Immortality Flower

Immortality Flower
Perburuan 1


__ADS_3

Pertapaan Jin Yu Mei membuahkan hasil. Cahaya terang menyinari jiwanya. Suara agung terdengar di telinganya.


"Kau gadis suci fana? " tanyanya dengan suara berat.


"Benar, " jawab Jin Yu Mei.


"Pertapaanmu menginginkan seorang anak tanpa kau disetubuhi? Aku mempunyai pilihan terhadapmu,"ucapnya bertanya.


" Apa itu Yang Mulia, "jawab Jin Yu Mei.


" Kau akan mengandung serpihan jiwaku yang bereinkarnasi sebagai manusia. Kau tenang saja, kehamilanmu adalah hal rahasia alam semesta"


"Hamba menerimanya, " jawab Jin Yu Mei.


Seberkas cahaya emas masuk ke dalam tubuh Jin Yu Mei yang merupakan serpihan jiwa mulia tersebut.


"Apakah hamba boleh tahu siapa anda? " tanya Jin Yu Mei.


"Li Ming, Kaisar Duniawi pertama"


"Hamba ini mengaturkan salam terhormat kepada anda atas keberkahan dan kemulian yang hamba terima, "ucap Jin Yu Mei.


" Kau akan ikut serta dalam perjalanan takdir alam manusia"


"Mengerti, " jawab Jin Yu Mei.


Jin Yu Mei ingin membuka pintu kediamannya namun sosok jangkung membukanya terlebih dahulu.


"Kau selesai? " tanya Mentri Lou.


"Sudah, " jawab Jin Yu Mei.


"Aku ingin berangkat ke istana membawa mutiara cahaya dalam, apakah kau akan ikut? " tanya Mentri Lou.


"Apakah boleh aku mengetahui rahasia mutiara cahaya dalam? " tanya Jin Yu Mei.


"Tentu boleh. Mutiara cahaya dalam memiliki kekuatan penyembuhan luar biasa yang bahkan bisa memelihara jiwa kehidupan seseorang, " jawab Mentri Lou.

__ADS_1


"Ternyata keluarga Lou memiliki benda pusaka berharga tersebut, " balas Jin Yu Mei.


Setelah berpamitan, Mentri Lou berangkat menuju istana dengan membawa mutiara cahaya dalam. Halaman istana telah penuh dengan pasukan dari berbagai kekuatan. Pasukan Permaisuri telah siap bersedia di halaman istana. Pasukan keluarga Tu dengan armor peraknya datang dengan berbagai atribut senjata lengkap. Angin berhembus kencang ditandai dengan kemunculan She Han memimpin seluruh pasukannya dibawah komandonya sendiri. Pasukan She Han yang memiliki ciri khas tersendiri dengan armor putih keperakan. Pasukan yang dibawa oleh She Han merupakan pasukan pembunuh kilat angin yang memiliku kemampuan spesial dalam membunuh musuh.


Mentri Lou datang dengan kereta kuda kediamannya. Para kepala keluarga menunggu kedatangan Mentri Lou. Kereta kuda Mentri Lou berhenti di depan para kepala keluarga.


"Maaf, aku terlambat, " ucap Mentri Lou.


"Tidak masalah, " jawab kepala keluarga Tu.


Suara genderang berbunyi beserta terompet. Kaisar dan Permaisuri datang berdiri di atas ratusan anak tangga.


"Kalian semua! Kalian adalah ujung tombak negara. Aku meminta bantuan kepada kalian untuk menghancurkan penyusup yang datang!! " ucap Kaisar.


"Aku Ibu negara kalian berdiri di hadapan kalian menunjukkan ketulusanku! " ucap Permaisuri.


"Hidup Yang Mulia Kaisar! Hidup Yang Mulia Permaisuri!"


Seluruh prajurit yang hadir membungkukkan diri menghormati penguasa negara tersebut.


Seluruh orang bergerak menyebar dengan kelompok masing-masing. She Han membagi tubuhnya memimpin seribu pasukannya. Mentri Lou membuka kotak kayu yang berisi mutiara cahaya dalam.


"Aku kepala keluarga Lou meminta izin kepada leluhur untuk membuka kembali kekuatan mutiara cahaya dalam. Negara tengah melawan musuh, lingungi mereka dengan cahayamu, " ucap Mentri Lou meneteskan darah di tanah.


Mutiara cahaya dalam bersinar terang menyinari dengan sekejab mata. Seluruh pasukan dalam perlindungan penyembuh mutiara cahaya dalam atas perintah Mentri Lou. Seluruh pasukan yang bertempur secara nyata merasakan sesuatu memasuki tubuh mereka.


"Tenang, itu adalah kekuatan pusaka keluarga Lou. Mutiara cahaya dalam, " ucap salah satu pemimpin pasukan keluarga besar.


Salah satu bagian tubuh She Han tengah bertemu dengan sekelompok orang mencurigakan. Mereka tengah mendirikan tenda sesekali berbincang-bincang.


"Kakak pertama, darimana kita menemukan jejaknya bila kita saja tidak dapat merasakannya saat ini"


"Kita harua terus berusaha, jangan menyerah sebelum menemukan benda pusakanya"


"Sekelompok orang bodoh yang hanya ingin mati, " ucap She Han.


She Han memerintahkan pasukannya untuk menyerang terlebih dahulu dalam hitungan waktu 10 detik. Seluruh orang yang ada di sekitar tenda tumbang dengan sayatan tipis berdarah yang ada di leher mereka. Kedua kakak beradik tersebut terkejut. She Han turun menemui kakak beradik yang tengah kebingungan.

__ADS_1


"Siapa kau! " ucapnya mengacungkan pedang.


"Darimana asal kalian? " tanya She Han.


"Orang rendahan sepertimu tak layak mengetahui identitas kami! " balasnya marah.


She Han melemparkan kipasnya yang kemudian terbelah menyerang mereka berdua. She Han mengggerakkan kipas tersebut hingga pergerakannya cepat dan susah diamati.


Kedua kakak beradik mengeluarkan kekuatannya menggabungkan secara bersama-sama menghancurkan kipas milik She Han.


"Blar!!! "


Kekuatan mereka beradu, She Han yang telah mengetahui darimana asalnya mereka dengan senyuman menawan ia melaju mengambil kipas miliknya menyayat kedua kakak beradik tersebut hingga mati.


Ujung kipas She Han ternoda oleh darah kedua kakak beradik tersebut. She Han mengambil darah tersebut melemparkan ke langit hingga istana utama telah tahu siapa yang terbunuh. Tulisan darah melayang di udara yang dapat dilihat oleh Kaisar.


Pasukan keluarga besar lainnya mulai menyerang hingga suara ledakan terjadi dimana-mana. Para penduduk telah diungsikan ke benteng terdalam hingga tidak adanya korban jiwa dari pihak Wu.


Pasukan Permaisuri yang dipimpin oleh Xia Cheng berhasil membunuh orang-orang akademi langit dengan jiwa mereka yang menjadi milik Ping Yin. Pasukan keluarga Tu yang handal dalam memanah berhasil melumpuhkan orang-orang dari istana Dong Xue ketika tengah beristirahat.


"Kaisar menurunkan titah memburu orang dari sembilan kekuatan. Apakah kita akan bergerak ketua? " tanya Lu Jia.


Seseorang muncul menyusup ke dalam ruangan ketua paviliun Changge yang tak lain adalah tuan Xing Jia Lao.


"Apakah kau tak akan bergerak?" tanya Xing Jiao Lao.


"Aku menunggu waktu, perasaanku tak enak seperti bahaya besar sedang menanti, " jawab ketua paviliun.


"Kau jangan seperti kucing bersembunyi di balik selimut. Kau Ling Mei ketua paviliun Changge, tak seharusnya kau penakut, " ucap Xing Jiao Lao.


"Kau bukan dari Wu, kenapa kau ikut campur? " tanya Ling Mei.


"Sama sepertimu, aku menunggu sesuatu, " balas Xing Jiao Lao.


Permaisuri telah menghilang dari kediamannya disaat Kaisar sibuk mengawasi jalannya perburuan. Dia berada di kediaman Lou. Hanya dengan satu jentikannya dapat melumpuhkan orang-orang yang ada di kediaman Lou. Mempercepat langkahnya seakan berburu waktu dengan mencari sesuatu yang sangat penting baginya.


Kediaman Lou yang sejatinya tak memiliki pasukan khusus seperti keluarga besar lainnya membuat kediaman Lou tak dapat berdiri sendiri. Setiap penjaga yanh dilewati Permaisuri, mereka akan pingsan ataupun mati ketakutan melihay wujud Permaisuri yang sekarang.

__ADS_1


Dua tanduk hitam dikepalanya, dengan bayangan kepala orang lain dibelakangnya yang tak lain adalah fitur wajah Raja Mo Zui dan Raja Fuchou yang terbentuk oleh api neraka.


"Akhirnya aku menemukanmu, " ucap Permaisuri


__ADS_2