Immortality Flower

Immortality Flower
Saling Memberitahu Infomasi Penting


__ADS_3

"Jendral An Ning. Aku penasaran siapa dia hingga bisa naik menjadi seorang Jendral, " ucap Raja Qiu Di.


"Menurut informan. Jendral An Ning merupakan Jendral yang cakap dalam hal segi strategi dan kekuatan. Baru-baru ini ia dikirim oleh Kaisar untuk mengatasi permasalahan di desa Shiluo, " jawab Chun Ji.


"Marga?" tanya Raja Qiu Di.


"Chu, " jawab Chun Ji.


"Keluarga kerabat dari kediaman Liu? " tanya Raja Qiu Di.


"Ya benar Yang Mulia, " jawab Chun Ji.


"Kaisar Wu dengan mudahnya menaikkan seorang anak muda memegang kendali seorang Jendral? Apakah dia sudah terlalu tua, " ucap Raja Qiu Di.


"Tidak sesederhana itu, kemungkinan dia berjasa besar dalam hal militer yang membuat Kaisar Wu puas akan kinerjanya, " ucap Er Jiang.


"Jika meruntut keluarga Liu, maka mantan penasihat agung pada pemerintahan Kaisar Wu Jing Ren berperan penting dalam hal kenaikannya meskipun tak harus turun tangan langsung, " ucap Raja Qiu Di.


"Liu Ni, " ucap mereka serempak.


Kereta kuda melintasi jalan ibukota membelah kerumunan padat penduduk. Kereta kuda berhenti di gerbang kediaman Jendral An Ning. Penjaga gerbang melaporkan kepada kepala pelayan.


"Ada yang bisa saya bantu? " tanya kepala pelayan.


"Kiriman untuk Jendral An Ning dari kota Chengyue, " ucap kurir tersebut lirih.


Kepala pelayan mengerti yang kemudian membiarkan mereka masuk ke dalam. Kurir tersebut memerintahkan yang lain untuk menurunkan barang yang berupa satu peti kayu.


"Aku tidak tahu nama pengirimnya, namun kemungkinan besar Tuan mu tahu, " ucap kurir.


Setelah barang diturunkan, kurir dan yang lainnya pergi meninggalkan kediaman Jendral An Ning. Kepala pelayan menyuruh pelayan lainnya untuk membawa peti tersebut ke dalam rumah.


"Apa itu? " tanya Zhou Qian.


"Kiriman barang untuk Tuan, " jawab kepala pelayan.


"Ternyata untuk ayah, " ucap Zhou Qian.


"Ada apa ini? " tanya Jendral An Ning.


"Ada barang kiriman untuk Tuan, " jawab Kepala pelayan.

__ADS_1


Zhou Qian memeluk Jendral An Ning kemudian tertawa bahagia melihat ayahnya pulang lebih awal dari biasanya.


"Dari? " tanya Jendral An Ning.


"Identitas pengirim tidak disebutkan, tetapi dari kota Chengyue, " jawab Kepala pelayan.


"Chengyue? " gumam Jendral An Ning.


"Qian'er, kamu pergi bermain sebentar. Ayah ada urusan yang mendesak, " ucap Jendral An Ning.


"Baik ayah, " jawab Zhou Qian.


Jendral An Ning menyuruh pelayan membawa peti tersebut ke ruangannya.


"Siapa orang kota Chengyue yang mengenalku?"ucap Jendral An Ning bingung.


Jendral An Ning membuka peti kayu. Kilauan emas membuatnya terkejut. Pil Yuhe yang berharga serta setumpuk emas ada di depannya. Amplop berwarna coklat menarik perhatiannya. Jendral An Ning membaca surat dari Lou Shi dengan seksama disertai kerutan di dahinya.


"Dia berada disana dan menjadi pasukan pelindung kota Chengyue?" ucap Jendral An Ning.


Jendral An Ning menggali setumpuk emas tersebut sesuai arahan Lou Shi. Buku Aura Naga Kekaisaran berada di tangannya.


"Buku ini yang dimaksudnya? " tanya Jendral An Ning.


"Apakah ini yang dimaksud guru mengenai isi dari lima dekrit rahasia Kaisar terdahulu yang dapat mengguncang fondasi kuat Kaisar Wu Jiang Zhi?"ucap Jendral An Ning.


Jendral An Ning memejamkan matanya memasuki lautan kesadarannya. Terdapat sebuah tungku kuno di dalamnya. Jendral An Ning menyentuh tungku tersebut hingga bola aura Lou Shi muncul. Bola aura mendarat di tangan Jendral An Ning. Jendral An Ning menyentuh bola aura tersebut.


"Lou Shi!" panggil seseorang.


Lou Shi terkejut ketika seseorang memanggilnya. Melihat keadaan di sekelilingnya tidak menemukan orang yang tengah memanggilnya.


"Aku di dalam lautan kesadaranmu, " ucapnya.


Lou Shi memejamkan matanya memasuki lautan kesadarannya sendiri. Terkejut melihat Jendral An Ning.


"Bagaimana kau bisa menerobos pertahanan jiwaku? " tanya Lou Shi.


"Aku menggunakan aura jiwa mu sendiri untuk kemari, " jawab Jendral An Ning.


"Ada apa kau kemari? " tanya Lou Shi.

__ADS_1


"Berhubungan dengan buku yang kau berikan padaku, " jawab Jendral An Ning memunculkan buku tersebut.


"Aku punya informasi penting yang berhubungan dengan ini, " ucap Jendral An Ning.


"Apa informasinya? " tanya Lou Shi.


"Kaisar Wu Jing Ren memiliki lima dekrit rahasia yang salah satunya berada di desa Shiluo. Lima dekrit rahasia tersebut dapat mengguncang fondasi Kaisar Wu Jiang Zhi, sedangkan Kaisar yang sekarang tak memiliki putra. Konflik antar Raja pasti akan terjadi, kemungkinan besar para Raja mengetahui bahwa akan memanfaatkan celah dari kelemahan tersebut untuk menggulingkan takhta Wu, "ucap Jendral An Ning.


" Jadi para Raja berniat melengserkan Kaisar Wu Jiang Zhi? "tanya Lou Shi.


" Ya. Kita harus menemukan lima dekrit rahasia tersebut secepatnya karena kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, "jawab Jendral An Ning.


"Maksudmu dekrit ini? " tanya Lou Shi menunjukkan dekrit yang dia dapatkan di desa Shiluo.


"Aku dan Lin Huang telah menyerap aura naga di dalamnya yang berarti tersisa empat dekrit lainnya, " ucap Lou Shi.


Jendral An Ning menyentuh dekrit tersebut merasakan jejak samar aura naga yang di verifikasi oleh tungku kuno di tubuhnya.


"Siapa yang tahu mengenai dekrit rahasia? " tanya Lou Shi.


"Guruku, mantan penasihat agung, " jawab Jendral An Ning.


"Bagaimana situasi istana? " tanya Lou Shi.


"Sangat kacau. Kaisar Wu Jiang Zhi ingin menaklukkan pengikut Raja Jin untuk digunakan mengambil hati masyarakat. Kemungkinan besar menekan pejabat tua yang mendesak untuk kelahiran seorang pangeran dan mengultimatum Raja-Raja yang lain atau saudara dari Kaisar Wu sendiri, " jawab Jendral An Ning.


"Dan aku bergabung dengan pasukan pelindung kota melawan Kaisar Wu, " ucap Lou Shi.


"Apakah kau gila! " bentak Jendral An Ning.


"Kau adalah murid ketua sekte mulia dan statusmu sebagai putra kediaman Lou. Apakah kau ingin kediaman Lou menghilang dari muka bumi ini? Jangan lupa bahwa sekarang sekte mulia berkonfrontasi dengan Kekaisaran berusaha memisahkan diri, " ucap Jendral An Ning.


"Aku tidak memerdulikannya karena asal kau tahu, sekte mulia tak seperti namanya yang mulia, " balas Lou Shi.


"Rapat besar penaklukan tiga kota akan digelar dan kau harus bersiap untuk berada di kedua belah pihak. Selain kau harus melawanku, kau harus waspada dengan Raja Qiu Di, " ucap Jendral An Ning.


"Kenapa? " tanya Lou Shi.


"Karena dia pasti akan mendukung tiga kota demi menggulingkan Kaisar Wu merebut hati masyarakat tiga kota agar mendukungnya bilamana ia naik takhta menjadi Kaisar, " jawab Jendral An Ning.


"Aku tahu maksudmu, aku akan berada di kedua belah pihak. Ataupun bila mana tiga kota jatuh, kau tidak perlu khawatir akan mereka, " ucap Lou Shi.

__ADS_1


"Aku percaya padamu," balas Jendral An Ning.


__ADS_2