Immortality Flower

Immortality Flower
Biksu Yuan Ying


__ADS_3

"Kau telah menyelesaikan tugasmu sudah seharusnya kau tak menyembunyikan siapa dirimu sebenarnya, " ucap Zi Feng.


"Anda tahu siapa aku? " tanya Bai Yanglan.


"Tubuhmu mengandung energi pedang yang luar biasa dan memiliki energi khusus leluhur sekte pedang surgawi, jika aku tak salah kau adalah Bai Yanglan putra dari Bai Yifeng, " jawab Zi Feng.


"Benar, aku memang Bai Yanglan"


Mereka berbincang sejenak sebelum Gong Wei dan Zi Feng meninggalkan kuil setelah berpamitan. Lin Huang melakukan semedi di depan patung Buddha. Aura surga terserap ke dalam tubuhnya secara berkala. Seorang yang terlihat seperti biksu memasuki kuil melihat Lin Huang tengah semedi ia lantas menepi tak ingin menganggunya.


Biksu tersebut sepertinya hanya melintas dan menemukan kuil dimana Lin Huang beristirahat. Sekelompok orang masuk ke dalam kuil dengan hawa membunuh.


"Bai Yanglan!" teriak mereka.


Biksu yang tengah berdiri tak jauh dari Lin Huang menoleh ke arah segerombolan orang tersebut.


"Dimana Bai Yanglan! " ucap mereka arogan.


Gerombolan orang yang memiliki kaitannya dengan keluarga Fang serta aula seni bunga. Mereka menaruh dendam akibat Lin Huang berhasil menarik perhatian empat master agung. Berniat membunuh Lin Huang agar sekte pedang surgawi tak memiliki penerus dan keluarga Xiao mampu memberontak.


Pemimpin mereka melihat kesamping menemukan Lin Huang yang tengah bersemedi. Mengayunkan kapan berniat memenggal kepalanya. Serangan kejutan datang dari belakang yang menggagalkan serangan tersebut.


"Kau jangan ikut campur! " marah mereka.


"Aku tidak ingin melihat seseorang saling membunuh hanya karena dendam, "


Pemimpin dari kelompok tersebut menyipitkan matanya kemudian mengenali sosok biksu yang ada di depannya.


"Biksu Yuan Ying, kau jangan ikut campur"


"Kalian tahu siapa dia, bukankah sama saja kalian mencari malapetaka? " ucap Biksu Yuan Ying.


"Dia hanyalah Tuan Muda yang belum memiliki pengalaman yang hebat, tentu aku bisa membunuhnya"


Pemimpin dari kelompok tersebut mengayunkan kapaknya menantang biksu Yuan Ying.


"Kau melindunginya maka kau menjadi musuhku! "


Kapak dia ayunkan menyebabkan bilah kekuatan yang memiliki hawa pembunuh. Biksu Yuan Ying menghadang serangab tersebut menggunakan telapak tangannya. Kepulan asap muncul, pemimpin yang merasa dirinya menang tertawa keras. Hilangnya kepulan asap tersebut bersamaan dengan munculnya telapak tangan raksasa yang mampu mendorong orang-orang tersebut untuk keluar.


"Ternyata kau bukan biksu biasa. Terimalah serangan pembunuh gabunganku! "


Mereka membentuk formasi menggabungkan kekuatannya. Kapak diselimuti petir beraura merah yang kemudian melesat ke arah biksu Yuan Ying.


Biksu Yuan Ying melayang diudara menyatukan kedua tangannya hingga telapak tangan raksasa menghalau kapak tersebut. Dua kekuatan bertabrakan dan kapak terlempar dan tertancap di tanah. Lin Huang berada di ruang dimensi kompas Xunbao melihat dua lembaran yang baru saja ia dapatkan.

__ADS_1


"Teknik lima tapak langit dan teknik tapak emas sakti, " ucap Bai Yanglan mempelajari setiap gerakan yang ada di dalam lembaran tersebut.


Pencerahan Agung yang dia dapatkan memudahkannya dalam pencapaian pemahaman ilmu spiritual. Raganya di penuhi aura surga yang berkumpul. Ia membuka matanya ketika berhasil menguasai dua teknik tapak yang dia dapatkan.


"Kau membuatku marah!! "


"Teknik kapak amarah harimau!! "


Kapak yang diselimuti aura merah membentuk harimau meloncat ke arah biksu Yuan Ying. Lin Huang datang memblokir serangan tersebut.


"Aku disini, tak perlu mengacau, " ucap Bai Yanglan.


"Akhirnya kau keluar! Tugasku adalah membunuhmu! "


Mereka beradu kekuatan dengan Lin Huang mengandalkan kekuatan fisiknya menghadapi pemimpin kelompok yang ingin membunuhnya. Mereka mundur ke belakang.


"Teknik lemparan kapak pembunuh! "


"Sungguh aura dendam, aku tak tahu bagaiman kau bisa naik, " ucao Bai Yanglan menahan kapak tersebut hanya dengan jarinya.


"Serang bersama!! " teriaknya.


Tubuh Lin Huang membelah diri melesat ke udara bersamaan dengan telapak tangan raksasa yang muncul secara tiba-tiba.


"BOMMMM!!!


Puluhan tapak tangan raksasa bersatu hingga berjumlah lima tapak kemudian menghantam kelompok yang ingin membunuhnya. Mereka semua terluka dan pemimpin kelompok yang tak terima kekalahan tersebut berniat menyerang Lin Huang secara diam-diam.


" Teknik tapak emas sakti! "ucap Bai Yanglan.


" Apa!! "ucapnya terkejut ketika telapak tangan raksasa menghantam tubuhnya hingga terpental jauh. Batuk yang dia keluarkan adalah darah.


" Pergi!! "perintah Bai Yanglan.


Mereka buru-buru pergi setelah mendengar perintah dari Lin Huang. Lari tunggang-langgang menyelamtkan nyawa masing-masing.


" Terimakasih atas perlindungan anda, "ucap Bai Yanglan


" Tak perlu sungkan, kita harus saling membantu satu sama lain, "balas Biksu Yuan Ying.


" Anda dari aliran Buddhis? "tanya Bai Yanglan.


" Kita bisa membicarakannya di dalam, "jawan Biksu Yuan Ying.


Lin Huang masuk ke dalam kuil terlebih dahulu dibandingkan Biksu Yuan Ying yang tampak berjalan lambat sembari menatap tajam ke arah tertentu sebelum memasuki kuil.

__ADS_1


" Apakah dia tahu siapa Tuan? "tanya Gong Wei.


" Dia bahkan merasakan nafasku yang berarti dia bukanlah orang lemah. Kemungkinan orang aliran Buddhis yang tersebar ke segala penjuru dunia dan dia salah satu dari orang-orang tersebut, "jawab Zi Feng.


" Sepertinya dia orang-orang kuat dari aliran Buddhis,"ucap Gong Wei.


"Bunuh mereka yang menyerang Bai Yanglan sebelum kita kembali, firasatku dia akan naik ke langit yang lebih tinggi dalam waktu dekat, " perintah Zi Feng.


"Laksanakan sesuai perintah, " balas Gong Wei menghilang.


Biksu Yuan Ying dan Lin Huang berada di dalam kuil berbincang-bincang. Biksu Yuan Ying menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Lin Huang.


"Jadi anda salah satu orang yang tersebar dari aliran Buddhis? " tanya Bai Yanglan.


"Benar, aku salah satunya. Aku melihat kuil ini dan tak sengaja melihatmu bersemedi. Dilihat dari teknikmu kau memiliki pemahaman aliran Buddhis, dari mana asalnya teknik yang kau pelajari? " ucap Biksu Yuan Ying melihat ketika Lin Huang menggunakan teknik lima tapak langit dan tapak emas sakti.


"Sebenarnya akupun tidak tahu, tapi aku kemari karena biksu Tang Duan menyuruhku. Aku menemukan kuil ini dan beristirahat di dalamnya, " jawab Bai Yanglan.


"Biksu Tang Duan? " tanya Biksu Yuan Ying memastikan kembali.


Lin Huang menganggukkan kepalanya menjawan pertanyaan penegasan Biksu Yuan Ying.


"Salah satu orang kuat dari kuil besar, Biksu Tang Duan menyuruh Bai Yanglan kemari. Apakah akan ada sesuatu, secara dia adalah pendekar pedang, " batin Biksu Yuan Ying.


"Apakah anda mengenal beliau? " tanya Bai Yanglan.


"Tidak, aku hanyalah biksu pengembara, " jawab Biksu Yuan Ying.


"Anda dan beliau sama-sama orang hebat, " puji Bai Yanglan.


Biksu Yuan Ying membalasnya dengan senyuman tulus. Sekelompok orang yang menyerang Lin Huang sebelumnya dihadang oleh Gong Wei yang mengenakan tudung kepala.


"Siapa kau!! "


"Dewa Kematianmu, " balas Gong Wei yang tubuhnya diselimuti kekuatan sembari menggenggam pedang melesat dengan kecepatan tinggi membunuh semua orang menyisakan pemimpinnya.


"Siapa yang menyuruhmu! " tanya Gong Wei.


"Aula seni bunga dan keluarga Fang, " jawabnya kemudian dipenggal oleh Gong Wei.


Zi Feng muncul di udara dan Gong Wei menghampirinya.


"Mereka orang suruhan aula seni bunga dan keluarga Fang, " ucap Gong Wei.


"Biarkan dirinya sendiri yang membereskannya, aku yakin kehilangan mereka tidak akan memengaruhi tatanan lapisan pertama, " ucap Zi Feng menghilang yang kemudian di susul oleh Gong Wei.

__ADS_1


__ADS_2