Immortality Flower

Immortality Flower
Xun Fuang


__ADS_3

Formasi pelindung mansion Yu aktif menandakan terjadi penyerangan dari luar. Yu Lian Lu keluar dari kediamannya menatap langit. Suara menggema layaknya peringatan terdengar di seluruh kawasan mansion Yu. Ksatria pelindung terdahulu berbaris membentuk formasi pertahanan.


Chun Yan dan Lin Huang melihat ke arah langit dimana seorang pria kurus memegang tongkat berdiri di udara tanpa bergerak sedikitpun.


"Bocah yang bernama Chun Yan, silahkan keluar atau aku paksa, " ucapnya menggema.


Chun Yan ingin pergi namun di cegah oleh Lin Huang yang menggelengkan kepalanya.


"Tunggu, biarkan mereka mengulur waktu terlebih dulu aku akan membantumu, " ucap Bai Yanglan.


Lin Huang menyalurkan pemahamannya mengenai salah satu rahasia segel lima hati yakni hati keputusasaan. Pemimpin salah satu divisi menentang keberadan pria tersebut.


"Siapa kau! Apakah kau ingin mati! "


"Diam! " balas Xun Fuang menghentakkan tongkat kayunya menghempaskan gelombang aura besar.


Chun Yan menerima penglihatan pengetahuan dari Lin Huang mengenai salah satu rahasia segel lima hati yakni hati keputusasaan.


"Teknik ini luar biasa berpusat pada jiwa sebagai penyerangan, " ucap Chun Yan.


Pasukan ksatria pelindung menyerang atas komando pimpinannya.


"Bentuk formasi kilat pembunuh beruntun! "


Ksatria pelindung membentuk formasi mengunci Xun Fuang ditengah-tengahnya. Formasi aktif dan kilatan petir melesat dengan cepat menyerang Xun Fuang.


"Apa klan Yu sudah kehilangan kewibawaannya hingga merekrut sampah seperti mereka. Sungguh memalukan!" ucap Xun Fuang menghentakkan tongkat kayunya disusul dengan gelombang energi kuat menghancurkan formasi tersebut.


"Memang sampah, " ucap Yu Lian Lu.


"Mereka hanya pelengkap bukan yang utama, " balas Yu Zi Feng menanggapi komentar Yu Lian Lu. Gong Wei muncul di samping Yu Zi Feng menunggu perintah.


"Biarkan Chun Yan yang mengatasinya sendiri. Kau tahu siapa dia? Xun Fuang master pedang sembunyi demi menembus batasan lapisan, ia berdiam diri di dalam goa jutaan tahun, " ucap Yu Zi Feng.


Lin Huang memberitahukan bahwa Chun Yan tak akan pernah berjodoh dengan senjata apapun kecuali ciptaanya sendiri. Berbekal pengetahuan dari Lin Huang, Chun Yan menggunakan segel lima hati miliknya membuat senjata ciptaannya sendiri.


"Kau akan mati bila membuatnya sekarang, aku akan membantumu, " ucap Bai Yanglan menggigit jempolnya yang kemudian darah menetes pada permukaan tanah disusul dengan aura surga yang memadat di depan Chun Yan.


"Gunakan aura jiwamu sendiri dan pahami segel lima hati yang mengunci dirimu, " perintah Bai Yanglan.


Pasukan ksatria pelindung telah dilumpuhkan. Lin Huang menghilang di hadapan Chun Yan.


"Benar-benar sampah! " marah Xun Fuang.


Pedang melesat dengan kecepatan tinggi menyerang ke arah Xun Fuang. Tongkat kayu ia lemparkan guna menangkal serangan pedang tersebut.


"Duar!!! "

__ADS_1


Ledakan terjadi dengan senjata masing-masing kembali kepada pemiliknya.


"Siapa kau? Aku tak merasakan darah marga Sun dalam dirimu, " ucap Xun Fuang.


"Karena aku bermarga Bai, bukan Sun. Bai Yanglan"


"Dugaanku benar, pedang klan Bai tak akan pernah kalah dalam hal kecepatan. Jika kau ingin melindungi Chun Yan, maka aku akan membunuhmu, " balas Xun Fuang.


"Kau benar-benar tak memandang klan Yu sama sekali, " ucap Bai Yanglan.


"Karena aku memang tak memandangnya sama sekali, " ucap Xun Fuang memegang tongkat kayu menggunakan kedua tangannya menarik tongkat tersebut yang ternyata terdapat sebuah pedang di dalamnya. Berbentuk bilah tipis mengkilat. Tongkat kayu berubah menjadi pedang yang selama ini membawa namanya melambung tinggi di masa lalu. Ukiran kata pada pedang tipis tersebut menjelaskan nama dari pedangnya yakni Cangjian.


"Aku merasakan jejak sedikit kekuatan suci ada di dalam pedang itu, " batin Bai Yanglan.


Pedang Lanjie muncul ditangan Lin Huang.


"Karena bukan aku yang menjadi bintang utama kali ini, " guman Bai Yanglan.


Xun Fuang melesat mengayunkan pedang Cangjian ke arah Lin Huang ditangkis hingga pertarungan sengit terjadi di udara.


"Tebasan kayu bumi! " ucap Xun Fuang.


Bilah pedang mengandung elemen tanah melesat ke arah Lin Huang. Pedang ia usap lalu diayunkan sekuat tenaga.


"Tebasan pembunuh! " ucap Bai Yanglan.


Dua kekuatan bertabrakan yang kemudian hancur. Xun Fuang tak tinggal diam, ia meneteskan darahnya pada pedang Cangjian memicu larangan yang ada di dalamnya.


"Tunggu! " ucap Yu Lian Lu ketika melihat persiapan dari Lin Huang.


Lin Huang mengusap pedangnya seketika visual roh raja suci muncul. Kemudian menebas pohon tersebut. Ledakan besar terjadi ketika Lin Huang mengayunkan pedangnya.


Chun Yan melesat menebas visual pohon tersebut menggunakan pedangnya.


"Kau mencariku? " tanya Chun Yan.


Lin Huang kembali ke wujud aslinya menyimpan visual roh raja suci miliknya.


"Benar-benar pantas sebagai putra Sun, " ucap Xun Fuang.


Pedang nyala milik Chun Yan merupakan hasil pemdatan jiwanya sendiri dibantu oleh Lin Huang. Pedang yang tercipta dari jiwa maka disebut sebagai Hun Jian.


Chun Yan melesat ke arah Xun Fuang mengayunkan pedangnya. Kekuatan pedang yang setara dengan teknik-teknik unik Chun Yan. Lin Huang menyingkir dari area pertarungan ketika merasakan sesuatu pada tungku ilahi. Tungku ilahi mengeluarkan aura yang memiliki kemiripan dengan aura pada pedang Cangjian.


"Apa pedang kayu Cangjian memiliki hubungan dengan tungku ilahi? " gumam Bai Yanglan.


Chun Yan mundur ke belakang menyiapkan serangan.

__ADS_1


"Teknik tebasan pedang hati! " ucap Chun Yan mengayunkan pedangnya.


Pedang Cangjian berputar mengeluarkan sulur-sulur akar pohon menyebar menghantam bilah pedang Chun Yan. Perasaan keputusasaan melanda Xun Fuang ketika sulur akarnya berhasil mengalau serangan Chun Yan.


"Teknik jiwa hati? " gumam Xun Fuang.


Sulur akar Xun Fuang menari-nari mengincar Chun Yan. Tebasan demi tebasan dilakukan Chun Yan menghalau akar yang berusaha mengikatnya. Xun Fuang mempersiapkan teknik terkuat miliknya.


Sebagian sulur akar miliknya berkumpul membentuk pedang kayu raksasa. Aliran kekuatan besar mengalir pada pedang tersebut. Chun Yan menyiapkan teknik miliknya selagi ada kesempatan.


"Tebasan pedang kehidupan!! " ucap Xun Fuang.


Pedang raksasa mengayun ke arah Chun Yan. Pedang Hun Jian bersinar mengubah wujudnya atas perintah Chun Yan. Aura surga terserap ke dalamnya mengalir yang kemudian menahan serangan Xun Fuang. Hempasan energi besar terjadi hingga Yu Zi Feng sedikit terkejut.


"Aku tak menyangka dia memiliki kekuatan itu, " ucap Yu Zi Feng.


Lin Huang memanggil pedang Lanjie menggunakan teknik putaran pedang waktu guna memperlambat waktu sebenarnya. Ia melesat ke arah Chun Yan memperkuat pedang raksasa miliknya dengan aura jiwanya.


Lin Huang menyentuh pedang kayu milik Xun Fuang memastikan dugannya. Teknik putaran waktu telah usai dan kecerobohannya mengakibatkan terkena serangan fatal dari energi pedang kayu Xun Fuang.


"Blammm!!!! "


Asap mengepul dan kedua belah pihak mundur secara bersamaan. Lin Huang bergumul dengan asap tersebut yang kemudian suara menggema terdengar.


"Terakhir bertemu denganmu kau masihlah pria terhormat. Apakah sekarang kau telah menjadi anjing seseorang? " ucap seseorang disusul pedang melesat memukul mundur pedang Cangjian.


Bai Yingmu muncul di udara menatap Xun Fuang sembari menggelengkan kepalanya.


"Kau menyerang bagian dari klan ku menggunakan pedang kayumu, bagaimana aku bisa diam saja? " ucap Bai Yingmu.


"Bagian klan mu, Maksudmu dia? " tanya Xun Fuang menunjuk ke arah Lin Huang yang tertunduk memegang dadanya.


Tangan Bai Yingmu mengepal ketika melihat Lin Huang terluka.


"Aku memandangmu karena kita memiliku hubungan teman dimasa lalu bukan berarti aku tak berani membunuhmu! " marah Bai Yingmu memegang pedangnya melesat ke arah Xun Fuang.


Dentingan pedang terdengar. Mata tajam Bai Yingmu ketika bertarung menunjukkan keseriusannya. Pedang para ksatria pelindung yang ada di halaman mansioan Yu bergetar.


"Tuan Bai Yingmu ikut campur, apakah ayah tidak bertindak? " tanya Yu Lian Lu.


"Bai Yingmu bisa dikatakan sebagai master pedang sama seperti Xun Fuang. Ketika pedang Baitien terayun maka pedang dibawahnya akan tunduk bersedia menyerang dibawah komandonya. Aku tidak mau bila klan Yu rugi, " ucal Yu Zi Feng.


Bai Yingmu mengayunkan pedangnya memukul mundur Xun Fuang. Setiap sulur akar dari pedang Cangjian ditebas oleh Bai Yingmu.


"Teknik tebasan pembunuh! " ucap Bai Yingmu mengayunkan pedangnya ke arah Xun Fuang.


Yu Zi Feng muncul di hadapan Xun Fuang melambaikan tangannya menghancurkan serangan tersebut.

__ADS_1


"Minggir atau aku bunuh!! " marah Bai Yingmu.


"Tunggu, kau atau Tuan Yingmu haruslah mendengarkan penjelasan dari Tuan Xun Fuang terlebih dahulu sebelum bertindak, " ucap Yu Zi Feng menengahi.


__ADS_2