Immortality Flower

Immortality Flower
Jiwa Dari Pohon Dunia


__ADS_3

"Tubuhku ada yang tidak beres, " guman Bai Yanglan memegangi dadanya. Tindakan bodohnya ia maki sendiri. Chun Yan menghampiri Lin Huang menyalurkan energi qi nya.


"Energimu tidak berguna bagiku, tubuhku terlalu aneh, " ucap Bai Yanglan.


"Apa karena tubuh surgawimu yang misterius? " tanya Chun Yan.


"Mungkin, " balas Bai Yanglan.


Tungku ilahi menyerap energi dari sulur kayu Xun Fuang membalasnya dengan mengeluarkan aura kehidupan yang menyembuhkan jiwa dan tubuh Lin Huang.


"Aura kehidupan yang kuat, apa ini penyebabnya tungku ilahi tertarik dengannya? " gumam Bai Yanglan.


Tungku ilahi mengeluarkan gulungan yang kemudian muncul di tangan Lin Huang.


"Zi Feng! Jangan kira aku tak berani meratakan klan mu dengan kau melindunginya, " ucap Bai Yingmu.


"Minggir, pertarungan ini bukanlah sekedar melindungi ataupun balas dendam. Tapi pertarungan ini akan menentukan akhir dari pertarungan di tebing Xuanya, " ucap Xun Fuang.


Xun Fuang mengalirkan kekuatan pada pedangnya hingga sebuah sulur keluar dari dalamnya yang kemudian membentuk sebuah pohon raksasa yang memiliki sulur menjalar. Bai Yingmu membelah pedangnya menjadi ribuan menggunakan teknik kelahiran jiwa pedang.


Puluhan ribu pedang melayang-layang di udara yang kemudian menebas satu per satu sulur kayu milik Xun Fuang. Pertarungan jarak jauh berlangsung sengit dengan kekuatan regenerasi sulur kayu Xun Fuang.


Lin Huang melemparkan gulungan tersebut ke udara hingga terbuka lebar. Chun Yan terheran akan sikap Lin Huang.


"Apa yang kau lakukan? " tanya Chun Yan.


Mengabaikan pertanyaan Chun Yan, Lin Huanh membuat gerakan tangan mengaktifkan gulungan tersebut.


"Buka! " ucap Bai Yanglan.


Gulungan membesar mengeluarkan kekuatan sucinya menyedot aura surga disekitarnya. Pertarungan terhenti sejenak. Sulur kayu Xun Fuang auranya perlahan terserap ke dalam gulungan tersebut.


"Bajingan!! " marah Xun Fuang.


Xun Fuang melesat melewati Bai Yingmu berniat menyerang Lin Huang. Chun Yan menghadangnya namun kekuatan Xun Fuang tinggi hingga ia terpental. Gerakan tangan selanjutnya dari Lin Huang membuat rantai keluar dari dalam gulungan memenjarakan Xun Fuang.


"Penjara rantai suci! " ucap Bai Yanglan.


Aura suci dari gulungan yang ia keluarkan mengikat pedang Cangjian menyedot aura misterius yang ada di dalamnya.

__ADS_1


"Bajingan gila!! " marah Xun Fuang .


Lin Huang membuat gerakan tangan kembali mengaktifkan penyedotan aura ke dalam gulungan gambar yang kemudian visual pohon raksasa keluar dari gambar tersebut. Aura suci menguar dari pohon tersebut.


"Pohon dunia! " ucap Bai Yingmu.


Pohon suci dunia muncul dalam lukisan visual gambar milik Lin Huang yang kemudian berubah menjadi sosok wanita yang tersisa jiwanya.


"Kau mengambil ranting dari pohon dunia yang kau gunakan untuk membentuk pedangmu. Hukuman akan kau terima, " ucap wanita tersebut dengan cahaya keluar dari telapak tangannya menyambar Xun Fuang dan menghancurkan penjara suci.


Tubuh Xun Fuang disambar oleh petir yang memiliki kecepatan cahaya menghancurkan merdian dan membalik aliran darahnya. Tubuh Xun Fuang hancur berkeping-keping akibat hukuman yang ia dapatkan dengan mencuri ranting dari pohon dunia.


"Aku jiwa dari pohon dunia mengutuk siapapun yang mencuri dan mengambil yang bukan hak kalian, " ucapnya berubah kembali menjadi pohon suci yang kemudian gulungan tersebut tertutup dan mengecil.


Bai Yingmu dan Yu Zi Feng terkejut ketika Lin Huang memiliki artefak kuno yang bahkan terdapat jejak jiwa dari pemiliknya. Pedang Cangjian yang sekarang tak bertuan melesat ke arah Lin Huang masuk ke dalam tubuhnya.


"Kau memiliki artefak suci? " ucap Bai Yingmu.


Lin Huang menganggukkan kepalanya, Yu Zi Feng merencanakan untuk mengikat Lin Huang dengan putrinya.


"Dengan Yanglan bersama dengan Lian'er maka masa depannya terjamin, " batin Yu Zi Feng.


"Kau harus menjaganya dengan baik," perintah Bai Yingmu.


"Kejadian hari ini adalah salahku karena tak cepat tanggap, tapi aku pastikan kalian mendapatkan sumber daya dari mansion Yu secara penuh karena kalian menjadi ksatria pelindung putriku, " ucap Yu Zi Feng.


Menjelaskan tugas sebenarnya dari mereka berdua yakni mengawal Yu Lian Lu menuju wilayah prefektur utara tempat dimana istana awan berada.


"Mungkin perjalananmu akan sulit mengingat dia bersamamu, " ucap Yu Zi Feng merujuk pada Chun Yan.


"Apakah bila ayahku mati semuanya tetap berjalan seperti biasa? " tanya Chun Yan.


"Seharusnya karena penguasa prefektur utara hanyalah jabatan belaka tak sebanding dengan istana awan. Kemungkinan akan digantikan dengan orang-orang istana awan itu sendiri, " jawab Yu Zi Feng.


Chun Yan menganggukkan kepalanya. Beberapa bulan kedepan mereka semua berlatih meningkatkan kultivasinya. Yu Lian Lu dibawa ayahnya ke ruang rahasia tempat sebelumnya. Memberikan sebuah latihan yang memungkinkan Yu Lian Lu memiliki teknik tak terkalahkan.


"Latihan bintang jatuh bulan bersinar merupakan latihan yang ditemukan oleh leluhur, kemungkinan kau dapat mempelajarinya dengan tubuh bulan bintang milikmu, " ucap Yu Z Feng memberikan latihan tersebut.


Yu Lian Lu menerima latihan tersebut menganggukkan kepalanya menyakinkan ayahnya untuk percaya kepadanya.

__ADS_1


Lin Huang tengah bersemedi di pavilun dekat dengan danau taman mansion Yu . Kultivasi jiwa miliknya tengah berevolusi menjadi jalan kultivasi jiwa sesungguhnya. Tungku ilahi mendadak berhentu berputar. Shenglu yang ada di dalam dimensi Xunbao mengangkat kepalanya merasa waspada.


Lautan kesadaran Lin Huang terguncang ketika segumpal aura gelap muncul secata misterius yang kemudian menyerang jiwanya. Tubuhnya merasakan sakit hingga ia memegangi dadanya yang terasa nyeri.


"Apa yang terjadi! " ucap Bai Yanglan.


Tungku ilahi menyusup ke dalam lautan kesadarannya memberikan aura sucinya menyegel kembali gumpalan aura gelap tersebut. Lin Huang merasa baikan setelahnya.


"Aura gelap macam apa yang ada di dalam tubuhku,"gumam Bai Yanglan.


Hal yang terjadi pada Lin Huang dirasakan oleh seorang penguasa besar yang kemudian membuka matanya.


" Apakah waktunya telah tiba? "ucapnya menyeringai.


Seekor naga hitam melayang di balik singgasanya dengan rubah ekor sembilan berada di bawahnya. Berbagai hewan iblis dengan kekuatan tinggi berada di sekitar pria tersebut.


"Yaohu, bukankahkah sangat munyakai pria muda?"ucapnya kepada rubah ekor sembilan yang merubah wujudnya menjadi seorang wanita cantik.


" Tuan memang benar-benar mengenalku, "balasnya centil menggerakkan jarinya menatap dengan menggoda.


" Suruh anak buahmu, "perintah pria tersebut.


" Baik,"balas wanita rubah menyuruh orang dari klannya untuk melaksanakan tugas dari junjungannya.


Pria yang didominasi aura misterius seakan mengetahui karma dari setiap makhluk hidup. Pembawaan abadi yang mumpuni dengan bawahan yang semuanya memiliki posisi penting.


"Terlalu panjang bila menanti saatnya tiba," ucapnya tersenyum.


Lin Huang tengah menyesuaikan kestabilan aura surga yang memasuki jiwanya. Ketrampilan kultivasi Lin Huang hanya sebatas dewa manusia meskipun telah mengalami evolusi sekalipun.


"Apakah perlu aku mencari istana legenda itu? " pikir Bai Yanglan mengingat mengenai istana jiwa abadi yang legenda di sembilan lapisan surga. Istana yang mengatur jalannya kultivasi makhluk hidup guna mencapai keabadian. Memiliki ribuan ketrampilan ilahi kuno yang berefek luar biasa bagi penggunanya.


Mengingat tinggal beberapa bulan lagi sebelum perjalanan panjang mengawal putri klan Yu menuju istana awan membuat Lin Huang mempersiapkan semuanya.


"Dimana letak batu pusaka klan Yu? " gumam Bai Yanglan.


Yu Lian Lu berjalan dari kejauhan ke arah Lin Huang yang disambut ramah olehnya.


"Ada apa kau mencariku? " tanya Bai Yanglan.

__ADS_1


"Kau memiliki tubuh surgawi jenis apa? " ucap Yu Lian Lu.


Lin Huang terdiam sejenak, dari awal ia belum mengetahui jenis apa tubuh surgawinya dan baru tahu bahwa tubuh surgawi memiliki jenisnya tersendiri.


__ADS_2