Immortality Flower

Immortality Flower
Semangatmu Telah Diwariskan


__ADS_3

Lin Huang berlatih dibawah bimbingan pelindung sekte yang membuat kepekaanya meningkat. Zheng He melatih kemampuan bertarung Lin Huang setangguh dirinya ketika menghadapi musuh ataupun turun gunung.


Lin Huang dipanggil oleh rekannya untuk menghadap pemimpin sekte. Mengetuk pintu hingga pemimpin sekte mempersilahkan Lin Huang untuk masuk.


"Pemimpin sekte memanggilku? " tanya Lin Huang.


"Ya, aku memanggilmu. Ada misi yang cocok untukmu, " ucap Pemimpin Sekte.


"Misi apa yang Pemimpik maksud? " tanya Lin Huang.


"Memburu jejak energi iblis, " jawab Pemimpin Sekte.


Lin Huang mempersiapkan untuk turun gunung kemudian berjalan menuju ruangan kendali sekte untuk masuk ke dalam portal teleportasi. Lin Huang melangkahkan kakinya memasuki portal teleportasi.


Cahaya melonjak ke langit, Lin Huang telah turun gunung melalui teleportasi. Pelindung Sekte mewariskan pedang cahaya kebajikan milik partnernya Yuan Ji.


Yuan Ji yang gugur ketika melindungi sekte membuat pedang cahaya kebajikan jatuh ke tangan Zheng He. Hari ini pedang cahaya kebajikan diwariskan kepada Lin Huang.


"Semangatmu telah diwariskan, " ucap Zheng He.


Cahaya turun dari langit menembus penghalang desa Shiluo hingga hancur berkeping-keping. Lin Huang menginjakkan kakinya di desa Shiluo samar-samar merasakan jejak energi gelap hingga aura pertarungan dari berbagai belah pihak.


Lou Shi yang mengenakan seragam puncak ilahi Duniawi menarik perhatian Jendral An Ning yang tak sengaja melihat Lin Huang.


"Kau utusan sekte mulia? " tanya Jendral An Ning.


Jendral An Ning melihat seragam Lin Huang hingga plakat identitas yang tergantung membuatnya yakin bahwa Lin Huang utusan Sekte Mulia.


"Lebih tepatnya utusan seseorang, aku bagian lain dari Sekte Mulia, " jawab Lin Huang.


Lin Huang merasakan aura berbeda dari tubuh Jendral An Ning. Aura jiwa membara hingga kekuatan fisik yang dilatih dengan baik.


"Dan kau? "tanya Lin Huang.


"Jendral An Ning"


Lin Huang tak pernah mendengar nama Jendral An Ning dalam jajaran Jendral besar Kekaisaran Wu.


"Sepertinya dia baru diangkat menjadi Jendral, " batin Lin Huang.


Sekelompok pendekar mengepung mereka. Para pendekar seperti telah dirasuki iblis hingga kekuatan jiwa mereka menjadi hitam. Lin Huang bekerjasama dengan Jendral An Ning melumpuhkannya tanpa membunuh.

__ADS_1


Lou Shi berlari dengan kecepatan tinggi ketika merasakan pertarungan pendekar yang memiliku dampak jiwa yang luas. Angin berhembus menerjang Lou Shi hingga membuatnya berhenti. Aroma racun menyebar diudara beserta angin yang berhembus sesekali.


"Apakah wanita itu? " ucap Lou Shi.


Pohon di hutan tiba-tiba ambruk secara bersamaan disertai angin besar berhembus yang bercampur dengan kekuatan jiwa.


"Dampak ini terlalu luas, " ucap Lou Shi melanjutkan pelariannya.


Dua orang bertarung dengan sengit. Tumbuhan disekitar mereka terkontaminasi oleh racun.


"Tunduklah pada lembah racun! " ucapnya menawarkan kompensasi hidup.


"Lembah racun? Jangan harap. Aku Xing Chi pendekar kipas besi tak akan pernah tunduk pada perguruanmu! " ucap Xing Chi melambaikan kipasnya.


Angin ternado tercipta besar akibat lambaian kipas besi Xing Chi.


"Kau akan menyesal nanti"


Sosok wanita tersebut yang sama seperti dilihat oleh Lou Shi menarik pedang dari sarungnya. Pedang yang diselimuti aura hijau beracun menguar keluar.


Pedang beracun mengeluarkan aura beracunnya untuk melawan tornado milik Xing Chi. Tornado yang bercampur dengan aura racun membuat jangkaun racun yang tersebar semakin meluas. Pohon-pohon ambruk hingga tumbuhan layu mati.


"Hahahahaha"


Lin Huang dan Jendral An Ning merasakan hempasan angin beracun tersebut. Lin Huang dilindungi oleh api penyucian jiwa sedangkan tubuh unik Jendral An Ning menyelamatkan nyawanya sendiri.


Para pendekar yang berada di hutan mati seketika akibat jiwa mereka yang terkontaminasi oleh aura racun tersebut. Hui Lan seorang nenek tua yang tengah bertarung dengan salah satu orang dari lembah racun merasakan aura beracun tersebut.


"Apa yang kalian lakukan! " ucap Hui Lan.


"Nenek tua, dulu kau membunuh ratusan orang menginjak tubuh mereka dan membunuh Ci Nan menggantikan posisinya sebagai pendekar peringkat ke 10. Apakah kau menganggap dirimu suci? "


"Miao San? Apakah diriku yang tua ini perlu pengajaranmu? Hingga aku mati tak akan pernah tunduk kepada perguruan lembah racun milikmu" ucap Hui Lan.


Miao San mengangkat pedangnya bersiap menyerang Hui Lan. Tongkat kayu milik Hui Lan berhasil menahan serangan pedang Miao San.


"Jangan kau anggap tongkat kayu ini lemah, dengan tongkatku aku aku bisa memanjat langit," ucap Hui Lan.


"Omong kosong! " balas Miao San.


Miao San memanggil harimau hutan yang telah terpengaruhi energi iblis untuk datang. Lima ekor harimau hutan datang berada di belakang Miao San siap menerkam Hui Lan.

__ADS_1


"Bersiaplah untuk mati! " ucap Miao San.


Kelima harimau hutan melompak menerkam Hui Lan hingga ia melompat ke udara menghindari terkaman binatang buas tersebut. Harimau hutan mencakar diudara menghasilkam angin tajam menyerang Hui Lan. Harimau yang lainnya melakukan hal yang sama membuat baju yang dikenakan Hui Lan sobek tersayat angin tajam. Tubuhnya yang tua tak seperti dahulu membuat pergerakannya terbatas.


Kelima harimah hutan menembakkan energi gelap ke arah Hui Lan. Tongkat kayu menahan serangan besar tersebut.


"Energi iblis! " ucap Hui Lan.


"Kau akan mati hari ini! " balas Miao San.


Pedang milik Miao San melayang ke langit menyerap racun yang disebarkan oleh rekannya sebelumnya. Pedang melesat menembus gumpakan energi gelap yang langsung menembus pertahanan Hui Lan hingga menyayat pundaknya. Hui Lan kehilangan kewaspadaanya membuat kelima hariamu mencakar tubuhnya.


Pundak, tangan, kaki hingga wajah pun tak luput dari serangan cakaran harimau hutan. Hui Lan menyadari ada sesuatu yang aneh selain racun milik Miao San yang telah masuk ke dalam tubuhnya.


"Hidupmu tak akan pernah selamat karena bukan hanya racunku yang masuk ke dalam tubuhmu, melainkan ada energi iblis di dalamnya," ucap Miao San.


Hui Lan merasakan energi iblis menggerogoti jiwanya serta racun yang mulai menyebar ke seluruh tubuhnya mematikan sarah hingga mempersempit pembuluh darah.


"Akan aku tunjukkan nenek tua ini beraksi! " ucap Hui Lan.


Tongkat kayu yang dipegang Hui Lan bercahaya hijau. Esensi penyembuh mengalir ke seluruh tubuh membersihkan racun milik Miao San. Hui Lan mengangkat tongkat kayu ke atas menyerap energi langit dan bumi hingga rotan yang membungkusnya mulai hidup melambai-lambai diudara.


Rotan satu persatu mengambil pohon besar mengangkatnya serta melemparkan ke arah harimau hutan. Beberapa dari mereka mati hingga ada yang berhasil menghindar.


Rotan-rotan yang melambai melecutkan tubuhnga ke arah harimau hingga menimbulkan luka robek yang cukuo dalam. Rotan melilit kepala harimau mencekiknya hingga mati. Miao San mulai serius bertarung dengan Hui Lan.


"Ternyata dirimu tak selemah yang aku kira, " ucap Miao San.


Pedang ditangannya berusaha mendekati Hui Lan dengan menebas rotan-rotan yang mengelilinginya. Hui Lan membacakan mantra hingga tongkat berubah menjadi cambuk rotan.


Suara lecutan terdengar dimana-mana. Cambuk Hui Lan berhasil mengikat pedang Miao San. Hui Lan berusaha keras merebut pedang tersebut dari tangan Miao San. Miao San mengeluarkan kekuatan racunnya untuk menyerang balik Hui Lan.


Hui Lan berhasil melepaskan pedang dari tangan Miao San. Rotan mengikat tubuh Miao San sengan erat hingga ia meronta-ronta.


"Orang sepertimu tak layak hidup! " ucap Hui Lan.


Tanah bergetar hingga lubang besar berisi api menyala terlihat jelas.


"Memang aku menginjak tubuh mereka dan membunuh Ci Nan. Akan aku tunjukkan bagaimana dulu aku membunuh mereka" ucap Hui Lan.


Api melayang mengambil tubuh Miao San membakarnya hidup-hidup. Miao San berteriak nyaring tubuhnya terbakar. Aura racun yang ada di dalam tubuhnya menghilang. Miao San masuk ke dalam tanah disaat terakhir hidupnya.

__ADS_1


Hui Lan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Jiwanya yang terkontaminasi energi gelap telah menyebar hingga mempengaruhi lautan kesadarannya.


Lin Huang beserta Jendral An Ning datang melihat keadaan Hui Lan segera membantunya. Jendral An Ning mentransferkan hawa murni tubuhnya mencegah energi gelap menyebar lebuh cepat.


__ADS_2