Immortality Flower

Immortality Flower
Rahasia yang Disembunyikan


__ADS_3

Lin Huang berada di dasar menara langit yang memiliki suasan seakan berbeda dengan dunia luar. Relief mural yang aneh terlihat jelas mengelilinginya sepanjang tembok. Lin Huang mulai meneliti mural tersebut yang memperlihatkan berbagai kejadian yang menyambut satu sama lain. Orang-orang berkumpul mengenakan pakain serba putih berjalan menaiki tangga yang kemudian sampai di sebuah tanah indah dengan sumur disampingnya.


Orang-orang tersebut membawa sesuatu yang kemudian di buang ke dalam sumur. Barang-barang berkualitas tinggi yang tak pernah dijumpai jatuh ke dalam sumur yang kemudian terbagi oleh waktu. Lin Huang menghitung angka yang ada di dalam mural yang berjumlah delapan. Mural berlanjut dengan sebuah pembatas yang dilambangkan oleh jumlah angka yang dimulai dari satu.


"Apakah angka-angka ini melambanhkan delapan lapisan di bawah surga? " tanya Bai Yanglan bingung.


Nyala bulu burung merak samar-samar menerangi lukisan mural yang kian memudar. Disamping kedelapan angka tersebut terdapat angka 100 di masing-masing lambang. Lin Huang mulai berspekulasi bahwa angka 100 di samping kedelapan angka adalah waktu dari setiap beda pada lapisan. Angka satu disampingnya terdapat angka 100 dan pada angka dua Lin Huang berspekulasi bahwa angka seharusnya adalah 10.000.


"Apakah ini yang disebut abadi? " ucap Bai Yanglan ketika sampai pada lukisan mural terakhir dimana orang-orang berpakaian putih tersebut berjalan beriringan menuju sebuah istana megah di atas awan.


"Apakah istana langit?" ucap Bai Yanglan ketika melihat ornamen dari istana tersebut.


Lin Huang mulai memikirkan awal mula lukisan mural ini seperti menceritakan sejarah pelepasan hal-hal duniawi sebelum mangkat menjadi Dewa.


"Jika beda pada setiap lapisan adalah 100 tahun maka untuk mencapai puncaknya yaknik lapisan ke delapan maka mencapai, " ucap Bai Yanglan menata pikirannya dengan menggabungkan informasi yang baru saja ia dapatkan.


"Jika dibalik dari lapisan kedelapan hingga pertama maka beda tersebut dikalikan dengan bilangan yang sama maka kemungkinan butuh puluhan juta tahun untuk mencapai lapisan pertama. Tidak salah bila menara langit memiliki harta karun dari orang-orang yang telah menjadi dewa, lantas harta karun seperti apa yang orang lain dapatkan di dalam menara langit ini? " tanya Bai Yanglan mendongak ke atas dan tiba-tiba ia melihat jelas pintu batu di atas. Perasaan cemas mendera hatinya, suara misterius untuk membuatnya tenang muncul. Mengabaikan suara tersebut dari mana asal-usulnya, ia melakukan apa yang diminta yaknik tetap tenang.


Lin Huang berinisiatif menyatukan kedua tangannya kemudian kekuatan berwarna emas muncul yang merupakan kekuatan bersumber dari hati. Tangan kanannya menggunakan teknik lima tapak penghancur sedangkan telapak tangan kirinya menggunakan teknik tapak emas sakti. Gabungan dari teknik tersebut membuat cahaya emas terang menyinari seluruh ruangan yang kemudian melelehkan lukisan mural tersebut.


Tungku ilahi keluar dengan berputar menyerap hawa misterius di dalam menara langit yang kemudian pantulan cahanya mengenai lubang-lubang yang ada di setiap ujung yang sebelumnya tertutupi oleh lukisan mural. Pantulan dari setiap lubang tersebut berkumpul yang kemudian sebuah portal muncul. Lin Huang tersedot ke dalamnya.


Lin Huang mendarat di sebuah tempat dimana ia berdiri di atas tebing melihat orang-orang misterius membuat sebuah pola formasi di permukaan tanah. Ratusan orang muncul yang kemudian menggabungkan kekuatannya untuk mengaktifkan formasi tersebut. Kekuatan besar berkumpul dan sebuah ruang dimensi muncul.

__ADS_1


Lin Huang ingin masuk mengikuti mereka namun seseorang menarik lengannya.


"Kau! " ucap Bai Yanglan.


Orang tersebut tak lain adalah Xie Lunyi yang kemudian membawa Lin Huang kembali. Raut wajah Xie Lunyi seakan menunjukkan kepanikan untuk sesat.


"Apa yang kau lakukan disini dan tempat apa itu? " tanya Bai Yanglan.


"Aku bebas melakukan apapun, namun kau seharusnya tak boleh sampai ke tempat ini. Tempat ini adalah batas tanah langit terlarang dimana segala hal tabu ada di sini. Portal yang kau lihat sebelumnya adalah portal menuju dunia yang entah apa itu sebenarnya. Pola formasi yang kau lihat adalah dasar fondasi dari menara langit. Kau tahu bukan bahwa dasar adalah hal yang paling penting. Pola formasi dasar menara langit sangatlah rumit dan misterius. Semenjak dunia atas ada, menara langit sudah ada dengan dasar berada di lapisan pertama dan puncaknya berada di surga, " ucap Xie Lunyi menjelaskan alasannya membawa dirinya kembali.


"Aku baru saja mendengarkan kau khawatir tentangku, " balas Bai Yanglan.


Xie Lunyi mendadak tersadar dan kesal melepaskan tangannya dari lengan Lin Huang.


Lin Huang hanya mengiyakan jawaban dari Xie Lunyi.


"Apa yang kau lihat pada dinding-dinding ini? "tanya Xie Lunyi.


" Tidak, aku tidak melihat apapun, "jawab Bai Yanglan.


" Aneh, apakah dia tak melihat sebuah lukisan mural atau sejenisnya? "batin Xie Lunyi.


" Dia pasti tahu sesuatu dan mencoba mengkonfirmasi kepadaku, "batin Bai Yanglan.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu, aku memberikanmu besi Xian. Kau dapat menyempurnakan pedang Lanjie mu hingga tahap tertingginya, "ucap Xie Lunyi memberikan sepotong besi kepada Lin Huang.


" Terima kasih, "balas Bai Yanglan.


" Ingat, hal tabu tidak akan membuatmu beruntung, "ucap Xie Lunyi sebelum menghilang.


Lin Huang menyimpan potongan besi Xian pemberian Xie Lunyi. Perkataan Xie Lunyi yang terlihat khawatir sebelumnya membuatnya yakin bahwa ada sesuatu di dalam portal tersebut.


" Segala hal tabu? Menarik, "ucap Bai Yanglan.


Lin Huang yang tahu bahwa Xie Lunyi orang kuat dan bersembunyi di dalam kegelapan mulai memikirkan cara agar dapat kembali ke dalam penglihatan sebelumnya.


" Aku memanggilmu, "ucap Bai Yanglan.


Tungku ilahi keluar dari dalam dimensi kompas Xunbao melayang di udara. Lin Huang mengalirkan kekuatan bintang yang ia kombinasikan dengan kekuatan emas dari aliran Buddhis. Kekuatan menyatu bercampur di dalam tungku ilahi yang kemudian meledakkan kekuatan hebat menutup seluruh indra keberadaan Lin Huang.


Lin Huang menghilang kembali ke dalam penglihatan sebelumnya. Hal yang sama seperti sebelumnya terulang kembali, ketika portal misterius muncul, Lin Huang segera masuk ke dalamnya bersama dengan yang lainnya.


Xie Lunyi menghela nafas ketika ia berhasil membawa Lin Huang kembali.


"Anak itu terlalu liar hingga tahu batas tanah langit terlarang. Ayah saja hanya mengunjungi luarnya dan tidak berani untuk masuk. Terlalu banyak hal tabu berkumpul di sana, " guman Xie Lunyi melayang berdiri di atas awan sembari merenungkan ekspresi Lin Huang ketika berada di batas tanah langit terlarang.


"Aku pernah membaca buku di perpustakaan surga, konon pintu menuju tanah langit terlarang adalah lukisan mural. Ayah tidak memberitahu dimana lukisan tersebut serta cara mengaktifkannya, seakan enggan bercerita. Beruntungnya aku bisa menariknya keluar dari penglihatan terlarang itu, namun aku tak bisa melihat apapun di sana hanya sebuah energi aneh dan portal misterius beserta dirinya berdiri di atas tebing. Biarkan saja dia melakukan apapun itu, ayah pasti bertindak bila keadaan kritis, "ucap Xie Lunyi melesat kemudian menghilang kembali ke surga.

__ADS_1


__ADS_2