
Kaisar melakukan kunjungan dengan menyamar ditemani oleh Penasihat Agung mengecek pelosok daerah mencari tahu bagaimana warganya hidup.
"Air yang jernih, " puji Kaisar.
Kaisar meminum air sungai yang langsung dari pegunungan. Seorang wanita menarik perhatiannya yang tengah memetik tanaman herbal di sebrang sungai.
"Siapa dia? " tanya Kaisar.
"Calon istri kepala desa Shiluo, Yang Mulia" jawab Penasihat Agung.
Kaisae terpesona akan kecantikan wanita tersebut yang alami. Kaisar menghampiri wanita tersebut.
"Nona, " panggi Kaisar.
Wanita tersebut menoleh membalas dengan senyuman sembari menjawab. " Maaf, saya sudah bersuami"
"Agak sedikit menohok, " batin Kaisar.
"Bolehkan Tuan ini tahu nama anda? " tanya Kaisar.
"Jiang Qing, " jawabnya pergi meninggalkan Kaisar.
Kaisar tersenyum menarik memuji wajah cantik Jiang Qing.
"Kita ke desa Shiluo, " perintah Kaisar.
Kaisar bersama dengan Penasihat Agung mengendarai kudanya mengikuti arus sungai menuju desa Shiluo. Gerbang desa bertuliskan Shiluo yang terbuat dari kayu berkualitas terbaik menarik perhatian Kaisar.
"Dibawah wilayah siapa desa Shiluo?" tanya Kaisar.
"Desa Shiluo tak bertuan, hanya bagian dari wilayah Wu, " jawab Penasihat Agung.
"Desa terbuang?" ucap Kaisar.
Memasuski desa, Kaisar melihat para penduduk tengah beraktivitas berjualan. Tanaman herbal banyak dijual dengan harga yang murah. Kaisar mencari tempat makan dan memesan teh kualitas terbaik.
"Jika mereka menginginkan kehidupan lebih baik, berjualan di ibukota dengan tanaman herbal semurah itu aku yakin mereka menjadi orang kaya, " ucap Kaisar menggelengkan kepalanya.
"Rumor beredar bahwa masyarakat desa Shiluo mempercayai Dewa Gunung Yaojia yang menumbuhkan tanaman herbal melimpah dengan balasan bahwa masyarakat desa tak ada yang boleh keluar dari perbatasan hutan, " ucap Penasihat Agung memberikan beberapa informasi kecil kepada Kaisar.
"Hidup mereka tak kaya, namun mempercayai hal itu takkan pernah membuat mereka maju, " balas Kaisar.
Jiang Qing muncul dari sebuah gang membawa bakul berisikan obat-obatan herbal yang sebagian dia jual guna memenuhi kebutuhan hidup. Jiang Qing menerima uang dari obat yang dia jual.
"Kau beli dagangannya, " ucap Kaisar.
Penasihat Agung menghampiri Jiang Qing hingga membuat sang empu terkejut.
"Tuan? "tanya Jiang Qing.
"Apakah obat yang nona bawa dijual? " tanya Penasihat Agung.
"Tuan mencari obat apa? " tanya Jiang Qing.
__ADS_1
"Obat kesuburan dan kuat, " jawab Penasihat Agung.
"Kaisar harus tetap kuat, bukankah ini baik, " batin Penasihat Agung.
Jiang Qing mengeluarkan beberapa tanaman herbal sesuai permintaan Penasihat Agung. Tanaman obat dari yang kering hingga baru saja di petik ia keluarkan kemudian dibungkus oleh kain.
"Sesuai dengan permintaan Tuan, " ucap Jiang Qing.
Penasihat Agung menerima bungkusan kain berisi obat herbal tersebut.
"Tuan dapat menumbuknya bagi obat yang sudah kering dan merebus bagi tanaman yang baru saja aku petik, " ucap Jiang Qing.
Penasihat Agung memberikan beberapa koin emas yang ia bungkus menghindari bahaya bagi Jiang Qing.
"Istri Tuan pasti puas, " ucap Jiang Qing sedikit tersenyum.
"Hahahahaa! " balas Penasihat Agung.
"Bergoyang dan bergoyang, " batin Penasihat Agung.
"Apakah aku boleh tahu, apakah akan ada acara?" tanya Penasihat Agung.
"Ritual persembahan Dewa Gunung akan dilaksanakan pada bulan Yin tanggal ganjil awal," jawab Jiang Qing.
"Terimakasih, " balas Penasihat Agung.
Jiang Qing pergi meninggalkan Penasihat Agung. Kaisar melihat Penasihat Agung kembali segera bertanya mengenai pembicaraannya dengan Jiang Qing.
"Obat kesehatan untuk Yang Mulia, " jawab Penasihat Agung.
Kaisar merasakan panggilan untuk segera kembali ke istana. Panggilan jiwa yang membawanya segera kembali. Penasihat Agung yang mengerti segera memberitahukan mengenai acara yang akan diadakan oleh desa Shiluo.
"Yang Mulia bisa kemari ketika bulan Yin, " ucap Penasihat Agung.
"Ada apa? Kenapa harus bulan Yin? " tanya Kaisar.
"Karena akan ada ritual di desa Shiluo, " jawab Penasihat Agung.
Kaisar mengangguk. Mereka pergi menunggangi kuda keluar dari desa.
"Suamimu keluar istana? "
"Murid tidak mengetahuinya, " jawab Wen Xi Meng.
"Aku merasakan salah satu serpihan jiwaku yang tak aku ketahui merasakan aura naga"
"Di dunia ini hanya keturunan Kaisar yang memiliki aura naga, apakah ada keturunan naga murni yang masih hidup? " ucap Wen Xi Meng.
Wen Xi Meng berada di lautan jiwanya berlatih kultivasi jalan iblis dengan menyerap energi buruk iblis-iblis disekitarnya. Jiwanya hampir sepenuhnya berganti dengan jiwa iblis.
"Kultivasimu akan sempurna bila aku telah mempunyai wujudku sendiri"
Asap hitam yang melayang serta bersuara tengah berbicara dengan Wen Xi Meng.
__ADS_1
"Apakah murid ini boleh meminta sesuatu kepada guru? "tanya Wen Xi Meng.
" Katakan"
"Murid kesulitan bergerak membangun kekuatan di ibukota akibat ketatnya pengawasan Raja Jin. Apakah guru ada cara mengatasinya? " ucap Wen Xi Meng.
"Aku punya caranya"
Asap hitam tersebut mengelilingi Wen Xi Meng dengan sesekali tangan terulur menyentuh Wen Xi Meng hingga sang empu nya mengerang.
"Guru... " lirih Wen Xi Meng.
"Aku bisa membantu pelayanmu"
Wen Xi Meng yang tahu maksudnya menganggukkan kepalanya. Ping Yin tengah mengerjakan tugas pelayan khusus di dapur istana Permaisuri.
"Kau di panggil Yang Mulia, " ucap salah satu pelayan istana Permaisuri.
Ping Yin buru-buru datang menemui Wen Xi Meng. Kamar Permaisuri kosong membuat Ping Yin keheranan.
"Dimana Nona? " tanya Ping Yin.
"Aku disini, " jawab Wen Xi Meng menepuk pundak Ping Yin.
Ping Yin pingsan yang kemudian diangkat oleh Wen Xi Meng ke ranjang. Asap hitam keluar dari telapak tangannya terbang bebas diudara.
"Guru, aku memenuhi permintaanmu. Giliran guru yang memenuhi permintaanku, " ucap Wen Xi Meng.
"Aku akan memenuhi permintaanmu. Kau akan merasakan kekuatanmu bertambah sedikit"
Wen Xi Meng keluar ruangan. Asap hitam melayang diudara. Pakaian Ping Yin terhempas oleh angin hingga bagian bawah yang terbuka. Asap hitam menyelimuti tubuh Ping Yin meraba-raba hingga masuk ke dalam bagian intimnya.
Wen Xi Meng berada di gazebo pinggiran kolam merasakan kekuatannya bertambah sedikit tersenyum puas.
"Guru telah mengambil keperawanan Ping Yin," ucap Wen Xi Meng.
Lei He berjalan di koridor istana. Ketika ia ingin masuk ke dalam kamarnya, suara ******* wanita terdengar di telinganya.
"Apakah orang gila yang berani bertindak tidak senonoh di kamar Permaisuri? " tanya Lei He.
Lei He mengintip dari balik pintu melihat siapa wanita yang tengah mendesah tersebut. Ping Yin tengah dibawah belenggu asap hitam yang menyetubuhi tubuhnya. Lei He melihat pemandangan tersebut terkejut hingga akhirnya pergi ke kamarnya sendiri.
"Apa itu? Iblis? " tanya Lei He.
Lei He membuat gerakan tangan membuka mantra tembus pandang ke arah kamar Permaisuri. Lei He dapat melihat jelas tubuh tanpa kain milik Ping Yin serta noda darah di bawahnya. Asap hitam bergerak menyelimuti tubuh Ping Yin. Sepasang mata merah asap hitam menoleh ke arah Lei He hingga memblokir mantra tersebut.
"Terlalu menakutkan! " ucap Lei He.
Perasaan panas ditubuhnya serta gemetar ketakutan menyelimuti hatinya dapat dirasakan oleh Raja Jin.
"Aura jahat luar biasa ini tak sederhana, " ucap Raja Jin.
Lei He buru-buru menenangkan perasaan ketakutannya dan mulai menyusun laporan tugas kepada Kasim Cang.
__ADS_1