
"Jika ia membunuh Huang Ruqi dan menyimpan jasad Cui Mei di peti batu, dimana pedang darah sekarang berada, " ucap Lou Shi mulai tenang.
Ruangan hanya terdapat peti mati batu tidak ada satupun barang yang tertinggal di ruangan. Mengingat kilasan kejadian dahulu, Lou Shi berinisiatif mencari pedang darah di dalam peti mati. Tangannya mencari sesuatu sembari menahan aroma busuk yang menyengat indra penciumannya.
"Ketemu! " ucap Lou Shi.
Pedang darah ia angkat keluar dari dalam peti. Pedang mengkilat dengan ganggang berwarna emas merah sesuai dengan namanya. Aura tak mengenakkan keluar dari pedang darah ketika disandingkan dengan pedang angin.
"Pemiliknya telah mati namun tetap saja bermusuhan, " ucap Lou Shi.
Lou Shi melihat jasad Cui Mei bingung apa yang harus ia lakukan. Membawanya pulang atau ditinggalkan. Mengesampingkan hal tersebut, Lou Shi memikirkan cara bagaimana ia keluar dari sini selain kembali ke tempat semula.
"Aku yakin tempat ini seharusnya adalah awal dari rangkaian suatu peristiwa, " ucap Lou Shi.
Lou Shi terpikirkan sesuatu terhadap peti batu. Mendorongnya hingga menghadap ke pintu. Suara mekanisme terdengar bergerak hingga salah satu dinding terbuka. Lou Shi masuk ke dalam lorong selanjutnya membawa pedang angin dan darah ditangannya. Dinding tertutup.
Jasad Cui Mei tiba-tiba melayang kembali ketempat semula serta peti batu yang tertutup. Lou Shi merasakan bahwa tempatnya semakin gelap serta lembab membuat siapapun tak nyaman melewatinya. Pedang darah tiba-tiba bergetar keluar dari sarungnya. Energi kegelapan tiba-tiba muncul sepanjang lorong sempit yang bahkan membuat Lou Shi tertekan.
Asap hitam muncul dari segala arah mengerubung Lou Shi. Pedang darah menyala merah terang. Lou Shi menahan rasa sakit di dadanya mengabaikan kepulan asap hitam tersebut.
"Iblis! " ucap Lou Shi.
Pedang kilat emas mengeluarkan percikan petir menghalau kepulan asap yang ingin menggerogoti jiwa Lou Shi. Pedang kilat emas telah sepenuhnya bersinar dengan Lou Shi berdiri tegak memegangnya.
"Iblis harus musnah! " teriak Lou Shi.
Petir menyambar-nyambar menyerang kepulan asap hitam. Tebasan demi tebasan dilayangkan namun tidak ada artinya. Asap hitam masuk ke dalam tubuh Lou Shi melalui hidung hingga telinga membuatnya berteriak kesakitan.
"Menarik, ternyata keturunanmu"
Cahaya terang berada di lautan kesadaran Lou Shi bersamaan dengan gumpalan asap hitam yang tak terpengaruh oleh cahaya murni dari sosok tersebut.
"Fa Qin.... " ucap dari cahaya tersebut.
__ADS_1
"Kau tidak bisa mencampuri urusan duniawi seperti kau menghancurkan tubuhku, karena kau bukan lagi manusia"
"Keturunanku akan menghampuskanmu"
"HAHAHAHA.... Maka keturunanmu haruslah membunuh sesamanya karena ku tetap ada di dalam hati manusia"
Rantai emas membentuk kubus dan mengurung gumpalan asap hitam tersebut. Energi murni mengalir melalui rantai emas yang kemudian membakar gumpalan asap hitam.
"Li Ming!!! Keturunanmu akan musnah oleh takdirnya sendiri!! "
"Takdir atau pilihan hanya dia yang menentukannya, " balas Li Ming.
Gumpalan asap menghilang terbakar. Salah satu energi Kaisar Iblis yang tersebar telah hancur oleh energi murni membuat sosok Kaisar Iblis yang sebenarnya mengeram marah.
"Kau tidak akan pernah bisa melindunginya, " ucap Fa Qin Kaisar Iblis.
Istana Wu memancarkan energi gelap ke langit setelah amarah jiwa Kaisar Iblis yang tertahan. Li Ming yang berbentuk cahaya melihat jiwa keturunannya terkontaminasi oleh energi gelap melepaskan kekuatannya untuk memurnikan kembali jiwa Lou Shi.
Energi murni dari Li Ming menggumpal hingga berbentuk kristal kuning berkilau. Kristal tersebut melayang berselimut api kuning menyala. Api penyucian dunia meluap masuk ke dalam jiwa Lou Shi.
Cahaya kuning menghilang, kristal kuning mengeluarkan kekuatannya membentuk formasi melingkar menutupi jiwa Lou Shi. Jiwa yang berselimut api penyucian dunia beraura suci berkobar hening.
Lou Shi terbangun dari pingsannya menemukan dirinya tergeletak di tanah. Kepalanya pening membuatnya tak nyaman. Merasakan sesuatuyang berbeda, Lou Shi mengeluarkan api penyucian dunia miliknya.
Api berwarna kuning keemasan muncul ditelapak tangannya. Aura suci menyebar ke segala memurnikan segala macam energi gelap.
"Menurut legenda, jika api penyucian jiwa digabungkan dengan api penyucian dunia, maka bisa memurnikan segala macam hal jahat dimuka bumi dan membuka gerbang langit menurunkan aura surga untuk membersihkan dunia, " ucap Lou Shi memandangi api ditangannya.
Identitasnya semakin jelas ketika kakeknya Raja Jin mengkonfirmasi ibu kandungnya yang istimewa. Lou Shi melanjutkan perjalanannya menelusuri lorong sempit yang membuatnya lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Lou Shi sampai diujung lorong buntu yang hanya terdapat pintu batu menjulang tinggi.
Pintu batu kokoh menjulang. Mendorong dengan kekuatan fisik tak akan membuahkan hasil apapun. Terdapat tempat peletakan pedang yang yang terbuat dari batu hampir hancur membuat Lou Shi berinisiatif meletakkan ketiga pedang yang dia miliki.
Pedang kilat emas mengeluarkan kekuatannya merambat melalui celah pintu batu begitupun dengan pedang darah dan pedang angin. Kekuatan dari masing-masing pedang berkumpul mengisi kekosongan setiap celah kecil dari pintu batu. Pintu perlahan terbuka, ketiga pedang kembali ditangan Lou Shi.
__ADS_1
Cahaya silau keluar dari pintu menyilaukan mata Lou Shi. Pintu sepenuhnya terbuka menampilkan ruangan kosong yang sama dengan meja batu berundak. Lou Shi memasuki ruangan tersebut mencari letak rahasia yang dimaksud. Lou Shi melihat kertas berstempel seperti yang ada pada penglihatannya.
"Kau harus menyembunyikan rahasia beserta seluruh keturunanmu. Apa yang ada di sini adalah milik keturunanku"
Lou Shi melihat stempel yang ada pada kertas tersebut mengamati dan merabanya. Stempel asli Kekaisaran Wu.
"Kaisar Wu terdahulu? " ucap Lou Shi bertanya-tanya.
Dinding tiba-tiba terangkat perlahan menampilkan suasana hutan lebat tenang. Lou Shi terkejut ketika mendengar suara dentingan pedang.
"Kau akan kalah seperti aku mengalahkanmu pada waktu itu"
"Kau bisa membuktikannya"
Tebasan pedang membuat angin tajam menebang segala rerumpututan disekitar mereka. Lou Shi bersembunyi dibalik pohon mengawasi situasi. Pedang melayang membelah dirinya menyerang sosok pria bertangan satu yang memegang pedangnya dengan gagahnya.
"Bao Shen!! Aku akan mengambil nyawamu hari ini juga!! "
"Jika kau mampu! "
Bao Shen memadatkan energi merubahnya menjadi pedang tak berwujud. Kekuatan yang berasal dari energi qi berkali-kali lipat lebih kuat ketika seorang pengguna mampu mengeluarkan potensi sebenarnya. Bao Shen melesatkan pedangnya melawan musuh bebuyutannya. Pedang miliknya menghancurkan setiap kloningan pedang yang datang hingga gerakan tebasan darinya memerintahkan pedang tak berwujud untuk menebas musuhnya.
Darah menyembur keluar dengan tubuhnya terbelah oleh kekuatan pedang tak berwujud. Bao Shen terduduk di tanah bertumpu pada pedangnya.
"Aku menang, " ucap Bao Shen.
Pisau terbang melayang cepat menembus kepalanya. Bao Shen terjatuh dan mati. Seseorang datang mengambil pisau terbang tersebut. Penampilannya seperti perempuan namun capil dan cadar menutupi wajahnya. Mengawasi keadaan sekitar kemudian jasad Bao Shen dan musuhnya berubah menjadi asap merah terserap ke dalam cincin yang dibawa oleh orang tersebut.
Lou Shi mengintip melihat apa yang dikakukan oleh orang tersebut terkejut tatkala melihat jasad dua orang di depannya berubah menjadi asap dan terserap ke dalam cincin.
Orang misterius mengamati keadaan sekitar merasakan nafas Lou Shi yang tersembunyi.
"Lembah racun akan menerima hadiah, " ucapnya kemudian pergi.
__ADS_1
Lou Shi keluat dari tempat persembunyiannya setelah orang tersebut pergi.
"Lembah racun? " ucap Lou Shi.