
Pintu emas tersebut terbuka dengan sosok memakai sutra surgawi berdiri dengan agungnya.
"Han Yang!" ucap peri Yu Huan terkejut.
"Daftar jenius surgawi Han Yang. Aku tidak menyangka Kaisar Langit akan mengirimnya, " ucap Shenglu.
Han Yang memandang ke bawah dimana Lin Huang dan lainnya berada. Peri Yu Huan membubarkan acara tersebut untuk ditunda.
"Peri Yu Huan! Anda selangkah lagi menjadi Dewi dan beraninya mentang Kaisar Langit! " marah Han Yang.
"Aku tidak melakukan apapun. Istana Awan bukan berada di wilayah yuridiksi Kekaisaran Langit, " ucap peri Yu Huan.
Ledakan kekuatan keluar dari tubuh Han Yang. Peri Yu Huan membuat perlindungan menghindari serangan tersebut.
"Atas putusan pengadilan surgawi, Bai Yanglan dijatuhi hukuman surga dengan aku yang mewakili sebagai esekutor atas izin Yang Mulia Kaisar, " ucap Han Yang.
"Heh! Tidak usah berbasa-basi, " balas Bai Yanglan disusul ledakan kekuatan dari Han Yang.
Hempasan angin kuat menerjang semua orang. Peri Yu Huan menghampiri Lin Huang.
"Kau mungkin akan kesulitan melawannya, bagaimanapun dia berada dalam daftar jenius surgawi yang telah tercatat. Kekuatannya telah diakui Kaisar Langit. Meskipun beliau bersamamu tapi bukan dalam keadaan sempurnanya, " ucap peri Yu Huan.
"Apa yang dikatakannya benar, kekuatanku belum pulih sepenuhnya akan tetapi aku punya cara menyelamatkanmu bila hal itu terjadi tapi hanya untukmu bukan yang lain, " balas Shenglu.
"Tidak perlu, akan aku gantikan namanya di dalam daftar jenius surgawi yang melegenda itu, " ucap Bai Yanglan.
Li Junbei datang melayang di udara disusul oleh Bai Yingmu.
"Tenang, aku tak akan membiarkanmu mati hari ini, " ucap Bai Yingmu.
Seorang nenek dengan tongkat kayu nya muncul disertai tawa ringannya.
"Han Yang... Tak menyangka si jenius ditugaskan untuk turun kembali melihat rumahnya, " ucap nenek tersebut.
"Ternyata anda masih hidup hingga sekarang, " ucap Han Yang.
"Tentu, nenek tua ini kemungkinan akan mati ditanganmu hari ini, " balasnya tersenyum.
"Dia? " tanya Bai Yanglan.
"Nenek Bao En. Seorang nenek tua yang tinggal di lembah dingin. Generasi tua lapisan kedua yang konon sejajar dengan para pendahulu, " ucap peri Yu Huan.
"Benar apa yang dikatan peri Yu Huan bahwa istana awan bukanlah berada di wilayah yuridiksi kekaisaran langit, " ucap nenek Bao En.
"Aku melaksanakan tugas mulia untuk menghukumnya, jangan mengahalangi atau mati, " balas Han Yang.
Nenek Bao En menggelengkan kepalanya.
"Hatimu tak bersih seperti dulu. Peri Yu Huan, anda tak perlu turun tangan. Biarkan nenek ini yang bertindak, " ucap nenek Bao En menghentakkan tongkat kayunya di udara yang kemudian muncul formasi di bawahnya.
__ADS_1
"Dia bukan orang sembarangan. Entah apa motifnya kemari atau menyamar hingga waktu yang cukup lama. Formasi pemurnian jiwa langit bukanlah teknik sembarangan, " ucap jiwa tungku ilahi yang tengah memberitahu Lin Huang.
"Mulai hari aku akan memanggilmu Lingxiao untuk memudahkanku, " ucap Bai Yanglan.
Tongkat kayu Bao En melayang berputar di udara mengelilinginya membuat ukiran array yang kemudian menarik aura surga untuk berkumpul. Tongkat kayu tersebut mulai mengelupas berubah menjadi tongkat giok yang indah sebelum kembali di tangannya.
"Karena kau memaksaku, " ucap Han Yang menyatukan kedua tangannya disusul aura surga yang memadat kian membesar dengan jiwa pedang muncul yang berjumlah enam buah.
"Enam jiwa pedang surga. Jalan pedang yang telah mencapai jiwa surga, " ucap Bai Yanglan.
"Dia masuk ke dalam daftar jenius surgawi karena enam pedangnya yang telah berubah menjadi jiwa, " balas peri Yu Huan.
Enam pedang jiwa surga saling terhubung yang membentuk formasi kian membesar menyaingi formasi nenek Bao En.
Han Yang mengerahkan pedang tersebut untuk turun menyerang nenek Bao En. Kecepatannya secepat kilat dengan setiap kecepatannya mengumpulkan aura surga.
Nenek Bao En menghentakkan tongkatnya membuat kekuatan misterius memperlambat kecepatan pedang tersebut.
"Murnikan! " ucapnya disusul dengan kekuatan misterius menyelimuti salah satu enam pedang menyerap kekuatan jiwa pedang tersebut.
Pedang melesat dari belakang menyerang nenek Bao En dan berhasil dihindarinya. Han Yang muncul dalam sekejap berada di belakang nenek Bao En.
"Blar!! "
Formasi pemurnian jiwa langit aktif dengan sempurna menahan enam pedang jiwa surga yang dikendalikan oleh Han Yang. Jiwa Han Yang dengan pedangnya telah bersatu secara utuh.
"Kau pernah melihatnya? " tanya Bai Yanglan.
"Aku pernah melihatnya dan hampir membuat dunia hancur karena ulahnya. Formasi ilahi pelebur dunia meleburkan segala hal merubahnya menjadi kekuatan semesta yang berkumpul pada orang yang mengaktifkannya, " jawab Lingxiao.
"Lebih baik kau cari cara bantu dia, enam jiwa pedang surga telah berevolusi. Jika menyatukan semuanya maka aku yakin dia akan kalah. Kaisar Langit bukan orang bodoh, dia membantunya dibalik layar, " ucap Lingxiao memberi nasehat kepada Bai Yanglan.
Enam pedang jiwa surga Han Yang berputar berusaha menerobos pertahanan nenek Bao En yang tengah memurnikan jiwa pedang tersebut. Han Yang tersenyum meremehkan yang dapat dilihat oleh nenek Bao En.
Enam pedang jiwa berkumpul disekitar Han Yang kemudian menyatukan kekuatannya menjadi lebih besar yakni satu pedang utuh.
"Kau akan mati! " ucap Han Yang.
Lin Huang menghilang dan muncul di depan nenek Bao En menyatukan kedua telapak tangannya. Han Yang tersenyum sangat puas.
"Mati bersama! " ucap Han Yang.
"Blar!!! "
"Boommmm!!!"
Asap mengepul. Pedang kembali terpecah menjadi enam bagian. Angin berhembus dengan nenek Bao En beserta dengan Lin Huang berada di dalam lonceng emas.
"Lonceng emas! Apakah kau dari aliran kuil besar? " tanya nenek Bao En.
__ADS_1
Lin Huang menggelengkan kepalanya.
"Tidak sengaja mempelajarinya, " balas Bai Yanglan.
Han Yang terkejut dengan Lin Huang yang mampu menggunakan teknik aliran Buddhis.
"Ternyata kau memang kuat dan cerdas. Bahkan teknik aliran Buddhis mampu kau pelajari, " ucap Han Yang.
"Jika aku berani menentang seorang dewa, apakah aku akan bertindak bodoh? " ucap Bai Yanglan.
"Heh! Kau akan tetap mati pada ujungnya, " balas Han Yang.
Enam pedang jiwa surga melesat ke langit berputar satu per satu mentransmisikan energinya. Energi jiwa Han Yang keluar dari dalam tubuhnya menyatu dengan energi pedangnya. Visual tubuhnya yang membesar dengan enam pedangnya telah menyatu kembali membuat kekuatan mengerikan muncul. Jiwanya telah menjadi jiwa surga layaknya seorang peri seperti peri Yu Huan.
"Mati! " ucap Han Yang.
Pedang raksasa diayunkan. Peri Yu Huan ingin bertindak namun dihentikan oleh Shenglu.
"Jangan! Kau akan menimbulkan masalah baru lagi jika jau ikut campur, " ucao Shenglu.
Pedang raksasa dengan kekuatan aura surga menebas Lin Huang. Nenek Bao En menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Lin Huang.
"Aku akan membantumu, " ucap nenek Bao En.
Formasi pemurnian jiwa langit muncul membesar berkali-kali lipat menyerap aura surga guna membuat pertahanan spiritual dengan memurnikan aura tersebut. Lin Huang menggerakkan kedua telapak tangannya melakukan sesuatu sebelum ia satukan kembali. Aura emas membesar mengalir diseluruh aliram darahnya hingga membuat nenek Bao En terkejut akan lonjakan energi tersebut.
"Teknik lonceng emas Kaisar Yindan!! " ucap Bai Yanglan.
Lonceng emas membesar berputar menutupi seluruh formasi pemurnian langit.
"BLARRRR!!!
" BOOMMM"
Ledakan besar terjadi hingga Han Yang mundur ke belakang.
"Mati! " ucap Han Yang.
Asap menghilang disusul dengan Lin Huang dan nenek Bao En berada di dalam perlindungan lonceng emas Kaisar Yindan.
"Takutnya kau kecewa, " balas Bai Yanglan.
"Bagaimana mungkin!! " ucap Han Yang terkejut.
"Aliran Buddhis dikenal sebagai aliran penyebar kebijaksanaan. Menebar welas asih ke semua makhluk hidup. Mereka memiliki teknik pertahanan terkuat dan penyerangan yang hebat, " ucap Shenglu.
"Tidak asing dengan lonceng emas itu? " tanya peri Yu Huan.
"Tentu. Lonceng itu mirip dengan lonceng ilahi di surga. Jika aku tidak salah, seorang dari aliran Buddhis menciptakan suatu teknik yang konon terinspirasi dari lonceng ilahi dan konon ia merupakan yang terkuat dijuluki sebagai Kaisar Yindan. Mungkin itu adalah teknik lonceng emas Kaisar Yindan, "jawab Shenglu.
__ADS_1