangkatan Permaisuri dilaksanakan. Raja Jin absen dari acara tersebut. Selir Liang Ying putri dari Raja Liang yang merupakan Raja yang berada di bawah kekuasaan Kaisar. Acara megah dilaksanakan dengan segala ritual yang ada. Selir Liang Ying pada saat itu telah resmi menyandang sebagai Permaisuri negara Wu dan menjadi ibu tiri yang akan memiliki hak asuh atas putra mahkota yaitu Jiang Zhi. Kasim Liu Ni telah menyelesaikan tugasnya berniat kembali ke sisi Kaisar, namun ia tak sengaja melihat Permaisuri tersenyum aneh kepada semua orang yang hadir seperti gelagat orang yang mengucapkan aku telah kembali.


"Bangun! " ucap seseorang.


Guru Liu Ni membuka matanya mendapati seorang prajurit penjaga penjara membawakannya sebuah makanan. Prajurit tersebut meninggalkan Guru Liu Ni sendiri setelah mengantarkan makanan tersebut. Bayangan iblis memberitahu Guru Liu Ni bahwasannya dinasti Wu bukanlah seperti dahulu.


"Jika kematianku dapat membersihkan dinasti dari para iblis, maka aku rela tujuh reinkarnasiku akan hancur dan tak akan pernah bisa bereinkarnasi selanjutnya, " ucap Guru Liu Ni.


Jendral An Ning berjalan menjuju kediaman jendral besar Xiao. Jendral An Ning ingin meminta bantuan Jendral besar untuk memberikan kuasanya agar penyelidikan hilangnya guru Liu Ni dapat ditemukan.


"Salam hormat Jendral besar, " ucap jendral An Ning.


"Ada apa kemari? " tanya Jendral Xiao.


"Aku ingin meminta Jendral membantu dengan memberikan hak kepadaku agar penyelidikan hilangnya mantan Kasim Agung Liu Ni dapat ditemukan, " jawab Jendral An Ning.


"Apa kau mengira aku akan menyetujui permintaanmu? " tanya Jendral Xiao.


"Bawahan ini benar-benar meminga tolong kepada Jendral besar, " ucap Jendral An Ning.


"Persetan dengan hilanhnya Liu Ni, aku tidak peduli. Meskipun kau merangkak mencium kakiku, aku tak akan pernah memberikan bantuan kepadamu, " balas Jendral Xia ketus.


"Baik, aku mengerti, " jawab Jendral An Ning.


"Apa yang akan kau lakukan! " ucap Jendral Xiao.

__ADS_1


"Aku mengundurkan diri dari posisiku, " balas Jendral An Ning.


Kabar mengenai pengunduran diri Jendral An Ning tersebar. Pasukannya merasa bingung dan patah semangat, perang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan pemimpin pasukan mereka mengundurkan diri. Keadaan di dalam prajurit kacau hingga Jendral besar Xiao dipanggil oleh Kaisar untuk menghadap.


"Apa yang terjadi hingga keadaan prajurit berubah? " tanya Kaisar.


"Mohon ampun Yang Mulia, Jendral An Ning mengundurkan diri. Sebelumnya ia meminya bantuan kepada hamba namun hamba tolak, " jawab Jendral besar Xiao.


"Apa yang dia inginkan? " tanya Kaisar.


"Memberikan hak hamba untuk menyelidiki hilangnya mantan Kasim Agung Liu Ni, " jawab Jendral besar Xiao.


Kaisar terdiam, ia memang menerima laporan bahwa kediaman Liu telah diserang oleh penyusup tak dikenal dan kepala keluarga Liu yang merupakan mantan Kasim. Agung menghilang. Kaisar mengetahui bahwasannya Jendral An Ning memiliki keterikatan dengan kediaman Liu.


"Turuti permintaanya, dia adalah jendral muda yang berbakat. Prestasinya di medan perang tak perlu diragukan lagi, hal sepele seharusnya tak perlu dibesar-besarkan, " ucap Kaisar.


Prajurit Jendral besar mendatangi kediaman Jendral An Ning namun sang pemiliki kediaman tidak ada dan kepala pengurus rumah tangga memberitahu bahwa Jendral An Ning telah pergi bersama dengan anak angkatnya.


"Apa katamu, dia pergi! " marah Jendral besar Xiao.


"Sialan, hanya anak pungut seorang bangsawan bertindak seenaknya, " guman Jendral Xiao.


Beberapa orang mengetahui bahwa Jendral An Ning adalah anak angkat dari salah satu bangsawan yang sebelumnya disembunyikan oleh orang tua angkatnya di daerah kumuh agar aman tidak terikat konflik istana. Namun kebenaran terbongkar pada suatu saat dan An Ning bertekat menjadi Jendral Muda. Tidak ada seorangpun yang mengetahui asal usul atau latar belakang dari Jendral An Ning sendiri.


Orang-orang penting menganggap bahwa Jendral An Ning salah satu keturunan suku kuno yang tersembunyi dan Jendral An Ning terpisah dari sukunya. Kekuatan khas Jendral An Ning ialah mampu menampung serangan musuh di tubuhnya dan mampu menggunakan teknik musuhnya.

__ADS_1


Ciri dari teknik khas Jendral An Ning seperti mirip dengan salah satu klan kuno yaitu klan Xishou yang memiliki teknik khusus menyerap serangan lawan dan mengubahnya dalam sekejap menjadi tekniknya sendiri serta tubuhnya mampu menampung energi langit dan bumi yang melimpah.


Kediaman Liu menutup diri dari luar meskipun prajurit Jendral besar mengancam, seluruh orang yang ada di dalamnya tidak menggubrisnya satupun. Jendral An Ning sebelumnya bertemu dengan nyonya Liu bertanya benda apa yang disukai oleh guru Liu Ni. Nyonya Liu menjawab pertanyaan Jendral An Ning bahwa benda yang disukai guru Liu Ni adalah buku seni perang. Nyonya Liu menunjukkannya pada Jendral An Ning. Kemampuan melacaka Jendral An Ning telah mencapai tingkat tertinggi hingga samar-samar bisa merasakan dimana guru Liu Ni berada.


"Istana, guru berada di sana, " ucap Jendral An Ning.


"Orang-orang istana telah bergerak, meskipun kepalaku terpenggal. Aku harap kau menyelamatkannya dalam keadaan dia baik-baik saja, " pinta nyonya Liu.


"Nyonya guru tenang saja, aku akan menyelamatkan guru apapun yang terjadi. Gelar Jendralku telah aku lepas, tapi misi kali ini bisa menyangkut nyawa seluruh kediaman Liu, " balas An Ning.


"Kami setia kepada kepala keluarga, hidup dan mati kami bersama keluarga Liu, " ucap seluruh pelayan dan penjaga kediaman.


"Aku titip Qian'er, " ucap An Ning.


An Ning melesat menuju istana, keadaan para prajurit semakin kacau setelah mendengar pengunduran diri tidak jelas Jendral An Ning. Mereka menganggap Jendral mereka mendapat berbagai tekanan internal. Kaisar yang mendengar laporan perginay Jendral An Ning marah menginstruksikan Jenderal besar memegang komando pasukan milik Jendral An Ning dulunya.


Penjara bawah tanah istana kerajaan, An Ning telah sampai di sana dan merasakan aura samar dari gurunya sendiri meskipun tertutupi oleh sesuatu. An Ning berjalan menyamar dalam gelap mencari sumber aura guru Liu Ni hingga menemukan sel gelap dengan rantai besar mengikat seseorang yang tak lain adalah guru Liu Ni.


"Kau!" ucap guru Liu Ni.


"Guru, aku akan menyelamatkanmu, " ucap An Ning.


"Cepat pergi, kau akan ketahuan dan reputasimu sebagai Jendral akan rusak, " balas guru Liu Ni marah.


"Aku bukan lagi Jendral guru, aku mengundurkan diri dari posisiku sebagai Jendral. Apa gunanya status ini bila tidak bisa menyelamatkan guru yang telah berjasa dalam hidupku. Statusku bukan apa-apa dibandingkan pengajaranmu, " ucap An Ning.

__ADS_1


An Ning berhasil membuka gembok penjara, namun pada saat ingin menebas rantai yang mengikat guru Liu Ni. Seseorang datang sembari tertawa senang.


"Apakah kau ingin menjadi pahlawan demi gurumu? " tanya Permaisuri Wen Rou.


__ADS_2